20 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menerima Tanpa Terlena

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
April 23, 2019
in Esai
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Seseorang menulis pesan. Isinya begini, “Bijaksanalah dengan pikiran, kecerdasan membuatnya terobsesi kecurigaan, jangankan pada cahaya dan bayang yang tertangkap mata, dan mata hati, bahkan ia juga curiga pada bayangannya sendiri. Buatlah pikiran jadi bijak, berpijak pada tempatnya, menerima tanpa terlena”.

Pesan itu membuat saya tertegun dan tidak berhenti memikirkan maksudnya. Seperti biasa, hasil dari memikir-mikirkan, bukanlah jawaban yang datang tapi pertanyaan. Apakah pikiran selalu menghasilkan kecurigaan? Jika iya, mengapa demikian?

Pertanyaan semacam itu wajar saja bisa lahir. Bahkan ada banyak pertanyaan yang bisa dilahirkan dari satu objek saja. Tugas selanjutnya adalah mencari dan menemukan jawaban. Yang namanya jawaban tidak datang begitu saja. Dia mesti diawali dengan pencarian. Maka mari kita mulai mencari jawaban atas pertanyan tadi.

Tentang pikiran, ada banyak pustaka-pustaka lontar yang memuatnya. Ada yang menulisnya sebagai pikiran, ada juga yang menganalogikannya dengan benda lain. Mpu Tanakung menganalogikan pikiran seperti telaga yang di dalamnya terdapat lingga. Ada juga yang menganalogikannya dengan danau yang lebih besar. Ada juga yang menganalogikan pikiran seperti lautan yang bergejolak. Jadi sejauh ini ada tiga analogi pikiran: telaga, danau dan lautan.

Selain tiga hal tadi, ada lagi analogi pikiran yang bisa ditemukan dalam satu bagian dari kakawin Arjuna Wiwaha karya Mpu Kanwa yang terkenal itu. Mpu Kanwa mengibaratkan pikiran seperti air di dalam gentong. Hanya dalam gentong yang airnya jernih bayangan bulan akan terlihat. Jadi ada empat analogi pikiran yaitu telaga, danau, lautan dan air dalam gentong. Keempatnya meski terlihat berbeda, sesungguhnya memiliki persamaan. Persamaan keempatnya adalah air. Singkatnya, pikiran diibaratkan seperti air.

Ungkapan seperti itu, tidak hanya terdapat dalam pustaka-pustaka kuno. Konsep pikiran yang seperti air, ada juga dalam peribahasa “seperti air di atas daun talas”. Yang artinya kurang lebih adalah tidak tetap pendirian. Apalah yang menyebabkan ketidaktetapan itu kecuali pikiran yang berubah-ubah. Gitu. Maka hati-hatilah pada pikiran! Orang boleh membayangkan masa depan dengan pikiran.

Ia juga boleh mengenang masa lalu dengan pikiran. Tapi kehidupan adalah yang terjadi sekarang, meski hidup yang sekarang itu selalu menjadi masalalu. Bagaimana membijaksanai hal ini?

Membijaksanai waktu, berarti ada tiga rangkaian waktu yang mesti dipahami betul-betul. Tiga rangkaian itu adalah masa lalu, masa depan dan masa kini. Tiga rangkaian itu juga disebut Tri Samaya. Ketiga aliran waktu ini memiliki Nyasa yang juga adalah sekaligus mantra. Mantra ketiga aliran waktu ini ada tiga dengan masing-masing tiga dewanya. Untuk lebih jelasnya, silahkan tanyakan pada yang tahu. Sebagai petunjuk, ketiga mantra itu konon bergerak dalam dua arah.

Waktu juga mengalir, jadi ia juga mirip dengan pikiran dan air. Karena waktu itu mengalir, jadi segala macam hal dilewati oleh waktu. Karena segalanya dilewati, maka segalanya ditelan oleh waktu. Ciri-ciri sesuatu ditelan waktu adalah perubahan. Dengan cara pandang seperti itu, kita bisa mendapatkan sesuatu yang berbeda sama sekali. Contohnya adalah gunung yang konon tidak berpindah-pindah. Karena gunung tidak berpindah, maka ia disebut Acala.

