23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Smile Shop, Toko Buku Kecil di Ubud: Agar Anak-anak Tersenyum

Putu Putik Padi by Putu Putik Padi
December 19, 2018
in Esai
Smile Shop, Toko Buku Kecil di Ubud: Agar Anak-anak Tersenyum

Saya membaca buku koleksi dari Smile Shop, Ubud

Buku bagiku seperti makanan. Ketika aku ingin membaca buku baru, rasanya sama seperti aku lapar dan ingin menyantap makanan dengan menu baru.

Ketika aku mambaca buku  dengan nikmat, itu seperti memakan makanan yang nikmat pula. Aku biasa membaca buku dengan  cepat, seperti menikmati makanan dengan rakus, dan saking rakusnya makannya cepat sekalihabis.

Tapi aku tinggal di kota kecil bernama Singaraja, di Bali. Kotaku kecil dan sedikit ada toko buku, namun banyak rumah makan, jauh lebih banyak daripada toko buku. Beberapa toko buku yang jumlahnya sedikit itu menjual buku untuk orang dewasa, sedikit buku untuk anak-anak dan itu pun lebih banyak buku anime/manga. Dan banyak juga buku mewarnai, tapi aku bukan penggemar mewarnai.

Makanya aku senang kalau diajak ke Denpasar karena di situ ada banyak toko buku yang besar dan lengkap. Setiap memasuki toko buku, aku biasanya beli buku lebih dari dua, tapi tidak terlalu banyak karena orang tuaku juga membutuhkan buku.

Apalagi kalau ke Ubud. Aku paling suka ke Ubud. Kenapa lebih suka di Ubud? Di situ, ada toko buku kecil, yang namanya Smile Shop. Kata ayah, tempat itu masuk wilayah Jalan Desa Nyuh Kuning. Toko itu menjual buku-buku langka karena toko itu menjual buku bekas. Buku bekas itu adalah buku yang habis dibaca oleh turis-turis yang berwisata ke Ubud. Bundaku pernah bertanya ke pemilik toko, bahwa buku-buku itu disumbangkan oleh turis. Bagus juga turis itu. Coba buku-buku seperti itu bisa ada di Singaraja.

Setiap ke Ubud, aku pasti singgah ke toko itu. Walaupun buku bekas, di situ ada buku-buku menarik yang jarang ada di toko besar. Aku senang ke situ, karena harga buku-bukunya murah, paling mahal 20.000. Selain murah, di situ juga ada banyak buku-buku yang ditulis oleh penulis bagus dari Indonesia dan luar negeri.

Yang paling kusuka, aku akan memburu buku karya yang ditulis oleh Jaqueline Wilson. Buku-buku Jaqueline Wilson menurutku menarik, antara lain: Dustbin Baby yang menceritakan tentang ibu yang melahirkan anak dan menaruhnya di bak sampah. Anak itu jadinya diadopsi oleh berbagai orang. Buku itu agak menyedihkan.

Lalu ada buku berjudul Sleepover yang menceritakan bahwa ada anak yang mempunyai teman-teman yang selalu mengadakan ulang tahun mereka dengan pesta menginap, nah, anak ini juga ingin mengadakan pesta menginap di ulang tahunnya, tapi takut karena teman-temannya akan mengejek kakaknya yang cacat.

Ada juga buku Vicky Angel yang menceritakan tentang kematian seorang sahabat. Pertamanya sih sedih, tapi akhirnya menjadi normal. Buku lainnya The WorryWebsite yang menceritakan tentang kecemasan anak-anak dan menaruhnya ke sebuah web bernama website kecemasan.

Aku biasanya langsung membaca buku itu di mobil dalam perjalanan pulang, sampai di rumahku di Singaraja, biasanya satu buku sudah selesai kubaca. Di rumah, aku selalu ingin lagi ke toko kecil itu, seperti kecanduan rasanya. Ayah dan ibuku akan selalu berjanji mengajakku ke situ, dan aku akan senang, dan senyum dalam hati. Mungkin nama toko Smile Shop memang bertujuan untuk membuat pembaca, seperti aku, jadi tersenyum.

