25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
in Panggung
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

Anak-anak Sanggar Gamelan Suling Gita Semara sedang latihan | Foto: Budarsana

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan telinga seakan terpikat oleh keselarasan ekspresi (taksu) dan ritme gerak yang menyatu. Anak-anak muda menari dengan ekspresi ceria sekaligus penuh konsentrasi. Para penabuh memainkan gamelan, sementara para penari bergerak saling memberi kode melalui tatapan dan tempo. Aura spiritual benar-benar terpancar meskipun mereka masih tergolong sangat muda.

Semangat itulah yang terasa saat menyaksikan anggota Sanggar Gamelan Suling Gita Semara menjalani latihan Tari Legong khas Desa Peliatan pada Sabtu, 20 Juni 2026. Petang itu, puluhan generasi muda tampak serius mempersiapkan diri untuk tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 sebagai Duta Parade Palegongan Klasik Khas Kabupaten Gianyar. Mayoritas penabuh dan penarinya merupakan generasi muda berusia sekitar 20 tahun yang terlibat langsung dalam proses rekonstruksi.

Sanggar seni yang berlokasi di Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar tersebut dijadwalkan tampil di Gedung Ksirarnawa pada 22 Juni 2026 pukul 17.00 Wita. “Sanggar Gamelan Suling Gita Semara akan menampilkan rekonstruksi Tari Legong Lasem Klasik Peliatan generasi tahun 1969 serta rekonstruksi Tabuh Liar Samas gaya Peliatan, yang pernah berkembang pada masa keemasan seni Palegongan di Desa Peliatan,” ujar Ketua Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, I Wayan Sudiarsa, S.Sn., M.Sn., yang akrab disapa Pacet.

Anak-anak Sanggar Gamelan Suling Gita Semara sedang latihan | Foto: Budarsana

Kesenian menjadi ekspresi penting dalam merepresentasikan karakter dan identitas budaya suatu daerah. Desa Peliatan sendiri dikenal sebagai salah satu pusat kesenian Bali yang kuat dipengaruhi tradisi keraton atau puri. Salah satu warisan budaya yang menjadi identitas desa ini adalah kesenian Palegongan, dengan Tari Legong Lasem sebagai ikon utamanya.

Tari Legong Lasem telah menjadi energi positif dalam perkembangan kesenian di Desa Peliatan. Kesenian ini bahkan pernah mengantarkan nama Desa Peliatan ke panggung dunia pada tahun 1931 melalui misi kesenian ke Eropa dalam rangkaian L’Exposition Coloniale Internationale de Paris. “Hingga saat ini, kesenian Palegongan tetap lestari di Desa Peliatan,” kata Pacet.

Atas dasar itu, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar menunjuk Desa Peliatan sebagai duta dalam Parade Palegongan Klasik Khas Desa Peliatan pada PKB XLVIII Tahun 2026. Penunjukan tersebut menjadi bukti bahwa kesenian Palegongan Peliatan masih terjaga dengan baik, sekaligus menunjukkan bahwa proses transfer pengetahuan terus dilakukan oleh para seniman senior kepada generasi penerus.

“Pemerintah Desa Peliatan, baik desa adat maupun desa dinas, kemudian menunjuk Sanggar Gamelan Suling Gita Semara sebagai perwakilan desa untuk menyajikan keanggunan dan dinamika kesenian Palegongan Peliatan yang memiliki sejarah panjang dalam menopang peradaban budaya Bali sejak abad ke-19,” paparnya.

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara merupakan salah satu dari puluhan sekaa dan sanggar yang ada di Desa Peliatan yang berfokus pada pelestarian serta pengembangan kesenian khas daerah setempat. Para penabuh dan penari yang tergabung di dalamnya merupakan generasi muda Peliatan dengan rata-rata usia sekitar 20 tahun.

“Kepercayaan sebagai Duta Kabupaten Gianyar kami maknai sebagai kesempatan untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman terhadap kesenian Peliatan, khususnya Palegongan,” ungkap Pacet.

Kesempatan tersebut diwujudkan melalui rekonstruksi Tari Legong Lasem Klasik Peliatan generasi tahun 1969 serta rekonstruksi Tabuh Liar Samas gaya Peliatan. Generasi penari Legong Lasem tahun 1969 terdiri atas Ni Wayan Sriathi (Iluh Mas) sebagai penari Condong, Anak Agung Sri Utari, dan Ni Nyoman Suliasih sebagai penari Legong yang memerankan Prabu Lasem dan Rangkesari.

“Mereka merupakan generasi terakhir yang dibina langsung oleh maestro Palegongan Peliatan, yakni almarhum Gusti Biang Sengog, almarhum A.A. Gde Mandera, dan almarhum I Made Lebah. Dari tangan para maestro tersebut lahir generasi yang hingga kini masih aktif mengajar dan membina Tari Legong Lasem di Desa Peliatan,” jelasnya.

Para penari Legong yang akan tampil dalam PKB 2026 juga mendapatkan pembinaan langsung dari Ni Wayan Sriathi. Ia menjadi sumber data dan informasi utama dalam proses rekonstruksi yang dilakukan. Sebagai pembina utama tari, Ni Wayan Sriathi merupakan salah satu cucu kesayangan almarhum I Made Lebah.

Sementara itu, pembina utama tabuh dipercayakan kepada I Gusti Ngurah Sukra, salah satu cucu almarhum I Gusti Kompiang Pangkung.

Anak-anak Sanggar Gamelan Suling Gita Semara sedang latihan | Foto: Budarsana

Adapun rekonstruksi Tabuh Liar Samas gaya Peliatan dibina oleh I Wayan Lantir, putra almarhum I Made Gerindem, seniman Palegongan yang mengaransemen Tabuh Liar Samas menjadi gaya Peliatan. Seluruh narasumber yang terlibat dalam proses rekonstruksi merupakan tokoh yang memiliki kompetensi dan pengalaman mendalam dalam kesenian Palegongan Peliatan yang diwariskan secara turun-temurun.

Selain melakukan rekonstruksi kesenian klasik, Gamelan Suling Gita Semara juga menciptakan karya-karya baru yang berpijak pada tradisi klasik sebagai bentuk pengembangan yang selaras dengan semangat zaman. Sanggar ini akan menyajikan dua karya baru, yakni Tabuh Kreasi Palegongan berjudul “Rah Rawuh” dan Tari Kreasi Palegongan berjudul “Sulur Waringin”.

“Tabuh kreasi ini berpijak pada Tabuh Liar Samas, sedangkan tari kreasinya berangkat dari Tari Legong Lasem. Hal ini menjadi bukti bahwa kesenian klasik tetap terbuka untuk diamati, dieksplorasi, dan dikembangkan menjadi ungkapan artistik baru tanpa meninggalkan akar tradisinya,” ujarnya.

Pacet menegaskan, upaya rekonstruksi dan pengembangan tersebut tidak hanya dilakukan untuk kebutuhan pentas PKB semata. Program tersebut akan terus berlanjut melalui rekonstruksi berbagai kesenian klasik lainnya yang kemudian dikembangkan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.

Selain itu, proses transfer pengetahuan akan terus dilakukan kepada generasi muda Desa Peliatan, baik melalui tradisi lisan, dokumentasi tertulis, maupun praktik berkesenian secara langsung. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa PeliatanGianyarLegong Gaya PeliatanPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026seni klasik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Next Post

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co