28 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
in Tualang
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

Penampakan taksi Ferrari-Lamborghini, jasa troli yang membantu pengunjung melewati jalur pendakian di Kawah Ijen | Foto: jalikarta

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari dan Lamborghini yang saya temui dalam perjalanan ke Kawah Ijen memiliki cerita berbeda. Keduanya bukan mobil sport keluaran pabrikan ternama, melainkan sebutan untuk jasa troli yang membantu pengunjung melewati jalur pendakian. Kehadirannya menjadi bagian menarik dari pengalaman wisata sekaligus sumber penghidupan bagi penduduk setempat.

Perjalanan ini bermula dari keinginan menyaksikan blue fire atau api biru Kawah Ijen, fenomena alam yang kerap disebut hanya dapat ditemukan di dua tempat di dunia, salah satunya di Indonesia. Bersama seorang teman, saya berangkat dari Jimbaran, Bali, menuju Pelabuhan Gilimanuk dengan sepeda motor. Setelah menyeberang menggunakan kapal feri dan tiba di Pelabuhan Ketapang, kami melanjutkan perjalanan menuju pos pendakian Kawah Ijen.

Penampakan taksi Ferrari-Lamborghini, jasa troli yang membantu pengunjung melewati jalur pendakian di Kawah Ijen | Foto: tripadvisor.co.id

Sebelum berangkat, kami telah menyiapkan sejumlah persyaratan untuk mendaki, mulai dari surat keterangan sehat yang diperoleh di klinik setempat hingga tiket masuk kawasan Kawah Ijen. Kami juga membawa perlengkapan dan bekal konsumsi untuk perjalanan menuju puncak.

Sesampainya di gerbang loket kawasan pendakian, kami disambut kerumunan pengunjung yang tampak antusias. Sebagian bercerita tentang rencana perjalanan yang telah disusun berbulan-bulan sebelumnya. Ada pula yang memutuskan berangkat tanpa persiapan jauh-jauh hari. Setelah menunjukkan tiket yang telah dipesan melalui situs resmi Kawah Ijen, kami pun memulai pendakian.

Jalur yang menanjak dan berbatu membuat perjalanan tidak selalu mudah. Selangkah demi selangkah kami lalui, sementara di sepanjang jalan terlihat sejumlah pengunjung mulai kelelahan. Kondisi itu dialami berbagai kalangan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara, laki-laki maupun perempuan.


Penampakan taksi Ferrari-Lamborghini, jasa troli yang membantu pengunjung melewati jalur pendakian di Kawah Ijen | Foto: travelspromo.com

Di tengah perjalanan, terdengar seruan beberapa pria berusia sekitar 40-an tahun. Dengan nada ramah, mereka menawarkan jasa sambil membawa troli kayu. “Ferrari-Ferrari!” seru mereka. Ada pula yang meneriakkan, “Lamborghini-Lamborghini!” dan “Taxi-Taxi!” Seruan tersebut menjadi pemandangan tersendiri di antara para pendaki yang sedang berjuang menaklukkan jalur menuju puncak.

Troli yang mereka tawarkan memang jauh dari kesan mewah seperti mobil Ferrari atau Lamborghini sungguhan. Bentuknya berupa gerobak kecil beroda dua, dengan tempat duduk beralas bantalan. Ukurannya memungkinkan satu hingga dua orang duduk di atasnya. Di bagian belakang terdapat pegangan kayu yang digunakan pengemudi untuk mengarahkan troli sekaligus mendorong atau menariknya melewati jalur pendakian.

Bantalan tempat duduknya mungkin tidak seempuk sofa, tetapi cukup membantu pengunjung yang mulai kelelahan. Bagi mereka yang ingin menikmati Kawah Ijen tanpa harus menempuh seluruh jalur dengan berjalan kaki, jasa troli ini dapat menjadi pilihan, baik ketika menuju puncak maupun saat turun kembali ke pos pendakian.

Suasana di kawasan Kawah Ijen | Foto: Dok. Penulis

Keberadaan jasa troli tersebut tidak hanya membantu wisatawan. Bagi penduduk setempat yang menjalankannya, layanan ini juga menjadi sumber penghasilan, terutama ketika jumlah pendaki meningkat. Mereka menawarkan tarif yang bervariasi, mulai dari sekitar Rp50.000 hingga ratusan ribu rupiah, bergantung pada jarak yang ditempuh dan tingkat kesulitan jalur. Tanjakan, turunan, serta kondisi medan turut memengaruhi harga yang dikenakan.

Pekerjaan ini tentu membutuhkan tenaga dan keterampilan fisik. Para pengemudi troli harus melewati jalur yang tidak rata sambil membawa penumpang dengan bobot yang tidak ringan. Mereka mengandalkan kekuatan tubuh sendiri untuk mengendalikan laju troli, menjaga keseimbangan, dan memastikan perjalanan berlangsung dengan aman.

Hal lain yang menarik perhatian saya adalah cara mereka melayani penumpang. Meski harus bekerja keras di jalur pendakian, para pengemudi tetap ramah kepada orang-orang yang mereka temui, bukan hanya kepada penumpang yang menggunakan jasa mereka. Sesekali mereka melontarkan gurauan atau memberikan semangat kepada pendaki yang terlihat kelelahan. Di tengah medan yang menantang, keramahan itu membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan.

Kawah Ijen | Foto: Dok. Penulis

Tanpa terasa, kami akhirnya tiba di puncak Kawah Ijen. Sesekali kami berhenti di sejumlah titik untuk mengabadikan pemandangan menggunakan kamera ponsel. Rasa lelah selama pendakian seolah terbayar oleh panorama yang terbentang di hadapan kami. Di sekitar puncak, beberapa pengemudi troli masih sibuk melayani penumpang. Kami juga menjumpai penjual cendera mata berupa ukiran khas Kawah Ijen yang dibuat dari belerang berwarna kuning.

Setelah beristirahat sejenak dan menikmati suasana, kami bersiap mengakhiri perjalanan. Kami memutuskan turun kembali ke pos pendakian sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Bali.

Pengalaman di Kawah Ijen meninggalkan kesan tersendiri bagi saya. Sebutan Ferrari dan Lamborghini yang awalnya terdengar menggelitik ternyata merujuk pada layanan yang memiliki fungsi nyata bagi wisatawan sekaligus membuka peluang penghasilan bagi warga setempat. Di balik troli kayu yang sederhana bentuknya, ada tenaga, keterampilan, dan keramahan para pengemudi yang menjadi bagian dari pengalaman berwisata di Kawah Ijen.[T]

Penulis: Kadek Sri Widiastuti
Editor: Jaswanto

Tags: kawah ijenpetualangantaksi Kawah Ijentualang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

Next Post

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja dan besar di Pulau Bali. Senang menjelajahi kehidupan, emosi, dan perilaku manusia.

Related Posts

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
0
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

Read moreDetails

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026
Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara
Opini

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara

SENIN pagi, 26 Oktober 2026, saya mengikuti sebuah diskusi di Markas Besar UNESCO, Paris, yang bertajuk Artists at Risk: Voices...

by I.G.A.K. Satrya Wibawa
October 27, 2026
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri
Esai

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

by Angga Wijaya
October 27, 2026
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung
Esai

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
Membaca  Ulang “Ubud is Winter”
Ulas Rupa

Membaca  Ulang “Ubud is Winter”

SORE menjelang senja di Gajah Mas Gallery, Pengosekan, Ubud-Gianyar, matahari kian sorong ke batas laut. Cahaya jingga yang kerap memantul...

by I Wayan Westa
October 27, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co