22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival Makan Duren di Buleleng: Promosi Buah Tempatan, Bolehlah Nyontek Upin-Ipin

Kardian Narayana by Kardian Narayana
February 7, 2018
in Lingkungan
Festival Makan Duren di Buleleng: Promosi Buah Tempatan, Bolehlah Nyontek Upin-Ipin

BICARA tentang acara festival, masyarakat Buleleng pasti tak asing dengan acara Buleleng Festival, Twin Lake Festival, Lovina Festival, Pemuteran Festival, Buleleng Bali Dive Festival, dan festival-festival lain yang di buat di setiap kecamatan di Buleleng. Kali ini akan ada Festival baru “Festival Makan Duren”

Semua ini berawal saat saya mendapatkan pesan whatsapp dari koordinator liputan tempat saya bekerja, yang isinya mengirimkan link berita tentang Buah Naga Kuning. “Ini menarik, bisa diliput jika sudah panen.”  Saya hanya menjawab, “Oce”.

Saya membaca link berita, dan langsung ingat dengan Robin seorang wartawan media cetak, yang sempat bercerita tentang pertemuannya dengan seorang pensiunan notaris yang kini memilih mengisi masa pensiunnya dengan bertani. Saya langsung bertamu ke rumahnya, dan mengatakan saya dapat tugas liputan buah naga kuning.

Pembicaraan pun berlanjut dengan membahas tentang festival buah, dan akhirnya Robin dan istrinya mengajak saya ke rumah pesiunan notaris yang jadi petani, di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan.

Pertama kali ke rumah petani pensiunan notaris ini, saya langsung berpikir, “Wah, ini pasti petani elite, pantesan aja”.

Perkenalan pun dimulai, seperti biasa dimulai dengan percakapan basa-basi dan syukurnya tidak busuk. Oh ya saya perkenalkan nama petani pensiunan notaris ini, I Made Arnaja. Huruf J dalam nama Arnaja di baca Y, ini ejaan lama. Jadi, jika dibunyinakan namanya jadi Arnaya.

Made Arnaja menjelaskan tentang kebunnya, yang dia beri nama Rama Shinta Farm. Dari percakapan yang berlangsung dari sore hingga malam satu kalimat yang diucapkan cukup menempel di kepala saya.

Ia berkata: “Semua ini sudah saya bangun lebih dari sepuluh tahun, tiga tahun terakhir saya mulai serius bertani, untuk mengisi waktu pensiun, walaupun saya sudah pensiun saya tidak mau menjadi barang tua yang rongsok dan tak berguna, sekarang saat saya mengabdi terutamanya untuk desa kelahiran saya”

Obroloan berlanjut sampai membahas lebih serius tentang pengembangan lahan pertaniannya menjadi agrowisata, mengembangkan desa dan akhirnya berkeinginan membuat Festival Makan Duren. Secara tidak langsung Robin yang diminta membantu pak made dan keluarga mewujudkan acara tersebut, mengajak saya untuk gabung dalam tim FESTIVAL MAKAN DUREN (FMD).

Proses pemerasan otak pun dimulai, grup WA pun di buat, untuk membahas tentang FMD, dari grup dan akhirnya bertemu di Hotel Aston Denpasar, keputusan pun diambil Festival Makan Duren 2018 akan di gelar Minggu 4 Maret 2018.

Belah duren menjelang Festival Makan Duren di Tajun

FESTIVAL MAKAN DUREN, dikonsep dengan istilah yang kami para panitia menyebutnya festival rekreasi. Seluruh peserta bagi kami adalah keluarga.  Dalam Festival Makan Duren ini, peserta akan kami ajak berekreasi di kebun agrowisata Rama Shinta Farm. Selayaknya berekreasi keagrowisata, kami akan menyiapkan para pemandu (yang kami istilahkan volunteer), satu volunteer akan mendampingi 25 peserta. Volunteer akan bertugas menjelaskan secara terperinci tentang acara.

Seluruh peserta rekreasi akan kami ajak berkunjung ketiga lokasi pertama lokasi makan durian sepuasnya ditengah perkebunan durian (buah durian local desa tajun). Kedua lokasi edukasi tentang buah naga, (dari cara menanam hingga merawat dan panen). Ketiga lokasi FUN GAME, peserta akan kita ajak bermain yang menyenangkan dan menghibur. Kami mengharapkan peserta yang datang benar-benar berekreasi di kebun agrowisata. Seluruh lokasinya adalah lahan perkebunan.

