22 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ke Rumah Nan Tumpah #10 : Pameran Silotigo ‘Rukun Paksa/Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan’ dan Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

tatkala by tatkala
February 10, 2026
in Budaya
Ke Rumah Nan Tumpah #10 : Pameran Silotigo ‘Rukun Paksa/Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan’ dan  Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

Ke Rumah Nan Tumpah

DUA bulan setelah banjir bandang dan galodo melanda 16 kabupaten kota di Sumatera Barat, Komunitas Seni Nan Tumpah menggelar Ke Rumah Nan Tumpah (KRNT) #10. Kegiatan ini diadakan tanggal 7-14 Februari 2026, bertempat di Ruang Temu Nan Tumpah, Korong Kasai Padang Pariaman. KRNT merupakan program rutin Komunitas Seni Nan Tumpah sejak tahun 2017, diharapkan dapat membuka ruang dialogis antara masyarakat di Korong Kasai, Padang Pariaman lewat medium seni.

KNRT kali ini akan diisi dengan sebuah pameran bertajuk Rukun Paksa/Berakit-rakit ke Hulu, Tinggal di Genangan. Pameran ini merupakan presentasi tunggal pertama kolektif Silotigo. Mereka adalah Imam Teguh Sy, Olimsyaf Putra Asmara, dan Boy Nistil. Ketiganya bertemu secara kerja artistik pada program Kaba Rupa Galanggang Arang, kemudian kolaborasi berlanjut hingga hari ini. Pada rentang itu, ketiga seniman asal Sumatera Barat ini giat membangun kerja kolaborasi.

“Tema ini merespon kondisi ekologis di Sumatera Barat. Di mana air yang menggenangi kawasan tak hanya dimaknai sebagai sesuatu yang menghanyutkan material. Banjir juga mengingat sekaligus mencatat dampak alih fungsi lahan, penggundulan hutan, pengerukan, dan tata ruang yang tidak mempertimbangkan kondisi ekologis,” ujar Mahatma Muhammad, kurator pameran. (5/2)

Sekretariat Komunitas Seni Nan Tumpah berada di dalam lanskap ini. Ia terletak di Perumahan Bumi Kasai Permai, sebuah kawasan di Kabupaten Padang Pariaman yang dibangun sejak tahun 1996 dan mulai ramai dihuni pada 1998. Sejak masa awal hunian itulah, banjir telah menjadi bagian dari pengalaman kolektif warga. Dengan kata lain, kawasan ini tidak pernah benar-benar bebas dari air. Genangan bukan peristiwa baru, melainkan kondisi yang menyertai sejarah pemukiman itu sendiri.

Ke Rumah Nan Tumpah

Selama satu bulan, kolektif Silotigo—Imam, Olim, dan Boy—menjalani residensi di lokasi tersebut. Ruang kerja mereka menyatu dengan ruang hidup warga, dengan fasilitas yang terbatas dan kondisi yang kerap berubah. Dalam situasi ini, seni tidak diposisikan sebagai aktivitas terpisah, melainkan sebagai medium perjumpaan dengan lingkungan dan masyarakat sekitar. Karya-karya yang dihasilkan lahir dari material sisa dan limbah yang ditemukan di sekitar lokasi, serta merespon langsung ruang-ruang warga seperti dinding rumah dan gudang.

“Ketiganya tidak datang sebagai pembawa solusi, pendidik atau pemberi nilai. Mereka hadir sebagai tamu yang perlu membaca situasi sosial, memahami batas, dan menyesuaikan diri dengan ritme kehidupan warga,” tambah Mahatma.

Menurutnya, krisis lingkungan hari ini lahir dari cara kita memperlakukan alam sebagai sesuatu yang bisa dipisah-pisah dan diambil manfaatnya. Perencanaan ruang memutus hubungan hulu dan hilir, sementara pengetahuan lokal diabaikan. Alam takambang jadi guru, kadang hanya direnungi ketika bencana datang. Karena itu, ruang pamer hadir di wilayah yang hidup dengan ingatan banjir dan ketidakpastian, tempat seni berjalan berdampingan dengan kondisi lingkungan yang terus berubah.

Anton, ketua RT 4 di lokasi sekretariat Nan Tumpah menyampaikan dukungannya. Kebetulan, rumahnya juga adalah salah satu yang dimural oleh ke-3 seniman residensi.

“Kami dan seluruh tokoh masyarakat mendukung kegiatan ini. Kehadiran kegiatan seni di lingkungan ini harapannya bisa memperkuat kekompakan dan rasa peduli antar warga,” ujarnya.

Boy Nistil, perupa asal Solok sekaligus anggota kolektif Silotigo, menjelaskan bahwa penggunaan material limbah dari sekitar lokasi merupakan pilihan sadar dalam proses berkarya. Baginya, seni dapat mengubah benda-benda yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi sesuatu yang bermakna.

