17 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

Sugi Lanus by Sugi Lanus
September 17, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

Oleh Sugi Lanus

BUKTI perkawinan pengelana India kuno dan perempuan-perempuan Bali tidak hanya tertulis dalam prasasti Bali kuno, tetapi juga mengalir di dalam darah 12 % pria asli Bali sampai kini.

Sekitar 22 tahun lalu para peneliti genetika dari Universitas Arizona mengambil sampel darah orang Bali dan berhasil membuka tabir mengejutkan: 12% atau sekitar 66 dari 551 pria asli Bali yang dites memiliki garis keturunan langsung dari India. Hasil riset ini telah diterbitkan pada tahun 2005 dalam jurnal ilmiah internasional dengan judul “Balinese Y Chromosome Perspective on the Peopling of Indonesia”, bisa dilihat di link ini: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16114819/

Hasil temuan ini ibarat sebuah mesin waktu biologis. Dipimpin oleh ilmuwan genetika Tatiana M. Karafet dari Universitas Arizona, antropolog kawakan J. Stephen Lansing, serta peneliti lokal Bali W.A. Arthawiguna dan S.P.K. Surata, riset ini membuka tabir bagaimana di masa lalu yang jauh, para pengelana India kuno menikahi perempuan-perempuan lokal dan kini jejaknya ada di dalam DNA pria Bali.

Data laboratorium genetika milik Karafet dan Lansing tersebut – dengan pemutahiran data temuan tahun 2010 — diperkuat oleh temuan arkeolog legendaris Indonesia Prof. I Wayan Ardika yang bekerja sama dengan arkeolog dunia Peter Bellwood. Prof. I Wayan Ardika dan Peter Bellwood melalui beberapa makalah ilmiahnya memberikan penjelasan mengapa para pelaut India 2.000 tahun lalu mau bersusah payah berlayar ribuan kilometer mengarungi Samudra Hindia hanya untuk sampai ke Bali.

Melalui kegiatan penggalian atau eskavasi besar-besaran yang telah dilakukan di pesisir utara Bal, tepatnya di Situs Sembiran dan Pacung, Prof. I Wayan Ardika dan Peter Bellwood menemukan tumpukan harta karun arkeologis berupa komoditas jaringan dagang kuno Asia (Trans-Asiatic Trade). Salah satu temuan paling berharga adalah pecahan tembikar bermutu tinggi yang disebut Gerabah Bergores (Rouletted Ware). Ketika contoh tanah liat dari gerabah Sembiran ini dibawa ke laboratorium untuk diuji secara kimiawi (Neutron Activation Analysis), hasilnya mencengangkan: komposisinya identik 100% dengan tanah liat di pelabuhan kuno Arikamedu, pantai tenggara India.Tak hanya itu, Ardika dan Bellwood juga menemukan:

  1. Pecahan Tepian Tipe 10 (Rim Sherd Arikamedu) yang hanya dicetak di bengkel perajin India Selatan.
  2. Manik-manik kaca dan karnelian dengan teknik pewarnaan khas India.
  3. Fragmen bertuliskan Aksara Kharoshthi-Brahmi kuno.

Profesor Ardika telah menulis hasil kajiannya dengan kesimpulan bahwa para pedagang dari Arikamedu ini menjadikan wilayah Bali Utara tepatnya seputaran desa Sembiran sebagai pelabuhan transit utama (gateway community). Di sini mereka menukar komoditas tekstil, manik-manik, dan gerabah mewah mereka dengan kayu cendana aromatik dari Nusa Tenggara serta cengkeh dan pala eksklusif yang dibawa dari Kepulauan Maluku.

Waktu Migrasi dan Silsilah Garis Ayah India

Tim peneliti Karafet mengumpulkan sampel DNA dari 551 pria asli Bali. Fokus mereka tertuju pada Kromosom Y, yaitu kode genetik unik yang hanya diturunkan dari ayah ke anak laki-laki secara turun-temurun tanpa berubah. Saat peta DNA pria Bali ini dicocokkan dengan pusat data genetik dunia, komputer laboratorium mendeteksi adanya haplogrup H, J, L, dan R yang aslinya berasal dari anak benua India.

Dengan menghitung kecepatan mutasi genetik (jam molekuler), para ilmuwan berhasil memetakan garis waktu pergerakan manusia di Bali dalam tiga lapisan sejarah utama:

  1. Lapisan Kuno (Pre-Neolithic): Sekitar 4,3%, dibawa oleh komunitas pemburu-meramu awal yang mendiami Nusantara sebelum era cocok tanam.
  2. Lapisan Utama (Austronesian): Sekitar 83,7%, dibawa oleh gelombang petani Austronesia yang bermigrasi dari Asia Timur melalui Taiwan. Gelombang inilah yang membentuk mayoritas lumbung genetik orang Bali modern.
  3. Lapisan Global (Indian Traders): Sekitar 12%, gelombang masuknya DNA India yang dimulai secara intensif sekitar 2.000 tahun yang lalu (abad ke-1 Masehi).

