15 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
in Panggung
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

Nenden Shintawati tampil bersama Salamander Big Band di SUVJF 2026, (7/8)│Foto: tatkala.co/Dede

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7 Agustus 2026, adalah kemunculan Nenden Shintawati di panggung. Di antara denting piano, tiupan brass, dan permainan ritmis puluhan musisi, suara Nenden terdengar lantang dan merdu. Ia menyanyikan bagiannya dengan tenang, seolah panggung sebesar itu bukan sesuatu yang asing baginya.

Penampilannya malam itu sebenarnya hanyalah satu bagian dari perjalanan panjang Nenden Shintawati di industri musik. Jauh sebelum berdiri di panggung festival jazz di Ubud itu, ia telah mengenal dunia tarik suara sejak masih kecil. Ia tumbuh sebagai penyanyi cilik pada era 1980-an, ketika musik anak-anak masih memiliki ruang yang cukup besar dalam industri rekaman Indonesia. Dua karya yang pernah dibawakannya antara lain album ‘Kasih Mama’ (1985) dan ‘Matahatiku’ (1986).

Dari sana, perjalanan Nenden tidak berhenti sebagai penyanyi cilik. Ia terus tumbuh bersama musik, melewati perubahan zaman, genre, dan panggung yang berbeda. Lebih dari tiga dekade kemudian, ia masih berdiri di hadapan penonton dan bernyanyi dengan energi yang sama.

Kaset pita album ‘Kasih Mama’ oleh Nenden Shintawati

 

Kini Nenden dikenal sebagai penyanyi, pelatih vokal, sekaligus pencipta lagu. Jazz menjadi salah satu wilayah yang paling dekat dengannya, meski kemampuan vokalnya tidak berhenti pada satu genre. Ia dapat membawakan musik pop, melayu, hingga dangdut. Kemampuan berpindah karakter inilah yang membuat pengalaman panjangnya sebagai penyanyi terasa penting. Ia tidak sekadar memiliki suara, tetapi juga memahami bagaimana suara bekerja di dalam beragam bentuk musik.

Di panggung SUVJF 2026, kemampuan itu menemukan ruang yang berbeda. Bersama Salamander Big Band, Nenden menjadi bagian dari pertunjukan pembuka festival yang sejak 2013 mempertahankan jazz sebagai identitas utamanya. Pada penyelenggaraan ke-13 ini, SUVJF kembali mempertemukan musisi dari berbagai latar dengan penonton di kawasan Sthala, Mawang, Lodtunduh, Ubud. Festival tersebut tidak sekadar menyusun pertunjukan, tetapi juga menyediakan ruang untuk komunitas, edukasi, kolaborasi, dan pertemuan antarmusisi.

Di tengah lingkungan seperti itulah Nenden tampil. Tidak ada kebutuhan untuk menjelaskan siapa dirinya melalui kisah yang mengundang iba. Justru sebaliknya, kekuatan Nenden terletak pada bagaimana ia menempatkan musik sebagai pusat dari dirinya.

Ia tidak ingin dikenal terutama karena keterbatasan penglihatannya. Dalam perjalanan karier yang telah berlangsung lebih dari 30 tahun, Nenden memilih untuk berbicara melalui kemampuan bernyanyi dan bermusik. Baginya, keterbatasan bukan sesuatu yang perlu dijadikan komoditas untuk mendapatkan perhatian. Ia ingin penonton mengenalnya karena kualitas vokalnya.

Nenden Shintawati tampil bersama Salamander Big Band di SUVJF 2026, (7/8)│Foto: tatkala.co/Dede

Pilihan itu terasa semakin kuat ketika melihat cara Nenden bernyanyi. Nada rendah maupun tinggi dapat ia olah dengan leluasa. Suaranya tidak hanya terdengar lantang, tetapi juga mampu mengikuti kebutuhan aransemen. Dalam format big band, ketika banyak instrumen bekerja dalam satu komposisi, seorang vokalis harus mampu menemukan ruangnya sendiri tanpa kehilangan hubungan dengan keseluruhan musik. Dan Nenden, memiliki pengalaman untuk itu.

Perjalanan Panjang itu juga membawanya ke berbagai bentuk karya dan profesi. Ia pernah terlibat sebagai pencipta lagu, termasuk ikut menciptakan dan menyanyikan “Cuma Rindu” atau “Dan Kau Hadir” bersama Atalia Praratya sebagai persembahan untuk mendiang Emmeril Kahn Mumtadz. Ia juga pernah membuat karya untuk penyanyi lain. Semua itu menunjukkan bahwa perjalanan Nenden tidak hanya berlangsung di depan mikrofon, tetapi juga di balik proses penciptaan musik.

Sebelumnya, Nenden juga telah melewati berbagai panggung kompetisi. Ia merupakan jebolan Cipta Pesona Bintang 1995 dan dikenal kerap meraih prestasi dalam sejumlah ajang bernyanyi.

Karena itu, penampilannya bersama Salamander Big Band di SUVJF 2026 tidak tepat jika hanya dilihat sebagai penampilan seorang penyanyi yang datang mengisi festival. Ada perjalanan panjang yang ikut naik ke atas panggung malam itu. Perjalanan seorang anak yang mulai bernyanyi pada dekade 1980-an, melewati industri musik yang terus berubah, mencoba berbagai genre, menciptakan lagu, melatih vokal, hingga akhirnya berdiri sebagai penyanyi jazz yang matang.

