PERAHU KATA
Ingin kau tatap ombak dari tepi gunung
terlintas segala pelayaran yang usai dan landai
daun kering terpantul cahaya
batu pijak dipeluk pasir
burung berterbangan menyerukan pulang
Namun sayangnya
kau harus tetap berada di atas sana
bersama bekal yang tadi sempat kau siapkan
Tahun demi tahun
pohon-pohon itu menyaksikan
lintasan pelik yang kau harus lalui, dengan kaus seadanya
keringat dimana mana
upah sepantasnya
Yang terpenting bagimu
aku tidak tenggelam disini
walau mimpimu yang tenggelam jauh di tengah samudera
jadilah kolaborasi dua jiwa tak berdaya
Ku berbisik pada bumi
andai ada perahu kata, maka aku akan terus merakitnya
menyeberang dengan nyanyian bahagia
singgah sebentar
untuk sekedar menyapamu dan duduk bersama
SEPERTIGA YANG HILANG
Malam sendu tiada bunyi
mengusir lelap dari mataku
kehilangan sepertiga-nya
hanya untuk mengadu
Tak peduli rinduku pada mimpi
dosa menatapku tajam saat ini
ia tertahan, ingin menuntut sebelum waktunya
Dug, dug, dug
kubenturkan kepala ke segala arah
meledak!
jadilah ribuan pecahan resah
kesendirian berebut bicara, seakan ingin didengar seluruh penjuru dunia
bukan ingin didengar oleh-Nya
Namun di balik hilangnya arah, ia tunjukkan lewat sajak indah
bisakah puisi seindah ini?
tak pernah ada yang bisa menjawab
Ia yang hadir tanpa perlu diminta, mulia tanpa perlu dipuja
Meski tak pantas ku idamkan lapisan langit ke tujuh
bertemu para jiwa lemah lainnya
ku percaya telah ada delapan jalan
untuk melewati dua belas labirin panjang
BISIK SEGARA
Jukung-jukung digelar,
ramai menghiasi pesisir.
Jiwa-jiwa menengadah tangan,
menjaga, merayakan,
hingga terik perlahan menarik.
Limpahlah,
selamatkan,
pergilah, wahai marabahaya,
dari malam-malam dingin
hingga fajar tiba.
Terapung doa
tak ada kambing, tak ada sapi,
namun tukarlah dengan ikan.
Jika ada yang harus ditelan,
biarlah yang kecil,
agar yang besar belajar bersyukur.
Telah kunanti,
kupelihara dan pahami,
berjabat segara,
melarung sesaji.
PETIK KOPI
Memerah pipi memerah
diiringi biji kopi yang kian memerah
hari panen tiba dan tak ada pesta
tapi jelas ada senyum bahagia
Pagi berkabut jiwa kalang kabut
setahun sudah diinanti
bukan tak tahu ingin ditukar apa
tapi sudah ada janji yang juga ikut menunggu
Ini lebih baik daripada tidak sama sekali
melimpah lah syukur atas cinta bumi
tanah gembur kian subur
Tangan-tangan menunduk rendah
memetik harap satu persatu
bahkan dedaunaunan mengucap selamat
semoga hasil hari ini
cukup untuk semua
cukup untuk besok
dan seterusnya
JUMANTARAKU
Ada sebuah pepatah yang indah
datang sebagai pemula, pulang jadi legenda
dan kuiringi setiap langkah
dengan penuh doa dan harapan yang nyata
Berlari bersama menuju cahaya
rentangkan sayapmu dan siap lewati dunia
genggamlah tanganku dan hapus tangismu
percayalah bahwa keajaiban itu nyata adanya
Kitalah jumantara
bersinarlah jumantara
jadi elang angkasa tinggi melintasi cakrawala
Terbanglah jumantara
teriakkan jumantara
sebutlah selalu namanya dan bangga akan kisahnya
oh Jumantaraku
oh Jumantaraku
Andai bisa ku tunjukkan hujan di dalam hatiku
namun semua telah terbayar dengan senyum sapa indahmu
hingga ku yakin bisa lewati semua rasa sakit ini
karena ku dapat sayap yang kuat dari baris pasukan yang terhebat
Kitalah jumantara
bersinarlah jumantara
jadi elang angkasa tinggi melintasi cakrawala
terbanglah jumantara
teriakkan jumantara
sebutlah selalu namanya dan bangga akan kisahnya
oh Jumantaraku
oh Jumantaraku
.
Penulis: Zahra Vatim
Editor: Adnyana Ole





























