ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah perubahan?
Persoalan itu menemukan ruangnya di YouNITE Fest (Youth Navigate Innovation, Transformation, and Expression Festival with GenRe Festival) Volume 1. Festival tersebut digagas oleh Forum Generasi Berencana (GenRe) Kota Denpasar. Mempertemukan anak muda dalam kegiatan kolaborasi, kompetisi, edukasi, dan ekspresi positif.
Puncak YouNITE Fest berlangsung di Dharma Negara Alaya, Lumintang, Denpasar, Rabu, 9 September 2026. Mengusung tema “Uniting Youth in Action: Smart Choices for Bright Futures”, kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai tempat berkumpul semata, melainkan wadah bagi remaja untuk mengembangkan kapasitas diri, menyalurkan kreativitas, sekaligus menawarkan gagasan dan aksi nyata terhadap berbagai persoalan.
Kesempatan itu hadir melalui sejumlah kegiatan yang dikemas dalam format hybrid. Lomba poster, video edukasi, dan esai berlangsung secara daring, mulai dari pendaftaran hingga pengumpulan karya digital. Sementara pada puncak acara yang digelar secara luring, peserta mengikuti expo tutor sebaya, diskusi panel, hingga awarding ceremony.

Di antara rangkaian kegiatan itu, diskusi panel mengarahkan perhatian pada keterlibatan anak muda dalam kebijakan publik. Mengangkat topik “Policy with Youth, Not for Youth: Mewujudkan Partisipasi Bermakna Anak Muda dalam Kebijakan Publik,” diskusi tersebut menekankan pentingnya menempatkan anak muda bukan sebatas penerima kebijakan, melainkan turut terlibat dalam proses pembentukannya.
Panel tersebut menghadirkan sejumlah anak muda dari berbagai bidang, yakni I Nengah Ari Suputra Bawa (Ketua Umum Forum GenRe Kota Denpasar), Gede Adrian Maha Putra (Founder Balinggih), Nyoman Diestha Putra (Founder Sobat Pantai), Ni Komang Ari Budiani (Koordinator KISARA Bali), serta Wayan Inggi Pratiwi (Jegeg Bali 2026). Diskusi dipandu oleh A.A. Ngurah Agung Krishna Dananjaya (Duta GenRe Kota Denpasar 2026 sekaligus Duta GenRe Provinsi Bali 2026).
Gagasan tentang keterlibatan anak muda itu pula yang melatarbelakangi penyelenggaraan YouNITE Fest. Bagi Ari Suputra, anak muda membutuhkan tempat untuk menunjukkan kemampuan, menyampaikan gagasan, serta menerjemahkannya menjadi aksi. Festival yang diinisiasi Forum GenRe Kota Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar itu diharapkan dapat membantu remaja mengenali potensi sekaligus membekali mereka agar mampu membuat pilihan tepat untuk masa depan.
“YouNITE Fest Vol. 1 hadir untuk menciptakan ruang inklusif dan wadah aksi nyata bagi generasi muda Kota Denpasar dalam menyalurkan potensi, kreativitas, serta gagasan positif. Sesuai tema ‘Uniting Youth in Action: Smart Choices for Bright Futures’, kami ingin membentengi remaja agar mampu mengambil keputusan cerdas demi masa depan mereka,” ujar Ari Suputra.


Antusiasme peserta kemudian membuka kemungkinan agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan pertama. Forum GenRe Denpasar memproyeksikan YouNITE Fest menjadi agenda tahunan sehingga anak muda tetap memiliki tempat untuk berkarya dan terlibat dari tahun ke tahun.
Namun, penyelenggaraan perdana tak lepas dari sejumlah kendala. Ari Suputra mengakui, panitia sempat menghadapi penyesuaian jadwal dan dinamika teknis dalam waktu yang terbatas. Kendati demikian, kerja sama serta dukungan berbagai pihak membuat seluruh rangkaian acara dapat dituntaskan.
“Melihat rekan-rekan sebaya berani tampil, bermimpi, dan mengambil peran aktif membuat kami optimistis bahwa generasi muda Denpasar siap menjadi pilar pembangunan kota yang maju dan kreatif,” kata Ari Suputra.
Ari Suputra menambahkan, catatan selama pelaksanaan akan menjadi bahan perbaikan untuk volume berikutnya. Forum GenRe Denpasar akan memperluas kolaborasi dengan komunitas anak muda di luar sekolah dan kampus agar edukasi GenRe menjangkau kelompok yang lebih beragam. Kompetisi dan kegiatan interaktif juga akan dikembangkan mengikuti tren digital Generasi Z dan Alpha, disertai penguatan persiapan teknis dan manajemen waktu.
Setelah festival berakhir, Forum GenRe Denpasar akan melanjutkan edukasi tatap muka ke sekolah dan banjar, serta memperkuat PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) dengan mengoptimalkan peran konselor sebaya di tingkat desa dan kelurahan. Forum GenRe Denpasar juga mempersiapkan Pemilihan Duta GenRe Kota Denpasar periode berikutnya untuk menjaring figur motivator bagi remaja.


Dorongan agar anak muda mendapat kesempatan untuk berkembang juga datang dari Pemerintah Kota Denpasar. Saat membuka festival, I Gusti Ngurah Eddy Mulia selaku Sekretaris Daerah Kota Denpasar mengatakan, kreativitas, energi, dan potensi generasi muda perlu diarahkan agar menjadi kekuatan positif bagi pembangunan kota.
“Saya percaya bahwa generasi muda Denpasar memiliki kreativitas, energi, dan potensi yang luar biasa. Potensi tersebut harus kita arahkan menjadi kekuatan untuk membangun Denpasar yang semakin maju, inklusif, kreatif, dan berkelanjutan melalui YouNITE Fest ini,” ujar Eddy Mulia.
Menurut Eddy, ruang kreatif penting untuk memberi kesempatan kepada anak muda mengekspresikan diri, mengembangkan kemampuan, serta membangun jejaring dan kolaborasi. Karena itu, kegiatan kepemudaan diharapkan tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga melahirkan gagasan dan gerakan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Pandangan serupa turut disampaikan Ketua TP PKK Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara. Ia melihat masa remaja sebagai fase penting untuk menyiapkan masa depan. Menurutnya, menjadi remaja bukan hanya perkara menikmati masa muda, melainkan kesempatan menggali potensi, membangun karakter, dan menentukan langkah.
“Saya berharap semakin banyak ide, kreativitas dan kolaborasi serta gerakan yang positif dari anak-anak muda Kota Denpasar. Jadilah generasi yang berani bermimpi, berani mencoba, dan berani mengambil peran,” tuturnya.
Kepercayaan kepada anak muda menjadi penting dengan memberi mereka kesempatan menyampaikan gagasan dan terlibat dalam kegiatan sosial maupun pembangunan. Melalui YouNITE Fest Vol 1, anak muda tak hanya hadir sebagai peserta. Lewat karya digital, expo tutor sebaya, kompetisi, dan diskusi, mereka berkesempatan menyampaikan gagasan, berkolaborasi, dan mengambil peran.
YouNITE Fest memang baru memasuki volume pertama. Namun, tantangannya tak berhenti pada keberhasilan penyelenggaraan, melainkan bagaimana ruang bagi anak muda untuk bersuara, berkarya, dan mengambil peran tetap terjaga setelah festival berakhir.[T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole































