26 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

Asep Kurnia by Asep Kurnia
April 27, 2026
in Esai
Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

Warga Baduy Dalam yang ikut Seba 2026 jalan kaki sejauh 90 KM bolak-balik/ Foto Dok. Penulis

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari ekspektasi ideal publik. Seba sudah bermuatan sebagai alat pembangunan kepercayaan (mutual trust ) dan dijadikan sarana promosi citra positif (nation branding).

Bahkan Seba sudah digunakan untuk menciptakan jembatan jalinan komunikasi dalam meredakan ketegangan politik serta menghubungkan pihak-pihak yang berkonflik melalui dialog budaya. Dan tentunya, hari ini dan seterusnya Seba Baduy sudah mulai dipakai sebagai suasana dan momentum berharga bagi promosi kebijakan politik para pejabat politik.

Pada acara Seba Baduy 2026 yang digelar dari tanggal 24 – 26 April 2026 di empat tempat (Lebak, Pandeglang, Provinsi Banten, dan Serang) amat sangat nampak jelas.  Seba tidak lagi dipandang hanya sebagai identitas adat khas Baduy dengan ritualnya yang sakral dan unik, tidak juga dipandang hanya sekedar tontonan pariwisata semata dengan segala gebyarnya.

 Kini Seba sudah  menjadi sesuatu yang menggemparkan, membuat heboh, atau menarik perhatian publik (sensasi). Seba sudah dikemas begitu apik dengan berbagai kreatif, inovasi dan modifikasi acara untuk dijadikan komoditi politik atau pernyataan politk dan spiritual yang tentunya masih sangat relevan, bahwa tradisi  yang dijaga dengan rasa hormat akan selalu menemukan jalannya untuk tetap eksis melampaui  segala bentuk intimidasi zaman.

Sejak lima tahun terakhir (2020 – 2025), acara Seba sudah diaransemen sedemikian rupa agar terjadi jaring-jaring kehidupan mutualisme (saling menguntungkan) antara subjek/pelaku Seba itu sendiri dengan  penerima Seba (pejabat pemerintahan). Seba yang semula hanya merupakan  kewajiban adat untuk mendoakan para pemimpin negara dan sekaligus menitipkan penjagaan keseimbangan lingkungan alam oleh tokoh adat (membacakan rajah khusus) dan tentunya hanya dihadiri oleh sejumlah tokoh adat,  kini digebyarkan dengan jumlah peserta (pengikut) yang begitu banyak rerata di angka 1500 – 1600 orang.

Beberapa Warga Baduy Dalam, persiapan  berangkat Seba Baduy 2026 | Foto Dok. Penulis

Seba terus dipromosikan sebagai aset Budaya unggulan Lebak-Banten yang pada akhirnya berhasil diakui dan dicatat sebagai acara adat yang masuk kategori 125 Kharisma Event Nusantara (KEN). Upaya dan usaha itu adalah bukti bahwa pemerintah menaruh perhatian yang positif terhadap Seba Baduy, pun demikian bahwa Baduy merasa dihormati, dihargai dan dijaga aset budayanya bahkan bersyukur dan berterima kasih  pemerintah lebak dan Provinsi Banten  telah berhasil menduniakan Seba Baduy.

Pemerintah daerah beserta pihak terkait sudah sukses menduniakan Seba Baduy dan sudah berhasil mengkokohkan Seba Baduy sebagai aset dan omset budaya di event nasional. Fakta akuratnya adalah bahwa di puncak acara Seba 2026 dengan ditandai  berdatangannya tamu undangan spesifik dari mencanegara setaraf duta besar dan konsulat jenderal, ditambah undangan khusus tokoh terkait dari berbagai elemen termasuk para pakar budaya yang turut menyaksikan kekhidmatan Seba.

Mereka (peserta Seba) yang membersamai Seba adalah 38 warga  Baduy Dalam (25 Cibeo, 4 Cikartawana, 7 Cikeusik) dan 1514 warga Baduy Luar.  Tentunya sensasi acara seba 2026 itu pun sontak  ‘ mengagetkan sekaligus mengejutkan ‘ publik.

Sensasi dan Kejutan di Seba 2026

Penulis yang rutin memandu dan mengamati  Seba Baduy hampir  26 tahun berturut-turut ( 2000 -2026) tentunya sudah banyak mencatatkan  berbagai kejadian, pergeseran, dan bagaimana geliatnya acara Seba Baduy dari masa ke masa. Mulai dari pelaksanaan Seba yang orisinal penuh kesederhanaan tanpa intervensi dan polusi , kemudian terjadi modifikasi, lalu menjadi event gebyar dan sekarang menjadi acara sensasi penuh kejutan, di mana secara ekplisit diselipkan sebagai ajang atau arena promosi mendulang pamor kepemimpinan dan popularitas pejabat politik

Sampai saat ini ketika  bicara Seba sesungguhnya  sederhana sekali. Inti ritual Seba hanya dilaksanakan kurang lebih  15-20 menit di mana tokoh adat Jaro Warega atau yang mewakili membacakan rajah Seba, lalu ditutup dengan menyerahkan laksa ke pemerintah melalui  bupati atau gubernur (bapak gede), kemudian beliau menerimanya, dan selesailah acara Seba. Di luar itu hanyalah acara tambahan ( sisipan dan susupan) hasil kesepakatan dan negoisasi yang bersifat  untuk menghormati, memuliakan peserta Seba serta bagaimana mempublikasikan Seba sebagai aset budaya adiluhung agar lebih terkenal dan dikenal di berbagai negara.

