23 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma Hidup Kembali, Menjadi Duta Kota Denpasar Tampil di PKB 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 19, 2026
in Panggung
Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma Hidup Kembali, Menjadi Duta Kota Denpasar Tampil di PKB 2026

Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma tampil pada saat pembinaan dari tim Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Jumat, 15 Mei 2026.

WARGA Banjar Bukit Buwung¸ Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur memiliki semangat untuk membangkitkan kembali kesenian dramatari arja yang sudah lama tidak dipentaskan, alias vakum. Pendukungnya kini, semuanya baru dengan merekrut generasi muda yang memiliki kemauan untuk melestarikan kesenian klasik yang telah diwarisi para leluhurnya tempo dulu. Termasuk memperbaharui kostum serta gamelan pengiringnya.

Pengemasannya juga sangat relevan yang mengedepan inovasi, sehingga tampil lebih segar dengan durasi yang tidak membosankan, serta tema cerita yang lebih fleksibel. “Kebangkitan kesenian arja ini bermula dari keinginan warga untuk “nangiang” Ida Bhatara di Pura Banjar Bukit Buwung pada 2018. Saat itu, warga hanya memperbaiki empat gelungan lama yang masih tersisa, seperti gelungan condong, mantri manis, mantra buduh, dan limbur,” kata Koordinator Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma, I Made Sumantra, Jumat, 15 Mei 2026.

Sumantra mengatakan, pada waktu itu baru sebatas memperbaiki gelungan peninggalan lama, belum ada penarinya. Keinginan menghidupkan kembali kesenian arja itu semakin kuat, pada saat karya di pura banjar, pada Tumpek Bubuh 2025. Kelian Banjar meminta warga segera mencari pelatih agar dramatari arja benar-benar bisa diwujudkan kembali. “Saya kemudian mencari pelatih atas rekomendasi seniman arja senior, Jero Ratna,” ucapnya.

Kesenian arja di Bajar Bukit Buwung itu pernah mengalami masa kejayaan sekitar tahun 1965-an, namun setelah itu jarang menerima pesanan pentas, dan akhirnya vakum. Arja tersebut kembali dipelajari hingga terbentuk sekaa dramatari arja baru bernama Giri Nata Kusuma. Upaya pelestarian tersebut pun mendapat sambutan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, dengan mempercayai sebagai duta Kota Denpasar untuk tampil pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. “Ini kesempatan yang membanggakan, ini juga tantangan bagi kami,” ucapnya.

Para penabuh Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma

Sebab, dalam proses pembentukan sekaa, warga lokal menjadi prioritas sebagai penari dan pendukung pementasan untuk keberlanjutan tradisi tetap terjaga. Tak hanya itu, pemilihan pemain juga banyak melibatkan keturunan para pemain arja generasi sebelumnya. Tradisi regenerasi itu dinilai penting agar karakter dan roh kesenian tetap terpelihara. “Dulu kakeknya menjadi penasar, sekarang diteruskan anak atau cucunya. Jadi memang ada kesinambungan generasi,” ucap Sumantra senang.

Satu hal menarik dari pemilihan penari arja itu, setelah mengalami trance, kerauhan warga pada saat piodalan di pura di banjar tersebut. Ketika piodalan itu, beberapa warga secara spontan menari atau melantunkan tembang arja meski tidak pernah belajar sebelumnya. Ada yang kerauhan dengan menari tokoh limbur, condong, bahkan matembang arja secara alami. “Penari condong yang masih berusia muda itu, terpilih setelah sebelumnya mengalami kerauhan dan menarikan karakter condong saat piodalan,” aku pria yang juga pelatih iringan dramatari arja itu.

Diawal dramatari arja ini dibangkitkan, hanya didukung 7 penari saja. Namun, setelah didapuk menjadi duta seni Kota Denpasar, tokoh-tokoh yang ada dalam pertunjukan dramatari arja ditampilkan semua, sehingga menjadi 11 penari. Penambahan tokoh ini juga dikuatkan dengan adanya tanda pada piodalan di tahun 2025. Pada saat itu mementaskan arja dengan 7 penari. Ketika tokoh mantra buduh ngelembar (menari), tiba-tiba salah satu warga bangkit dan menari tokoh mantra manis tanpa sadarkan diri. “Dari tanda itu, jumlah penari arja kemudian dilengkapi sesuai dengan kebuthan tampil di ajang PKB,” imbuhnya.

