26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tanamkan Nilai-Nilai Anti Korupsi Melalui Integritas dan Literasi

Juli Sastrawan by Juli Sastrawan
February 2, 2018
in Opini

Literasi Anak Bangsa

 

BICARA soal pemberantasan korupsi yang pertama teringat adalah sebuah hal yang berat dan menyeramkan. Padahal sebetulnya tidak, persoalan pemberantasan korupsi tidak hanya bisa dilakukan oleh penegak hukum, apalagi pahlawan super. Setiap lapisan masyarakat pun sebetulnya mampu untuk berkontribusi lebih untuk terjun dalam setiap aksinya. Terjun dalam hal semacam korupsi ini adalah sebuah perjalanan yang menantang dan penuh perjuangan.

Tentu, seorang pejuang mesti berbekal kemauan, tekad dan strategi sesuai potensi dan minatnya masing-masing. Jika kita memiliki harapan untuk negara ini tentu kita tidak bisa bersikap apatis, tidak hirau apa yang terjadi, apalagi terkesan mengiyakan apa yang sudah pelaku korupsi ambil dari kita sebagai warga dari sebuah negara yang kaya raya.

Indonesia adalah negara kaya dengan penduduk dan budaya yang beragam. Untuk bahasa saja di Indonesia terdapat 746 bahasa daerah. Untuk keanekaragaman hayati yang dilansir dari Tempo pada tahun 2014, di Indonesia terdapat sekitar 300 ribu atau 17% dari total jumlah satwa liar dunia. Diantaranya 1539 jenis burung dan 515 jenis mamalia. Dengan kata lain, Indonesia menjadi habitat bagi satwa endemik yang sangat banyak.

Dalam sektor perikanan dan hayati, Indonesia merupakan produsen ikan terbesar di dunia. Ini meliputi 4,4 juta ton di wilayah tangkap perairan Indonesia dan 1,8 juta ton berada di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Tidak hanya itu, Indonesia juga kaya dengan potensi minyak buminya. Indonesia berada di posisi ke-25 dalam daftar negara dengan potensi minyak bumi terbesar di dunia. Laman lpli.org pernah melansir soal tambang, dan Indonesia juga memiliki potensi pada tambang emas. Cadangan emas Indonesia berkisar 2,3% dari total cadangan emas dunia.

Lalu dengan kekayaan di atas, kenapa Indonesia masih miskin? Tingkat pendidikan Indonesia dan angka putus sekolah masih memprihatinkan. Daya saing lemah dalam dunia perdagangan. Angka pengangguran dan kriminalitas masih tinggi. Bukankah ini adalah sebuah paradox besar? Indonesia memiliki kekayaan alam dan potensi-potensi yang begitu luar biasa, namun perekenomian tetap saja terpuruk.

Kita memang harus mengutuk korupsi. Korupsi adalah penyebab utamanya. Ibarat efek domino, korupsi adalah ujung terpuruknya beragam persoalan di Indonesia. Tak ada orang lain yang dirugikan selain kita. Iya, aku, kamu dan kita, warga Indonesia.

Tentu akan berbeda jika kerugian negara ditanggung oleh pelaku korupsi/koruptor itu sendiri. Karena nyatanya yang terjadi adalah kerugian akibat tindak pidana korupsi ini tidak dibebankan seluruhnya kepada pelaku yang terbukti bersalah, namun juga pada negara. Tak jarang hakim menjatuhkan hukuman lebih rendah dari tuntutan jaksa, baik hukuman maupun denda untuk mengganti kerugian negara akibat perbuatan yang dilakukannya.

Lalu apa yang bisa kita lakukan jika kita sudah tahu kalau pemberantasan korupsi adalah sebuah pilihan yang penting? Tentu, diam dan mengikuti arus bukanlah sebuah pilihan jika kita memang menghendaki Indonesia ini menjadi negara makmur dan sejahtera, yang tidak hanya utopia.

Ikut ambil andil dalam pemberantasan korupsi merupakan sebuah perjalanan yang menantang. Melakukannya dengan minat atau passion akan membawa kita ke dalam sebuah perjuangan yang begitu menyenangkan, karena kita melakukannya dengan passion atau gairah. Penanaman nilai-nilai anti korupsi bisa dicapai melalui melalui sikap yang berintegritas dan juga literasi.

Secara umum, integritas dapat diartikan bersatunya ucapan dengan perbuatan. Masyarakat Bali mengenal Satya Wacana dan Satya Laksana, atau setia pada kata-kata maupun ucapan dan setia pada perbuatan. Jika ucapan mengatakan anti korupsi, maka begitu pun perbuatan.

Sebagaimana pengertian literasi yang dikemukakan National Institute for Literacy (NIFL), Literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat. Kegiatan literasi tidak hanya membaca dan menulis, tetapi berkreasi dengan lagu, musik dan juga mencurahkan gagasan dalam proses diskusi.

Ada banyak jenis literasi, mulai dari literasi media, literasi dasar, literasi lingkungan dan lain sebagainya. Penanaman anti korupsi bisa dilakukan dari hal-hal kecil dalam keseharian, seperti berlatih untuk berintegritas melalui literasi lingkungan. Salah satunya peduli terhadap lingkungan atau hal-hal kecil di sekeliling kita. Berlaku hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan adalah contohnya.

Bagaimana kita bisa bicara soal korupsi yang masif jika keinginan untuk melakukan pelanggaran yang sifatnya kecil saja kita tak mampu atasi. Integritas mesti dilatih sejak dini dengan cara-cara yang tidak membosankan, bukan dengan menggurui tapi dengan pemberian contoh.

Pemberian contoh adalah cara yang terbaik. Indonesia merupakan bangsa yang paternalistic atau masyarakat yang membutuhkan teladan dari sosok pemimpin atau tokoh di pelbagai tingkatan, mulai dari tingkat keluarga hingga tingkatan negara. Dari teladan itulah anak-anak maupun masyarakat belajar entah sikap ataupun cara pemikirannya. Pemberian contoh berintegritas bisa dilakukan dengan menjadi model itu sendiri.

Tidak hanya itu, membaca dan belajar dari buku juga perlu. Banyak contoh buku cerita yang memberikan anak-anak gambaran nilai-nilai antikorupsi seperti sikap jujur, berani, bertanggung dan banyak lagi dari setiap tokoh ceritanya. Hal semacam ini akan anak-anak anggap sebagai contoh yang baik. Dari tokoh cerita anak-anak akan belajar banyak hal, kelakuan yang patut mereka tiru dan amalkan. Semakin sering ditanamkan sikap integritas tersebut, semakin baik nanti hasil yang akan didapatkan ketika mereka telah dewasa. Disinilah peran literasi sangat perlu.

Jika sudah ditanamkan, tumbuh dan berkembang, maka sikap dan nilai-nilai anti korupsi seperti kejujuran, kesederhanaan, berani, dan bertanggung jawab akan mengakar dan mekar dalam setiap taman kehidupan. (T)

Catatan: Esai ini peserta Lomba Festival Anti Korupsi Bali 2017

Tags: Festival Anti Korupsi BaliKorupsiLiterasi
Share6TweetSendShareSend
Previous Post

Saya Yakin Brasil Juara, Asalkan Tim Lain Tak Dihadiahi Poin Gratis

Next Post

Seniman Melawan Korupsi

Juli Sastrawan

Juli Sastrawan

Pengajar, penggiat literasi, sastrawan kw 5, pustakawan di komunitas Literasi Anak Bangsa

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post

Seniman Melawan Korupsi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co