23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lebaran : Sebuah Praktik Komunikasi Keluarga

Wisnu Widjanarko by Wisnu Widjanarko
April 3, 2025
in Esai
Mempertanyakan Cinta : Meniti Rasa, Menata Jiwa

Wisnu Widjanarko

Prolog

Sebagaimana diketahui bersama, Hari Raya Idulfitri merupakan salah satu perayaan hari besar bagi umat islam di seluruh dunia. Setelah satu bulan menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadan, maka tepat ketika memasuki bulan baru, yakni Syawal, maka dengan sepenuh sukacita dan rasa syukur penuh khidmat dirayakan sebagai momen yang  kerap disebut ‘hari kemenangan’ sebagai perlambang keberhasilan manusia mengalahkan hawa nafsu, memperkuat kedekatan kepada yang Illahi, sekaligus mengokohkan kepekaan sosial yang religius melalui keberbagian kepada mereka yang papa.

Namun, bagi umat Islam di Indonesia, Idulfitri – yang kerap juga disebut Hari Lebaran – memiliki arti tersendiri. Tidak hanya memiliki makna sebagai artikulasi keagamaan semata, melainkan juga sebagai sebuah ekspresi sosiokultural, yakni momen silaturahmi bersama keluarga, kerabat dan handai taulan.  Idulfitri atau Lebaran juga identik dengan ‘mudik’ atau yang tafsir bebasnya adalah berkumpulnya seluruh anggota keluarga yang sudah ‘berpencar’ kembali ke rumah orangtua di kampung halaman. Rumah mereka yang dituakan, yang biasanya sunyi tetiba ramai riuh kedatangan anak-anak, cucu bahkan cicit!  Semua berikhtiar dengan apa yang ada, mengupayakan hari raya menjadi momen yang berkesan bagi seluruh anggota keluarga.

Fenomena Lebaran tentunya menarik untuk dilihat dari berbagai cara pandang, termasuk perspektif keilmuan sosial humaniora.  Sebagai sebuah perilaku manusia, tentunya dinamika yang berlangsung selama hari raya ini dapat disimak dari ragam dimensi, sebut saja dari aspek sosiologi, antropologi, psikologi, ekonomi, hingga kebijakan publik. Namun, secara khusus, artikel ini akan melihatnya dari sudut pandang studi komunikasi keluarga, khususnya dalam ‘membaca’ Lebaran sebagai praktik komunikasi keluarga yang khas menjadi kisah dari nusantara.

Mudik sebagai Penegasan Identitas Keluarga

Betapa luar biasanya fenomena mudik! Dia mampu menghadirkan energi tersendiri bagi seseorang – bahkan masyarakat – untuk meluangkan waktu dan mengerahkan sumberdaya yang dimiliki untuk dalam satu kurun waktu yang sama menuju satu titik, yakni rumah di mana dia berasal. Rela berjuang untuk mendapatkan tiket moda transportasi umum, tetap semangat walau berada dalam kemacetan, serta tentunya dengan tingkatan relatifnya, semua juga menyisihkan simpanannya untuk membawa buah tangan atau ‘THR’ untuk kerabat – biasanya anak-anak kecil – yang dibagikan di hari raya. Tidak hanya yang mudik yang berjuang, yang menjadi tuan rumah pun tidak kalah mengupayakannya. Mulai dari mempersiapkan rumah agar nyaman dikunjungi oleh semua kerabat,  menyajikan hidangan dan/atau kudapan khas hari raya, setidaknya ini menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam mempersiapkan kedatangan keluarga dan handai taulan yang akan datang bersilaturahim.

Mengapa semuanya mengikhtiarkan? Mudik dalam perspektif komunikasi keluarga bisa dikatakan sebagai momen untuk menegaskan identitas sebagai anggota keluarga. Keluarga tidak hanya dimaknai sebagai sebuah struktur formal serta pemeranan fungsi normatif semata, melainkan juga sebagai ruang interaksi di mana keberbagian dan kepemilikan menjadi penanda sebagai anggota keluarga. Sebagai struktur formal, mereka yang sudah beranjak dewasa dan sudah berkeluarga, tentunya sudah memiliki kehidupannya masing-masing. Mereka telah menjadi ‘keluarga yang lain’ dengan menjadi suami atau istri termasuk mungkin telah menjadi orangtua bagi anak-anaknya.

Mudik menjadi penegasan identitas, bahwa meskipun telah menjadi ‘seseorang’ dengan kisahnya masing-masing, mereka tetaplah anak yang memiliki orangtua, tempat di mana kasih sayang dan restunya menjadi segalanya. Tidak hanya sebagai anak, melainkan juga sebagai seorang kakak atau adik, di mana mudik menjadi momen mendaur masa yang efektif untuk semakin merekatkan atau boleh jadi memulihkan interaksi yang kian tergerus oleh kesibukan serta kedirian masing-masing setelah dewasa. Mudik menjadi ruang dan waktu di mana relasi dalam keluarga atau keluarga besar – bila sudah memiliki anak dan cucu – disegarkan kembali akan akar kesejarahan hidup bermula, mengumpulkan yang berserak yang dipersatukan atas pertalian darah serta perkawinan, untuk satu tujuan sederhana, yakni tetap adanya rasa memiliki sebagai keluarga. Hal ini berlaku juga bagi orangtua, di mana kehadiran anak-menantu, cucu hingga cicit menjadi penanda akan diri mereka telah mengantarkan anak-anaknya berproses dan mendewasa. Walhasil, menjadi rasa bahagia tersendiri melihat kedatangan mereka, terlepas dari apa dan bagaimana pencapaiannya masing-masing.

