29 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
October 29, 2026
in Esai
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Alvin Tedjo (https://www.alvintedjo.ca/)

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya

Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang berhasil meraih jabatan wali kota di Kanada, melainkan karena perjalanan hidupnya memperlihatkan bagaimana potensi manusia berkembang melalui proses panjang. Ia pindah dari Indonesia bersama orang tuanya ketika berusia empat tahun, tumbuh dalam lingkungan masyarakat Kanada, menempuh pendidikan, membangun karier, dan akhirnya memasuki dunia politik. Alvin tumbuh besar di Mississauga setelah orang tuanya pindah dari Indonesia ketika ia berusia empat tahun. Sejak muda, ia telah menunjukkan ketertarikan terhadap kepemimpinan dan pelayanan publik. Ketika duduk di bangku sekolah menengah, ia pernah menjadi ketua organisasi siswa dan bergabung dengan komite penasihat pemuda wali kota.

Pada pertengahan 1990-an, ia menerima penghargaan Young Citizen of the Year. Dalam kesempatan tersebut, ia bertemu dengan Hazel McCallion, wali kota Mississauga saat itu, yang mendorongnya untuk terjun ke dunia politik.

Alvin menempuh pendidikan sarjana bidang ilmu politik di Queen’s University, Kanada. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Harvard Extension School, Amerika Serikat, dan meraih gelar magister dalam desain media digital. Kombinasi pendidikan politik dan teknologi komunikasi menjadi bekal penting dalam perjalanan profesionalnya. Perjalanannya mengingatkan kita bahwa keberhasilan seseorang tidak pernah berdiri sendiri. Ada potensi bawaan, lingkungan yang mendukung, kesempatan yang terbuka, serta pilihan-pilihan pribadi yang menentukan arah kehidupannya.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah keberhasilan Alvin mencerminkan keunggulan genetika orang Indonesia atau justru menunjukkan pentingnya lingkungan dalam mengembangkan potensi manusia. Jika genetika dipahami secara biologis, kita tidak memiliki dasar untuk menyimpulkan bahwa orang Indonesia secara genetik lebih unggul daripada bangsa lain. Namun, jika pembicaraan diperluas pada warisan mental, budaya, nilai kehidupan, dan pengalaman leluhur, persoalannya menjadi lebih menarik. Bangsa Indonesia memiliki kekayaan tradisi yang mengajarkan ketekunan, kebersamaan, kemampuan beradaptasi, dan penghormatan terhadap kehidupan. Potensi tersebut dapat menjadi modal berharga apabila memperoleh ruang untuk berkembang.

Alvin tumbuh di Kanada sejak usia dini. Ia memperoleh pendidikan di lingkungan yang memberinya kesempatan untuk belajar, berorganisasi, dan mengenal kepemimpinan. Ketika masih muda, ia telah terlibat dalam organisasi siswa dan kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan kota. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan mengenal dunia pelayanan publik sebelum benar-benar memasuki politik. Pendidikan, pengalaman, dan perjumpaan dengan tokoh-tokoh yang menginspirasinya menjadi bagian dari proses pembentukan dirinya. Kita melihat bahwa potensi tidak cukup hanya dimiliki; potensi perlu dikembangkan melalui lingkungan yang memungkinkan seseorang belajar dari pengalaman.

Di sinilah kisah Alvin menjadi cermin bagi Indonesia. Jangan-jangan, sebagian potensi manusia Indonesia belum berkembang secara optimal bukan karena manusia Indonesia kurang mampu, melainkan karena kesempatan, pendidikan, dan lingkungan pendukung belum tersedia secara merata. Tentu saja, ini bukan berarti setiap orang akan berhasil apabila memperoleh kesempatan yang sama. Setiap manusia memiliki minat, kemampuan, dan perjalanan berbeda. Namun, masyarakat yang baik semestinya berusaha memberikan kesempatan agar potensi warganya tidak terhambat oleh kemiskinan, keterbatasan pendidikan, atau sistem yang lebih menghargai kedekatan daripada kemampuan. Kebanggaan terhadap bangsa seharusnya diwujudkan melalui upaya mengembangkan manusianya.

Kesadaran dan Makna Keberhasilan

Perjalanan Alvin juga menarik jika direnungkan melalui pemikiran David R. Hawkins tentang tingkat kesadaran manusia. Hawkins mengemukakan bahwa sekitar 85 persen manusia berada di bawah tingkat 200 dalam Map of Consciousness yang dikembangkannya. Angka dan metode kalibrasi tersebut merupakan klaim Hawkins, bukan kesimpulan ilmiah yang telah diterima secara luas. Karena itu, kerangka tersebut lebih bijaksana digunakan sebagai bahan refleksi daripada sebagai alat untuk memastikan tingkat kesadaran seseorang.

Dalam pemikiran Hawkins, keberanian merupakan titik peralihan menuju orientasi kehidupan yang lebih konstruktif. Keberanian bukan sekadar berani menghadapi bahaya, melainkan kesediaan mengambil tanggung jawab, menghadapi kenyataan, dan tidak menyerah ketika mengalami kegagalan. Jika kita melihat perjalanan Alvin, ada unsur ketekunan yang patut diperhatikan. Ia pernah mengalami kekalahan dalam pemilihan wali kota pada 2024, tetapi kemudian kembali berkompetisi. Kekalahan tidak selalu menjadi akhir perjalanan; terkadang, pengalaman tersebut justru menyediakan kesempatan untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki langkah.

