2 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Saat Daya Beli Melemah, Bisakah Keuangan Syariah Menjadi Penopang Ekonomi?

Muhammad Farras Hanif by Muhammad Farras Hanif
September 1, 2026
in Esai
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

Muhammad Farras Hanif

DAYA beli masyarakat menjadi salah satu cermin penting dalam melihat denyut perekonomian. Ketika masyarakat masih leluasa berbelanja, pelaku usaha memiliki pasar untuk menjual produknya, produksi terus berjalan, dan roda ekonomi bergerak. Sebaliknya, ketika masyarakat mulai menahan pengeluaran, dampaknya dapat merambat ke berbagai sektor. Penjualan menurun, pelaku usaha mengurangi produksi, hingga keputusan untuk melakukan ekspansi atau membuka lapangan kerja baru ikut tertunda.

 Karena itu, menjaga daya beli bukan hanya persoalan mendorong masyarakat untuk berbelanja, tetapi juga memastikan bahwa aktivitas ekonomi tetap memiliki ruang untuk tumbuh.

Dalam situasi seperti ini, sektor keuangan memiliki peran yang tidak kalah penting. Dana yang beredar di masyarakat perlu menemukan jalannya menuju kegiatan ekonomi yang produktif. Pembiayaan kepada pelaku usaha, investasi pada sektor riil, maupun dukungan terhadap usaha mikro dan kecil dapat menciptakan aktivitas ekonomi yang pada akhirnya menghasilkan pendapatan bagi masyarakat.

Artinya, ketika konsumsi masyarakat menghadapi tekanan, salah satu jawaban yang dapat dipikirkan adalah bagaimana dana yang tersedia dapat diarahkan untuk menciptakan kapasitas ekonomi baru, bukan sekadar menunggu konsumsi kembali meningkat.

Di sinilah keuangan syariah memiliki ruang untuk mengambil peran yang lebih besar. Keuangan syariah pada dasarnya berbicara tentang bagaimana transaksi dan segala aktivitas perekonomian dapat sesuai dengan prinsip syariah.

Lebih jauh, sistem ini memiliki semangat untuk menghubungkan aktivitas keuangan dengan kegiatan ekonomi yang nyata, mendorong keadilan dalam transaksi, serta menciptakan kemaslahatan. Karakter tersebut membuat keuangan syariah memiliki peluang untuk menjadi salah satu instrumen yang mendukung penguatan ekonomi masyarakat, terutama ketika perekonomian membutuhkan sumber pembiayaan yang dapat menjangkau sektor produktif.

Salah satu perannya adalah melalui pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. Bagi banyak pelaku usaha, persoalan ekonomi bukan semata-mata tidak adanya permintaan, tetapi juga keterbatasan modal untuk mempertahankan atau mengembangkan usaha.

Ketika akses pembiayaan tersedia dengan skema yang sesuai kebutuhan, pelaku usaha dapat membeli bahan baku, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam konteks ini, pembiayaan syariah tidak berhenti pada hubungan antara lembaga keuangan dan nasabah, tetapi dapat menciptakan efek berantai bagi aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Namun, menjadikan keuangan syariah sebagai penopang ekonomi tentu tidak cukup hanya dengan memperbesar angka pembiayaan. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan bahwa pembiayaan tersebut benar-benar menjangkau sektor produktif dan kelompok masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Karena itu, pertanyaannya bukan lagi sekadar seberapa besar industri keuangan syariah dapat tumbuh, melainkan seberapa jauh pertumbuhan tersebut mampu membantu masyarakat bertahan, berkembang, dan menciptakan sumber pendapatan baru ketika daya beli sedang menghadapi tekanan.

Peran tersebut sebenarnya dapat diperluas melalui instrumen investasi syariah. Ketika masyarakat memiliki dana yang belum digunakan untuk kebutuhan konsumsi, dana tersebut dapat diarahkan ke berbagai instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.

Pasar modal syariah, misalnya, memberikan ruang bagi masyarakat untuk menempatkan dana sekaligus berpartisipasi dalam perkembangan dunia usaha. Dengan semakin banyaknya dana masyarakat yang masuk ke instrumen produktif, semakin besar pula peluang terciptanya sumber pembiayaan bagi perusahaan dan kegiatan ekonomi yang membutuhkan modal.

