25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [30]: Kencan Magis di Aplikasi Pertemanan

Chusmeru by Chusmeru
August 28, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

DOSEN muda Christanto Herlino, yang biasa dipanggil Chris, sudah sejak pagi berada di depan laptop. Ruang dosen yang sejuk membuatnya betah berlama-lama di kampus. Kalau pun capai, dia bisa membuat minum kopi atau teh di dapur yang lengkap di kampusnya.

Chris mempersiapkan membuat power point untuk bahan perkuliahan. Semester ini ia mengajar lima mata kuliah. Karenanya Chris harus membuat banyak bahan kuliah. Itu tidak dapat diselesaikan dalam waktu satu atau dua hari. Belum lagi ia juga harus membuat laporan penelitian yang sudah mendekati tenggat waktu untuk dikumpulkan. Capai, sudah pasti.

Andai saja Chris sudah memiliki istri, mungkin sepulang dari kampus ia akan dibuatkan teh hangat untuk menghilangkan capainya. Namun hingga kini Chris masih masuk dalam barisan dosen jomblo. Jangankan istri, kekasih pun Chris belum memiliki.

Sesungguhnya Christanto Herlino pernah punya kekasih, Magdalena Susanti. Tetapi sejak putus cinta dengan Magdalena hati Chris seolah tertutup untuk wanita. Sebagai dosen muda yang tampan, tidak sulit bagi Chris untuk mendapatkan kekasih. Apalagi banyak dosen muda wanita yang juga masih jomblo. Mahasiswi Chris juga banyak yang cantik. Kalau Chris mau serius tentu bisa saja dia menggaet mahasiswinya untuk dijadikan kekasih.

Chris dan Magdalena berpacaran sejak zaman kuliah. Mereka berdua kuliah di fakultas yang sama, tetapi berbeda jurusan. Kisah indah masa berpacaran mereka lalui di kampus. Kemana pun Magdalena pergi, Chris dengan setia mengantarnya. Bahkan Chris rela menunggui Magdalena saat berdiskusi kelompok hingga larut malam. Ketika Chris memutuskan untuk melanjutkan kuliah di program magister, Magdalena pun ikut melanjutkan studinya.

Kisah cinta mereka ternyata tak seindah lagu dan puisi. Banyak drama juga mewarnai hubungan asmara mereka. Itu terjadi saat keduanya lulus kuliah di program magister. Mereka memutuskan untuk berpisah. Hampir enam tahun menjalani pacaran selama kuliah, cinta mereka putus beberapa saat setelah menyandang gelar magister.

Putusnya cinta mereka bukan karena hal yang prinsip. Christanto Herlino dan Magdalena Susanti memiliki banyak kesamaan, mulai dari selera makanan, musik, dan film. Mereka juga sama-sama menyukai traveling. Setiap akhir pekan atau setelah ujian akhir semester mereka berdua akan menghabiskan waktu untuk traveling ke mana saja.

Mereka putus justru karena masalah pekerjaan masing-masing. Chris berniat untuk melamar Magdalena menjadi istri setelah diterima menjadi dosen di Purwokerto . Akan tetapi niat itu sulit terwujud. Magdalena bekerja di sebuah perusahaan  di Jakarta. Chris meminta Magdalena untuk resign atau mengajukan pindah tugas ke Purwokerto jika merena menikah nantinya.

Magdalena tidak mau menerima permintaan Chris. Ia ingin meniti karir di Jakarta. Lagi pula, jika ia keluar dari pekerjaannya, kehidupan mereka belum tentu lebih baik dengan status Chris sebagai dosen. Mereka bertengkar tentang ini. Keputusannya, dengan berat hati mereka harus berpisah. Meninggalkan kisah indah cinta mereka berdua.

***

Christanto Herlino masih sulit melupakan Magdalena Susanti. Baginya Magdalena adalah wanita yang sempurna. Tidak mudah baginya untuk mencari wanita lain seperti Magdalena. Oleh sebab itu hingga kini Chris belum juga memutuskan untuk mencari kekasih. Ia masih ingin sendiri saja.

Namun sekeras apa pun batu, ia akan terkikis juga oleh kucuran hujan. Pekerjaan yang menyita tenaga dan pikiran membuatnya berkeinginan untuk mencari teman wanita dalam hidupnya. Kalau pun bukan sebagai kekasih, paling tidak sebagai teman curahan hati.

