24 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
in Panggung
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra saat jumpa pers Lovina Festival 2026

“Hari ini kesiapan sudah seratus persen,” ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club, Kamis (23/7). Kalimat itu menjadi penanda bahwa pesisir utara Bali kembali bersolek.

“Lovina mulai hidup kembali,” lanjutnya.

Ucapan itu terdengar sederhana. Namun, perubahan di Pantai Lovina kini mudah terlihat. Sejak jalur pedestrian selesai ditata, kawasan pesisir itu menghadirkan wajah baru. Laut tetap tenang, perahu-perahu nelayan melaut seperti biasa, sementara angin pantai berembus melintasi Tasikmadu. Dalam beberapa hari ke depan, pesisir itu akan dipenuhi beragam pertunjukan seni tradisional, seni modern, serta berbagai side event yang meramaikan Pantai Lovina.

Suasana itulah yang akan mewarnai Lovina Festival 2026 pada 24–28 Juli. Memasuki penyelenggaraan ke-12, festival mengusung tema Theatre of Dolphins, yang menggambarkan Lovina sebagai panggung alam tempat laut, lumba-lumba hidup berdampingan bebas dengan masyarakat, budaya, dan kearifan lokal.

Beragam agenda disiapkan untuk mempromosikan destinasi kepada wisatawan domestik dan mancanegara. Pemerintah Kabupaten Buleleng menargetkan sekitar 25 ribu kunjungan selama lima hari penyelenggaraan. Salah satu indikatornya terlihat pada lomba perahu layar mini yang mencatat 1.230 peserta, hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peserta datang dari berbagai daerah di Bali, bahkan Banyuwangi turut mengirimkan wakilnya.

Menurut Sutjidra, meningkatnya jumlah peserta menunjukkan bahwa Lovina Festival semakin dikenal wisatawan dari luar daerah.

“Kalau peserta datang dari luar daerah, mereka tentu menginap, makan di warung, menikmati wisata lumba-lumba, berbelanja di UMKM, lalu mengunjungi destinasi lain di sekitar Lovina. Pergerakan seperti itu yang kami harapkan terus tumbuh,” ujarnya.

Laut menjadi ruang pertama yang menyambut pengunjung festival.

Di atas perairan yang setiap pagi menjadi habitat lumba-lumba, ribuan perahu layar mini akan bergerak mengikuti arah angin. Seluruh perahu dibuat sendiri oleh para peserta, lengkap dengan tiang dan layar yang mengandalkan hembusan angin sebagai tenaga penggerak.

Tradisi ini telah lama hidup di tengah masyarakat pesisir Bali Utara. Bermula dari permainan sederhana, perahu layar mini kemudian berkembang menjadi atraksi yang selalu dinantikan setiap kali Lovina Festival digelar.

Tahun ini perlombaan berlangsung selama dua hari dengan sistem gugur. Sepuluh perahu dilepas dalam setiap putaran, kemudian dua tercepat melaju ke babak berikutnya hingga menyisakan para finalis.

Tokoh pariwisata Buleleng, Nyoman Arya Astawa atau yang akrab disapa Mang Dauh, menilai lonjakan jumlah peserta menjadi pertanda bahwa gaung Lovina Festival semakin luas.

“Bahkan teman saya tidak bisa mendapatkan hotel di kawasan Lovina karena sudah penuh,” katanya.

Menurut Mang Dauh, sebagian besar peserta datang bersama keluarga maupun kerabat. Mereka menghabiskan waktu beberapa hari di Lovina, menikmati wisata lumba-lumba, mencicipi kuliner lokal, hingga berbelanja di kios-kios masyarakat.

“Kalau mereka tinggal lebih lama, perputaran ekonomi ikut bergerak,” ujarnya.

Dari pesisir, festival berlanjut menuju desa.

Di Desa Kaliasem, lomba sapi gerumbungan kembali digelar sebagai bagian dari identitas agraris Bali Utara. Sebanyak 14 pasangan sapi akan memasuki arena dengan balutan hiasan berwarna-warni, menampilkan kekompakan langkah yang selama puluhan tahun menjadi kebanggaan para peternak.

Tradisi tersebut lahir dari kehidupan masyarakat pedesaan. Seiring waktu, sapi gerumbungan berkembang menjadi pertunjukan yang memperlihatkan keterampilan joki, keindahan tata rias, sekaligus hubungan masyarakat dengan dunia pertanian.