Dari total pemain yang terlibat, hanya dua orang yang belum menikah, sementara lainnya merupakan warga Banjar Bukit Buwung yang sudah berkeluarga. Setelah dipercaya tampil di PKB, para pemain kemudian dilatih oleh sejumlah seniman senior, sepeti Made Sudira dan Jero Ratna serta dibantu pelatih dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Made Sudarsana melatih tabuh, Made Sudira, Jero Ratna, Wayan Rumasih, serta Rimbit. “Ini menjadi tugas berat bagi kami karena sebagian besar penarinya adalah warga banjar yang tidak semuanya memiliki dasar tari maupun tembang,” ujar Sumantra.

Ni Ketut Cangkir, pemeran condong, salah satu penari senior yang masih hidup

Latihan perdana dimulai pada 18 Januari 2026 setelah dilakukan prosesi nuasen. Demi mengejar persiapan tampil di PKB, latihan dilakukan secara intensif. Atas usulan Jero Ratna, dramatari arja yang akan dipentaskan mengangkat lakon “Katung Pingit”, selaras dengan tema PKB 2026, “Atma Kerthi”. Judul tersebut juga terinspirasi dari kondisi arja lama di Banjar Bukit Buwung yang hanya menyisakan katung dan gelungannya saja. “Katung itu dulu tetap disakralkan walaupun lama tidak digunakan. Dari situlah ide cerita ini muncul,” jelasnya.

Pementasan Dramatari Arja Klasik Giri Nata Kusuma tersebut akan diiringi barungan gamelan geguntangan, seperti tradisi masa lalu. Namun satu instrumen lama bernama “ber”, alat musik berbentuk lingkaran menyerupai rebana, tidak lagi digunakan karena sudah rusak dimakan rayap. “Penabuh dan semua barungan gamelan geguntangan itu tergolong baru,” imbuhnya.

Sementara itu, seniman senior Ni Ketut Cangkir yang dahulu pernah menjadi pemeran Condong mengaku bangga melihat semangat generasi muda menghidupkan kembali kesenian arja di banjarnya. “Saya senang anak-anak muda sekarang mau belajar dan membentuk kembali sekaa dramatari arja di banjar ini,” ujarnya.

Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Wayan Narta, mengatakan keberadaan seni Arja di kawasan Kesiman memang memiliki jejak sejarah yang kuat. Bahkan sejumlah atribut dan perlengkapan kesenian lama seperti gelungan Arja masih tersimpan dan kini kembali diangkat sebagai bagian dari upaya revitalisasi seni tradisi. “Secara historis memang ada kesenian Arja di desa tersebut. Itu yang sekarang kami angkat kembali,” paparnya.

Arja merupakan salah satu seni dramatari klasik Bali yang memadukan unsur tembang, dialog, tari, dan lawakan. Di Kota Denpasar, kesenian ini pernah berkembang kuat di sejumlah wilayah seperti Kesiman, Pedungan, hingga Sanur. Namun dalam beberapa dekade terakhir, keberadaannya mulai jarang dipentaskan sehingga kini kembali digeliatkan oleh generasi pelaku seni.

I Made Sumantra

Selain Arja, Denpasar juga masih memiliki sejumlah kesenian klasik yang tetap dijaga keberlangsungannya, seperti Joged Gandrung, Gambuh, Wayang Wong, Topeng Pajegan, hingga Gender Wayang. Sejumlah kesenian tersebut terus dikembangkan melalui sanggar-sanggar seni berbasis desa adat serta pembinaan generasi muda.

Ia menilai langkah Denpasar mengedepankan kesenian berbasis akar tradisi desa menjadi strategi penting dalam menjaga identitas budaya lokal di tengah perkembangan seni modern. Pemerintah Kota Denpasar berharap pola pembinaan berbasis komunitas itu mampu melahirkan regenerasi seniman baru sekaligus menjaga keberlanjutan seni klasik Bali di masa mendatang. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: arjadramatari arjaKesiman PetilanPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Lock Accounts, Shaken Trust’: Perlunya Transparansi Komunikasi Perbankan

Next Post

Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails
Next Post
Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co