Yayasan Mudra Swari Saraswati dengan bangga kembali menghadirkan Ubud Artisan Market (UAM), curated market yang merayakan kreativitas, komunitas, dan kerajinan tangan lokal berkualitas. Mengusung semangat kebersamaan dan eksplorasi, UAM menjadi ruang bagi pengunjung untuk bertemu langsung dengan para pelaku kreatif berbakat dari Indonesia dan mancanegara. UAM tidak hanya menjadi market, tetapi juga ruang untuk berbagi, belajar, dan merayakan keberagaman praktik kreatif, dari yang berakar pada tradisi hingga berkembang secara kontemporer.
Kali ini UAM kembali menghadirkan The Weaving Stories, sebuah program yang merayakan warisan tekstil Nusantara. Program ini menjadi semakin istimewa karena kehadiran perajin dari Jayapura, Papua yang didukung oleh Torajamelo dan The Samadha Institute. Dan juga perajin muda dari Kapuas Hulu Kalimantan Tengah, yang dihadirkan oleh Tradisi Textile dan Mahakarya Tenun. Kehadiran ini membuka kesempatan bagi pengunjung untuk terhubung langsung dengan akar tradisi yang masih lestari hingga saat ini.
Selain itu, UAM juga memperkaya pengalaman pengunjung melalui kolaborasi lintas komunitas dan partisipasi artisan dari berbagai latar. Whispers of Stone dari Taiwan dan Heycyann, seniman tato semi-permanen berbahan alami dari Singapura, turut menghadirkan perspektif lintas budaya. Di sisi lain, berbagai artisan lokal juga menghadirkan produk seperti perhiasan, wastra, dan beragam karya kerajinan lainnya. Berbagai aktivitas interaktif turut meramaikan suasana melalui workshop, diskusi, serta program komunitas bersama Black Hand Gang, Jalan Gembira, Urban Stride dan inisiatif lainnya. Terdapat pula program gratis berbasis tari, yaitu, Tari Pendet bersama Ibu Mamik & Kultara dan Demo Tato Mentawai bersama Kulok Manai.
“Ubud Artisan Market selalu kami bayangkan sebagai ruang yang hangat dan terbuka, tempat orang dapat terhubung tidak hanya dengan karya, tetapi juga dengan cerita dan manusia di baliknya. Kami ingin setiap pengunjung pulang dengan pengalaman yang terasa dekat dan bermakna,” ujar Janet DeNeefe, Pendiri dan Direktur Ubud Artisan Market.
Untuk memeriahkan suasana Paskah, kami juga menghadirkan Bunny & Friends: Gentle Animal Encounter, yaitu pengalaman interaksi dengan kelinci yang hangat dan edukatif. Program ini terbuka untuk anak-anak maupun orang dewasa, dengan pendampingan yang memastikan interaksi berlangsung secara aman dan nyaman, sekaligus mengajak peserta untuk memahami pentingnya perawatan serta empati terhadap hewan.
Ubud Artisan Market berlangsung pada 3 hingga 5 April 2026, mulai pukul 11.00 hingga 20.00 WITA, bertempat di Taman Baca Ubud, Jl. Raya Sanggingan, dan terbuka gratis untuk umum. Selama tiga hari, pengunjung dapat menikmati berbagai pengalaman dalam satu tempat, mulai dari eksplorasi lebih dari 70 brand lokal dari Bali dan seluruh Indonesia, mencicipi aneka pilihan kuliner, hingga mengikuti beragam aktivitas seperti workshop, kids corner, community events, weaving demo, diskusi, dan penampilan musik. [T][Rls/Ado]





