Namun, apakah keberhasilan politik membuktikan bahwa seseorang memiliki tingkat kesadaran tinggi? Belum tentu. Jabatan, popularitas, kekayaan, dan kecerdasan merupakan hal yang berbeda dari kesadaran. Seseorang dapat mencapai kedudukan tinggi, tetapi masih dikuasai kepentingan pribadi. Sebaliknya, seseorang yang tidak memiliki jabatan dapat menunjukkan kebijaksanaan melalui kesederhanaan, kepedulian, dan ketulusan. Oleh karena itu, kita tidak seharusnya menetapkan tingkat kesadaran Alvin hanya berdasarkan keberhasilannya memenangkan pemilihan. Kita perlu mengamati bagaimana ia bersikap ketika menghadapi kritik, memperlakukan orang yang berbeda pandangan, dan mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Dalam perspektif spiritualitas yang sering dibicarakan Guruji Anand Krishna, pengenalan potensi diri dan pengembangan diri merupakan perjalanan penting manusia. Kesadaran tidak semestinya berhenti pada pengetahuan, identitas, atau pengakuan sosial. Ia perlu tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks kepemimpinan, pertanyaannya sederhana: apakah seseorang semakin mampu mengendalikan kepentingan pribadinya demi kepentingan yang lebih luas? Apakah ia semakin terbuka terhadap kenyataan, semakin bijaksana dalam mengambil keputusan, dan semakin bersedia bertanggung jawab atas akibat tindakannya?

Kekuasaan sebagai Ujian yang Sesungguhnya

Perjalanan Alvin sejak usia empat tahun hingga berhasil meraih jabatan wali kota memperlihatkan proses panjang yang relatif telah teruji oleh waktu. Ia telah melewati berbagai tahap pendidikan, pengalaman profesional, keterlibatan sosial, dan persaingan politik. Akan tetapi, ada pembedaan penting yang tidak boleh kita abaikan: perjalanan menuju kekuasaan dan pelaksanaan kekuasaan merupakan dua ujian yang berbeda. Keberhasilan memenangkan pemilihan membuktikan bahwa ia berhasil memperoleh kepercayaan politik. Namun, kemenangan itu belum dengan sendirinya membuktikan kualitas pengabdiannya sebagai pemimpin.

Ujian sesungguhnya baru dimulai ketika ia menjalankan amanah. Apakah ia mampu menjaga integritas ketika berhadapan dengan kepentingan ekonomi dan politik? Apakah kebijakannya sungguh-sungguh meningkatkan kesejahteraan warga, termasuk mereka yang kurang beruntung? Apakah ia bersedia mendengarkan kritik, bahkan ketika kritik tersebut terasa tidak menyenangkan? Dan yang tidak kalah penting, apakah ia mampu menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan dirinya maupun kelompok pendukungnya? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu tidak dapat diperoleh hanya melalui pidato, janji kampanye, atau pencitraan. Kita harus melihat rekam jejak kebijakannya dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Kisah Alvin juga mengingatkan kita agar tidak terburu-buru mengagumi seseorang hanya karena jabatan yang berhasil diraihnya. Kita sering menjadikan pencapaian sebagai ukuran keberhasilan, padahal pencapaian baru menunjukkan bahwa seseorang telah sampai pada suatu titik dalam perjalanan hidupnya. Jabatan bukan garis finis yang mengakhiri pembuktian diri, melainkan garis awal bagi tanggung jawab yang lebih besar. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin luas pula dampak keputusannya terhadap kehidupan orang lain. Karena itu, semakin tinggi jabatan, semestinya semakin besar pula kesediaannya untuk mempertanggungjawabkan setiap keputusan.

Pada akhirnya, waktu akan menjadi penguji yang tidak mudah disiasati. Waktu akan memperlihatkan apakah janji berubah menjadi kebijakan, apakah kebijakan menghasilkan manfaat, dan apakah kekuasaan dijalankan dengan integritas. Kita tidak perlu meramalkan apakah Alvin akan menjadi wali kota yang berhasil atau gagal. Lebih adil apabila kita memberikan kesempatan kepadanya untuk bekerja, sambil tetap mengamati hasil kepemimpinannya secara kritis. Sebab, kepercayaan rakyat bukanlah cek kosong yang dapat digunakan tanpa batas; kepercayaan merupakan amanah yang harus terus dipelihara melalui tindakan nyata.

Dari kisah Alvin, kita dapat menarik pelajaran yang melampaui batas negara dan identitas kebangsaan. Potensi manusia perlu memperoleh lingkungan yang mendukung, pengalaman perlu diolah menjadi kebijaksanaan, dan keberhasilan perlu diuji melalui tanggung jawab. Jika kita ingin melihat keunggulan manusia Indonesia, tugas kita bukan sekadar membanggakan asal-usul atau warisan leluhur, melainkan menciptakan lingkungan yang memungkinkan manusia berkembang dan memberikan manfaat bagi sesama. Sebab, ukuran tertinggi keberhasilan seorang pemimpin bukanlah seberapa tinggi jabatan yang berhasil diraihnya, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan rakyat selama ia menjabat. Waktu telah menguji perjalanan Alvin menuju kursi wali kota; waktu pula yang akan menguji apakah ia layak dikenang karena jabatan yang diraihnya atau karena pengabdian yang diberikannya. [T]

Tags: Alvin TedjoKanada
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

by Chusmeru
October 28, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

Read moreDetails

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

by Angga Wijaya
October 27, 2026
0
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

Read moreDetails

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
0
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

Read moreDetails

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan
Khas

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co