20 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Stres Jadi Rileks: Menjadikan Musik Sebagai Pertolongan Pertama Emosi

Muhammad Syahrul Wafda by Muhammad Syahrul Wafda
July 19, 2026
in Esai
Mengapa Desain ‘User Interface’ Aplikasi Meditasi Selalu Bernuansa Pastel?

Muhammad Syahrul Wafda

MENGINGAT banyaknya pengguna media sosial saat ini, orang-orang gemar membagikan musik yang mereka dengarkan di platform seperti Instagram, WhatsApp, dan TikTok. Apakah ini sekadar untuk mencari sebuah validasi untuk terlihat menarik dengan membagikan lagu-lagu yang jarang diketahui atau justru cara untuk melepas stres?

Pernahkah Anda mengalami hari yang begitu melelahkan hingga satu-satunya hal yang ingin Anda lakukan hanyalah mendengarkan lagu favorit? Menariknya, kebiasaan sederhana itu lebih dari sekadar pelarian sesaat. Bagi banyak orang, musik menjadi semacam “pertolongan pertama” saat emosi sedang kacau. Baik saat menghadapi beban kerja yang menumpuk, tugas kuliah yang tiada habisnya, hubungan sosial yang rumit, maupun kehidupan yang terasa berjalan terlalu cepat, orang sering kali beralih ke musik sebelum mencari bentuk bantuan lainnya.

Fenomena ini semakin nyata seiring dengan langkah berbagai platform besar seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music yang menyediakan jutaan lagu serta fitur daftar putar (playlist) yang memungkinkan pengguna mengelompokkan lagu berdasarkan genre atau suasana hati. Hal ini secara jelas menunjukkan adanya pemahaman intuitif bahwa musik memiliki kekuatan untuk mengubah suasana hati seseorang, sebuah proses yang dikenal sebagai regulasi emosi.

Regulasi emosi berkaitan dengan bagaimana seseorang mengenali perasaan yang sedang dialaminya dan menampilkan perilaku yang sesuai dengan situasi yang dihadapi. Proses ini juga mencangkup pengelolaan emosi negatif seperti kesedihan, kemarahan, dan kecemasan. Sedangkan secara emosi positif mencakup kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian (Khamini dkk., 2026).

Musik Penghilang Rasa Stres

Stres merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mengakui gangguan kesehatan mental dan stres sebagai salah satu tantangan kesehatan terbesar di abad ke-21. Berbagai faktor mulai dari tekanan akademis, tuntutan pekerjaan, dan kesulitan finansial hingga arus informasi yang tiada henti melalui media sosial membuat orang lebih rentan mengalami kelelahan mental. Ironisnya, tidak semua orang memiliki akses ke layanan konseling atau terapi psikologis. Di sinilah musik hadir sebagai salah satu sarana pelepasan yang paling mudah diakses.

Saat seseorang mendengarkan musik yang disukainya, otak tidak sekadar menangkap suara sebagai rangkaian nada. Musik justru mengaktifkan berbagai sistem saraf otak yang berkaitan dengan emosi, ingatan, perhatian, dan sistem imbalan. Aktivasi ini memicu pelepasan neurotransmiter seperti dopamin, yang sering dikaitkan dengan perasaan senang, kesejahteraan, dan motivasi.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika suasana hati seseorang dapat berubah dalam hitungan menit setelah mendengarkan lagu yang tepat. Temuan ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Martina de Witte berjudul “Effects of music interventions on stress-related outcomes: a systematic review and two meta-analyses” yang menyimpulkan bahwa intervensi musik dapat secara efektif mengurangi stres, sehingga membenarkan peningkatan penggunaannya untuk mengatasi masalah ini baik dalam konteks medis maupun kesehatan mental (Witte dkk., 2020).

Variasi Genre Musik Penghilang Stres

Namun, ada sebuah anggapan keliru yang umum terjadi. Banyak orang beranggapan bahwa musik klasik atau melodi instrumental yang menenangkan adalah jenis musik paling efektif untuk meredakan stres.

Kenyataannya, penelitian menunjukkan bahwa efektivitas musik sangat bergantung pada preferensi pribadi. Sebuah lagu yang terasa menenangkan bagi seseorang mungkin tidak memberikan efek yang sama bagi orang lain. Kenangan, pengalaman hidup, budaya, dan bahkan tahapan hidup seseorang turut memengaruhi cara otak merespons suatu lagu. Oleh karena itu, tidak ada satu pun genre musik yang dapat dianggap sebagai “obat universal” bagi semua orang.

Fenomena ini menjelaskan mengapa sebagian orang merasa damai saat mendengarkan musik klasik, sementara yang lain justru menemukan ketenangan lebih besar dalam musik pop, jazz, indie, atau bahkan rock. Selama musik tersebut memberikan rasa aman dan kesejahteraan serta membantu meredakan tekanan emosional tanpa menimbulkan dampak negatif, musik dapat menjadi sarana yang efektif untuk pengaturan emosi.