Terbersit dalam pikiran Chris untuk mencari teman wanita dalam aplikasi kencan atau aplikasi pertemanan. Hanya dalam hitungan detik orang dapat berkenalan dengan teman baru. Bahkan dalam sekejap orang dapat berkencan dengan seseorang yang tidak dikenalnya.

Segera Chris mengunduh aplikasi pertemanan itu dalam ponselnya. Dia memberi nama akun di aplikasi itu: “Alone”. Dengan harapan, nama akun itu akan dimaknai orang lain sebagai laki-laki yang masih sendirian. Tak lupa Chris menuliskan dalam pengaturan pencarian:”mencari wanita”. Dengan begitu muncul nama-nama wanita yang juga sedang mencari teman untuk berkencan.

Alone memang nama akun anonim Christanto Herlino. Hampir semua nama dalam akun aplikasi pertemanan dan kencan itu anonim. Untuk foto profil biasanya juga foto palsu. Namun Chris memasang foto asli dalam profilnya. Biasanya ada akun yang tidak mau diajak berkomunikasi bila tidak mencantumkan foto profil yang asli.

Chris menemukan satu akun yang bernama “Victim Girl”. Nama akunnya bagi Chris cukup menarik. Apalagi foto yang dipasang wajahnya cantik. Ada beberapa album foto yang dipasang Victim Girl. Semua cantik, model pakaiannya sopan namun trendi. Dari penampilannya, gadis ini diperkirakan lima tahun lebih muda dari Chris.

“Hai..” Chris segera menyapa begitu Victim Girl terlihat online.

“Hey juga, Kak,” balas Victim Girl.

“Lagi ngapain..?” tanya Chris saat chat-nya dibalas.

“Santai aja kak,” jawab Victim Girl sambil menambahkan emoticon tersenyum.

Perbincangan semakin cair dan mengasyikan. Masing-masing mengenalkan identitas nyata diri mereka. Chris tak segan menyatakan jika dirinya dosen jomblo. Sedangkan Victim Girl hanya menyebut dirinya gadis biasa, sebagaimana gadis lainnya. Ia tidak bersedia menyebutkan apakah masih kuliah atau sudah bekerja.

Bagi Chris tidak begitu penting apakah Victim Girl mahasiswa atau gadis biasa. Terpenting Chris menemukan gadis yang enak untuk diajak ngobrol, meski hanya di aplikasi pertemanan, di dunia maya. Chris merasa cocok dan nyaman ngobrol lewat chat dengan Victim Girl. Banyak kesamaan di antara mereka, sama seperti kesamaan Chris dengan Magdalena, mantan kekasihnya.

Percakapan Chris dan Victim Girl berlanjut hampir setiap hari. Saat Chris berada dalam ruang kerjanya di kampus, ia menyempatkan diri menyapa Victim Girl. Mereka kian akrab. Saling puji dan saling canda mereka lalukan. Bahkan dalam beberapa kesempatan mereka saling mengumbar kemesraan lewat chatting. Alone dan Victim Girl kadang berkencan di dunia maya. Chris dan Victim Girl berpacaran di jagat maya.

Selepas menyelesaikan proposal pengabdian masyarakat, Chris membuka aplikasi kencannya. Entah mengapa hari ini ia begitu semangat ingin menghubungi Victim Girl. Namun Chris sedikit kaget dan heran, saat ia akan memulai chatting. Aroma wangi bunga kamboja terasa di ruang kerjanya. Padahal di kampus tidak terdapat pohon bunga kamboja.

“Hai.. lagi ngapain nih?” sapa Chris di akun Victim Girl.

Chris tidak punya firasat apa pun terhadap bau bunga kamboja di ruangannya. Apalagi hari masih pagi, dan bukan malam Jumat Kliwon. Biasanya hantu di kampusnya  yang sering diceritakan dosen lain akan muncul saat sore atau malam hari.

“Hey kak.. aku lagi ilfil nih,” balas Victim Girl disertai emoticon sedih.

Chris membalasnya dengan menanyakan kenapa sang pacar bersedih. Victim Girl tak menjelaskan secara rinci apa masalahnya. Chris tidak ingin memaksanya bercerita. Ia berniat untuk bertemu di dunia nyata saja agar dapat saling mencurahkan perasaan.

“Rumah saya jelek,” kata Victim Girl ketika Chris menyatakan niatnya untuk bertemu.

“Aku menyukaimu, bukan rumahmu,” balas Chris sambil menambahkan gambar senyum.

