22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
in Panggung
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

Gala Opening Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 di Puri Agung Ubud, Gianyar, (21/10)│Foto: tatkala.co/Dede

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka menari di hadapan para penulis, pemikir, seniman, dan pencinta sastra dari berbagai negara. Di antara kemegahan puri dan hangatnya perjumpaan lintas budaya, sebuah perayaan gagasan kembali dimulai.

Malam itu menandai dibukanya Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) ke-23. Selama lima hari, 21–25 Oktober 2026, Ubud kembali menjadi ruang pertemuan bagi beragam suara, pengalaman, dan pemikiran dari berbagai penjuru dunia.

Diselenggarakan setiap tahun oleh Yayasan Mudra Swari Saraswati, UWRF dikenal sebagai salah satu festival sastra terkemuka di dunia. Melalui festival ini, yayasan kebudayaan Indonesia yang mendapat pengakuan internasional tersebut mempertemukan penulis, jurnalis, seniman, chef, pencerita, dan cendekiawan untuk bertukar gagasan. Festival ini sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada dunia dan membawa keberagaman budaya dunia ke Bali, dengan menjunjung keterbukaan, sikap saling menghormati, serta keterlibatan masyarakat.

“Festival ini sangat penting untuk menyatukan banyak orang dalam sebuah diskusi. Silakan berdiskusi tentang apapun, setuju maupun tidak,” kata Janet DeNeefe, pendiri sekaligus direktur UWRF dalam seremoni pembukaan.

Ajakan itu menangkap semangat festival tahun ini. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan perpecahan, percakapan justru semakin dibutuhkan. Bukan semata untuk mempertemukan pendapat, melainkan juga membuka kemungkinan memahami pengalaman orang lain.

Pementasan Tari Puspanjali pada malam pembukaan UWRF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Mengusung tema “Samarasā: Awareness. Empathy. Action.”, festival ini mengajak pengunjung bergerak dari kesadaran menuju empati, lalu menerjemahkannya menjadi tindakan nyata.

Berakar pada filosofi Sanskerta, Samarasā mencerminkan keselarasan antara Citta (pikiran), Rasa (hati), dan Karsa (tindakan). Kesadaran diperlukan untuk melihat persoalan secara jernih, empati untuk memahami sesama, dan tindakan untuk menghadirkan perubahan.

Bagi Janet, mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang merupakan upaya membangun kebiasaan saling mendengarkan. Ia berharap percakapan selama festival tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi terus hidup dalam keseharian para pengunjung.

“Samarasā mengajak kita untuk melampaui pengalaman pribadi, memahami satu sama lain dengan lebih mendalam, dan membayangkan cara-cara baru dalam menyikapi dunia di sekitar kita,” ujarnya.

Semangat tersebut juga mendapat dukungan Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace). Ia memandang festival bukan hanya perayaan literasi, melainkan kesempatan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan warisan budaya Ubud.

“Saya turut mengajak semua penulis dan pembaca untuk mendukung upaya pelestarian budaya dan alam di Ubud,” katanya.

Janet DeNeefe bersama para Emerging Writers UWRF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Dari Palestina hingga Ingatan tentang 1965

Skala perhelatan UWRF tahun ini tercermin dari kehadiran lebih dari 300 pembicara dari lebih dari 30 negara, dengan separuh di antaranya berasal dari Indonesia, yang akan mengisi lebih dari 250 agenda. Rangkaian acaranya mencakup diskusi panel, dialog bersama tokoh, acara khusus, kelas master, hingga peluncuran buku yang terbuka gratis untuk umum.

Salah satu pembicara internasional yang menjadi perhatian adalah Francesca Albanese, pengacara dan akademisi yang menjadi perempuan pertama menjabat Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967.

Melalui buku terbarunya, When the World Sleeps: Stories, Words, and Wounds of Palestine, Albanese menghadirkan kisah ketangguhan, penderitaan, dan kemanusiaan rakyat Palestina. Percakapan tentang buku tersebut memperlihatkan bagaimana sastra dapat membawa pengalaman manusia melampaui batas geografis dan politik.

Persoalan sejarah juga mendapat tempat. Di Oaken Lab Ubud, Georgina Godwin, Editor Buku Monocle Radio sekaligus pembawa acara Meet the Writers, dijadwalkan merekam langsung dua percakapan.

Dalam On the Record: Katie Kitamura, Godwin menggali proses kreatif di balik Audition, novel karya Kitamura yang masuk daftar pendek Booker Prize. Sementara On the Record: Tari Lang membahas memoar My Neighbour, the Dictator, yang merekam peristiwa kudeta di Indonesia pada 1965 melalui pengalaman Lang ketika berusia 14 tahun.

