27 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

Asep Kurnia by Asep Kurnia
April 27, 2026
in Esai
Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

Warga Baduy Dalam yang ikut Seba 2026 jalan kaki sejauh 90 KM bolak-balik/ Foto Dok. Penulis

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari ekspektasi ideal publik. Seba sudah bermuatan sebagai alat pembangunan kepercayaan (mutual trust ) dan dijadikan sarana promosi citra positif (nation branding).

Bahkan Seba sudah digunakan untuk menciptakan jembatan jalinan komunikasi dalam meredakan ketegangan politik serta menghubungkan pihak-pihak yang berkonflik melalui dialog budaya. Dan tentunya, hari ini dan seterusnya Seba Baduy sudah mulai dipakai sebagai suasana dan momentum berharga bagi promosi kebijakan politik para pejabat politik.

Pada acara Seba Baduy 2026 yang digelar dari tanggal 24 – 26 April 2026 di empat tempat (Lebak, Pandeglang, Provinsi Banten, dan Serang) amat sangat nampak jelas.  Seba tidak lagi dipandang hanya sebagai identitas adat khas Baduy dengan ritualnya yang sakral dan unik, tidak juga dipandang hanya sekedar tontonan pariwisata semata dengan segala gebyarnya.

 Kini Seba sudah  menjadi sesuatu yang menggemparkan, membuat heboh, atau menarik perhatian publik (sensasi). Seba sudah dikemas begitu apik dengan berbagai kreatif, inovasi dan modifikasi acara untuk dijadikan komoditi politik atau pernyataan politk dan spiritual yang tentunya masih sangat relevan, bahwa tradisi  yang dijaga dengan rasa hormat akan selalu menemukan jalannya untuk tetap eksis melampaui  segala bentuk intimidasi zaman.

Sejak lima tahun terakhir (2020 – 2025), acara Seba sudah diaransemen sedemikian rupa agar terjadi jaring-jaring kehidupan mutualisme (saling menguntungkan) antara subjek/pelaku Seba itu sendiri dengan  penerima Seba (pejabat pemerintahan). Seba yang semula hanya merupakan  kewajiban adat untuk mendoakan para pemimpin negara dan sekaligus menitipkan penjagaan keseimbangan lingkungan alam oleh tokoh adat (membacakan rajah khusus) dan tentunya hanya dihadiri oleh sejumlah tokoh adat,  kini digebyarkan dengan jumlah peserta (pengikut) yang begitu banyak rerata di angka 1500 – 1600 orang.

Beberapa Warga Baduy Dalam, persiapan  berangkat Seba Baduy 2026 | Foto Dok. Penulis

Seba terus dipromosikan sebagai aset Budaya unggulan Lebak-Banten yang pada akhirnya berhasil diakui dan dicatat sebagai acara adat yang masuk kategori 125 Kharisma Event Nusantara (KEN). Upaya dan usaha itu adalah bukti bahwa pemerintah menaruh perhatian yang positif terhadap Seba Baduy, pun demikian bahwa Baduy merasa dihormati, dihargai dan dijaga aset budayanya bahkan bersyukur dan berterima kasih  pemerintah lebak dan Provinsi Banten  telah berhasil menduniakan Seba Baduy.

Pemerintah daerah beserta pihak terkait sudah sukses menduniakan Seba Baduy dan sudah berhasil mengkokohkan Seba Baduy sebagai aset dan omset budaya di event nasional. Fakta akuratnya adalah bahwa di puncak acara Seba 2026 dengan ditandai  berdatangannya tamu undangan spesifik dari mencanegara setaraf duta besar dan konsulat jenderal, ditambah undangan khusus tokoh terkait dari berbagai elemen termasuk para pakar budaya yang turut menyaksikan kekhidmatan Seba.

Mereka (peserta Seba) yang membersamai Seba adalah 38 warga  Baduy Dalam (25 Cibeo, 4 Cikartawana, 7 Cikeusik) dan 1514 warga Baduy Luar.  Tentunya sensasi acara seba 2026 itu pun sontak  ‘ mengagetkan sekaligus mengejutkan ‘ publik.

Sensasi dan Kejutan di Seba 2026

Penulis yang rutin memandu dan mengamati  Seba Baduy hampir  26 tahun berturut-turut ( 2000 -2026) tentunya sudah banyak mencatatkan  berbagai kejadian, pergeseran, dan bagaimana geliatnya acara Seba Baduy dari masa ke masa. Mulai dari pelaksanaan Seba yang orisinal penuh kesederhanaan tanpa intervensi dan polusi , kemudian terjadi modifikasi, lalu menjadi event gebyar dan sekarang menjadi acara sensasi penuh kejutan, di mana secara ekplisit diselipkan sebagai ajang atau arena promosi mendulang pamor kepemimpinan dan popularitas pejabat politik

Sampai saat ini ketika  bicara Seba sesungguhnya  sederhana sekali. Inti ritual Seba hanya dilaksanakan kurang lebih  15-20 menit di mana tokoh adat Jaro Warega atau yang mewakili membacakan rajah Seba, lalu ditutup dengan menyerahkan laksa ke pemerintah melalui  bupati atau gubernur (bapak gede), kemudian beliau menerimanya, dan selesailah acara Seba. Di luar itu hanyalah acara tambahan ( sisipan dan susupan) hasil kesepakatan dan negoisasi yang bersifat  untuk menghormati, memuliakan peserta Seba serta bagaimana mempublikasikan Seba sebagai aset budaya adiluhung agar lebih terkenal dan dikenal di berbagai negara.