Mudik sebagai Ruang dan Waktu Interaksi Keluarga

Tentu saja, mudik tidak bisa tidak menjadi ruang dan waktu berinteraksi, mulai dari mempersiapkan mudik, selama mudik di hari raya, termasuk setelahnya, semuanya akan melibatkan adanya pertukaran informasi dan interaksi antaranggota keluarga, termasuk membangun makna bersama. Selama mempersiapkan, anggota keluarga dengan seluruh jejaringnya akan saling bertukar informasi, sebut saja, kapan akan datang, siapa saja yang akan datang, apa dan bagaimana rencana selama di rumah keluarga. Begitu pula, ketika selama mudik, tentu menjadi puncak interaksi itu sendiri. Mulai dari mempersiapkan salat id, mempersiapkan hidangan dan kudapan, perbincangan dengan keluarga inti beserta keluarga besar hingga kerabat dan tetangga, serta sekembalinya, bercerita kembali selama perjalanan pulang tentang apa-apa yang baru saja dialaminya dan menjadi refleksi dan bagian dari otentisitas saat menjalankan kehidupannya masing-masing setelah pulang.

Interaksi yang berlangsung selama mudik diantara anggota keluarga sangatlah dinamis, senantiasa terikat konteks dalam menuju apa yang dikehendaki oleh keluarga secara otentik. Perbincangan akan menjadi sesuatu yang positif, konstruktif, dan membahagiakan ketika atmosfer komunikasi berlangsung secara supportif. Sebagaimana sebaliknya, berpotensi menjadi sesuatu yang negatif dan destruktif, ketika yang diperbincangkan melampaui batas-batas demarkasi anggota keluarga yang lain, sesuatu yang sensitif diperbincangkan, termasuk ketika iklim komunikasi cenderung kompetitif. Sehingga, menahan diri untuk tidak mempertanyakan sesuatu yang potensial menggerus kenyamanan anggota keluarga lain penting adanya. Sebut saja, pencapaian salah satu anggota keluarga akan dimaknai sebagai rasa syukur ketika disampaikan dalam proporsi sebagai informasi semata, namun akan menjadi pemantik rasa iri bagi yang lain, ketika itu diglorifikasi atau menjadi terlalu memenuhi panggung komunikasi selama persamuhan keluarga tersebut.

Hal tersebut terjadi, karena mereka yang mudik adalah individu-individu yang tidak lagi ‘anak kecil’ meskipun di rumah tempat mereka bermula akan selalu menjadi ‘anak kecil’ bagi orangtua. Mudik menjadi medan interaksi yang akan mempengaruhi bagaimana kelanjutan hubungan antaranggota keluarga, karena setiap pesan yang dipertukarkan akan dapat mempengaruhi kualitas serta kenyamanan dalam mengidentifikasi diri sebagai anggota keluarga. Sehingga, penting adanya  meletakkan setiap informasi yang dipertukarkan adalah selalu ketika dia bermakna dan berdampak positif sebagai anggota keluarga. Satu dua hari bersama yang intens sebagai satu keluarga, akan menjadi energi yang sangat positif, ketika semua meletakkan diri memanfaatkan mudik sebagai momen penyegaran hubungan yang dapat memperkuat jati diri sebagai anggota keluarga.   

Epilog

Mudik sejatinya menjadi ruang medan simbolik yang tercipta melalui interaksi antaranggota, sekaligus menjadi sebuah kekuatan yang mengokohkannya.  Ketika seluruh anggota keluarga memahami dan mengambil peran yang seyogyanya dilakukan, maka  keberadaannya akan menjadi manfaat dan kebermaknaan bagi anggota keluarga yang lain.  Mudik juga merupakan energi cinta bagi keluarga, di mana mudik menjadi artikulasi paling nyata akan kepekaan yang disertai sikap kesalingan diantara seluruh anggota keluarga yang telah mengupayakan untuk bisa datang untuk mudik Lebaran.

Tidaklah heran bila mudik bisa dikatakan sebagai sebuah praktik komunikasi keluarga.  Sejalan dengan pemikiran Widjanarko, Runtiko & Marhaeni (2023) bahwa menjadi keluarga hakikatnya adalah berkomunikasi, sebagai sebuah proses berkeluarga melalui interaksi yang dilandasi oleh keberbagian makna pada individu-individu yang berada di dalamnya. Mudik tidak akan terjadi, saat proses berkeluarga tidak terjadi Mudik tidak akan terjadi, bila tanpa interaksi. Sebagaimana mudik hanya akan menjadi imaji belaka, manakala tiada makna akan keluarga padanya.  Sehingga, tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa mudik sungguh sebuah momentum luar biasa dalam meneguhkan atau menemukan kembali, sekaligus  merayakan kebersyukuran sebagai keluarga. [T]

Penulis: Wisnu Widjanarko
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA
Lebaran: Sarana Komunikasi Sosial, Ekspresi, Ritual, dan Instrumental
Lebaran, Masyarakat Tradisional, dan Komunikasi
Mudik Tanpa Tiket: Pulang dalam Ingatan, Bukan dalam Langkah

Tags: Idul FitriIdulfitriIslamLebaranmudik lebaranMuslim
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kembang Rampe dan Kebodohan yang Dipelihara

Next Post

Kisah Kasih Sisa Nasi di Malam Hari

Wisnu Widjanarko

Wisnu Widjanarko

Dosen Psikologi Komunikasi dan Komunikasi Keluarga pada Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Puasa Sehat Ramadan: Menu Apa yang Sebaiknya Dipilih Saat Sahur dan Berbuka?

Kisah Kasih Sisa Nasi di Malam Hari

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co