Melalui festival ini, wisatawan diajak mengenal sisi lain Bali Utara yang tumbuh dari sawah, ladang, dan desa-desa di sekitar kawasan pesisir.

Panitia juga memperkenalkan Lovina Cross Country, lintasan lari sejauh delapan kilometer yang melintasi Tasikmadu, Kalibukbuk, Kaliasem, hingga Temukus sebelum kembali ke garis akhir.

Sekitar 250 pelari telah mendaftarkan diri.

Rute tersebut dirancang agar peserta menyusuri bentang alam Bali Utara melalui jalan-jalan desa, hamparan sawah, kawasan perbukitan, lalu kembali bertemu laut. Di sejumlah titik, masyarakat akan menyambut para pelari dengan baleganjur dan kesenian tradisional sehingga menghadirkan pengalaman yang lekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Di tengah berbagai pertunjukan dan perlombaan, festival juga menyediakan ruang untuk membaca kembali sejarah Lovina.

Panitia menghadirkan bedah buku Bunga Rampai Anak Agung Pandji Tisna yang disusun Anak Agung Ngurah Ugrasena. Agenda tersebut mengajak publik menelusuri kembali pemikiran Anak Agung Pandji Tisna, sastrawan sekaligus tokoh yang memperkenalkan nama Lovina kepada dunia.

Melalui buku itu, perjalanan Pandji Tisna dibaca dari berbagai sudut pandang, mulai dari kebudayaan, masyarakat Bali Utara, hingga pandangannya terhadap laut utara Bali sebagai ruang hidup yang terus berkembang.

Penanggung jawab Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menjelaskan bahwa tema Theatre of Dolphins dipilih untuk menggambarkan Lovina sebagai panggung alam tempat lumba-lumba, manusia, seni, budaya, dan kehidupan pesisir saling bertemu.

Festival tahun ini berlangsung di dua kawasan. Tasikmadu menjadi pusat kegiatan pada 24–26 Juli, kemudian rangkaian acara berlanjut di Pantai Binaria hingga 28 Juli. Selama lima hari, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan seni tradisional dan modern, Gerakan Gemar Makan Ikan, diskusi ekonomi kreatif, workshop, pameran UMKM, serta berbagai kegiatan komunitas.

Sebanyak 250 seniman dan pengisi acara, 82 pelaku UMKM, serta 44 komunitas terlibat dalam festival yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Menjelang matahari tenggelam, Lovina kembali memperlihatkan denyut kehidupan yang akrab bagi masyarakat pesisir.

Anak-anak berlari di sepanjang pedestrian. Wisatawan berhenti memotret laut yang mulai berubah warna. Pedagang sibuk menata dagangan. Di kejauhan, panggung-panggung telah berdiri menunggu pertunjukan dimulai.

Dalam beberapa hari ke depan, ribuan perahu layar mini akan kembali memenuhi laut. Sapi gerumbungan memasuki arena. Para pelari melintasi sawah dan jalan-jalan desa. Seniman bergantian tampil di atas panggung. Pembaca berkumpul membicarakan Pandji Tisna.

Semua peristiwa itu akan berlangsung di pesisir utara Bali, tempat laut, tradisi, kesenian, literasi, dan kehidupan masyarakat bertemu dalam satu perayaan. Melalui Lovina Festival 2026, kawasan ini kembali menunjukkan wajahnya sebagai ruang yang terus hidup, dirawat oleh warganya, dan terbuka bagi siapa saja yang ingin mengenalnya lebih dekat.[T]

Reporter/Penulis: Puja Savitri
Editor: Jaswanto

Tags: Festival LovinaLovinaPemkab Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Negara Kehilangan Hak untuk Dipercaya

Next Post

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
0
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah...

Read moreDetails

Band Legendaris Bali Bangkitkan Nostalgia di Panggung Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
0
Band Legendaris Bali Bangkitkan Nostalgia di Panggung Festival Seni Bali Jani 2026

RASA rindu terhadap lagu-lagu Bali yang sempat mewarnai awal dekade 2000-an terobati dalam Pergelaran Musik "Bintang 5 Musik Jani" persembahan...

Read moreDetails

Dermaga Seni Buleleng Suguhkan “Sura Atma”, Ajak Penonton Merenungi Makna Kehidupan

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
0
Dermaga Seni Buleleng Suguhkan “Sura Atma”, Ajak Penonton Merenungi Makna Kehidupan

TAWA penonton sesekali pecah mengikuti dialog-dialog jenaka yang menghidupkan panggung. Namun perlahan suasana berubah. Musik mengalun semakin sendu, puisi dilantunkan...