FESTIVAL MAKAN DUREN,  kami rancang sedikit ekslusif, bagi yang ingin ikut dalam acara, kami kenakan tiket masuk seharga Rp. 150.000 per orangnya. Dengan Rp. 150.000, peserta akan mendapatkan souvenir berupa topi “Pak Tani”, tas kegiatan, makan siang, welcome drink, makan duren sepuasnya, edukasi tentang buah naga, fun game dan bibit tanaman.

Selain itu kami juga menyiapkan bazar kuliner tradiosnal dan modern, bazzar buah, live music, live karikatur dan lelang buah. Acara lelang buah ini merupakan bagian dari pengalangan donasi yang akan nantinya kita sumbangkan ke warga Desa Tajun yang membutuhkan. Ohh ya… tiket kami jual hanya untuk 300 orang.

Kenapa lokasinya di Desa Tajun? Tidakkah Kejauhan?

Banyak alasan yang mendasari lokasi Festival Makan Duren dilaksanakan di Desa Tajun. Pertama,  salah satu lokasi Agrowisata Rama Shinta berada di Desa Tajun.

Kedua, kami ingin mengenalkan Desa Tajun. Bagi umat Hindu pada umumnya mengenal, karena di Desa Tajun ada pura sungsungan jangat Pura Bukit Sinunggal, bagi umat lain, yang kami ingin kenalkan suasana alam Desa Tajun sangat sejuk dan merupakan salah satu daerah penghasil buah-buahan di Buleleng.

Ketiga, kami ingin mengajak para pengunjung untuk pergi kedesa, jangan mainnya ke kota aja biar ngak kampungan. Keempat, yang ini agak terdengar sedikit lebay, kami ingin membantu pemerintah untuk mengembangkan pariwisata dan pertanian di Buleleng.

Festival Makan Duren benar-benar kami rancang sebagai Festival Rekreasi, dan cukup berbeda dengan festival-festival yang telah ada di Buleleng selama ini. Durian adalah buah yang sangat eksotis, kulitnya tajam, baunya menyengat, buahnya manis. Buah ini banyak yang suka dan banyak juga yang tidak suka. Festival ini, kami khususkan untuk para pecinta durian, jika benar-benar suka, ayo datanglah dan nikmati.

Festival ini sedikit menyontek di film kartun dari Malaysia, Upin dan Ipin. Di film itu Upin dan Ipin itu, buah durian menjadi sumber cerita. Jika ada yang pernah nonton, pasti ingat dengan episode hantu durian dan raja buah.

Malaysia sampai segitunya memperkenalkan potensi buah tempatan (buah lokal), terutama potensi durian yang mereka miliki, sampai menjadi cerita di film kartun yang cukup dikenal di Indonesia. Di Episode itu jelas ceritakan tentang kualitas durian negeri jiran. Nah, sekarang di Buleleng ada Festival Makan Duren, kenapa mesti ragu untuk ikut? (T)

Tags: buah lokalbulelengfestivalFestival Makan Duren
Share372TweetSendShareSend
Previous Post

Tak Habis Pikir, Kenapa Teman Saya ini Sibuk-sibuk Raih Doktor?

Next Post

“Mobile Legends” dan Ihwal Remeh-temeh yang Sangat Mengkhawatirkan

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

by tatkala
September 21, 2026
0
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

Read moreDetails

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

by tatkala
August 21, 2026
0
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

Read moreDetails

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
0
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

Read moreDetails

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

by Nyoman Budarsana
June 6, 2026
0
Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, dan Coca-Cola Europacific...

Read moreDetails

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

by Son Lomri
April 21, 2026
0
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

by tatkala
March 29, 2026
0
Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

SEBANYAK lebih dari 100 orang melakukan penanaman pohon di kawasan Danau Tamblingan, Buleleng, Bali, Sabtu, 28 Maret 2026. Mereka berasal...

Read moreDetails

Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

by Radha Dwi Pradnyani
February 22, 2026
0
Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

RUMAH kecil bernomor 76 di pinggir Jalan Sudirman, Singaraja, tepatnya di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali, siang itu mendadak ramai....

Read moreDetails

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

by tatkala
September 1, 2025
0
Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

TIGA orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle...

Read moreDetails

Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

by tatkala
March 23, 2025
0
Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

NGUSABA Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1947 (tahun 2025) akan dimulai pada Tilem Kasanga, 28 Maret 2025. Selama...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

by tatkala
March 19, 2025
0
Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

INI benar-benar kolaborasi internasional antara mahasiswa dan komunitas di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng-Bali. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ)...

Read moreDetails
Next Post
“Mobile Legends” dan Ihwal Remeh-temeh yang Sangat Mengkhawatirkan

“Mobile Legends” dan Ihwal Remeh-temeh yang Sangat Mengkhawatirkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co