25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Stasiun, Lorong, Diam

Eddy Pranata PNP by Eddy Pranata PNP
May 31, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Stasiun, Lorong, Diam

Eddy Pranata PNP

Stasiun

seberapa sering engkau menangis
di stasiun, di bangku ruang tunggu

engkau hendak pergi
ke kota jauh?

meninggalkan orang terkasih
penyair fakir yang tua papa

di bangku ruang tunggu, engkaukah itu
perempuan embun dengan luka
tepat di bawah ulu-hati
melipat sejarah jingga
ke relung jiwa

: “jangan engkau dekati dermaga
kalau tak suka laut dan ombak!”

ia pun telah lama menjauh dari dermaga
ia berkali-kali terdampar di stasiun
di ruang tunggu, sejarah jingga
ia ingin terus pergi
meninggalkan kemunafikan
dan pengkhianatan.

Jaspinka, 12 November 2024

Lorong

aku masuki lorong diri
panjang berliku

samar cahaya
samar suara

serupa labirin
kanan kiri gelap

aku hanya membayangkan
tak ada orang bermuka dua
menghadangku

muka satu pengkhianat
muka dua predator

sialan

aku akan menjauh
sejauh-jauhnya
hingga lorong dalam diri
penuh cahaya
: kearifan, kebaikan.

Jaspinka, 11 November 2024

Diam

hal yang paling ngilu
adalah diam

serupa sembilu

siap mengiris rahang waktu
yang nganga

perempuan embun
yang aku peluk sepanjang jalan
sejauh-jauhnya

bukan perempuan liar
yang berlari dari satu stasiun
ke lain stasiun
tanpa rasa bersalah
memamerkan luka

aku mau
hanya perempuan embun
mengisi ruang waktu
seluruh puisiku
tanpa syarat.

Jaspinka, 10 November 2024

Kamar

di kamar aku bertarung denganmu
sehabis-habis luka
sehabis-habis cinta

kita bertukar sembilu dan imaji
: “sudah berapa jauh langkahmu
hingga ke ujung dermaga, kau
temukan masa lalu jingga!”

di kamar aku nikmati bekas luka
aku tenggak seluruh dukamu
sorot matamu mengerjap
bertimbun-timbun kata-kata
menghimpit jiwa

: “aku mau rumah terbuat dari gugusan
cinta yang menyala!”

engkau menyeretku ke kubangan mimpi yang sakral
di kamar ribuan masa depan dituliskan
dengan sepenuh sembilu dan imaji.

Jaspinka, 7 November 2024

Berperahu— Mengubur Sejarah Jingga

1.
berperahu— membelah-belah selat memeluk mesra usia
: “Ini taggal berapa bulan apa? au, perahu menjauh dengan
bahagia…”
angin mengekalkan rindu hingga ke bukit-bukit
ombak memecah di dinding karang

2.
melihat laut jauh; siluet serupa tubuhmu, dengan bekas luka
tepat di bawa dada
: “kemarilah, menjelma puisi, ‘kan kupeluk kuabadikan!”
siluet itu mendekat, dan au—kekasih: usia yang kian menua…

3.
dan ia wajahnya kian pias– seribu derita mengepung
ia urai segala perih, juga miang dan duri dalam tubuh
: “aku ingin pergi jauh, sejauh-jauhnya menurutkan kata hati!”
tak lagi ada senyum, langit keruh, garis nasib serupa benang kusut
tiada cahaya, hanya sorot mata gelisah, batang usia kian rapuh
perih rindu pada laut kasih, laut yang bergelora sepanjang musim
dan ia telah pergi jauh, menguburkan lipatan-lipatan sejarah jingga.

Jaspinka, 25 September 2024

Andai Ini Pagi Engkau Bertndang ke Rumahku

1.
andai ini pagi engkau bertandang ke rumahku, di halaman mekar mawar
petiklah setangkai untuk kenangan, tapi hati-hati jangan tertusuk duri
: “di waktu lain engkau boleh memetik lagi atau sekadar menghirup
Aromanya agar keharmonisan terjaga— lihatlah langit mendung,
cuaca dingin dan sudah berapa lama kita tidak bersua? semoga engkau
baik-baik saja…”
mawar mekar di halaman, hati jiwa bergetar

2.
petik, petiklah setangkai, dengan hati riang—agar engkau bisa berpikir
putih air putih hati serupa mawar gugur, getar kenangan jingga
: “tangan senja menjulur meraih masa lalu meremasnya dengan sukacita!”
au, petiklah setangkai saja lalu tersenyumlah, ada sesuatu yang perlahan menjalar
ke dalam tubuh; puisi….

