DI acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Komunikasi IAHN Mpu Kuturan, berbagi kasih dengan ngejot di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Jumat, 5 September, 2025.
Ngejot adalah tradisi berbagi makanan, dan dalam berbagi itu HMPS Ilmu Komunikasi IAHN Mpu Kuturan menyasar warga kurang mampu terutama di kalangan lanjut usia (lansia) sebagai penerima manfaat.
“Tujuan dari kegiatan ngejot atau bakti sosial ini, menyasar lansia kurang mampu,” kata Gede Dodi Septiawan, ketua pelaksana.
Dalam kegiatan itu HMPS Ilmu Komunikasi IAHN Mpu Kuturan berkolaborasi dengan Buleleng Social Community (BSC), serta sejumlah donatur lainnya. Kegiatan itu berjalan dengan semestinya.
Ada dua puluh paket sembako disalurkan langsung kepada dua puluh penerima manfaat di desa itu.
Donasi langsung disalurkan pada masyarakat. Salah satunya Wayan Lastri dengan usianya sudah lanjut usia.
“Saya sangat senang. Bantuan yang diberikan ini sangat meringankan beban keluarga saya dan terasa sekali manfaatnya dalam memenuhi kebutuhan hidup bagi keluarga saya,” kata Wayan Lastri, warga penerima manfaat.
Sampai di situ, Lastri juga merasakan betul bantuan itu sebagai bentuk perhatian dan kepedulian dari mahasiswa.

Kegiatan Ngejot itu juga mendapat perhatian dari aparat desa. Babinsa Desa Ambengan I Made Widiasa yang hadir dalam acara itu menyampaikan apresiasinya terhadap kepedulian mahasiswa serta donatur yang ikut serta membantu.
Widiasa menilai, apa yang dilakukan oleh HMPS Ilmu Komunikasi IAHN Mpu Kuturan ini sangat bermanfaat, terutama bagi warga lansia yang kehidupannya tergolong kurang mampu di urusan pangan.
“Bagi warga kami khususnya yang telah menerima bantuan sembako tadi sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh adik-adik mahasiswa. Kami sangat mengharapkan keberlanjutan kegiatan Ngejot ini karena masih banyak warga kami yang lansia,” kata I Made Widiasa.
Sampai di situ, ia juga mengatakan aksi sosial ini membawa pesan moral tentang pentingnya kepedulian sosial di tengah masyarakat yang sedang ada kesulitan soal itu.
“Sangat membawa manfaat karena sasaran kami sudah tepat menyentuh pada usia lansia serta hidup berlatar belakang minim. Jadi secara sosial sangat merespon positif atas aktivitas adik-adik mahasiswa,” lanjutnya.
Sebagai aparat yang setiap hari berhubungan langsung dengan masyarakat, Widiasa menyebut pihaknya sangat siap mendukung program-program sosial yang dijalankan mahasiswa selanjutnya.
Kehadiran mahasiswa Ilmu Komunikasi IAHN Mpu Kuturan di Desa Ambengan menunjukkan bahwa dunia pendidikan tidak terlepas dari tanggung jawab sosial. Dengan terjun langsung ke lapangan, mahasiswa belajar memahami realitas sosial yang ada di dalam masyarakat.
Kemudian, Widiasa juga menilai kegiatan itu dianggapnya telah menabur manfaat menabur kasih pada warga yang membutuhkan, dan dinilai tepat sasaran.
Hal itu memang telah menjadi tujuan utama dari Perayaan HUT HMPS Ilmu Komunikasi ke-9 IAHN Mpu Kuturan sebagai momentum yang memberikan makna terhadap sesama di desa itu, dengan caranya melakukan aksi ngejot.
“Melalui Ngejot, momentum ini juga kami mencoba menghadirkan kebahagiaan sederhana di tengah kehidupan masyarakat yang penuh keterbatasan,” tutup Gede Dodi Septiawan. [T]
Reporter/Penulis: Sonhaji/Rilis
Editor: Budarsana



























