13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Parenting: Investasi Karakter di Masa Depan

Almeera Firdausy Kinasih by Almeera Firdausy Kinasih
December 7, 2025
in Esai
Parenting: Investasi Karakter di Masa Depan

Ilustrasi Canva

SUARA alarm berdering pukul 04.30 pagi. Suaranya terdengar di setiap sudut rumah yang masih terlelap. Tubuh-tubuh yang tertidur mulai menggeliat. Sepasang mata perlahan-lahan terbuka. Hampir di setiap pagi hari ada “drama” di rumah kami. Ya, apalagi kalau bukan adik perempuanku yang susah dibangunkan – ia masih terlelap di mimpinya. Begitu pun aku – yang tidak pernah benar-benar terbangun karena suara alarm itu. Bagi kita alarm sesungguhnya adalah suara khas bapak saat membangunkan untuk sholat subuh. Suaranya lugas, hangat dan penuh perhatian.

Sementara bapak masih berjibaku membangukan adik, tiba-tiba ibu sudah berada di samping tempat tidurku. Semua jendela kamar telah terbuka lebar. Embusan angin pagi yang beraroma tanah basah, ciri khas bau tanah saat turun hujan – menyelinap masuk kamar dan menyapu rasa kantukku. Ibu selalu menjadi orang yang pertama kali masuk kamarku di pagi hari. Ia  juga yang membangunkanku untuk sholat,  merapikan tempat tidur, dan membersihkan kamar. Tanpa banyak bicara – ia sebenarnya telah memberikan parenting class terbaiknya. Perhatiannya tak pernah absen dan tak pernah setengah-setengah. Banyak hal kecil yang tanpa kusadari telah berkembang menjadi kebiasaanku sehari-hari.

Suasana tiba-tiba menjadi hening dan khusyuk. Saat kami sekeluarga sedang menjalankan sholat subuh. Sejak kecil, aku diajarkan untuk bisa sholat tepat waktu dan tidak meninggalkanya. Dan setelah sholat berjamaah, biasanya ada semacam pesan yang disampaikan bapak kepada kami, misalnya: sholat adalah ibadah yang memberikan kesempatan untuk berdialog batin dengan Allah swt. secara langsung. Jika hal itu terlewatkan, maka kita akan kehilangan kesempatan langka tersebut. Setiap detik yang terbuang adalah bagian hidup yang tak bisa kembali. Pesan itu sangat lekat di ingatanku, seperti kunci yang membuka pintu-pintu kesadaran. Sholat bukan sekadar ritual, tetapi wujud syukur dan pengingat tujuan sebenarnya tentang hidup.

            Aktivitas yang tak pernah terlewatkan selanjutnya adalah jogging. Bapak mengajarkan keseimbangan antara kebutuhan batin dan fisik. Meskipun aku seringnya suka mager – bapak tak pernah menyerah begitu saja. Dalam hal fisik, aku tidak seperti adikku – ia rajin berolahraga dan mengatur pola makan dengan ketat. Postur tubuhku kecil bahkan tidak setinggi adikku. Kadang aku merasa minder. Tapi bapak tak pernah melihatku sebagai “anak kecil”. Ia melihatku sebagai “pejuang besar” yang terus bertumbuh. Setiap anak berhak untuk mendapatkan kepercayaan. Setiap anak diberi kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri.

Sepulang jogging, biasanya ibu telah menyiapkan sarapan yang menyehatkan. Dengan kepiawaiannya memasak, dalam sekejap berbagai menu telah tersaji di meja makan, seperti: sayur sup jamur, ayam goreng, dan tempe. Tidak lupa buah-buahan dan susu. Ini bukan semata rutinitas biasa, tapi begitulah bahasa cintanya — tak terucap tapi membekas sempurna.

Bagiku selalu saja ada “we time” bersama kedua orang tuaku – di sela kesibukannya masing-masing. Memang bukan masalah kuantitas, tapi lebih ke kualitas. Mereka tidak hanya menjadi orang tua saja. Mereka bahkan bisa menjadi teman, guru, bahkan konsultan personal yang bisa diandalkan. Bagaimana tidak? Bayangkan saja, sepulang sekolah yang melelahkan – curhatanku masih punya tempat untuk didengar dengan penuh perhatian oleh ibu. Konseling gratis bukan? Ya, ini bisa kulakukan karena kebetulan jam pulang sekolah dan jam pulang kerja Ibu sama. Hampir bisa dipastikan aku selalu bisa pulang sekolah bersama ibu

Peran kedua orang tuaku terasa seperti paket komplit – keduanya saling melengkapi. Selalu ada ruang di setiap kekosongan diriku. Peran bapak sudah seperti mesin pencari ala google – kamus berjalan bagiku. Banyak hal yang aku ingin ketahui terjawab dengan logis, make sense, dan analoginya mudah dipahami. Begitu pun seorang ibu yang mengisi kekosonganku dengan perannya, seperti: mengajarkanku hafalan, ilmu sosial, keuangan, life skill dan lain-lainnya. Ibuku sangat bisa diandalkan.

Dari keduanya aku belajar banyak hal. Tidak semuanya tentang akademis. Tapi dalam hal soft skill dan life skill, seperti: belajar menerima kekalahan, menjadi pribadi yang dewasa, tumbuh kembang simpati, dan banyak hal lainnya. Ya, merekalah role model terbaikku. Saya meyakini hal-hal seperti itulah yang membersamai tumbuhkembangnya karakterku sejauh ini.

Satu hal lagi yang sangat menginspirasi dari mereka – banyak aturan yang berlaku di rumah berasal dari kesepakatan bukan paksaan, seperti: istirahat cukup, beribadah tepat waktu, disiplin mengelola uang saku, dan lain-lain. Aturan berlaku untuk semua anggota keluarga dengan prinsip keadilan yang demokratis. Aturan bukan sekedar larangan, tapi sebagai bentuk perlindungan yang membentuk karakter. Sebuah investasi di masa depan. Masa depanku yang berada di era media sosial, modernisasi, dan segala bentuk disrupsi digital lainnya. [T]

Penulis: Almeera Firdausy Kinasih
Editor:Adnyana Ole

Tags: anak-anakorang tuaparentingPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Celeng dan Tali | Cerpen Yuditeha

Next Post

Dharma Tula di Makassar: Ruang Bertanya, Ruang Bertumbuh bagi Umat Hindu di Perantauan

Almeera Firdausy Kinasih

Almeera Firdausy Kinasih

Lahir di Solo, 2010. Siswi kelas X SMA N 4 Semarang. Penikmat komik Detective Conan karya Gosho Aoyama disamping hobi lainnya, seperti: menggambar, membaca novel, memasak, membuat cerita komik, dan menulis. Pernah menjadi juara pertama menulis cerpen tingkat SMP N 1 Ungaran. Peraih juara kedua OPSI tingkat Kabupaten Semarang 2024 dan kompetisi online IPA (Juara 1 Tingkat Provinsi Jawa Tengah – 2023 ) dan Bahasa Inggris (Juara 2 Tingkat Provinsi Jawa Tengah - 2023).

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Dharma Tula di Makassar: Ruang Bertanya, Ruang Bertumbuh bagi Umat Hindu di Perantauan

Dharma Tula di Makassar: Ruang Bertanya, Ruang Bertumbuh bagi Umat Hindu di Perantauan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co