Tidak berpindah, bukan berarti gunung tidak berubah. Sebab menurut suatu ajaran yang dapat ditelusuri sumbernya, konon segala yang berbentuk pastilah akan berubah. Itulah sebabnya, meski gunung yang terlihat tenang itu tidak berpindah, bukan berarti ia akan selalu diam. Sesekali ia akan meletus. Barangkali, bentuknya juga akan berubah. Perubahan bentuk gunung, bisa disebabkan bermacam-macam. Salah satunya adalah karena memang perubahannya alami. Salah duanya, karena manusia yang merubah atas dasar banyak kepentingan.

Kita tinggalkan dulu pembicaraan tentang gunung itu. Mari kita lanjutkan lagi tentang air dan pikiran. Karena pikiran adalah air, maka sifat-sifat pikiran bisa dibandingkan dengan air. Sifat air adalah mengalir. Oleh orang-orang bijaksana, yang mengalir itu disebutnya Saraswati. Mungkin itu sebabnya, ada aliran air sungai bernama Saraswati. Juga ada aliran pikiran berpengetahuan disebut dengan nama yang sama.

Yang namanya pikiran, bisa meresap dimana saja. Dia bisa ke kanan, dan ke kiri. Dia juga bisa ke depan dan belakang. Bahkan bisa juga ia ke atas dan ke bawah. Pikiran bisa meresap, karena ia sangat kecil. Pikiran juga sangat ringan. Saking ringannya dia bisa terbang kemana-mana. Bahkan dia bisa mengatasi segalanya yang berat-berat. Orang ada di kutub utara, pikirannya sudah di selatan.

Selalu begitu. Karena itulah, konon ada orang yang berusaha mengikat pikirannya. Caranya? Ya dengan tali berupa pikiran yang berpikir. Buktinya? Coba pikirkan satu titik di tengah-tengah dahi. Maka bagi pikiran yang sudah terlatih, ia akan memusatkan pikirannya pada titik itu. Bagi yang kurang berlatih, pikiran punya cara yang halus untuk mengubah titik pusat.

Sifat pikiran yang lain adalah sangat besar. Saking besarnya, ia bisa memenuhi segala ruang. Tidak ada ruang yang tidak terpenuhi olehnya. Konsekuensi dari hal itu, maka segala ruang yang ada di dunia ini dipenuhi oleh pikiran-pikiran. Sifat pikiran yang besar ini disebut Mahima. Berasal dari kata Maha yang berarti besar. Jika ada yang bernama Mahima, barangkali harapannya agar menjadi sangat besar.

Pikiran juga sangat cepat. Saking cepatnya, segala tempat dapat segera dicapainya. Sampai adalah nama lain dari prapta. Karena pikiran selalu cepat sampai, maka disebutlah dia dengan prapti. Pikiran juga adalah penguasa yang tidak bisa dilawan kehendaknya. Ia selalu dibayangkan seperti raja. Karena ia raja, maka segalanya diperintahkan olehnya. Mungkin ini sebabnya, dalam banyak sekali lontar-lontar, banyak yang menggunakan pikiran untuk memerintahkan sesuatu. Perintah-perintah itu, tidak hanya untuk memerintah tubuhnya sendiri. Tapi juga memerintahkan dewa-dewi, bhuta-bhuti, bhatara-bhatari, dan sebagainya.


CANGAK YANG LAIN:

  • Swastyastu, Nama Saya Cangak
  • Pemimpin dan Pandita
  • Aturan Mati
  • Muka Gua
  • Siapa yang Tahu?
  • Panduan Nyepi ala Cangak
  • Kembali
  • Yang Kita Cari Adalah Hening
  • Siang Malam Berpikir Sendiri
  • Teman Tidak Makan Teman

Pikiran juga disebut dengan Yang Utama. Ia disebut utama karena segala hal berasal dan akan kembali kepadanya. Apalah sebutan bagi asal dan tujuan selain yang utama? Karena konon, pelajaran tentang asal dan tujuan adalah pelajaran paling sulit sekaligus paling menarik. Tidak kurang orang berbondong-bondong belajar tentang asal sampai ke negeri seberang. Tidak sedikit pula orang yang ingin tahu tujuan sampai diam-diam mendiamkan dirinya.

