SKETSA MALAM
Saban malam kau bercerita
seseorang yang memahat mayatnya
menjelma penari api oleh dendamnya.
Kegilaan mempesona jiwanya menemukan
gua purba dan lukisan perburuan di tubuhnya.Dan
merasa diri kuda namun bertanduk menjangan
sekaligus pemburu yang diburu hewan buruannya.
Saban malam,
tentang itu juga ceritamu.Mungkin
dia pernah menggoda
yang suntuk memahat kematiannya.Keberaniannya
menarik jiwanya ke rawa
mengular jadi kalimayat.Dan apa ada
yang kau sembunyikan di balik tragedi, atau lupa
kau barangkali takut terlibat
sebagai saksi biografi kematiannya.
SKETSA LUKA
Sihir angin membuat arah hidup berubah tak lagi tergantung
pada angin menikmati kegembiraan sesaat, keyakinan dangkal
mudah membuat jadi pemuja, seperti baling-baling mudah
berubah arah. Bertaruh segalanya.Kalah.
Kekalahan adalah bagian yang tak bisa dibagi lukanya.
Apa yang bisa dipertahankan kecuali luka
dibawa menari di kubangan api.Debukan
semuanya.Debukan.Dan menjelmalah
sebagai burung phonik nan anggun.
SKETSA ORANG KECIL
Gantilah kata sejarah dalam perjalanan ini. Pilih
saja diksi air sungai pahit atau kalimat berujung
muara mencium bibir pantai lalu
mengenal luas kata cinta jika disebut laut.Berpeluang
jadi ikan kecil. Atau perahu kecil bergelut ombak.
Terjungkal.Kalah oleh nasib.
Tak seperti perompak
kekuasaan menghunus pedang
menghadapi takdir.
Orang-orang kecil, jika kau setuju menyebut itu kita,
mata leluasa hati gembira menyimak makna
pada segala wajah yang dihadapkan semesta
termasuk lukanya adalah luka kita bersama.Banjirnya
adalah banjir air mata bersama memaksa kita
pasrah menerima.
Kita tak pernah belajar melawan
kecuali menghindar.
SKETSA KELAHIRAN
Beri satu nama sebelum padi bunting melahirkan
cerita melalui tangis pertamanya.Jika perempuan
namakan saja Kesari, sebab jaman penuh prahara.
Kesari adalah singa, penulis sejarah kekuasaan
dengan hati cemerlang. Dan zaman telah
melewati masa revolusi berada
di legiun pejuang kemerdekaan
tak pernah mengajarkan ketakutan.
Hanya Singasari
menulis sejarah dengan tikaman
mewarisankan perang dan keris
diasah dengan darah.
SKETSA BUTA
Daripada sakit hati juga
tak lebih baik dari sakit gigi apa sebaiknya
menjadi buta? Tidak tuli.
Menemukan gema suara kepastian tentang
masa depan yang tak dingin. Siapa tahu
menawarkan tiket keberangkatan
tanpa retorika dan unjuk rasa hingga mikrofon
meleleh di tengah huru-hara.
Agar kalian tahu saja
aku sangat pengecut
menerima kekalahan kekal seumur hidup
takut sejarah mengulang
ke titik awal yang berdarah.
SKETSA BLUE JEANS
Di saku celana blue jeans lusuh hanya ada
sepotong diksi yang gatal untuk menjumpai
kata sambung yang dibawa entah kemana
oleh jaket kumal berambut oranye.
Pernyataan cinta tak pernah dijawab.
Betapa sulit meyakinkan. Dengan alasan
zaman telah merayunya untuk setia seumur hidup
merayakan kesepian.
Jika saja mau
memberi rasa teduh sudah cukup
sebagai pohon dan menyahut
panggilan dengan rasa sentuh
agar pernah merasa memiliki seorang sahabat
selain diksi yang mati di kantong blue jeans kucal
Jika tidak,
apa yang tinggal,kecuali kesepian
secuil kenangan bersijingkat.
Perjalanannya menemukan jejak waktu di stasiun
keberangkatan yang tiketnya dibayar
dengan rasa kosong.
.
Penulis: I Nyoman Wirata
Editor: Adnyana Ole



























