23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mendidik Sebuah Kota dengan Kebutuhan Membaca —Soft launching Anima tokobuku di Kota Singaraja

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
January 24, 2026
in Esai
Omong Kutang Kutang

Kadek Sonia Piscayanti

SAAT ini siapa yang butuh membaca. Siapa yang butuh makna. Siapa yang butuh ruang ketiga.

Pada saat saya kecil, di tahun 1990an saya membayangkan kota ini sebagai Kota Singa yang gagah, menakjubkan, membanggakan. Dari semua cerita bapak saya, tidak pernah saya dengar cerita buruk sekalipun soal Singaraja. Saya selalu menaruh kota ini di puncak ingatan sebagai kota terbaik.

Lalu tiba-tiba di tahun 1999 sekira bulan Oktober, karena dunia politik panas, tiba-tiba di kota Singaraja terjadi kebakaran di mana-mana, bahkan perpustakaan juga hampir ludes terbakar. Saya masih ingat, buku-buku berserakan dan berhamburan hampir dilalap api. Saya sangat sedih, karena buku-buku yang nyaris terbakar itu adalah sebuah tanda buruk bagi sebuah kota. Saya menyelamatkan beberapa. Berjalan kaki memunguti yang tersisa dari puing-puing. Kesedihan itu rasanya masih ada dan saya ingat betul rasanya.

Dan kini, hampir 27 tahun setelah peristiwa itu, 2026, saya merasa sudah saatnya Singaraja membangun kembali sebuah kebutuhan membaca yang besar.

Namun kebutuhan membaca tidak datang tiba-tiba. Dia tidak jatuh dari langit. Dia harus diciptakan dan diupayakan untuk ada.

Lebih dalam lagi, kita harus tahu mengapa.

Ketika 1 orang bisa membaca tidak serta merta orang di sekitarnya akan suka membaca juga. Ketika 1 rumah dipenuhi buku, tidak berarti tetangganya juga punya setumpuk buku. Membaca adalah pilihan. Namun pilihan dapat dibuat, dianjurkan, dan diketoktularkan.

Untuk sebuah kota, bernama Singaraja, kebutuhan itu bukan lagi sebuah kemewahan, tapi keharusan. Sangat tidak berlebihan jika kota ini mau berbenah, berpikir, dan berubah kea rah yang lebih progresif, sebuah toko buku mutlak ada.

Perjuangan menghadirkan toko buku di Singaraja bukan tanpa alasan. Ke mana para pecinta buku pergi jika tak ada surga buku di Singaraja. Perpustakaan milik pemerintah memang ada, namun tidak cukup menjadi sumber rujukan buku terbaru, buku yang membuat kita berpikir, buku yang membuat kita menyangsikan makna, buku yang membuat kita melahirkan perspektif baru, buku yang menggugah rasa untuk terus bertumbuh.

Berpuluh tahun berlalu sejak saya SD, saya mendambakan sebuah pusat literasi yang bagus, yang bisa memberi saya rasa hangat dan nyaman ketika membaca dan membiarkan imajinasi bekerja untuk membuat sebuah dunia alternatif yang bisa menawar luka di dunia nyata.

Dan itu akhirnya tidak terjadi sampai akhirnya pada tahun 2008 saya membuat perpustakaan kecil keluarga yang datangnya dari koleksi suami dan koleksi sendiri. Sebuah perpus mini yang terus bertumbuh dan mendominasi rumah kami yang juga terus bertumbuh. Perpus ini membersamai perjalanan saya sebagai perempuan, sebagai ibu, sebagai manusia yang berevolusi.

Saya sadar sebagai perempuan, saya harus rakus membaca. Salah satu kerakusan yang dianjurkan adalah rakus membaca. Saya membawa buku bersama saya ketika sedih, marah, kecewa, dan menulis buku untuk mneyalurkan respons saya.

Saya tertolong oleh buku-buku ini. Saya merasa harus memberi sebuah respons jika buku telah berhasil saya baca. Sampai titik ini, saya tak pernah benar-benar selesai rakus membaca dan masih akan terus begitu. Ruang Mahima adalah ruang dimana manusia menemukan sesuatu yang mereka rindukan, tempat bercerita, ruang ketiga, ruang alternatif, dan ruang jeda dari segala kecepatan massif dunia. 

Kini di tahun 2026, hampir 18 tahun perjalanan membangun rumah baca dan rumah pengetahuan yang kami sebut Mahima, kami hadirkan sebuah alternatif baru, sebuah wadah baru bernama Anima tokobuku.

Perjalanan ini telah menempuh proses 18 tahun dan tidak lahir dari ruang hampa. Mahima kini menjelma menjadi sebuah jejaring ekosistem baca dan tulis yang cukup berdampak, memiliki sebuah festival sastra, dan telah merancang pembibitan penulis-penulis pemula sejak lama.

Kehadiran Anima bukan sebuah akal-akalan gimmick, tapi sebuah kebutuhan dan kerinduan untuk belajar dalam sistem yang lebih rapi, manajemen perbukuan yang diusahakan bersama.

Anima diniatkan sebagai sebuah ruang belajar menata idealism dan realita, sebuah titik yang jarang bertemu dengan imbang, namun diusahakan dan diterjadikan.

Pada akhirnya, manusia memang harus menemukan makna dalam dirinya, sebuah keharusan yang dia harus gali sepanjang hidupnya.

Sebuah kota, juga harus menemukan dirinya, menemukan maknanya. Dihidupi oleh manusia di dalamnya. Orang yang tinggal di sana. Di Singaraja, Anima hadir untuk menemukan kembali makna Singaraja, mengapa harus ada Singaraja untuk apa dan mau kemana.

Mendidik kota dengan sebuah kebutuhan membaca yang harus terus menerus dipelihara dan dirayakan bersama.

Sebuah kehadiran, yang denyutnya terasa masih kecil, tapi senantiasa terus ada.

Penulis: Kadek Sonia Piscayanti
Editor: Adnyana Ole

Tags: BukuKomunitas MahimaKota Singarajamembaca
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

Next Post

Guru Seni Budaya yang Mencipta Karya —Catatan  Uji Komposisi dan Pameran Karya Mahasiswa Prodi Pendidikan Seni di Bali Utara

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Guru Seni Budaya yang Mencipta Karya —Catatan  Uji Komposisi dan Pameran Karya Mahasiswa Prodi Pendidikan Seni di Bali Utara

Guru Seni Budaya yang Mencipta Karya ---Catatan  Uji Komposisi dan Pameran Karya Mahasiswa Prodi Pendidikan Seni di Bali Utara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co