6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ke Rumah Nan Tumpah #10 : Pameran Silotigo ‘Rukun Paksa/Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan’ dan Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

tatkala by tatkala
February 10, 2026
in Budaya
Ke Rumah Nan Tumpah #10 : Pameran Silotigo ‘Rukun Paksa/Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan’ dan  Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

Ke Rumah Nan Tumpah

DUA bulan setelah banjir bandang dan galodo melanda 16 kabupaten kota di Sumatera Barat, Komunitas Seni Nan Tumpah menggelar Ke Rumah Nan Tumpah (KRNT) #10. Kegiatan ini diadakan tanggal 7-14 Februari 2026, bertempat di Ruang Temu Nan Tumpah, Korong Kasai Padang Pariaman. KRNT merupakan program rutin Komunitas Seni Nan Tumpah sejak tahun 2017, diharapkan dapat membuka ruang dialogis antara masyarakat di Korong Kasai, Padang Pariaman lewat medium seni.

KNRT kali ini akan diisi dengan sebuah pameran bertajuk Rukun Paksa/Berakit-rakit ke Hulu, Tinggal di Genangan. Pameran ini merupakan presentasi tunggal pertama kolektif Silotigo. Mereka adalah Imam Teguh Sy, Olimsyaf Putra Asmara, dan Boy Nistil. Ketiganya bertemu secara kerja artistik pada program Kaba Rupa Galanggang Arang, kemudian kolaborasi berlanjut hingga hari ini. Pada rentang itu, ketiga seniman asal Sumatera Barat ini giat membangun kerja kolaborasi.

“Tema ini merespon kondisi ekologis di Sumatera Barat. Di mana air yang menggenangi kawasan tak hanya dimaknai sebagai sesuatu yang menghanyutkan material. Banjir juga mengingat sekaligus mencatat dampak alih fungsi lahan, penggundulan hutan, pengerukan, dan tata ruang yang tidak mempertimbangkan kondisi ekologis,” ujar Mahatma Muhammad, kurator pameran. (5/2)

Sekretariat Komunitas Seni Nan Tumpah berada di dalam lanskap ini. Ia terletak di Perumahan Bumi Kasai Permai, sebuah kawasan di Kabupaten Padang Pariaman yang dibangun sejak tahun 1996 dan mulai ramai dihuni pada 1998. Sejak masa awal hunian itulah, banjir telah menjadi bagian dari pengalaman kolektif warga. Dengan kata lain, kawasan ini tidak pernah benar-benar bebas dari air. Genangan bukan peristiwa baru, melainkan kondisi yang menyertai sejarah pemukiman itu sendiri.

Ke Rumah Nan Tumpah

Selama satu bulan, kolektif Silotigo—Imam, Olim, dan Boy—menjalani residensi di lokasi tersebut. Ruang kerja mereka menyatu dengan ruang hidup warga, dengan fasilitas yang terbatas dan kondisi yang kerap berubah. Dalam situasi ini, seni tidak diposisikan sebagai aktivitas terpisah, melainkan sebagai medium perjumpaan dengan lingkungan dan masyarakat sekitar. Karya-karya yang dihasilkan lahir dari material sisa dan limbah yang ditemukan di sekitar lokasi, serta merespon langsung ruang-ruang warga seperti dinding rumah dan gudang.

“Ketiganya tidak datang sebagai pembawa solusi, pendidik atau pemberi nilai. Mereka hadir sebagai tamu yang perlu membaca situasi sosial, memahami batas, dan menyesuaikan diri dengan ritme kehidupan warga,” tambah Mahatma.

Menurutnya, krisis lingkungan hari ini lahir dari cara kita memperlakukan alam sebagai sesuatu yang bisa dipisah-pisah dan diambil manfaatnya. Perencanaan ruang memutus hubungan hulu dan hilir, sementara pengetahuan lokal diabaikan. Alam takambang jadi guru, kadang hanya direnungi ketika bencana datang. Karena itu, ruang pamer hadir di wilayah yang hidup dengan ingatan banjir dan ketidakpastian, tempat seni berjalan berdampingan dengan kondisi lingkungan yang terus berubah.

