28 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
June 28, 2026
in Esai
Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

Lukisan Landscape With Goose berukuran panjang 42 cm dan lebar 35 cm.

PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari,  sekitar jam 3 sore, cuaca relatif panas. Angin laut dari pantai sedikit membawa hawa sejuk, yang mana mengurangi rasa kegerahan. Saya bersama kawan kawan bali book party menunggu di ruang kafetaria dan taman museum yang berumput bernama Kobot Garden Venue. Bangunan besar di Kobot Garden Vanue menunjukkan gaya ukiran khas Bali pada pintu dan dindingnya . Memancarkan suasana Bali yang khas. Tiga puluh menit kemudian, pihak museum dan  koordinator Bali Book Party mengumumkan acara menjelajahi museum dimulai.

Museum pasifika memiliki sebanyak 600 Koleksi karya seni lukisan, ukiran dan patung. Merupakan karya  200 Seniman dari negara-negara Asia-Pasifik. Museum ini resmi berdiri tahun 2006. Popo Danes merupakan arsitek Bali yang merancang museum Pasifika. Moetaryanto P dan Philippe Augier adalah pendiri museum ini.

Menjelajahi museum bersama kawan-kawan Bali Book Party, saya memasuki galeri III yaitu galeri tempat menampilkan lukisan lukisan yang merupakan karya seniman Belanda yang pernah tinggal di Indonesia. Di  galeri III saya menjumpai lukisan berjudul Landscape with Goose. Merupakan Karya Arie Smit , seorang seniman asal Belanda. Karya lukis ini dibuat dengan cat akrilik di atas media kanvas.

Ketika mengamati karya ini dengan saksama, saya melihat warna-warni lukisan  yang terdiri dari hijau, biru dan putih. Bentuk-bentuk paling menonjol yang ada pada lukisan adalah rerumputan yang terendam air,  dua ekor angsa dan semak semak di tepi rerumputan terendam air.

Lukisan ini menggambarkan bentang lahan basah. Warna putih diantara warna hijau rerumputan menandakan pantulan dan pembiasan cahaya matahari pada  permukaan air yang tenang memperlihatkan warna mengkilap berfungsi sebagai cermin. Perbedaan indeks bias antara  udara dan air menciptakan pantulan yang menyerupai cermin. Warna pantulan yang bervariasi dari permukaan air relative tenang berasal dari gelombang kecil di permukaan air memecah pantulan sinar matahari menjadi titik-titik kilauan.

Lahan Basah

Pernahkan melihat rerumputan, semak dan pepohonan yang tumbuh di tanah dengan genangan air? Dimana akar , bagian bawah tanaman and bahan seluruh tanaman terendam air dan tetap tumbuh berembang?  Itulah lahan basah. Biasanya lahan basah berada di tempat yang lebih rendah dari sekeliling daratan. Sebagaimana air selalu mengalir dari tempat lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah, air akan mengisi tempat yang lebih rendah daripada sekelilingnya. Ini membuat lahan basah menjadi daerah peralihan antara lingkungan perairan permanen seperti sungai, danau dan laut dengan daratan yang memiliki drainase.

Salah satu keunikan lahan basah sebagai habitat peralihan adalah banyak serangga darat yang biasanya dijumpai di hutan , padang rumput dan pemukiman dan  serangga semi aquatic yang hidup di sungai dan danau secara bersama sama tinggal dan menggunakan habitat lahan basah1.

Wilayah lahan basah berkontribusi terhadap beragam manfaat sosial, biologis, ekologis dan ekonomi. Tak jauh dari museum Pasifika kita melihat dua jenis lahan basah yaitu padang lamun dan hutan bakau. Padang lamun dan hutan bakau berfungsi sebagai pelindung ekosistem pantai dari abrasi air laut. Akar dari padang lamun dan bakau menahan sedimen tanah sehingga stabil dan mencegah intrusi air laut ke darat sehingga menjaga air tanah di pemukiman dekat pesisir relatif aman digunakan. Tidak asin atau payau.  Jadi bakau dan lamun berfungsi sebagai hutan dan padang rumput di pesisir.

Bayangkan jika tanah tidak diselimuti rumput dan pohon. Air dan angin akan mengikis tanah sehingga terjadi tanah longsor karena tidak stabil dan hanyut ke tempat yang lebih rendah. Begitu pula pesisir dan laut yang kedalamannya kurang dari enam meter dimana lamun dan bakau tumbuh. Batang dan kanopi hijau pada lamun dan bakau berfungsi untuk memecah gelombang laut saat gelombang laut menghantam lamun dan bakau. Karena gelombang laut pecah , ini membuat daya erosinya lemah saat mencapai pesisir.  

