12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rindu yang Datang Tidak untuk Dibenci – Percakapan dengan Diri

Made Surya Hermawan by Made Surya Hermawan
February 2, 2018
in Esai

Foto: Yogi Sancaya

PAGI tadi aku duduk di sebuah kursi taman di belakang gedung kampusku yang baru. Sudah tiga hari aktivitas ini aku lakukan. Aku pun sebenarnya tidak betul-betul tahu untuk apa dan siapa aku duduk di tempat ini. Entah karena belum ada tumpukan tugas kuliah atau aku melakukannya untuk kepentingan adaptasi. Entahlah, sekali lagi aku tidak begitu tahu.

Namun, ada satu hal yang pasti, ketika itu ada seorang laki-laki, seorang perempuan, dan tentunya aku. Kami duduk di kursi yang berbeda. Padahal seharusnya, satu kursi itu cukup untuk kami bertiga. Aku meyakini masing-masing dari mereka memiliki kepentingan tersendiri ada di tempat yang sama pagi tadi. Begitu pula aku, yang tentu sebenarnya memiliki kepentingan.

Namun anehnya, aku tak tahu pasti kepentinganku. Banyak orang berlalu lalang disekitarku. Aku tidak tahu pasti mereka mahasiswa atau dosen. Aku orang baru disini. Belum genap seminggu. Begitu sepertinya.

Tiga hari, hal ini aku jalani begitu saja. Entah sebetulnya bermakna atau tidak. Kembali lagi aku tidak tahu. Sampai beberapa saat aku duduk, ada sesuatu yang datang mengganggu pikiranku. Aku orang baru di sini. Yang mungkin saja itu adalah jawaban dari aktivitas rutinku tiga hari ini.

Lalu, datang pikiran lain yang bertolak belakang. Dengan jarak yang tidak begitu lama. Aku orang baru, tapi tidaklah benar-banar baru. Aku masih yang dulu. Yang sejauh apapun aku pergi dari rumah, aku tetap membawa akumulasi diriku yang dulu.

Yang seberapa lama pun aku meninggalkan rumah, aku masih menyimpan sisa-sisa perasaanku yang dulu. Aku masih menyelipkan ingatan-ingatan yang sering datang mengganggu, yang sebenarnya tidak begitu aku suka.

Hingga akhirnya aku menghela nafas dan mengangkat sedikit bahuku dan berkata dalam hati bahwa aku adalah aku yang dulu dengan tempat yang baru. Sepasang sepatu lama, yang hanya dibelikan rak baru oleh pemiliknya. Sempat pula beberapa kali aku berpindah tempat karena matahari yang kian meninggi.

Sampai-sampai aku tidak sadar bahwa keringat telah mulai mengalir di dahi dan pelipisku. Seketika saat aku berpindah, aku merasakan sebuah hal aneh yang sekali lagi mengganjal pikiranku yang sebetulnya sudah mulai tenang. Membuat langkahku menjadi tidak begitu ringan.

Yang sebenarnya agak malu ku akui bahwa ganjalan-ganjalan itu adalah ganjalan yang sama seperti ganjalan yang beberapa waktu ke belakang yang sering aku rasakan. Sebetulnya sudah mengering, tapi sering kali datang lagi dengan air dan kembali membuatnya basah. Aku merindu. Rindu yang sebenarnya tidak pernah jelas alasannya kenapa ia datang dan untuk siapa ia tertuju.

Beriringan dengan semakin banyaknya orang yang melintas di depanku, aku semakin yakin. Meyakini bahwa setiap orang tidak pernah menjadi baru sepenuhnya. Manusia baru hanyalah ia yang baru saja keluar dari rahim ibunya.

Itupun hanya beberapa saat. Setelah itu, ia tak dapat lagi disebut baru. Hingga aku sadar, aku pun begitu. Aku manusia yang tidak pernah betul-betul baru. Aku hari ini, dan semoga saja tidak berlanjut esok hari adalah aku yang masih terbelenggu kerinduan. Kerinduan terhadap sesuatu yang sebetulnya sudah cukup lama aku lepas.

Akhirnya aku berpikir, bahwa kerinduan adalah bagian dari perjalanan yang sering kali datang mengganggu pikiran yang tenang. Bagaimana tidak, ia membuat mata kembali menoleh ke belakang sementara aku tidak boleh menunda langkah kakiku ke depan. Aku sadar, sepertinya aku tidak cukup cakap untuk mengelola rindu.

Rindu bukan alasan untuk kembali. Pasti. Aku akhirnya menemukan kalimat itu. Mungkin hasil pertengkaran yang sangat hebat antara rasa dan logika yang ada pada diriku. Darimana pun ia berasal, yang jelas aku harap ia dapat menjadi bagian dari solusi dari keanehan yang aku alami.

Untuk saat ini, kakiku harus lebih dominan daripada mataku. Karena tidak mungkin aku berbalik arah untuk menarik kembali kerinduan itu. Bukan karena aku takut bahwa langkahku akan tertunda. Namun, aku khawatir ketika aku berbalik arah, ternyata kerinduan ini hanyalah akumulasi dari sikapku yang yang tidak cakap mengelolanya.

Jelas, aku mencoba memutuskan saat ini, bahwa aku harus tetap melangkah dengan tidak berbalik arah. Akan tetap aku biarkan mataku sesekali menoleh ke belakang. Karena aku sadar ia pasti akan lelah jika selalu ku tuntut untuk menatap ke depan.

Akan aku biarkan kerinduan ini tetap menjadi bagian dari diriku. Namun bukan alasan bagiku untuk tidak memulai sesuatu yang aku anggap baru. Akan aku biarkan ia menjadi bagian dari jalan garis tanganku. Namun tidak untuk menentukan masa depanku. Akan aku anggap ia seperti hujan, yang sesekali turun untuk menyegarkan tanah, karena tentu ia pasti bosan jika tiap hari harus menerima panasnya terik matahari. Akan aku biarkan pula ia seperti angin yang datang dan pergi tanpa permisi.

Namun tentu, akan aku buatkan sebuah ventilasi yang cukup besar. Karena aku tidak mau ia terperangkap di dalam rumahku, yang tentunya akan menyebabkan ruangan itu terasa pengap dan tidak segar. Biarlah ia melintas hanya sekadar untuk menyegarkan.

Aku pun akhirnya berdiri dan memutuskan untuk kembali pulang ke rumah. Pagi tadi aku memahami bahwa rindu yang datang tidak untuk dibenci. (T)

Tags: kampusmahasiswarenungan
Share40TweetSendShareSend
Previous Post

“Akun Cantik”, Promosi Wajah di Media Sosial?

Next Post

Sembroli Mabuk di “Buleleng Festival” – Bentuk Baru Teater Wayang

Made Surya Hermawan

Made Surya Hermawan

Lahir di Denpasar, 7 Oktober 1993, tinggal di Kuta, Bali. Lulusan Jurusan Pendidikan Biologi Undiksha, Singaraja, 2015. Gemar mendengar cerita politik dan senang berorganisasi. Setleah menamatkan studi pascasarjana di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang, ia mengabdikan ilmunya dengan jadi guru.

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post

Sembroli Mabuk di “Buleleng Festival” – Bentuk Baru Teater Wayang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co