Anton, ketua RT 4 di lokasi sekretariat Nan Tumpah menyampaikan dukungannya. Kebetulan, rumahnya juga adalah salah satu yang dimural oleh ke-3 seniman residensi.

“Kami dan seluruh tokoh masyarakat mendukung kegiatan ini. Kehadiran kegiatan seni di lingkungan ini harapannya bisa memperkuat kekompakan dan rasa peduli antar warga,” ujarnya.

Boy Nistil, perupa asal Solok sekaligus anggota kolektif Silotigo, menjelaskan bahwa penggunaan material limbah dari sekitar lokasi merupakan pilihan sadar dalam proses berkarya. Baginya, seni dapat mengubah benda-benda yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi sesuatu yang bermakna.

Pengalaman bekerja secara kolektif dan berbaur dengan warga bukan hal baru untuknya, mengingat ia mendirikan kolektif seni rupa Kaday Loket di Solok. Tantangan yang paling terasa selama residensi di Padang Pariaman adalah penyesuaian suhu, yang mencapai 30 hingga 32 derajat Celsius setiap hari.

Kondisi serupa juga dialami oleh Imam Teguh Sy, anggota Silotigo yang berdomisili di Padang Panjang. Ia menyebut suhu sebagai salah satu tantangan selama proses residensi. Selebihnya, aktivitas berinteraksi dengan warga telah menjadi bagian dari praktik kerjanya. Proses berkarya berlangsung di ruang hidup masyarakat, di tengah kehadiran anak-anak Kelana yang mengikuti kelas seni, serta percakapan dengan warga lanjut usia yang kerap mempertanyakan aktivitas dan arti nama dari Silotigo.

Olimsyaf Putra Asmara menyampaikan bahwa pameran ini akan menampilkan karya individual masing-masing perupa serta karya kolaborasi yang dihasilkan selama masa residensi. Selama tujuh hari pelaksanaan pameran, ketiga perupa Silotigo juga akan melakukan live painting di atas kanvas berukuran besar yang dipasang di halaman Ruang Temu Nan Tumpah.

Selain itu, Silotigo diminta untuk membuat sampul visual lagu Kelana. “Secara khusus, Nan Tumpah meminta kami bertiga merespons lagu Kelana dalam bentuk visual. Setiap hari lagu itu kami putar berulang-ulang saat bekerja untuk meresapi semangatnya,” ujar Olim.

Ke Rumah Nan Tumpah

Rangkaian Ke Rumah Nan Tumpah #10 juga menghadirkan Zona (Ny)Aman Seni, yakni presentasi hasil belajar semester kedua Kelana Akhir Pekan yang berlangsung pada Oktober 2025 hingga Februari 2026. Sebanyak 56 anak dari sekitar sekretariat Komunitas Seni Nan Tumpah terlibat dalam gelar karya ini. Mereka selama satu semester telah mengikuti berbagai kelas, mulai dari silek, seni rupa, musik, tari, teater, hingga menulis kreatif. Nantinya akan ada pertunjukan siswa Kelana Akhir Pekan, pameran karya siswa Kelana, dan peluncuran buku fiksi siswa Kelana.

7 Hari Bersama Ke Rumah Nan Tumpah #10

Selain pameran dari Silotigo dan Gelar Karya Kelana, juga ada penampil lain yang hadir pada gelaran ini. Diantaranya Bandar Kertas Buram; Sanggar Museum Parang Sintuak; Komunitas Kiraiku Nan Jombang; Obe jo Gogo; Komunitas Laguna Nusantara. Ada juga tur dan diskusi pameran Silotigo, pelatihan kriya berbahan limbah, launching lagu Kelana serta pemutaran film.

Adapun rangkaian kegiatannya; 7 Februari 2026: pembukaan Ke Rumah Nan Tumpah #10, pertunjukan Sanggar Museum Parang Sintuak, pertunjukan Bandar Kertas Buram, serta pembukaan tur pameran Silotigo.