Kemampuan pikiran untuk memerintahkan setidaknya dapat dibagi menjadi tiga. Pertama adalah kemampuan untuk menciptakan. Kedua kemampuan untuk memelihara. Ketiga adalah untuk melebur. Ketiganya adalah sifat-sifat dewa yang dikenal oleh kebanyakan orang. Jadi melebur adalah sifat dewa? Tentu saja!

Pikiran itu bisa juga dikuasai. Tentu dengan sadar. Jika pikiran sudah dikuasai dengan sadar, sulitlah hal-hal gaib berbalik menguasai pikiran. Sifat pikiran yang satu ini, sulit diceritakan dengan kata-kata. Karena tidak semua yang bisa dipikirkan bisa juga dikatakan. Tapi karena kata-kata, pikiran bisa berpikir.

Itu dia sifat-sifat pikiran yang sudah banyak diketahui oleh banyak orang. Karena banyaknya sifat pikiran, maka wajar ada yang berpesan agar membijaksanai pikiran sendiri. Sayangnya kecurigaan adalah salah satu akibat dari membijaksanai pikiran sendiri. Bijaksana saya artikan sebagai cara pandang berbeda. Cara pandang yang berbeda dimungkinkan jika orang banyak pengalamanan. Entah itu pengalaman hidup, entah itu pengalaman membaca. Pengalaman-pengalaman itu memungkinkan pikiran tetap terjaga agar sadar. Sadar adalah terjemahan dari kata Tutur dalam bahasa Jawa Kuna. Jika ada orang nutur barangkali maksudnya adalah menyadarkan.

Untuk mengetahui bagaimana kesadaran pikiran kita bekerja, dalam tulisan ini saya ajukan satu baris dari sebuah kakawin. Silahkan dibijaksanai. Ungkapannya begini: “Jika ada gentong sedikit airnya, maka air di dalamnya mudah berkecipak. Berbedalah jika air gentong itu penuh, dia akan tenang” [T]

Tags: berpikirrenungansastraTuhan
Share26TweetSendShareSend
Previous Post

Album Kedua #Akebuleleng Kayak Es Ancruk Senggol Telkom

Next Post

Cerita Kecil Petugas KPPS: Cemas, Bingung, Sempat Ingin “Ngambul”

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

by Angga Wijaya
October 18, 2026
0
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

Read moreDetails

Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

by IGA Darma Putra
October 18, 2026
0
Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

ARTIKEL I Made Sudiana, “Terminologi ‘Selam’ dan ‘Nyelam’ dalam Tradisi Bali” (NusaBali.com. 18/10/2029) mengangkat persoalan yang menarik: bagaimana kata-kata menyimpan...

Read moreDetails

Cara Kerja Kekuasaan Meredam Kritik Publik

by Teddy Chrisprimanata Putra
October 18, 2026
0
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

“No Rocky, No Party” BARANGKALI jargon tersebut masih sangat relate hingga hari ini. Pasalnya, nama Rocky Gerung kembali menjadi diskursus...

Read moreDetails
Next Post
Cerita Kecil Petugas KPPS: Cemas, Bingung, Sempat Ingin “Ngambul”

Cerita Kecil Petugas KPPS: Cemas, Bingung, Sempat Ingin “Ngambul”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU
Esai

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta
Ulas Rupa

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

by Emi Suy
October 19, 2026
Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental
Olahraga

Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental

KETIKA musik mulai diputar, tangan para peserta terangkat di atas kepala. Mereka bertepuk tangan mengikuti irama lagu “Gemu Fa Mi...

by Nyoman Budarsana
October 19, 2026
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata
Esai

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

by Angga Wijaya
October 19, 2026
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra
Esai

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya
Ulas Musik

Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya

ADA masa ketika malam adalah malam. Setelah matahari tenggelam, kehidupan perlahan menurunkan volumenya. Warung mulai menutup pintu, pasar berhenti berisik,...

by Ahmad Sihabudin
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co