Victim Girl mengiyakan keinginan Chris. Diberikannya alamat rumahnya kepada Chris. Riang hati Chris. Dia berjanji akan datang malam hari ke rumah Victim Girl. Berbarengan dengan berakhirnya percakapan mereka di aplikasi, aroma wangi bunga kamboja kembali tercium di ruang kerja Chris. Aneh, pikir Chris. Ia sempat merinding.

***

Selepas isya Christanto Herlino bersiap mengunjungi Victim Girl di rumahnya. Perasaan berdebar di dadanya, layaknya pertama kali ia berpacaran. Padahal dulu saat pertama kali ia apel ke tempat kost Magdalena, dadanya tidak begitu berdebar. Entah mengapa kali ini ia agak gugup menemui kekasih baru yang ia kenal lewat dunia maya.

Seperti salah tingkah dan serba salah, beberapa kali Chris berganti t-shirt yang akan ia pakai. Chris ingin tampil serapi dan setampan mungkin di hadapan Victim Girl. Ia memakai sepatu sneakers yang baru seminggu dibeli. Tak lupa ia semprotkan parfum beraroma kayu untuk menambah wangi tubuhnya.

Kembali Chris dikagetkan dengan kejadian aneh. Parfum bermerek yang ia semprotkan ke  pakaiannya beraroma bunga kamboja. Berulang kali ia membaui t-shirtnya. Harusnya beraroma kayu. Tetapi mengapa jadi beraroma bunga kamboja? Chris sedikit merinding. Namun ia harus segera berangkat ke rumah Victim Girl.

Tidak ingin tersesat mencari alamat rumah kekasihnya, Chris menggunakan google maps. Terlihat jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya. Hanya perlu waktu tempuh 20 menit dengan mengendarai mobil.

Sepanjang perjalanan Chris membayangkan paras Victim Girl yang cantik. Chris yakin Victim Girl adalah gadis yang tepat untuk mendampingi hidupnya kelak. Sinar rembulan dan bintang gemerlap di atas langit. Seolah mengantarkan Chris untuk menemui pujaan hatinya.

Titik kordinat yang menunjukkan rumah Victim Girl semakin dekat. Namun Chris mulai merasa curiga. Jalan menuju rumah Victim Girl sangat sepi. Nyaris tidak ia jumpai rumah-rumah penduduk. Betapa terkejut Christanto Herlino ketika sudah sangat dekat titik kordinat. Ia melihat kuburan. Bukan pemukiman yang ia jumpa, namun tanah makam.

Buku kuduk Chris berdiri. Sejauh mata memandang, ia hanya menyaksikan batu nisan. Tidak ada satu pun rumah. Chris berpikir di tengah ketakutan. Apakah Victim Girl salah memberikan alamat rumahnya ataukah Chris yang salah membaca peta lokasi di aplikasi. Dada Chris makin berdebar saat ia dengar suara serangga malam di sekitar tanah pemakaman.

Chris mencoba menghubungi Victim Girl lewat aplikasi. Namun akun gadis itu sudah tidak tampak lagi. Aneh, pikir Chris. Apakah dia sedang offline ataukah akunnya dihapus? Lama Chris terpaku di area tanah kuburan. Chris semakin merinding dan ketakutan ketika aroma bunga kamboja di seputaran kuburan begitu menyengat hidungnya. Ia putuskan untuk pulang dengan perasaan mencekam.

***

Pagi hari Chris merenung sambil menikmati kopi di teras rumahnya. Ia belum semangat untuk berangkat ke kampus. Kejadian semalam membuatnya terus berpikir. Mengapa rumah Victim Girl ada di lokasi tanah pemakaman?

Chris penasaran. Barangkali karena sudah agak malam, sehingga ia salah membaca peta lokasi. Chris ingin kembali mendatangi rumah Victim Girl sesuai peta lokasi yang telah ia simpan di ponselnya. Meski sesungguhnya ia diselimuti rasa takut kejadian semalam akan terulang kembali. Chris terlanjur jatuh hati pada Victim Girl. Ia harus temukan rumahnya.

Setelah mandi dan sarapan pagi, Chris kembali mencari rumah Victim Girl. Matahari sudah lewat sepenggalah saat Chris perlahan mengendari mobilnya.Ia berharap kali ini akan menemukan rumah gadis di dunia mayanya itu.

Mendekati titik kordinat sesuai di peta lokasi, Chris kembali dikejutkan oleh pemandangan di sekelilingnya. Tanah pemakaman. Lagi-lagi ia melihat begitu banyak batu nisan di peta lokasi. Chris seolah tak percaya. Ia keluar dari mobilnya. Dengan memberanikan diri ia berjalan menapaki tanah makam, nisan demi nisan.