Garis waktu genetika ini klop secara presisi dengan usia penanggalan karbon gerabah Arikamedu yang digali oleh Ardika dan Bellwood di Sembiran.

Akulturasi Sosial Budaya Bali Kuno dan India Kuno: Dari Kontak Fisik Menuju Sistem Sosial

Penemuan genetik ini mempertegas satu hal penting: transfer DNA sebesar 12% tidak mungkin terjadi jika orang India hanya melempar jangkar berdagang di pasar pantai lalu langsung pulang. Angka ini adalah hasil dari asimilasi biologis yang mendalam; mereka menetap, membaur, dan menikah dengan penduduk agraris lokal Bali. Perkawinan silang yang masif ini pada gilirannya merevolusi tatanan sosial dan budaya di Bali.

  1. Adopsi Sistem Warna: Interaksi intensif dengan para pendatang India ini membawa konsep pengelompokan sosial berdasarkan garis keturunan paternal (ayah). Di Bali, hal ini kemudian berasimilasi secara damai menjadi sistem Soroh (juga ada peninggalan Warna Brahmana, Ksatria, Waisya, Jaba) yang unik dan sangat berbeda dengan sistem warna kaku di tanah India asli.
  2. Bahasa dan Budaya: Melalui kedekatan domestik pernikahan, istilah-istilah bahasa Sanskerta mulai diserap secara organik ke dalam bahasa Bali kuno. Konsep spiritual, ritual Weda, hingga arsitektur suci ikut diadopsi bukan karena penjajahan melainkan karena proses adopsi budaya yang dibawa ke dalam institusi keluarga.
  3. Organisasi Komunitas: Prasasti Bali dari abad ke-10 hingga ke-12 mengonfirmasi eksistensi serikat dagang asing di wilayah Julah dan Sembiran. Hal ini menunjukkan bahwa keturunan berdarah campuran India-Bali ini diakui secara hukum adat dan memiliki hak istimewa dalam struktur pemerintahan kuno Bali.

Warisan Darah India yang Mengalir di Garis Darah

Kesimpulan dari temuan dan kajian akademis arkeologi dan genetika tersebut yang telah diuji serta dibahas di berbagai forum konferensi ilmiah tingkat internasional tersebut menjadi bukti yang tidak bisa ditolak bahwa masyarakat Bali kuno sangat terbuka pada dunia dan pergaulan luar. Perempuan lokal menikah dengan warga dari India adalah hal yang diterima dan inilah yang menghasilkan angka 12% tersebut di atas.

Membaca dua hasil riset yang isinya saling menguatkan tersebut, kita diajak berpikir terbuka untuk melihat keterbukaan pikiran leluhur Bali dalam pergaulan internasional ketika itu. Sekalipun mungkin tanpa disadari dan mungkin sulit dipercaya, 12% pria Bali di tubuhnya terdapat memori biologis yang diwariskan langsung oleh leluhur India yang datang 2.000 tahun silam ke Bali menembus ombak Samudra Hindia demi cinta dan rempah-rempah. [T]

Tags: baliindia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Next Post

Suara dari Dalam Lemari

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem

by Agung Sudarsa
September 16, 2026
0
Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem

SENIN, 14 September 2026, tidak ada suara petir yang menggelegar. Namun, masyarakat cukup dikejutkan oleh sebuah kabar yang sesungguhnya sudah...

Read moreDetails

Suka-Duka di Rumah Sakit

by Angga Wijaya
September 15, 2026
0
Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

Read moreDetails

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
0
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

Read moreDetails

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
0
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

Read moreDetails

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails
Next Post
Meninggal Seperti Pepes Ikan

Suara dari Dalam Lemari

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Suara dari Dalam Lemari

BEKERJA sebagai arsitek muda freelance, Dara Ayunita terbiasa tidur larut malam. Itu tak menjadi masalah, meskipun ia masih tinggal di...

by Chusmeru
September 17, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

Oleh Sugi Lanus BUKTI perkawinan pengelana India kuno dan perempuan-perempuan Bali tidak hanya tertulis dalam prasasti Bali kuno, tetapi juga...

by Sugi Lanus
September 17, 2026
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar
Khas

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan
Panggung

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium
Gaya

Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium

SAAT ini, banyak pemilik rumah mewah di Indonesia memilih menggunakan lift rumah mewah Indonesia dari Kalea karena lift ini dapat...

by tatkala
September 16, 2026
Membaca Naga Agus Kama Loedin
Ulas Rupa

Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

by I Wayan Westa
September 16, 2026
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan
Ulas Rupa

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

by Angga Wijaya
September 16, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem
Esai

Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem

SENIN, 14 September 2026, tidak ada suara petir yang menggelegar. Namun, masyarakat cukup dikejutkan oleh sebuah kabar yang sesungguhnya sudah...

by Agung Sudarsa
September 16, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026
Panggung

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
Suka-Duka di Rumah Sakit
Esai

Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

by Angga Wijaya
September 15, 2026
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co