Sebagaimana lahan basah yang terletak antara peralihan ekosistem darat dan akuatik, hutan bakau dan padang lamun berfungsi sebagai ginjal yaitu menyaring air yang berasal dari daratan yang sering berisi nitrat, zat kimia, sedimen dan limbah sebelum mencapai laut. Ini mengurangi polutan dan zat kimia yang mencapai laut. Ketika hutan bakau dan lamut dirusak, polutan dan sedimen langsung mengalir ke laut. Sehingga dasar laut tertutupi sedimen dalam jumlah melebihi batas layak dan permukaan laut deat pesisir menerima zat kimia secara berlebihan.

Pada ekosistem air tawar seperti sungai dan danau lahan basah bisa jadi jauh lebih penting sebab sungai dan danau merupakan air tawar yang sering jadi sumber air minum dan air untuk mandi dan mencuci. Air hujan yang jatuh ke lahan pertanian, jalan dan bangunan mengalir ke selokan yang mana selokan mengarah ke sungai dan danau. Air yang mengalir ini jelas mengandung berbagai zat kimia organik, inorganik dan sedimen. Kalau ini sampai di sungai dan danau sebelum disaring, sungai dan danau akan mengalami ledakan populasi ganggang yang mematikan biota sungai dan danau sebab sungai dan danau kelebihan nutrient. Menimbulkan bau tak sedap karena ganggang yang mati mengeluarkan gas metana.

Gas metana ini adalah sumber pemanasan global. Beda halnya jika air yang penuh nutrient mengalir ke lahan basah dahulu karena zat kimia organic dan inorganik digunakan oleh tanaman rawa , mikro organisme ,tanah dan biota rawa sehingga saat air mengalir dari rawa ke sungai dan danau, kadar zat kimia organik dan inorganik telah berkurang. Tanaman , mikroba dan hewan yang mati di rawa  terurai menadi unsur hara bagi tanah sehingga menyuburkan tanah. Sedimen yang mengalir sering menimbulkan pendangkalan sungai dan danau. Membuat perahu sulit menjelajahinya, sungai sulit berfungsi menggerakkan tenaga mikrohidro dan ikan yang butuh sungai dan danau dalam sulit hidup.

Air yang mengalir dari bangunan dan jalanan sering kali lebih hangat daripada air sungai dan danau karena bangunan dan jalanan menyerap panas jauh lebih banyak. Ketika air yang lebih hangat ini memasuki sungai dan danau, permukaan air sungai dan danau mengalami kenaikan suhu air yang drastis. Ini mengakibatkan ikan di sungai dan danau mati. Berbeda halnya jika air tersebut mengalir melewati lahan basah sebelum mencapai sungai dan danau sebab lahan basah mengurangi suhu air tersebut dengan melewati tanaman-tanaman yang tumbuh di lahan basah.

Lahan basah yang memperlambat aliran air dan ditambah dengan tanah berselimut vegetasi berfungsi untuk menampung air dan memulihkan air tanah. Air mendapat akses lebih banyak untuk menyerap ke dalam tanah.Ini jelas vital dalam menanggulangi banjir dan kekeringan secara bersamaan.  Inilah bukti lahan basah merupakan ginjal bumi.

Dari fungsi ekologis ini, lahan basah juga punya fungsi ekonomi. Sebagai tempat pembiakan ikan , kepiting dan udang, yang menjadi sumber protein, Bahan baku kerajinan tikar, dan anyaman dari alang-alang, dan bahan bangunan dari tanaman rawa lainnya. Sayuran dan buah sebagai makanan. Lalu, keragaman burung di lahan basah menjadi daya atraksi ekowisata selama kelestarian terjaga. Oleh karena itu, perlu pendekatan integratif dan interkonektivitas dalam mengelola lahan basah. Ekologi ekonomi, sosial, budaya dan hukum harus bersinergi. Ini bukanlah investasi jangka pendek, melainkan jangka panjang.[T]

 Sumber:

J.Mitsch, William. “Wetland: Human Use and Science.” Dalam buku berjudul Wetlands Fifth Edition, Chapter 1. New Jersey: Wiley & Sons,Inc.,Hoboken, 2015.

Penulis: Doni Sugiarto Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: alihfungsi lahanbumilingkunganSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

NGANDANG NGANJUH: ‘Unconscious Incompetence’ dalam Masyarakat Bali —Renungan Malam Kuningan

Next Post

Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

Bulan Juni Milik Empat Presiden

by I Nyoman Tingkat
June 28, 2026
0
Bulan Juni Milik Empat Presiden

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak...