Selain tetap gebyar dan penuh dengan acara tambahan yang melibatkan berbagai pihak, Seba 2026 memiliki nilai tambah karena begitu sensasi dan penuh kejutan, dan itu menjadi hal yang sensitif untuk dicermati dan menjadi catatan sejarah penting bagi masa depan Seba. Berbagai sensasi dan kejutan yang penting penulis catatkan adalah :

1. Seba 2026 adalah Seba Leutik (Alit) tapi jumlah peserta lebih dari jumlah Seba Gede tahun sebelumnya.

2. Peserta Seba 2026 lebih banyak kawula muda Baduy yang siap dengan agenda jepretan ala digitalisasi dan promosi untuk membikin jaringan usaha dan secara tidak sadar mereka sedang memperagakan dan menampakkan pengadopsian pola modernisasi mereka.

3. Acara begitu meriah dengan berbagai tambahan yang melibatkan berbagai pihak, dan itu disengaja oleh panitia agar Seba 2026 lebih terasa menggigit, lebih wah, dan lebih booming demi menarik wisatawan.

4. Sambutan Bupati Lebak berdurasi hampir 30 menitan yang biasanya dan seharusnya singkat hanya menjawab atau mengucapkan kata-kata menerima Seba dari tokoh adat. Namun kali ini isinya lebih pada pemaparan atau penjelasan kebijakan politiknya yang begitu semangat dan menggebu sampai pada titik minta didoakan jadi pemimpin amanah karena masih muda dan kuat (bedas) untuk membangun Lebak.

Sambutan tersebut sangat sensasi dan penuh kejutan, karena sebelumnya belum pernah ada bupati yang memberi sambutan panjang lebar bernuasa tentang penjelasan kekuasaan bupati di acara Seba. Kefasihan membaca narasi dan diksi sambutan kelihatan dipersiapkan secara matang. Di lain pihak justru sambutan Gubernur Banten lebih teras hemat, ringkas, singkat dan padat sesuai SOP, dan isinya benar- benar fokus pada menerima Seba.

5. Yang lebih sensasi dan menjadi kejutan dahsyat adalah : Seba 2026 di Gedung Negara Provinsi Banten, acaranya diterjemahkan kedalam dua bahasa, para tamu duta besar memakai baju adat suku Baduy, dan etah karena permintaan panitia ataukah inisiatif pihak tertentu atau murni keinginan tokoh adat Baduy :  “Bahasa asli rajah/doa seba Baduy yang selama ini menjadi inti rahasia Seba Baduy atau ikon Seba mendadak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan langsung diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris”. Sehingga wajah tokoh adat mendadak seperti kebingungan.

Apakah ini pertanda Seba bukan lagi ritual yang sakral yang penuh misteri dan menarik? Atau Seba mulai dipandang secara utuh sebagai diplomasi budaya yang berpengertian upaya “menjual” segala keunikan budaya untuk mencapai tujuan politik dan ekonomi yang lebih besar.

Penulis sangat terkejut menyaksikan situasi dibukanya isi bait-bait rajah Seba yang selama berabad-abad dilindungi dan dijaga keorisinalannya, termasuk maknanya di depan publik. Kesan mendadak dan terburu-buru masih kelihatan.Tapi apa pun itu, kalau pihak adat sudah menyetujui dan mengizinkan, kita mau bilang apa, karena itu adalah ranah hak prerogatif mereka. Mungkin seba 2026 adalah tonggak dibukanya rahasia rajah Seba Baduy yang kita pusti-pusti.

Pelaksanaan Seba Baduy 2026 telah selesai dilaksanakan secara meriah, tertib, khidmat. Tepat jam 09.00 WIB diakhiri di Pendopo Kabupaten Serang, dan kini mereka sudah kembali lagi ke tanah ulayat untuk melanjutkan kegiatan sehari-hari mereka.

Kini,   masa depan dan kemartabatan Seba Baduy ada ditangan panitia berikutnya. Tetap digebyarkan atau lebih dibijaksanai pelaksanaannya. Kita tinggal tunggu tanggal mainnya. Yang pasti, bahwa Seba Baduy akan terus dilaksanakan selama suku Baduy masih eksis keberadaannya. Ritual Seba menghilang  atau tidak ada berarti Baduy bubar.

Sampai jumpa di Seba Baduy 2027. [T]

  • Ditulis di Padepokan Sisi Leuit Perbatasan Baduy, 26 April 2026

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Adnyana Ole

Tags: masyarakat adatpariwisata indonesiapariwisata provinsi bantenProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
0
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

Read moreDetails

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

by Isran Kamal
April 27, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

Read moreDetails

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

by Sugi Lanus
April 27, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

Read moreDetails

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
0
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

Read moreDetails

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
0
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

Read moreDetails

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
0
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

Read moreDetails

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
0
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

Read moreDetails

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya
Esai

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

by Asep Kurnia
April 27, 2026
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali
Persona

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi
Panggung

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan
Esai

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram
Esai

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

by Isran Kamal
April 27, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

by Sugi Lanus
April 27, 2026
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta
Esai

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali
Esai

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?
Esai

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co