Pengalaman bekerja secara kolektif dan berbaur dengan warga bukan hal baru untuknya, mengingat ia mendirikan kolektif seni rupa Kaday Loket di Solok. Tantangan yang paling terasa selama residensi di Padang Pariaman adalah penyesuaian suhu, yang mencapai 30 hingga 32 derajat Celsius setiap hari.

Kondisi serupa juga dialami oleh Imam Teguh Sy, anggota Silotigo yang berdomisili di Padang Panjang. Ia menyebut suhu sebagai salah satu tantangan selama proses residensi. Selebihnya, aktivitas berinteraksi dengan warga telah menjadi bagian dari praktik kerjanya. Proses berkarya berlangsung di ruang hidup masyarakat, di tengah kehadiran anak-anak Kelana yang mengikuti kelas seni, serta percakapan dengan warga lanjut usia yang kerap mempertanyakan aktivitas dan arti nama dari Silotigo.

Olimsyaf Putra Asmara menyampaikan bahwa pameran ini akan menampilkan karya individual masing-masing perupa serta karya kolaborasi yang dihasilkan selama masa residensi. Selama tujuh hari pelaksanaan pameran, ketiga perupa Silotigo juga akan melakukan live painting di atas kanvas berukuran besar yang dipasang di halaman Ruang Temu Nan Tumpah.

Selain itu, Silotigo diminta untuk membuat sampul visual lagu Kelana. “Secara khusus, Nan Tumpah meminta kami bertiga merespons lagu Kelana dalam bentuk visual. Setiap hari lagu itu kami putar berulang-ulang saat bekerja untuk meresapi semangatnya,” ujar Olim.

Ke Rumah Nan Tumpah

Rangkaian Ke Rumah Nan Tumpah #10 juga menghadirkan Zona (Ny)Aman Seni, yakni presentasi hasil belajar semester kedua Kelana Akhir Pekan yang berlangsung pada Oktober 2025 hingga Februari 2026. Sebanyak 56 anak dari sekitar sekretariat Komunitas Seni Nan Tumpah terlibat dalam gelar karya ini. Mereka selama satu semester telah mengikuti berbagai kelas, mulai dari silek, seni rupa, musik, tari, teater, hingga menulis kreatif. Nantinya akan ada pertunjukan siswa Kelana Akhir Pekan, pameran karya siswa Kelana, dan peluncuran buku fiksi siswa Kelana.

7 Hari Bersama Ke Rumah Nan Tumpah #10

Selain pameran dari Silotigo dan Gelar Karya Kelana, juga ada penampil lain yang hadir pada gelaran ini. Diantaranya Bandar Kertas Buram; Sanggar Museum Parang Sintuak; Komunitas Kiraiku Nan Jombang; Obe jo Gogo; Komunitas Laguna Nusantara. Ada juga tur dan diskusi pameran Silotigo, pelatihan kriya berbahan limbah, launching lagu Kelana serta pemutaran film.

Adapun rangkaian kegiatannya; 7 Februari 2026: pembukaan Ke Rumah Nan Tumpah #10, pertunjukan Sanggar Museum Parang Sintuak, pertunjukan Bandar Kertas Buram, serta pembukaan tur pameran Silotigo.

8–12 Februari 2026: live painting Silotigo, tur pameran, pelatihan kriya berbahan limbah, dan pemutaran film. 13 Februari 2026: live painting Silotigo, pembukaan gelar karya Kelana Akhir Pekan, pertunjukan kelas musik, kelas tari anak, dan kelas silek. 14 Februari 2026: live painting Silotigo, pertunjukan Obe jo Gogo, pertunjukan kelas tari remaja, pertunjukan Komunitas Kiraiku Nan Jombang, pertunjukan kelas tari anak, pertunjukan Komunitas Laguna Nusantara, pertunjukan kelas teater, serta penutupan Ke Rumah Nan Tumpah #10. [T]

Tags: festivalkomunitasKomunitas Seni Nan TumpahPadang Pariaman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pecalang, Sabar atau Harus Diburu-Buru? —Antara Janji, Urgensi dan Bali Hari Ini

Next Post

Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

by tatkala
July 25, 2026
0
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

Read moreDetails

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

Read moreDetails

Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

PESTA Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi mengumumkan para pemenang berbagai kategori lomba. Dalam pengumuman yang disiarkan secara langsung...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

by tatkala
June 23, 2026
0
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

Read moreDetails

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
0
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

by tatkala
June 13, 2026
0
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

Read moreDetails

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

by Satria Aditya
May 31, 2026
0
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

Read moreDetails

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

by Nyoman Budarsana
May 30, 2026
0
The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Kemegahan karya seni “The Octopus Queen” di kawasan Broken Beach, Nusa Penida, sukses mencuri perhatian salah satu perhelatan dunia dalam...

Read moreDetails
Next Post
Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 21, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
Lampu Merah dan Mental Menerabas
Esai

Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

by Angga Wijaya
August 20, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Ajian Jaran Goyang

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

by Chusmeru
August 20, 2026
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia
Budaya

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

by tatkala
August 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co