26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengapa Desain ‘User Interface’ Aplikasi Meditasi Selalu Bernuansa Pastel?

Muhammad Syahrul Wafda by Muhammad Syahrul Wafda
December 17, 2025
in Esai
Mengapa Desain ‘User Interface’ Aplikasi Meditasi Selalu Bernuansa Pastel?

Muhammad Syahrul Wafda

MELIHAT era revolusi industri 4.0 saat ini, salah satu perubahan yang saya rasakan yaitu masifnya penggunaan media digital. Hal tersebut dilandasi dengan perkembangan zaman dari media konvensional menuju digital, di mana semua orang bisa sangat mudah untuk melakukan sesuatu dengan bantuan aplikasi yang ada di perangkat seperti smartphone.

Tak bisa dikesampingkan hal tersebut sangat membantu kebutuhan sehari-hari kita. Dengan digitalisasi saat ini tentu ada beberapa penyesuaian dari cara berkomunikasi kita, yang awalnya perlu bertemu secara langsung (face to face) sekarang bisa menggunakan sebuah aplikasi.

Salah satu contohnya konsultasi mengenai kesehatan mental ke praktisi spiritualis tidak perlu lagi datang menemui langsung, bisa diakses menggunakan aplikasi meditasi. Hal ini tentu dapat dimanfaatkan bagi orang yang tidak sempat konsultasi secara langsung karena mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sehingga tidak memiliki waktu luang yang cukup banyak.

Dalam aplikasi tentu hal yang sangat penting dalam desain yaitu mengenai user interface (UI). Ini bertujuan untuk membuat interaksi menjadi mudah, efisien, dan menyenangkan, atau sering disebut juga sebagai antarmuka pengguna. Dalam kesatuan desain biasa disebut sebagai hierarki visual, meliputi tipografi, warna, gambar (ilustrasi) dan tata letak (layout).

 Dari keempat unsur tersebut saling mempengaruhi agar desain yang dibuat menjadi harmoni (kesatuan) dengan pemilihan tipografi dan warna yang pas, gambar atau ilustrasi yang pendukung, serta pembuatan layout user interface aplikasi yang mudah untuk digunakan. Seperti aplikasi meditasi yang selalu menggunakan warna pastel dan UI yang disajikan juga terkesan simple dan minimalis. Dibalik semua itu tentu ada korelasinya, seperti meditasi itu sendiri ditujukan untuk orang yang ingin mencari terapi ketenangan jiwa. Agar user experience lebih mengena lagi pemilihan warna menjadi hal yang penting.

Psikologi Warna Pastel

Berbicara mengenai warna, warna pastel memang sangat cocok digunakan untuk aplikasi meditasi. Warna pastel itu sendiri meliputi merah muda (baby pink, dusty pink), biru muda (baby blue, sky blue), hijau mint, ungu muda (lavender, lilac), kuning lembut (butter yellow), oranye muda (peach, salmon), dan warna netral (beige, krem, abu-abu muda).

Semuanya memiliki karakteristik warna yang cenderung hangat (warm color), bisa memberikan kesan kalem dan menenangkan bagi pengguna. Hal ini selaras dengan tujuan dari meditasi itu sendiri untuk mencari ketenangan. Efek tersebut bisa masuk ke dalam psikologi warna untuk relaksasi, karena dapat memberikan hal positif seperti menenangkan dan meredakan. Jadi intinya, keseimbangan elemen seperti warna, tipografi, ilustrasi dan layout dalam kesatuan desain memiliki nilai yang sangat penting baik itu dari segi estetika maupun dari segi penyampaian pesannya.

Desain sebagai Alat Komunikasi Visual

Ketika saya membaca buku “DEKAVE” karya Sumbo Tinarbuko dari Dosen Desain Komunikasi Visual ISI Yogyakarta, Beliau mengutip statemen seperti ini: “Desain Komunikasi Visual senantiasa berhubungan dengan penampilan rupa yang dapat diserap orang banyak dengan pikiran maupun perasaannya. Rupa yang mengandung pengertian atau makna, karakter serta suasana, yang mampu dipahami (diraba dan dirasakan) oleh khalayak umum atau terbatas” (T. Sutanto (2005:15-16).