Musik dan Psikologi Komunikasi

Menariknya, musik juga berfungsi sebagai sarana untuk mengenali diri sendiri. Saat seseorang memilih lagu tertentu ketika sedang merasa sedih, marah, atau kecewa, pada dasarnya ia sedang menjalani proses mengenali emosinya sendiri. Tidak semua orang mampu mengungkapkan perasaan mereka melalui kata-kata. Namun, banyak orang dapat berkata, “Lagu ini benar-benar mencerminkan apa yang saya rasakan.”

Dalam bidang psikologi komunikasi, musik dapat berperan sebagai medium komunikasi intrapersonal, yaitu cara berkomunikasi seseorang dengan dirinya sendiri. Selain itu, musik juga memfasilitasi proses refleksi diri.

Banyak lagu memiliki lirik yang mengajak pendengarnya untuk menemukan makna dalam pengalaman hidup, menerima kehilangan, menumbuhkan harapan baru, atau sekadar mengingat bahwa emosi negatif tidak akan berlangsung selamanya. Dengan demikian, mendengarkan musik sering kali lebih dari sekadar hiburan semata, hal itu merupakan sebuah proses untuk menemukan makna dalam pengalaman hidup.

Kesimpulan

Pada akhirnya, musik mengajarkan kita bahwa pemulihan emosi tidak selalu hadir melalui cara-cara yang rumit. Terkadang, mendengarkan lagu yang tepat selama beberapa menit saja sudah cukup untuk memberi jeda bagi pikiran, membantu hati menerima keadaan, serta mengumpulkan energi untuk kembali menghadapi hidup.

Musik mungkin bukan solusi bagi setiap masalah, namun ia adalah teman setia saat emosi kita berada di titik terendah. Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, kita tidak selalu bisa mengendalikan peristiwa di luar diri kita, tetapi kita bisa memilih bagaimana menyikapinya. Salah satu cara termudah adalah dengan menekan tombol play. Sebab, di balik setiap nada dan lirik, musik tidak hanya ditangkap oleh telinga, melainkan didengar dengan hati. [T]

Tags: musikstress
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lomba Cerpen Festival Seni Bali Jani 2026 Diikuti 172 Peserta, Juri Soroti Orisinalitas Karya di Era AI

Next Post

Membaca Alam yang Tersimpan dalam Serat —Menafsir “Barik” Karya Dr. Sn. Inty Nahari

Muhammad Syahrul Wafda

Muhammad Syahrul Wafda

Mahasiswa Prodi S2 Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah UIN SAIZU Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikir Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 20, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikir Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
0
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

Read moreDetails

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

by Angga Wijaya
September 19, 2026
0
Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

Read moreDetails

Tato: Menjadikan Tubuh Tempat Ingatan

by Tri Nugroho Adi
September 19, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Kita melihat tato seseorang, tetapi kita tidak pernah benar-benar melihat cerita yang membuatnya memilih tato itu. ADA sesuatu yang menarik...

Read moreDetails

“Mindfulness, Privilege”, dan LPDP: Ketika “Self-Care” Bertemu Realitas Sosial

by Isran Kamal
September 18, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Beberapa waktu terakhir, nama Maudy Ayunda kembali ramai diperbincangkan. Kali ini bukan karena film, musik, atau pendidikan di luar negeri,...

Read moreDetails

Menulis Kok Seperti Muntah?

by Angga Wijaya
September 18, 2026
0
Menulis Kok Seperti Muntah?

SEJAK kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masuk semakin jauh ke dalam kehidupan sehari-hari, semua orang tampaknya bisa menulis. Tidak...

Read moreDetails

Lalat Pengganggu Kebijakan MBG

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 18, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, pernahkah singgah ke kedai makanan sederhana di pinggir jalan atau pojok pasar? Kadang banyak lalat ya?...

Read moreDetails

Teater Bali dan Kehidupan Orang Bali —Catatan Pengalaman Kecil Saya di Teater Bali

by Nanoq da Kansas
September 18, 2026
0
Teater Bali dan Kehidupan Orang Bali —Catatan Pengalaman Kecil Saya di Teater Bali

TEATER Bali adalah pertunjukan kesenian-kesenian, tempat para penjual es ganefo, kacang rebus, rokok eceran, serta permen pedas cap Semar tetap...

Read moreDetails
Next Post
Membaca Alam yang Tersimpan dalam Serat —Menafsir “Barik” Karya Dr. Sn. Inty Nahari

Membaca Alam yang Tersimpan dalam Serat ---Menafsir "Barik" Karya Dr. Sn. Inty Nahari

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikir Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikir Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 20, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026
Khas

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]
Ulas Musik

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur
Pameran

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026
Panggung

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak
Budaya

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

by Rusdy Ulu
September 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co