PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti kegiatan pelepasan anak penyu atau tukik ke laut lepas. Jauh sebelum acara dimulai, para peserta, termasuk wisatawan mancanegara, telah berkumpul di bibir pantai. Mereka berbincang santai sambil menikmati semilir angin laut dan menunggu momen yang dinanti.
Di atas meja, puluhan tukik yang ditempatkan dalam batok kelapa telah siap dilepas. Wisatawan, terutama anak-anak, tampak antusias memilih tukik yang akan mereka lepaskan. Senyum dan tawa menghiasi wajah para peserta yang tak sabar menyaksikan langkah-langkah kecil satwa mungil itu menuju habitat alaminya.
Pelepasan tukik tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Prama Sanur Beach Bali, Jumat, 10 Juli 2026. Sebanyak 52 ekor tukik dilepas ke laut sebagai simbol usia hotel yang telah berdiri lebih dari lima dekade. Sebelum pelepasan dilakukan, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti aksi bersih-bersih pantai di kawasan depan hotel sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan pesisir.

Suasana penuh keakraban begitu terasa. Karyawan dan staf Prama Sanur Beach Bali tampak larut dalam kebahagiaan merayakan hari jadi tempat mereka bekerja. Sebagian memantau garis pantai yang telah ditentukan sebagai lokasi pelepasan, sebagian lainnya duduk menikmati suasana di bawah rindangnya pepohonan, sementara banyak peserta memanfaatkan kesempatan untuk mengabadikan momen bersama tukik-tukik yang menggemaskan.
Saat panitia memberikan aba-aba, seluruh peserta berdiri berjajar di sepanjang garis pantai sambil membawa batok kelapa yang masing-masing berisi seekor tukik. Anak-anak wisatawan mancanegara pun ikut berpartisipasi dengan penuh semangat.
Sesaat kemudian, tukik-tukik dilepas secara serentak. Dengan langkah kecil yang lincah, mereka bergerak menuju deburan ombak. Sorak-sorai dan tepuk tangan peserta mengiringi perjalanan mereka ke laut. Tukik yang bergerak lebih lambat bahkan mendapat dukungan dari para peserta yang berseru, “Ayo… ayo…!” agar segera mencapai air. Ada pula yang menyampaikan harapan sederhana agar suatu hari nanti tukik-tukik itu kembali ke Pantai Sanur untuk bertelur dan melanjutkan siklus kehidupannya.
General Manager Prama Sanur Beach Bali, I Gusti Nyoman Bagus Surya Candra Sasmita, SE, MM, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen hotel, selain memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu.
“Kami di Prama Sanur Beach Bali tidak hanya berfokus pada pelayanan kepada tamu, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan. Pelepasan tukik yang kami lakukan hari ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kami yang dirangkaikan dengan perayaan HUT ke-52,” ujarnya usai kegiatan.

Sebagai hotel yang tumbuh dan berkembang di kawasan pesisir Sanur, menurutnya sudah menjadi tanggung jawab Prama Sanur Beach Bali untuk terus berkontribusi menjaga kelestarian laut. Selain melalui pelepasan tukik, hotel juga secara rutin melaksanakan kegiatan bersih pantai sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir tetap lestari.
Usai pelepasan tukik, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman 15 pohon kelapa hibrida di area sekitar pantai dan hotel. Penanaman tersebut diharapkan dapat menghadirkan suasana pantai yang lebih hijau, teduh, dan nyaman, sekaligus mengembalikan identitas kawasan Sanur yang sejak dahulu dikenal dengan deretan pohon nyiur di sepanjang pesisirnya.
“Kami berharap pohon-pohon ini dapat tumbuh dengan baik. Demikian pula tukik yang hari ini dilepas ke laut, semoga suatu saat kembali ke pantai untuk bertelur. Itu menjadi simbol perjalanan kehidupan yang selaras dengan tema ulang tahun kami, Beyond the Journey, yaitu sebuah perjalanan yang terus membawa harapan menuju masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Perayaan HUT ke-52 Prama Sanur Beach Bali juga diisi berbagai kegiatan sosial dan kebersamaan, mulai dari family gathering bagi karyawan, kegiatan corporate social responsibility (CSR) dengan mengunjungi Panti Asuhan Dharma Jati di Klungkung, hingga donor darah yang dilaksanakan sehari setelah pelepasan tukik.
“Seluruh kegiatan ini kami lakukan agar dapat terus bersinergi dengan masyarakat sekitar sehingga konsep pariwisata berkelanjutan benar-benar dapat diwujudkan,” tambahnya.
Menurut Bagus, keterlibatan tamu dalam kegiatan lingkungan seperti pelepasan tukik dan penanaman pohon juga menjadi cara membangun ikatan emosional dengan wisatawan. Pengalaman tersebut diharapkan meninggalkan kesan mendalam sehingga mereka terdorong untuk kembali berkunjung ke Prama Sanur Beach Bali.
Puncak perayaan HUT ke-52 akan digelar pada 29 Juli 2026 melalui acara seremonial bersama seluruh keluarga besar hotel.

“Di usia ke-52 tahun ini, Prama Sanur Beach Bali telah melalui berbagai tantangan dan dinamika. Kini kami kembali bangkit dan optimistis dapat terus berkembang serta bersaing di industri pariwisata,” ujarnya.
Bagus Surya Candra Sasmita juga mengungkapkan rasa syukurnya atas tingkat hunian hotel yang terus menunjukkan tren positif. Sejak bangkit pascapandemi Covid-19 pada 2023 hingga pertengahan 2026, okupansi hotel terus meningkat.
“Kami sangat bersyukur. Tingkat hunian selama Juni hingga Juli 2026 rata-rata berada di atas 85 persen. Mayoritas tamu berasal dari Australia, Eropa, serta beberapa negara di Asia Tenggara,” jelasnya.
Menariknya, sekitar 40 persen dari total tamu tersebut merupakan repeater guest atau wisatawan yang telah beberapa kali menginap di Prama Sanur Beach Bali. Tingginya jumlah tamu yang kembali, menurut Bagus, menjadi bukti bahwa pelayanan yang mengedepankan keramahan khas Bali atau Balinese hospitality mampu menciptakan pengalaman menginap yang berkesan.
“Kami ingin setiap tamu merasa seperti berada di rumah sendiri. Dengan memberikan pengalaman terbaik selama menginap, kami berharap mereka selalu ingin kembali ke Prama Sanur Beach Bali,” tutup Bagus Surya Candra Sasmita.[T]
Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto































