MELEPASKAN kemelekatan yang baik, yang sering menjadi tujuan hidup, seperti harta, tahta dan cinta, sering menjadi masalah dan berdampak buruk terhadap kehidupan.
Kemelekatan terhadap harta justru sering berujung kecemasan dan kekhawatiran, bahkan tidak jarang karena harta bisa terjadi perkelahian bahkan pertumpahan darah, seperti masalah warisan dan sebagainya.
Kemelekatan terhadap jabatan pun demikian, demi sebuah jabatan sering kita lihat mau menggadaikan semuanya, sampai harga diri pun digadaikan. Dan setelah jabatan itu harus dilepaskan karena sudah waktunya, maka muncul sakit (post power sindrome).
Begitu juga kemelekatan terhadap cinta. Ketika orang yang kita cintai meninggal, karena kemelekatannya sangat kuat, maka akan menimbulkan kesedihan berkepanjangan sampai depresi dan sebagainya.
Padahal apapun yang kita miliki, saatnya nanti harus kita lepaskan, karena apa yang menjadi milik kita sejatinya bukanlah milik kita.
Begitu pun rasa tidak mengenakkan, sakit hati, dan sejenisnya, yang disebabkan oleh perlakuan orang lain kepada kita — itu pun harus kita lepaskan.
Ada sebuah cerita inspiratif dari seekor ular yang terluka oleh gergaji, karena ular merasa ada yang melukai maka secara naluri ular itu membelit gergaji itu, dan apa yang terjadi, ular tambah berat lukanya bahkan karena terlalu kuat membelit gergaji itu akhirnya ular itu mati.
Dalam kehidupan tidak jarang kita mendapatkan rasa sakit yang datang dari orang lain, baik dari ucapannya atau tindakannya, dan kebanyakan dari kita tidak mau melepaskan hal itu — tetap melekat sampai menimbulkan rasa cemas , sakit berkepanjangan yang tentunya berdampak buruk terhadap kondisi tubuh, stress, tidak bisa tidur, tidak fokus bekerja yang akhirnya berbagai penyakit pun bisa dialaminya.
Bahkan saking melekatnya dengan rasa sakit itu, sampai menimbulkan rasa kebencian dan pembalasan sampai terjadi pertumpahan darah dan korban jiwa pun bisa terjadi .
Seperti kejadian berdarah di Songan baru baru ini yang sampai menimbulkan dua korban jiwa dan 1 orang luka berat. Hal itu jelas karena di antara mereka tidak ada yang mau melepaskan rasa sakit yang dialaminya dengan berbagai alasan seperti harga diri. Dan akhirnya semua dirugikan termasuk desa setempat menjadi kotor (leteh). Sama juga dengan kasus bunuh diri yang akhir-akhir ini sering terjadi.
Belajar dari cerita ular, kalau ular itu saat dilukai oleh gergaji dan langsung gergaji itu dilepaskan, maka ular itu akan selamat, dan dengan berjalannya waktu luka akan sembuh.
Terkadang melepaskan sesuatu memang berat, maka belajarlah melepaskan karena sejatinya kebahagiaan diawali ketika kita mampu melepaskannya. [T]
Penulis: Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
Editor: Adnyana Ole


