Dari kutipan tersebut saya memiliki kesimpulan bahwa desain tidak bisa lepas dari makna yang ingin disampaikan oleh desainer (komunikator), karena desain itu sendiri bisa digunakan untuk menyampaikan pesan dalam bentuk verbal dan visual kepada khalayak (komunikan). Karena pada suatu desain ada juga yang tidak hanya menampilkan secara gambar atau ilustrasi saja tetapi dengan penjelasan verbal seperti tulisan, seperti contoh desain infografis dan user interface. Karena selain menyajikan sesuatu yang infromatif, perlu juga menampilkan sesuatu yang menarik dari segi visual.

Kaitannya dengan Psikologi Komunikasi

Kemudian dalam buku Psikologi Komunikasi karya Jalaluddin Rakhmat dalam proses berfikir, kata “persepsi” memiliki arti hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Dalam konteks ini pesan yang dimaksud berupa desain sebagai alat komunikasi visual.

Tentu melalui tahap sensai terlebih dahulu yang ditangkap oleh mata (indera visual) kemudian disalurkan menuju otak kita untuk berfikir mencari tahu apa maksud dan tujuan dari pesan visual yang ditampilkan. Tentu ini bisa mempengaruhi psikologi kita dalam merespon atau menyimpulkan hal tersebut.

Seperti contoh diatas desain user interface pada aplikasi meditasi harus dibuat menyesuaikan dengan unsur-unsur meditasi, salah satunya warna pastel yang merepresentasikan nuansa relax dan santai. Supaya pengguna bisa seakan-akan merasakan ketenangan yang sama seperti praktik langsung dengan praktisi spiritual, walaupun hanya menggunakan smartphone sebagai alat praktiknya. Hal tersebut ada kaitannya dengan stimuli, yang mempengaruhi persepsi kita saat menggunakan aplikasi. Kurang lebih seperti itu cara kerja psikologi warna dalam suatu desain.

Kesimpulan

Jadi, kesimpulan dari saya warna pastel dalam desain user interface aplikasi meditasi bukan sekadar soal estetika yang “lagi tren”. Pilihan visual ini berangkat dari kebutuhan psikologis pengguna yang datang ke aplikasi meditasi dengan kondisi pikiran yang lelah, penuh distraksi, atau bahkan cemas.

Warna pastel bekerja sebagai penenang visual tidak mengintimidasi, tenang, dan minim kontras yang tajam. Ia memberi ruang bagi pengguna untuk bernapas, memperlambat ritme, dan fokus pada pengalaman batin mereka. Ini menjadi bentuk komunikasi diam-diam antara aplikasi dan penggunanya: bahwa di sini tidak ada tekanan, tidak ada kompetisi, hanya ruang aman untuk berhenti sejenak.

Maka, nuansa pastel dalam UI aplikasi meditasi bisa dipahami sebagai strategi komunikasi visual yang selaras dengan tujuan utama meditasi itu sendiri menciptakan ketenangan dan keseimbangan di tengah hingar-bingar dunia digital. [T]

Penulis: Muhammad Syahrul Wafda
Editor: Adnyana Ole

Tags: desainmeditasiPsikologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Awas Banjir Hoaks, Banjir Medsos

Next Post

I Wayan Tusti Adnyana Beber Gaya Kekebyaran Gong Abdi Budaya Banjar Anyar dalam Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa”

Muhammad Syahrul Wafda

Muhammad Syahrul Wafda

Mahasiswa Prodi S2 Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah UIN SAIZU Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
I Wayan Tusti Adnyana Beber Gaya Kekebyaran Gong Abdi Budaya Banjar Anyar dalam Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa”

I Wayan Tusti Adnyana Beber Gaya Kekebyaran Gong Abdi Budaya Banjar Anyar dalam Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co