Pertumbuhan dan Penguatan

Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan pertumbuhan keuangan syariah memiliki keterhubungan yang kuat dengan sektor riil. Ekonomi tidak akan tumbuh hanya karena aset keuangan bertambah besar.

Pertumbuhan perlu diterjemahkan menjadi peningkatan produksi, perdagangan, investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pendapatan masyarakat. Karena itu, keuangan syariah perlu terus didorong untuk hadir di sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pangan, pertanian, perdagangan, industri halal, hingga usaha berbasis ekonomi lokal.

Peluang tersebut menjadi semakin relevan ketika pembangunan ekonomi mulai diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat daerah dan desa. Berbagai program pemerintah yang mendorong penguatan ekonomi lokal, termasuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, membutuhkan dukungan pembiayaan yang tidak hanya besar, tetapi juga tepat sasaran. Di titik ini, lembaga keuangan syariah dapat mengambil bagian dengan menyediakan pembiayaan, pendampingan, maupun akses terhadap ekosistem keuangan yang memungkinkan koperasi dan pelaku usaha desa berkembang secara berkelanjutan.

Jika ekosistem tersebut dapat dibangun dengan baik, dampaknya tidak berhenti pada penerima pembiayaan. Satu usaha yang berkembang dapat meningkatkan permintaan bahan baku dari pemasok lokal, membuka kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan rumah tangga, dan menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitarnya.

Efek berantai semacam inilah yang dibutuhkan ketika daya beli masyarakat menghadapi tekanan. Alih-alih hanya mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi, kebijakan ekonomi juga perlu memperkuat kemampuan masyarakat untuk menghasilkan pendapatan.

Namun, di sinilah pekerjaan rumah keuangan syariah masih cukup besar. Akses terhadap layanan keuangan syariah belum selalu mudah bagi seluruh lapisan masyarakat. Sebagian pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan informasi, persyaratan pembiayaan, maupun kapasitas dalam mengelola usaha.

Pada saat yang sama, sebagian masyarakat masih melihat keuangan syariah sebatas alternatif perbankan dengan label yang berbeda, bukan sebagai sebuah ekosistem yang dapat mendukung perjalanan ekonomi mereka dari memperoleh modal, mengembangkan usaha, hingga mengelola hasil usaha dan melakukan investasi.

Karena itu, penguatan keuangan syariah membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Industri tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan aset dan jumlah pengguna, tetapi juga perlu memperbesar dampak terhadap ekonomi masyarakat. Literasi keuangan syariah perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses pembiayaan dan investasi.

Produk yang ditawarkan juga harus semakin sederhana, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, keuangan syariah dapat hadir bukan hanya ketika masyarakat memiliki kelebihan dana, tetapi juga ketika mereka membutuhkan kesempatan untuk membangun sumber penghasilan.

Pada akhirnya, melemahnya daya beli bukan semata-mata persoalan konsumsi, melainkan juga persoalan bagaimana masyarakat memperoleh dan meningkatkan pendapatan. Di sinilah keuangan syariah memiliki peluang untuk memainkan peran yang lebih strategis. Dengan menghubungkan dana masyarakat kepada kegiatan ekonomi yang produktif, memperluas pembiayaan bagi pelaku usaha, serta mendukung pembangunan ekonomi hingga tingkat daerah dan desa, keuangan syariah dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Tantangannya kini adalah memastikan bahwa pertumbuhan industri tersebut benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat. Sebab, ukuran keberhasilan keuangan syariah pada akhirnya bukan hanya seberapa besar industrinya tumbuh, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu diberikan bagi perekonomian dan masyarakat. [T]

Penulis: Muhammad Farras Hanif
Editor: Adnyana Ole

Tags: ekonomiEkonomi dan Bisnissyariah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

Next Post

Sepi Tak Berarti Tiada

Muhammad Farras Hanif

Muhammad Farras Hanif

Dosen Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ)

Related Posts

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

by I Wayan Artika
November 1, 2026
0
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

Read moreDetails

Saraswati dan Kenaikan Kelas

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
0
Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

Read moreDetails

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

by tatkala
October 31, 2026
0
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

Read moreDetails

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

Read moreDetails

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
0
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

Read moreDetails

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

Read moreDetails

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails
Next Post
Sepi Tak Berarti Tiada

Sepi Tak Berarti Tiada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026
Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co