3.
beberapa kuncup telah mekar; lihatlah— ada mulai redup dan gugur
garis hidup mawar; menebar pesona dan aroma lalu berserak di tanah
: “serupa sayap yang mengepak hinggap di kesunyian, sepenuh duka!

4.
ada tujuh kuntum mawar di halaman, petik satu atau dua, lalu berkatalah
: “pertemuan dan perpisahan hanya soal waktu”— kita selayaknya bertasbih;
subhanallah dan esok atau lusa mawar gugur, kehilangan warna dan aroma
menikmati rasa sakit hingga nikmat kedamaian, au, keikhlasan.

Jaspinka, 30 September 2024

Tak Ada Tanggal Merah untuk Kami

Tak takut hujan dan panas. Tak takut disalahkan orang. Kami
tegakkan yang benar. Kami singkirkan kecurangan. Tak peduli
kepada mereka yang bersembunyi di dalam baliho. Di balik
bendera partai atau di singgasana kekuasaan.

Darah kami telah hitam. Ini bangsa dengan rakyat majemuk.
Pesolek. Pemabuk. Penipu. Pemalak. Penggarong. Pecundang.
Pengkotbah. Penjilat. Penyihir. Tumpah ruah. Dari kota ke desa.
Dari langit ke laut. Kata-kata. Ambigu. Anyir. Muncrat dari mulut
mereka. Mengurung tanah-tanah gersang. Tumbuh rasa benci di
hamparan tanah. Kami akan merangsek menembus dinding
kebiadaban. Kami akan terus berteriak. Hingga ke batas keheningan.

Ini tubuh menahan tangis. Kalian sihir puisi jadi luka. Jadi segala
yang bernama petaka. Kalian bilang tidak padahal ya. Dan sebaliknya.
Tiada tangan berani menyentuh. Tiada mata berani menatap. Tiada
hati ‘kan jadi api. Musim panas berderak.

Tak ada tanggal merah untuk kami. Tanpa alpa. Tak Sedetik pun tidak
bersama kurcaci. Kami makhluk yang berjalan di atas awan. Kemanusiaan.
Mengawal setulus hati jiwa. Cinta. Kebenaran. Dan puisi yang berapi.
Yang berapi dan bernyawa. Bersayap pelangi.

Jaspinka, 20 September 2024

Penulis: Eddy Pranata PNP
Editor: Adnyana Ole


[][] Klik untuk BACA puisi-puisi lain

Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Menyesap Manis Perih Hidup
Puisi-puisi Muhammad Rifan Prianto | Setelah Membaca 100 Soneta Cinta Pablo Neruda
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tanamlah Musim dalam Jiwamu
Puisi-puisi Muhammad Hadriansyah | Hutan Kabut, Kumbang Koksi
Puisi-puisi Novita Dina | Stasiun Kata-kata
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tembakau, Kian Dilarang Kian Memukau

Next Post

Lengkingan Gagak Hitam | Cerpen Mas Ruscitadewi

Eddy Pranata PNP

Eddy Pranata PNP

Founder of Jaspinka (Jaringan Sastra Pinggir Kali) Cirebah, Banyumas Barat. Puisinya disiarkan di Majalah Sastra Horison, koran Jawa Pos, Tempo, dan lain-lain

Related Posts

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails

Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

by Alfiansyah Bayu Wardhana
March 27, 2026
0
Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

Taman yang Diam-diam Bersemi Maka pada suatu pagi yang heningkutemukan namamu tumbuh di dalam hatiku,sebagaimana benih yang lama tersembunyitiba-tiba mengenal...

Read moreDetails
Next Post
Lengkingan Gagak Hitam | Cerpen Mas Ruscitadewi

Lengkingan Gagak Hitam | Cerpen Mas Ruscitadewi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co