6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi, Cerminan Jati Diri

Pitrus Puspito by Pitrus Puspito
April 30, 2025
in Esai
Komunikasi, Cerminan Jati Diri

Ilustrasi tatkala.co | Arix | Diolah dari AI dan Canva

DALAM salah satu pengantar buku puisinya, penyair M. Aan Mansyur menulis begini: “Percakapan adalah salah satu perihal paling manusiawi, dan memanusiakan, yang bisa kita lakukan untuk mengalami kehidupan dengan baik. Kita, melalui percakapan, belajar menyatakan pikiran dan saling mendengarkan. Kita mengembangkan empati dan melatih kesetaraan. Kita mengalami kegembiraan karena didengarkan dan dipahami.”

Penyataan di atas tidak hanya merupakan sikap Aan Mansyur tentang pentingnya komunikasi sebagai cerminan dari sisi kemanusiaan seseorang tetapi juga mencerminkan pengalaman Aan dalam mengolah bahasa untuk menciptakan puisi-puisinya. Aan Mansyur merupakan salah satu penyair Indonesia yang karya-karyanya banyak diperbincangkan dalam lima belas tahun terakhir. Keterampilan Aan mengolah bahasa menjadi puisi yang menggugah pembacanya telah mengantarkannya menjadi penyair yang hebat.

Melalui puisi kita semua bisa belajar tentang memilih kata-kata, menyusun kalimat yang tepat, bahkan imaji atau efek bahasa yang memberi kesan bagi lawan bicara. Efek bahasa ini juga berarti memikirkan dampak dari ucapan kita agar tidak menyinggung perasaan pembaca. Dari puisi kita juga belajar kesantunan berbahasa. Prinsip kesantunan berbahasa meliputi dua hal. Pertama menghormati lawan bicara dan yang kedua melatih empati dalam berkomunikasi.

Masalah etika berkomunikasi yang dilakukan oleh oknum pejabat publik menjadi perbincangan hangat di Indonesia akhir-akhir ini. Mulai dari umpatan yang dilontarkan pemuka agama kepada pedagang es hingga respon, staff khusus kepresidenan yang marah-marah kea nak SD, sampai komentar nirempati Kepala Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia (KKK RI) tentang teror kepala babi kepada kantor Tempo. Lalu, bagaimana komunikasi semestinya dilakukan? Apa saja indikasi komunikasi yang baik terutama berkaitan dengan khalayak ramai?

Tuturan Mencerminkan Kepribadian

Dalam ilmu linguistik, bahasa mencerminkan pemikiran dan kebribadian penuturnya. Bahasa merupakan ungkapan pikiran sekaligus ungkapan jiwa seseorang (ekspresi). Patut disayangkan jika seorang pejabat publik yang diharapkan menjadi panutan rakyatnya, justru lalai dalam berkomunikasi. Namun di sini kita justru bisa menganalisa apa yang ada di dalam pikiran dan bagaimana kepribadian oknum pejabat publik tersebut. Kepribadian yang tertangkap dari buruknya komunikasi ialah sifat reaktif dan tempramen.

Reaktif merupakan sikap menanggapi masalah secara spontan tanpa memikirkan dan cenderung apatis terhadap masalah tersebut. Sehingga, bukan solusi yang ditawarkan justru “menyerah kepada keadaan”. Sedangkan tempramen dalam arti ini dapat dipahami sebagai gejala reaktif yang ditambah dengan marah. Sehingga selain nada bicara yang kasar, seorang yang reaktif juga cenderung menyalahkan orang lain dan menganggap diri paling benar. Selain itu upaya untuk klarifikasi kesalahan yang sedang tren saat ini, justru hanya memperlihatkan upaya pembenaran diri.

Setiap orang baik masyarakat sipil maupun pejabat semestinya dapat menguasai diri dalam berkomunikasi. Penguasaan diri erat kaitannya dengan refleksi dan olah emosi sebelum bertindak. Refleski perlu dilakukan dalam berkomunikasi untuk mempertimbangkan dengan saksama mengenai siapa diri kita, porsi komunikasi kita, dan dampak ujaran kita. Sedangkan olah emosi lebih mengedepankan aspek berbela rasa dalam berkomunikasi. Dengan kata lain memikirkan perasaan lawan bicara kita.

Selain unsur kelalaian, dalam beberapa kasus buruknya komunikasi juga merupakan kesengajaan. Dalam perkembangan ilmu linguistik pascastruktural, bahasa tidak sekadar memuat makna dan maksud dari penuturnya. Melainkan menyembunyikan ideologi dan praktik kekuasaan. Ideologi dalam arti ini, yaitu mempengaruhi orang memalui bahasa demi kepentingan pribadi. Selain itu dalam kajian linguistik kritis, bahasa juga dapat dijadikan alat untuk mendominasi orang lain dan memanipulasi kebenaran.

