14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rindu yang Datang Tidak untuk Dibenci – Percakapan dengan Diri

Made Surya Hermawan by Made Surya Hermawan
February 2, 2018
in Esai

Foto: Yogi Sancaya

PAGI tadi aku duduk di sebuah kursi taman di belakang gedung kampusku yang baru. Sudah tiga hari aktivitas ini aku lakukan. Aku pun sebenarnya tidak betul-betul tahu untuk apa dan siapa aku duduk di tempat ini. Entah karena belum ada tumpukan tugas kuliah atau aku melakukannya untuk kepentingan adaptasi. Entahlah, sekali lagi aku tidak begitu tahu.

Namun, ada satu hal yang pasti, ketika itu ada seorang laki-laki, seorang perempuan, dan tentunya aku. Kami duduk di kursi yang berbeda. Padahal seharusnya, satu kursi itu cukup untuk kami bertiga. Aku meyakini masing-masing dari mereka memiliki kepentingan tersendiri ada di tempat yang sama pagi tadi. Begitu pula aku, yang tentu sebenarnya memiliki kepentingan.

Namun anehnya, aku tak tahu pasti kepentinganku. Banyak orang berlalu lalang disekitarku. Aku tidak tahu pasti mereka mahasiswa atau dosen. Aku orang baru disini. Belum genap seminggu. Begitu sepertinya.

Tiga hari, hal ini aku jalani begitu saja. Entah sebetulnya bermakna atau tidak. Kembali lagi aku tidak tahu. Sampai beberapa saat aku duduk, ada sesuatu yang datang mengganggu pikiranku. Aku orang baru di sini. Yang mungkin saja itu adalah jawaban dari aktivitas rutinku tiga hari ini.

Lalu, datang pikiran lain yang bertolak belakang. Dengan jarak yang tidak begitu lama. Aku orang baru, tapi tidaklah benar-banar baru. Aku masih yang dulu. Yang sejauh apapun aku pergi dari rumah, aku tetap membawa akumulasi diriku yang dulu.

Yang seberapa lama pun aku meninggalkan rumah, aku masih menyimpan sisa-sisa perasaanku yang dulu. Aku masih menyelipkan ingatan-ingatan yang sering datang mengganggu, yang sebenarnya tidak begitu aku suka.

Hingga akhirnya aku menghela nafas dan mengangkat sedikit bahuku dan berkata dalam hati bahwa aku adalah aku yang dulu dengan tempat yang baru. Sepasang sepatu lama, yang hanya dibelikan rak baru oleh pemiliknya. Sempat pula beberapa kali aku berpindah tempat karena matahari yang kian meninggi.

Sampai-sampai aku tidak sadar bahwa keringat telah mulai mengalir di dahi dan pelipisku. Seketika saat aku berpindah, aku merasakan sebuah hal aneh yang sekali lagi mengganjal pikiranku yang sebetulnya sudah mulai tenang. Membuat langkahku menjadi tidak begitu ringan.

Yang sebenarnya agak malu ku akui bahwa ganjalan-ganjalan itu adalah ganjalan yang sama seperti ganjalan yang beberapa waktu ke belakang yang sering aku rasakan. Sebetulnya sudah mengering, tapi sering kali datang lagi dengan air dan kembali membuatnya basah. Aku merindu. Rindu yang sebenarnya tidak pernah jelas alasannya kenapa ia datang dan untuk siapa ia tertuju.

Beriringan dengan semakin banyaknya orang yang melintas di depanku, aku semakin yakin. Meyakini bahwa setiap orang tidak pernah menjadi baru sepenuhnya. Manusia baru hanyalah ia yang baru saja keluar dari rahim ibunya.

Itupun hanya beberapa saat. Setelah itu, ia tak dapat lagi disebut baru. Hingga aku sadar, aku pun begitu. Aku manusia yang tidak pernah betul-betul baru. Aku hari ini, dan semoga saja tidak berlanjut esok hari adalah aku yang masih terbelenggu kerinduan. Kerinduan terhadap sesuatu yang sebetulnya sudah cukup lama aku lepas.

Akhirnya aku berpikir, bahwa kerinduan adalah bagian dari perjalanan yang sering kali datang mengganggu pikiran yang tenang. Bagaimana tidak, ia membuat mata kembali menoleh ke belakang sementara aku tidak boleh menunda langkah kakiku ke depan. Aku sadar, sepertinya aku tidak cukup cakap untuk mengelola rindu.

Rindu bukan alasan untuk kembali. Pasti. Aku akhirnya menemukan kalimat itu. Mungkin hasil pertengkaran yang sangat hebat antara rasa dan logika yang ada pada diriku. Darimana pun ia berasal, yang jelas aku harap ia dapat menjadi bagian dari solusi dari keanehan yang aku alami.

Untuk saat ini, kakiku harus lebih dominan daripada mataku. Karena tidak mungkin aku berbalik arah untuk menarik kembali kerinduan itu. Bukan karena aku takut bahwa langkahku akan tertunda. Namun, aku khawatir ketika aku berbalik arah, ternyata kerinduan ini hanyalah akumulasi dari sikapku yang yang tidak cakap mengelolanya.

Jelas, aku mencoba memutuskan saat ini, bahwa aku harus tetap melangkah dengan tidak berbalik arah. Akan tetap aku biarkan mataku sesekali menoleh ke belakang. Karena aku sadar ia pasti akan lelah jika selalu ku tuntut untuk menatap ke depan.

Akan aku biarkan kerinduan ini tetap menjadi bagian dari diriku. Namun bukan alasan bagiku untuk tidak memulai sesuatu yang aku anggap baru. Akan aku biarkan ia menjadi bagian dari jalan garis tanganku. Namun tidak untuk menentukan masa depanku. Akan aku anggap ia seperti hujan, yang sesekali turun untuk menyegarkan tanah, karena tentu ia pasti bosan jika tiap hari harus menerima panasnya terik matahari. Akan aku biarkan pula ia seperti angin yang datang dan pergi tanpa permisi.

Namun tentu, akan aku buatkan sebuah ventilasi yang cukup besar. Karena aku tidak mau ia terperangkap di dalam rumahku, yang tentunya akan menyebabkan ruangan itu terasa pengap dan tidak segar. Biarlah ia melintas hanya sekadar untuk menyegarkan.

Aku pun akhirnya berdiri dan memutuskan untuk kembali pulang ke rumah. Pagi tadi aku memahami bahwa rindu yang datang tidak untuk dibenci. (T)

Tags: kampusmahasiswarenungan
Share40TweetSendShareSend
Previous Post

“Akun Cantik”, Promosi Wajah di Media Sosial?

Next Post

Sembroli Mabuk di “Buleleng Festival” – Bentuk Baru Teater Wayang

Made Surya Hermawan

Made Surya Hermawan

Lahir di Denpasar, 7 Oktober 1993, tinggal di Kuta, Bali. Lulusan Jurusan Pendidikan Biologi Undiksha, Singaraja, 2015. Gemar mendengar cerita politik dan senang berorganisasi. Setleah menamatkan studi pascasarjana di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang, ia mengabdikan ilmunya dengan jadi guru.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post

Sembroli Mabuk di “Buleleng Festival” – Bentuk Baru Teater Wayang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co