Perasaan mencekam dan merinding Chris rasakan. Bau bunga kamboja di pagi hari menambah ketakutannya. Chris terkejut dan terpaku ketika sampai di titik kordinat lokasi yang diberikan Victim Girl. Di hadapannya sebuah batu nisan dengan tertera nama Rinasih. Meninggal tahun 2019. Berarti sudah enam tahun yang lalu. Namun siapakah Rinasih? Apakah ia Victim Girl? Chris semakin merinding.

Ketika Chris sedang bingung dan ketakutan di depan makam bertuliskan Rinasih, melintas seorang lelaki tua. Ia membawa sapu lidi. Sepertinya ia penjaga makam. Chris menyapanya sambil tersenyum.

“Ini makam siapa ya, Pak..?” tanya Chris kepada penjaga makam.

“Oo.. ini makam Rinasih, gadis di desa sebelah. Meninggal sekitar enam tahun yang lalu,” jawab lelaki itu.

“Kalau boleh tahu, dia meninggal sakit apa ya, Pak?” Chris penasaran dan memberanikan diri bertanya.

Lelaki penjaga makam itu terdiam sejenak. Wajahnya tampak menahan sedih. Ia tatap wajah Chris cukup lama.

“Dia meninggal setelah diperkosa,” jawab penjaga makam sambil menunduk.

Chris terkejut. Ia sama sekali tak menduga, Victim Girl yang ada di akun aplikasi pertemanan adalah Rinasih, gadis yang telah meninggal enam tahun silam. Lebih kaget dan sedih perasaan Chris saat tahu Rinasih adalah korban pembunuhan dan pemerkosaan.

Berbagai perasaan berkecamuk di hati Christanto Herlino. Sedih, takut, merinding, dan kangen pada obrolan chat dengan Victim Girl. Lama ia termenung ketika telah berada di ruang kerjanya di kampus. Ia sudah tidak bisa lagi menghubungi Victim Girl. Akunnya sudah tidak muncul di aplikasi pertemanan.

Chris merasa heran. Ternyata makhluk halus tidak hanya muncul di tempat angker dan keramat. Hantu juga mengenal teknologi dan masuk dalam dunia maya melalui aplikasi media sosial. Chris sadar, ternyata selama ini berkencan secara magis di aplikasi pertemanan dengan gadis yang telah meninggal. Bulu kuduk Chris kembali berdiri.

Tak ingin larut dalam kengerian dan kesedihan, Chris segera menghapus akun aplikasi pertemanan miliknya. Ia tak mau berhadapan dengan makhluk halus lain yang muncul lewat aplikasi. Sesaat setelah ia menghapus akun miliknya, aroma wangi bunga kamboja menyebar ke ruangan dosen. Chris merinding lagi. Terbayang wajah Victim Girl. Terbayang pula batu nisan bertuliskan nama Rinasih.

Chris merasa lega setelah menghapus akun aplikasi media sosialnya. Ia ingin mendapatkan kekasih di dunia nyata. Atau paling tidak, ia berharap Magdalena Susanti masih mempertimbangkan untuk pindah kerja ke Purwokerto dan hidup bahagia bersamanya.[T]              

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Jaswanto

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teater Pakeliran “Bibi Anu”: Jejak Pandang Melihat Bali Hari Ini

Next Post

Dari Arsip Seratus Tahun Silam: Singaraja Ibu Kota Kelahiran Puisi Indonesia di Bali 1925

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

by Depri Ajopan
April 25, 2026
0
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Tanda Merah di Paha

by Chusmeru
April 16, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

TERLAHIR dengan paras yang cantik sangat disyukuri Paramita Laksmi. Tubuhnya yang ramping dengan rambut hitam lebat membuat penampilannya selalu memikat...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
April 12, 2026
0
Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

PAGI baru menjelang, cahaya lembutnya merayap di balik pepohonan. Kadek Arya siap-siap berangkat mengajar ke sekolah. Tamat di Fakultas Sastra...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

by Polanco S. Achri
April 11, 2026
0
Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

buat A.Hayya, Pak Saeful, dan Teater AwalGarut, juga seorang perempuan I. Ibu memandang jauh; sepasang matanya menggambarkan suatu yang tak...

Read moreDetails
Next Post
Dari Arsip Seratus Tahun Silam: Singaraja Ibu Kota Kelahiran Puisi Indonesia di Bali 1925

Dari Arsip Seratus Tahun Silam: Singaraja Ibu Kota Kelahiran Puisi Indonesia di Bali 1925

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co