8–12 Februari 2026: live painting Silotigo, tur pameran, pelatihan kriya berbahan limbah, dan pemutaran film. 13 Februari 2026: live painting Silotigo, pembukaan gelar karya Kelana Akhir Pekan, pertunjukan kelas musik, kelas tari anak, dan kelas silek. 14 Februari 2026: live painting Silotigo, pertunjukan Obe jo Gogo, pertunjukan kelas tari remaja, pertunjukan Komunitas Kiraiku Nan Jombang, pertunjukan kelas tari anak, pertunjukan Komunitas Laguna Nusantara, pertunjukan kelas teater, serta penutupan Ke Rumah Nan Tumpah #10. [T]

Tags: festivalkomunitasKomunitas Seni Nan TumpahPadang Pariaman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pecalang, Sabar atau Harus Diburu-Buru? —Antara Janji, Urgensi dan Bali Hari Ini

Next Post

Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
0
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

Read moreDetails

Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

GUBERNUR Bali secara resmi menutup pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu 28 Pebruari...

Read moreDetails

Selama Bulan Bahasa Bali 2026, Penyuluh Bahasa Bali Berhasil Konservasi 486 Cakep Lontar

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
179 Cakep Lontar Terawat dengan Baik di Gria Ida Pedanda Gede Made Gunung

SELAMA pelaksanaan Bulan Bahasa Bali, Februari 2026, Penata Layanan Operasional (Penyuluh Bahasa Bali) Dinas Kebudayaan Provinsi Bali berhasil melakukan konservasi dan...

Read moreDetails

‘Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak SD Asyik Membuat Bola Kasti Berbahan Janur

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
‘Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak SD Asyik Membuat Bola Kasti Berbahan Janur

ANAK-anak yang terdiri dari laki-laki dan perempuan duduk melantai di Wantilan Taman Budaya Propinsi Bali. Meski dari sekolah yang berbeda,...

Read moreDetails

Anak-anak Muda Ramai-ramai Ramal Nasib di Stand Gotra Pangusada Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Anak-anak Muda Ramai-ramai Ramal Nasib di Stand Gotra Pangusada Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

STAND Gotra Pangusada Bali yang ada dalam pameran Bulan Bahasa Bali VIII menjadi favorit pengunjung. Sejak pameran itu dibuka bersamaan...

Read moreDetails

‘Malajah Sambil Mapalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak Ceria Belajar dan Bermain

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
‘Malajah Sambil Mapalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak Ceria Belajar dan Bermain

PERCAYA atau tidak, agenda malajah sambil maplalianan (belajar sambal bermain) di ajang Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 menjadi favorit...

Read moreDetails

Warisan Lontar di Jembrana: I Ketut Arnyana Simpan 28 Cakep dan Tika Kuno

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
Warisan Lontar di Jembrana: I Ketut Arnyana Simpan 28 Cakep dan Tika Kuno

Rumah I Ketut Arnyana di Banjar Batuagung, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, mendadak menjadi pusat konservasi dan digitalisasi lontar, Rabu (25/2/2026)....

Read moreDetails

Workshop ‘Mababaosan Basa Bali’ untuk  OPD dan Penyiar Agar  Tak Takut Rapat Hari Kamis

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
Workshop ‘Mababaosan Basa Bali’ untuk  OPD dan Penyiar Agar  Tak Takut Rapat Hari Kamis

PEMERINTAH Provinsi Bali mewajibkan penggunaan Bahasa Bali setiap hari Kamis. Kebijakan itu sempat membuat sebagian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) takut...

Read moreDetails

Penyuluh Bahasa Bali Temukan Saduran Lontar Sutasoma Tahun 1855 di Gria Suksuk Sibangkaja

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
Penyuluh Bahasa Bali Temukan Saduran Lontar Sutasoma Tahun 1855 di Gria Suksuk Sibangkaja

Konservasi, identifikasi dan digitalisasi lontar serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali VIII kini berlanjut ke Kabupaten Badung. Kegiatan tersebut dipusatkan di...

Read moreDetails

Enam Wimbakara Serentak di Bulan Bahasa Bali 2026, Pengunjung pun Bingung Memilih

by Nyoman Budarsana
February 23, 2026
0
Enam Wimbakara Serentak di Bulan Bahasa Bali 2026, Pengunjung pun Bingung Memilih

Sebanyak enam lomba lintas generasi memikat perhatian pengunjung dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali VIII, Sabtu (21/2/2026). Ragam wimbakara (lomba) yang...

Read moreDetails
Next Post
Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co