Bicara Mencerminkan Kegemaran Membaca

Kualitas sebuah komunikasi juga berhubungan dengan kegemaran membaca. Seseorang yang tuturannya bermutu mencerminkan kualitas buku-buku yang dibacanya. Kegemaran membaca yang terjadi bertahun-tahun ibarat menabung pengetahuan dalam benak. Dalam ilmu bahasa seseorang yang gemar membaca akan memperolah banyak kosa kata dan kosa budaya (pengetahuan/ wawasan). Kedua hal ini merupakan modal yang diperlukan dalam berkomunikasi yang baik. Seseorang yang telah banyak membaca buku-buku berkualitas akan terlihat dari isi tuturannya bermutu dan juga gaya bahasanya luwes.

Gaya bahasa dari bahan bacaan akan sangat berdampak pada gaya bahasa secara lisan. Orang sering menyebut gaya bahasa dalam komunikasi lisan dengan istilah retorika atau seni berbicara. Kalau kita mengingat tokoh-tokoh politik dunia yang memiliki retorika yang hebat, tentu kita akan mudah mengingat nama-nama seperti Cicero, Martin Luther King Jr, Winston Churchill, Ir. Soekarno, Nelson Mandela, Barack Obama dan lain-lain. Mereka semua merupakan orator yang ulung. Mereka tidak hanya memiliki segudang gagasan tetapi juga menguasai seni berkomunkasi yang menarik sekaligus dapat meyakinkan jutaan orang.

Bahasa memang memiliki kuasa sebesar itu. Bahasa mampu meyakinkan orang, menghibur dan menyemangati orang. Namun di lain sisi bahasa juga dapat dimanfaatkan untuk memanipulasi, menciptakan hoaks, memprovokasi, hingga menciptakan konflik. Oleh karena itu penting bagi kita untuk terus belajar berkomunikasi agar tidak menjadi korban dari komunikasi itu sendiri.

Salah satu cara untuk meningkatkan komunikasi secara mudah dan murah dalam mengaksesnya ialah dengan membaca surat kabar dan karya sastra. Surat kabar cetak merupakan sumber informasi yang terpercaya dan sudah melalui tahap pengecekan fakta oleh para redaktur sehingga dapat dijadikan rujukan dalam memperoleh informasi terkini. Sedangkan karya sastra seperti puisi dan novel, selain menghibur juga menyajikan inspirasi dalam menghadapi konflik dan pergulatan hidup manusia. Karya sastra selalu menawarkan nilai-nilai sebagai bekal kehidupan. Menurut Guru Besar Unpar, Prof. Bambang Sugiharto, karya sastra dapat melatih empati dalam diri manusia.

Terwujudnya komunikasi yang baik di masyarakat akan sangat berdampak positif pada perkembangan peradaban kita. Dengan terwujudnya komunikasi yang baik di masyarakat diharapkan dapat mengurangi konflik yang terjadi akibat miskomunikasi. Selain itu kemampuan berkomunikasi juga dapat menjadi penyeimbang laju informasi yang sangat pesat di era digital. Semoga kita semua tertantang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi kita dalam kehidupan sehari-hari. [T]

Penulis: Pitrus Puspito
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Pemerintahan yang Gagal Berkomunikasi dengan Rakyat
Lebaran : Sebuah Praktik Komunikasi Keluarga
Elphaba-Glinda (Wicked 2024): Cermin Kontras Psikologi Identitas dalam Komunikasi Antarbudaya
Tags: Bahasailmu komunikasikomunikasiPuisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wartawan Belakang Meja

Next Post

Dewa Soma Wijaya, Penjaga Budaya Lama

Pitrus Puspito

Pitrus Puspito

Guru bahasa Indonesia dan peneliti bidang bahasa dan sastra Indonesia. Ia menempuh pendidikan terakhir di Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (2020-2023). Selain menulis puisi dan cerita anak, ia juga menulis esai dan artikel ilmiah. Buku yang telah terbit yakni kumpulan puisi berjudul Yang Hilang (2018) dan Menyayangi Ingatan (2019) yang diterbitkan oleh Bening Pustaka. Instagram: @pitruspiet

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Dewa Soma Wijaya, Penjaga Budaya Lama

Dewa Soma Wijaya, Penjaga Budaya Lama

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co