Tapi sebenarnya, Smile Shop bukan hanya membuat pembaca buku tersenyum. Toko itu juga membuat anak-anak lain tersenyum. Bundaku sempat bertanya ke penjaga toko, kenapa toko itu bernama Smile Shop? Karena hasil penjualan buku di situ akan disumbangkan kepada anak-anak yang memerlukannya. Misalnya membantu anak-anak yang mengalami cacat bibir agar bisa dioperasi dan sembuh. Kalau sembuh, anak-anak itu akan tersenyum seperti anak-anak lain. Ketika tahu bahwa toko itu membantu orang lain, aku menjadi makin senang, karena selain membuatku senang, anak-anak yang lain juga bisa senang.

Beberapa buku-buku hasil buruan saya di Smile Shop, Ubud

Aku biasanya cepat selesai membaca buku di toko itu sebelum dibeli. Seperti suatu kali aku membaca buku The Chinese Brothers. Buku itu menceritakan lima adik kakak, bukunya lucu, orang tuaku saja ketawa saat ikut membaca buku itu. Jadi ketika bundaku ingin membayar buku, aku menaruh buku yang sudah kubaca kerena sudah selesai dibaca, dan maunya tak jadi membeli buku itu. Tapi, setelah aku ingat bahwa uang yang kita beri itu akan didonasikan, aku akhirnya jadi membeli buku itu, siapa tahu, buku itu juga bisa jadi koleksi untuk klub membacaku di sekolah.

Oya, di rumahku ada sebuah perpustakaan kecil di ruang tamu tapi jumlah bukuku di perpustakaan itu masih sedikit, yang banyak itu adalah koleksi buku ayah dan bunda. Selain suka membaca, ayah dan bunda juga penulis buku dan sastrawan. Teman ayah dan bunda banyak, dari teman-teman itulah aku dapat banyak hadiah buku.

Aku pernah ke Yogyakarta untuk berkunjung ke teman ayahku karena di rumahnya ada sebuah toko buku yang kecil dan dia memberi buku-buku untukku. Ada juga teman ayahku yang mengirimiku buku  tentang seri tokoh dunia. Antara lain: Galileo Galilei dan Leonardo Da Vinci.

Oya, aku juga baru dapat kiriman buku dari teman bundaku dari Jakarta yang berjudul Indonesia Bercerita Kisah-kisah Rakyat yang Terlupakan, buku ini dipesan oleh ibuku lewat online.

Tapi aku selalu kehabisan buku karena aku membaca buku-buku dengan cepat, aku tak suka menunda bacaan atau melanjutkan buku itu sampai keesokan harinya, aku selalu menghabiskan buku dalam satu hari saja.

Untuk itulah aku punya ide untuk membuat klub membaca dengan teman-temanku di sekolah, agar bisa saling menukar buku-buku kita. Aku pernah melakukan hal seperti itu, tapi dengan satu orang saja, aku ingin semua teman-temanku suka membaca buku agar bisa membuat klub membaca itu.(T)

Tags: anak-anakBukumembacaperpustakaantoko bukuUbud
Share105TweetSendShareSend
Previous Post

Idola Itu Bernama Soe Hok Gie – Catatan Seorang Fans

Next Post

Topik Nan Hot: Keseimbangan Bali Utara dan Selatan – Kok Bali yang Lain Kalah Wacana?

Putu Putik Padi

Putu Putik Padi

Siswa SMAN 1 Singaraja

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Topik Nan Hot: Keseimbangan Bali Utara dan Selatan – Kok Bali yang Lain Kalah Wacana?

Topik Nan Hot: Keseimbangan Bali Utara dan Selatan - Kok Bali yang Lain Kalah Wacana?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co