Nenden Shintawati tampil bersama Salamander Big Band di SUVJF 2026, (7/8)│Foto: tatkala.co/Dede

Di Sthala, perjalanan itu bertemu dengan sebuah festival yang juga memiliki perjalanan panjangnya sendiri. SUVJF telah berlangsung selama tiga belas tahun penyelenggaraan dan tetap memilih jazz sebagai identitas, meski pilihan tersebut tidak selalu menjadi jalan yang paling mudah di tengah tuntutan pasar musik. Festival ini bahkan menempatkan musisi muda dan senior dalam ruang yang sama, membuka kemungkinan regenerasi sekaligus menjaga hubungan antargenerasi dalam komunitas jazz.

Di titik itulah penampilan Nenden terasa memiliki makna lebih. Ia bukan hanya bagian dari sebuah pertunjukan, tetapi juga representasi dari bagaimana seorang musisi dapat bertahan melewati perubahan zaman tanpa kehilangan hubungan dengan musik.

Dari penyanyi cilik yang pernah direkam dalam bentuk kaset hingga vokalis yang berdiri di tengah panggung jazz dengan aransemen big band, Nenden Shintawati telah melewati perjalanan yang panjang. Empat dekade mungkin mengubah banyak hal di sekelilingnya, tetapi satu hal tetap sama, ia masih bernyanyi.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: festival musik jazzmusik jazzSthala UbudSthala Ubud Village Jazz FestivalSthala Ubud Village Jazz Festival 2026UbudUbud Village Jazz FestivalUVJFUVJF 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

Next Post

Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
0
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

Read moreDetails

Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

by AA Ayu Mayun Artati
August 12, 2026
0
Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

"Seratus tahun setelah Rarud Batur, sebuah karya intermedium membawa kembali ingatan tentang kehidupan, bencana, pengungsian, dan kebangkitan masyarakat Batur ke...

Read moreDetails

Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 12, 2026
0
Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

SETELAH tiga pekan berkeliling dan tampil di sejumlah panggung jazz di Indonesia, perjalanan Watchdog akhirnya berujung di Ubud. Duo asal...

Read moreDetails

LaDju Hadirkan Jazz Fusion Eksperimental di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026
0
LaDju Hadirkan Jazz Fusion Eksperimental di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ALIRAN Sungai Wos turut mengiringi LaDju ketika memainkan musiknya di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF), Jumat, 7...

Read moreDetails

Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli

by Nyoman Budarsana
August 11, 2026
0
Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli

GERAKANNYA ritmis dan begitu indah. Ekspresinya hidup karena setiap gerakan ditarikan dengan penuh penjiwaan. Musik seolah menyatu dalam gerak, menghadirkan...

Read moreDetails

Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Rusdy Ulu
August 10, 2026
0
Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ORANG-orang masih berdiri di depan panggung ketika Salamander Big Band memainkan bagian-bagian terakhir musik jazz-nya pada Sabtu malam, 8 Agustus...

Read moreDetails

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails
Next Post
Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan
Bahasa

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

by I Made Sudiana
August 15, 2026
Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz
Esai

Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

SAYA kembali membuka buku The Interpretation of Cultures karya Clifford Geertz setelah membaca sebuah berita tentang seorang lelaki yang tewas...

by Angga Wijaya
August 15, 2026
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia
Panggung

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi
Panggung

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
Dari Duta SMA ke Duta Besar
Esai

Dari Duta SMA ke Duta Besar

SEJAK Nadiem Makarim menjadi Mendikbud Ristekdikti, Program Duta SMA sudah diluncurkan tepatnya pada 2022 melalui  Direktorat SMA dan terus dilanjutkan...

by I Nyoman Tingkat
August 15, 2026
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026
Tualang

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan
Panggung

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
Merawat “Briuk Siu”: Menghidupkan Kembali Wajah Solidaritas Kolektif di Bali
Esai

Merawat “Briuk Siu”: Menghidupkan Kembali Wajah Solidaritas Kolektif di Bali

MASYARAKAT Bali sejak lama dikenal memiliki fondasi sosial yang sangat kuat, yang hidup dan bernapas melalui nilai-nilai gotong royong tradisional....

by Nur Kamilia
August 14, 2026
AWINDO Perkuat Legalitas UMKM Disabilitas, Pelatihan Dilanjutkan Pendampingan
Pendidikan

AWINDO Perkuat Legalitas UMKM Disabilitas, Pelatihan Dilanjutkan Pendampingan

Asosiasi Wirausaha Inklusif Indonesia (AWINDO) memperkuat dukungan bagi pelaku UMKM disabilitas melalui training legalitas usaha. Kegiatan ini menjadi bagian dari...

by Angga Wijaya
August 14, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Kecerdasan Bukan dari Sekolah, Buat Apa Bangun Sekolah?

ADA kalimat Presiden Prabowo Subianto yang menarik perhatian saya. Bukan karena saya hendak meributkan atau memperdebatkan benar-salahnya. Jauh dari soal...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 14, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Merdeka: Dari Pekik ke Pengabdian

TUJUH Belas Agustus selalu datang dengan warna merah putih, upacara, lomba, pidato, lagu-lagu perjuangan, dan pekik Merdeka! Tahun ini kita...

by Ahmad Sihabudin
August 14, 2026
Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana
Ulas Rupa

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

MASIH berlanjut soal pameran The Power of Colours , perhelatan ini berlangsung 25 hingga 31 Agustus mendatang. Pameran digelar  di...

by Hartanto
August 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co