Selepas percakapan, suasana beralih ke The Oaken Stillroom. DJ Indonesia Ebes dan TOPHER dijadwalkan tampil pada Jumat, (23/10), disusul Kai Kai pada Sabtu, (24/10), menghadirkan musik jazz hingga fusion. Pengunjung juga dapat menikmati koktail terinspirasi aroma wewangian, minuman nonalkohol, serta hidangan ringan berbahan lokal.

Percakapan tentang sejarah dan kekuasaan berlanjut melalui The Bandung Conference of Writers di Plataran Ubud Hotel & Spa. Randa Abdel-Fattah, Sisonke Msimang, dan pembicara lainnya akan meninjau kembali Konferensi Asia-Afrika 1955, sekaligus mempertanyakan peran penulis dalam menghadapi neokolonialisme dan nasionalisme ekstrem kanan.

Adapun Contemporary Bali with Jean Couteau di Cucu Betutu mengajak peserta mencermati perubahan identitas masyarakat Bali akibat pariwisata, termasuk pengaruhnya terhadap kehidupan beragama dan tradisi toleransi.

Janet DeNeefe, pendiri sekaligus direktur UWRF saat memberikan sambutan│Foto: tatkala.co/Dede

Sastra yang Berkelindan dengan Bali

UWRF tidak hanya menghadirkan gagasan melalui diskusi formal. Alam, mitologi, spiritualitas, dan seni pertunjukan Bali turut menjadi bagian dari pengalaman festival.

Di Taman Dedari, Vincenzo Latronico, Tina Chang, dan Zainah Anwar akan membagikan puisi serta prosa melalui Becoming Ourselves. Sementara di Honeymoon Garden, Sanjoy K. Roy, Andrea Acri, dan Bea Bustamante mengeksplorasi mitos dan spiritualitas dalam Gods, Myths and Storytellers.

Ketika malam tiba, Ziggy Ramo, Wayan Gde Yudane, dan Irena Karpa dijadwalkan mempertemukan musik dengan puisi dalam In the Shadow of Shiva. Rangkaian ini menunjukkan bahwa cerita tidak hanya hidup di halaman buku, tetapi juga melalui bunyi, gerak, dan tradisi.

Selain itu, festival juga memberikan penghormatan kepada mereka yang selama puluhan tahun membuka jalan bagi sastra Indonesia untuk dikenal dunia.

Penghargaan Lifetime Achievement Award tahun ini diberikan kepada John H. McGlynn, salah seorang pendiri Yayasan Lontar pada 1987. Ia telah menerjemahkan dan menyunting lebih dari seratus karya ke dalam bahasa Inggris, mulai dari memoar Pramoedya Ananta Toer hingga tulisan generasi baru.

“Penerjemahan membantu membangun jembatan antara bahasa dan budaya, sehingga kisah-kisah Indonesia dapat menjangkau pembaca internasional,” ujar McGlynn.

Janet menyebut kiprah McGlynn selama hampir setengah abad telah membuka akses pembaca internasional terhadap sastra Indonesia. Melalui Yayasan Lontar, karya-karya dari berbagai penjuru Nusantara kini semakin percaya diri hadir di panggung dunia.

Pengakuan juga diberikan kepada Arianto Adipurwanto melalui Sitor Situmorang Award 2026. Penghargaan hasil kolaborasi UWRF, Yayasan Sitor Situmorang, dan Writers Unlimited International Literature Festival itu sekaligus membuka kesempatan bagi Arianto mengikuti Writers Unlimited Festival di Den Haag pada Januari 2027.

Penghargaan tersebut bukan hanya merawat warisan Sitor Situmorang, tetapi juga memperluas jalan bagi generasi penulis Indonesia berikutnya.

John H. McGlynn menerima Lifetime Achievement Award di UWRF 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Dari Percakapan Menuju Tindakan

Upaya menghubungkan gagasan dengan kehidupan sehari-hari juga diwujudkan melalui kolaborasi bersama berbagai mitra.

Permata Bank, bersama MAIA Awards dan QM Financial, menghadirkan diskusi edukasi keuangan di Sudamala Resort Ubud. Program gratis yang dapat diikuti melalui registrasi aplikasi Permata ME itu membahas pentingnya memahami kondisi dan kebutuhan individu untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak dan inklusif.

Kepala Divisi Wilayah Jawa Timur dan Bali Permata Bank, Jemmy Toding, menyebut kolaborasi tersebut sejalan dengan semangat Growing Together, yakni membangun hubungan melalui kesadaran, empati, dan tindakan nyata. Ia berharap edukasi keuangan semakin mudah diakses masyarakat dari beragam latar belakang.

Melalui penyelenggaraan tahun ini, UWRF kembali mempertemukan sastra, budaya, dan berbagai isu kemanusiaan dalam satu ruang dialog lintas bangsa. Dengan semangat Samarasā, festival ini menempatkan kesadaran, empati, dan tindakan sebagai landasan untuk memperluas pemahaman, memperkuat kepedulian, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan dunia. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: Ubud Writers and Readers FestivalUWRFUWRF 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co