Read moreDetails

Ishavasyam Idam Sarvam: Ketika Seluruh Alam Semesta Adalah Wujud Ilahi

by Agung Sudarsa
June 28, 2026
0
Ishavasyam Idam Sarvam: Ketika Seluruh Alam Semesta Adalah Wujud Ilahi

īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa...

Read moreDetails

Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

by T.H. Hari Sucahyo
June 28, 2026
0
Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin...

Read moreDetails

NGANDANG NGANJUH: ‘Unconscious Incompetence’ dalam Masyarakat Bali —Renungan Malam Kuningan

by Sugi Lanus
June 27, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong...

Read moreDetails

Tergopoh-gopoh di Hari Kuningan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Tergopoh-gopoh di Hari Kuningan

PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten,...

Read moreDetails

Kunang-Kunang yang Menghilang di Bali —Ketika Cahaya Kecil Padam, Apa yang Sesungguhnya Sedang Hilang dari Kesadaran Kita?

by Agung Sudarsa
June 27, 2026
0
Kunang-Kunang yang Menghilang di Bali —Ketika Cahaya Kecil Padam, Apa yang Sesungguhnya Sedang Hilang dari Kesadaran Kita?

"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar...

Read moreDetails

Tak Ada Kata Terlambat —Dari Ratnakara, Lubdhaka, Sri Ramakrishna hingga ‘The Turning Point Fritjof Capra’

by Agung Sudarsa
June 26, 2026
0
Tak Ada Kata Terlambat —Dari Ratnakara, Lubdhaka, Sri Ramakrishna hingga ‘The Turning Point Fritjof Capra’

"Di mata Sang Guru, tidak ada dosa yang tidak dapat ditebus, tidak ada jiwa yang berada di luar pelukan kasih-Nya."...

Read moreDetails

Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali

by I Nyoman Darma Putra
June 26, 2026
0
Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) memerlukan media massa untuk publikasi dan dokumentasi, sedangkan media massa memerlukan PKB untuk menunjukkan tanggung jawab...

Read moreDetails

Negeri Pesugihan

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 26, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, coba anda buka Netflix atau platform streaming apa pun yang sedang populer. Tidak perlu menggulir lama-lama,...

Read moreDetails

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
0
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

Read moreDetails
Next Post
Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bulan Juni Milik Empat Presiden
Esai

Bulan Juni Milik Empat Presiden

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak...

by I Nyoman Tingkat
June 28, 2026
Ishavasyam Idam Sarvam: Ketika Seluruh Alam Semesta Adalah Wujud Ilahi
Esai

Ishavasyam Idam Sarvam: Ketika Seluruh Alam Semesta Adalah Wujud Ilahi

īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa...

by Agung Sudarsa
June 28, 2026
Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan
Esai

Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin...

by T.H. Hari Sucahyo
June 28, 2026
Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi
Esai

Lahan Basah  Sebagai Ginjal Bumi

PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua...

by Doni Sugiarto Wijaya
June 28, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NGANDANG NGANJUH: ‘Unconscious Incompetence’ dalam Masyarakat Bali —Renungan Malam Kuningan

Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong...

by Sugi Lanus
June 27, 2026
Tergopoh-gopoh di Hari Kuningan
Esai

Tergopoh-gopoh di Hari Kuningan

PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten,...

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
Takut Galungan
Dongeng

Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu
Puisi

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

by Andi Wirambara
June 27, 2026
Kunang-Kunang yang Menghilang di Bali —Ketika Cahaya Kecil Padam, Apa yang Sesungguhnya Sedang Hilang dari Kesadaran Kita?
Esai

Kunang-Kunang yang Menghilang di Bali —Ketika Cahaya Kecil Padam, Apa yang Sesungguhnya Sedang Hilang dari Kesadaran Kita?

"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar...

by Agung Sudarsa
June 27, 2026
Melepas Dunia, Mengetuk Langit
Ulas Musik

Melepas Dunia, Mengetuk Langit

DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s...

by Ahmad Sihabudin
June 27, 2026
Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026

Rasa penasaran tampak jelas dari raut wajah ribuan penonton yang memadati Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Kamis 25 Juni 2026....

by Nyoman Budarsana
June 26, 2026
Tak Ada Kata Terlambat —Dari Ratnakara, Lubdhaka, Sri Ramakrishna hingga ‘The Turning Point Fritjof Capra’
Esai

Tak Ada Kata Terlambat —Dari Ratnakara, Lubdhaka, Sri Ramakrishna hingga ‘The Turning Point Fritjof Capra’

"Di mata Sang Guru, tidak ada dosa yang tidak dapat ditebus, tidak ada jiwa yang berada di luar pelukan kasih-Nya."...

by Agung Sudarsa
June 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co