Read moreDetails

Ketika Kata Menjelma Jiwa: Pesona Lomba Baca Puisi di Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
0
Ketika Kata Menjelma Jiwa: Pesona Lomba Baca Puisi di Festival Seni Bali Jani 2026

SUASANA Citta Kelangen Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Jumat, 17 Juli 2026, terasa berbeda. Tak terdengar dentuman gamelan atau hingar-bingar...

Read moreDetails

“Dasa Muka, The Face of Humanity”, Saat Penonton Diajak Berkaca pada Wajah-Wajah dalam Diri Manusia

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
0
“Dasa Muka, The Face of Humanity”, Saat Penonton Diajak Berkaca pada Wajah-Wajah dalam Diri Manusia

MALAM itu Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, dipenuhi penonton dari berbagai penjuru. Kamis, 16 Juli 2026, kursi-kursi tribun tak...

Read moreDetails

“Kera Wuhan”, Ketika Sun Go Kong dan Hanoman Menertawakan Ego Manusia

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
0
“Kera Wuhan”, Ketika Sun Go Kong dan Hanoman Menertawakan Ego Manusia

GELAK tawa pecah bahkan sebelum adegan pertama benar-benar usai. Di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Rabu malam, 15 Juli 2026,...

Read moreDetails

Panggung Teater Modern Festival Seni Bali Jani 2026 Dipenuhi Tafsir Kreatif

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
0
Panggung Teater Modern Festival Seni Bali Jani 2026 Dipenuhi Tafsir Kreatif

KEMAJUAN seni teater di Bali kembali menemukan panggungnya melalui Pawimba (Lomba) Teater Modern Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

Read moreDetails

Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 16, 2026
0
Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026

 “Bagi laki-laki yang masih menganut patriarki, saya sarankan jangan membaca buku ini.” Ucapan itu langsung disambut gelak tawa peserta bedah...

Read moreDetails

Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa

MENYAKSIKAN Lomba Musikalisasi Puisi dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 bukan sekadar menikmati pertunjukan musik. Di atas...

Read moreDetails
Next Post
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

Kesetiaan Itu Mahal ------Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?
Esai

Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?

KEMERIAHAN saya sebagai generasi milenial dalam berpakaian pada masa kanak kanak sangat jauh berbeda dengan gen alpha dan gen beta...

by Pande Susan
July 24, 2026
Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem
Pendidikan

Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

BANYAK program pengabdian masyarakat berakhir sebagai seremoni. Datang, memberi pelatihan, lalu pulang. Namun, program Bina Desa yang digagas Badan Eksekutif...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni
Pameran

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Siap-siap ke Lovina Festival 2026
Panggung

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Ketika Negara Kehilangan Hak untuk Dipercaya

BEBERAPA waktu terakhir, publik menyaksikan pemberitaan mengenai penyitaan barang bukti berupa emas dan uang tunai dalam jumlah yang sangat besar...

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 24, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Sejak Kapan Pemerintah Mengurus Orientasi Seksual Warganya?

Salah satu indikator paling nyata dari kemunduran tata kelola pemerintahan adalah ketika negara lebih disibukkan mengatur moralitas di ruang privat...

by Surfian Rahmat AP
July 24, 2026
Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung
Gaya

Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung

INSTALASI panel surya kini menjadi salah satu strategi yang semakin dipertimbangkan untuk mengendalikan biaya energi, sekaligus memenuhi target keberlanjutan. Saat...

by tatkala
July 24, 2026
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis
Khas

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.
Ulas Rupa

Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

BARANGKALI kita terlalu sering memandang alam sebagai sesuatu yang berada di luar diri. Gunung adalah bentang yang dikunjungi ketika musim...

by Angga Wijaya
July 24, 2026
Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali
Khas

Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali

“SATU yang tidak bisa dilakukan oleh AI adalah sentuhan nurani.” Kalimat itu diucapkan oleh I Made Adnyana di tengah diskusi...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu
Ulas Rupa

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Pameran Yogya Annual Art ke-11 yang mengambil tema Direction (Arah) digelar di Bale Banjar Sangkring, Nitiprayan No. 88, Ngestiharjo, Kasihan,...

by Hartanto
July 24, 2026
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026
Panggung

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co