Selain tetap gebyar dan penuh dengan acara tambahan yang melibatkan berbagai pihak, Seba 2026 memiliki nilai tambah karena begitu sensasi dan penuh kejutan, dan itu menjadi hal yang sensitif untuk dicermati dan menjadi catatan sejarah penting bagi masa depan Seba. Berbagai sensasi dan kejutan yang penting penulis catatkan adalah :

1. Seba 2026 adalah Seba Leutik (Alit) tapi jumlah peserta lebih dari jumlah Seba Gede tahun sebelumnya.

2. Peserta Seba 2026 lebih banyak kawula muda Baduy yang siap dengan agenda jepretan ala digitalisasi dan promosi untuk membikin jaringan usaha dan secara tidak sadar mereka sedang memperagakan dan menampakkan pengadopsian pola modernisasi mereka.

3. Acara begitu meriah dengan berbagai tambahan yang melibatkan berbagai pihak, dan itu disengaja oleh panitia agar Seba 2026 lebih terasa menggigit, lebih wah, dan lebih booming demi menarik wisatawan.

4. Sambutan Bupati Lebak berdurasi hampir 30 menitan yang biasanya dan seharusnya singkat hanya menjawab atau mengucapkan kata-kata menerima Seba dari tokoh adat. Namun kali ini isinya lebih pada pemaparan atau penjelasan kebijakan politiknya yang begitu semangat dan menggebu sampai pada titik minta didoakan jadi pemimpin amanah karena masih muda dan kuat (bedas) untuk membangun Lebak.

Sambutan tersebut sangat sensasi dan penuh kejutan, karena sebelumnya belum pernah ada bupati yang memberi sambutan panjang lebar bernuasa tentang penjelasan kekuasaan bupati di acara Seba. Kefasihan membaca narasi dan diksi sambutan kelihatan dipersiapkan secara matang. Di lain pihak justru sambutan Gubernur Banten lebih teras hemat, ringkas, singkat dan padat sesuai SOP, dan isinya benar- benar fokus pada menerima Seba.

5. Yang lebih sensasi dan menjadi kejutan dahsyat adalah : Seba 2026 di Gedung Negara Provinsi Banten, acaranya diterjemahkan kedalam dua bahasa, para tamu duta besar memakai baju adat suku Baduy, dan etah karena permintaan panitia ataukah inisiatif pihak tertentu atau murni keinginan tokoh adat Baduy :  “Bahasa asli rajah/doa seba Baduy yang selama ini menjadi inti rahasia Seba Baduy atau ikon Seba mendadak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan langsung diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris”. Sehingga wajah tokoh adat mendadak seperti kebingungan.

Apakah ini pertanda Seba bukan lagi ritual yang sakral yang penuh misteri dan menarik? Atau Seba mulai dipandang secara utuh sebagai diplomasi budaya yang berpengertian upaya “menjual” segala keunikan budaya untuk mencapai tujuan politik dan ekonomi yang lebih besar.

Penulis sangat terkejut menyaksikan situasi dibukanya isi bait-bait rajah Seba yang selama berabad-abad dilindungi dan dijaga keorisinalannya, termasuk maknanya di depan publik. Kesan mendadak dan terburu-buru masih kelihatan.Tapi apa pun itu, kalau pihak adat sudah menyetujui dan mengizinkan, kita mau bilang apa, karena itu adalah ranah hak prerogatif mereka. Mungkin seba 2026 adalah tonggak dibukanya rahasia rajah Seba Baduy yang kita pusti-pusti.

Pelaksanaan Seba Baduy 2026 telah selesai dilaksanakan secara meriah, tertib, khidmat. Tepat jam 09.00 WIB diakhiri di Pendopo Kabupaten Serang, dan kini mereka sudah kembali lagi ke tanah ulayat untuk melanjutkan kegiatan sehari-hari mereka.

Kini,   masa depan dan kemartabatan Seba Baduy ada ditangan panitia berikutnya. Tetap digebyarkan atau lebih dibijaksanai pelaksanaannya. Kita tinggal tunggu tanggal mainnya. Yang pasti, bahwa Seba Baduy akan terus dilaksanakan selama suku Baduy masih eksis keberadaannya. Ritual Seba menghilang  atau tidak ada berarti Baduy bubar.

Sampai jumpa di Seba Baduy 2027. [T]

  • Ditulis di Padepokan Sisi Leuit Perbatasan Baduy, 26 April 2026

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Adnyana Ole

Tags: masyarakat adatpariwisata indonesiapariwisata provinsi bantenProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

Next Post

Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

Read moreDetails

Ibu Memasak di Kota

by Angga Wijaya
August 25, 2026
0
Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

Read moreDetails

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

by Sugi Lanus
August 25, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

Read moreDetails

Karnaval dan Kemacetan Sosial

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
0
Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

Read moreDetails

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
0
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

Read moreDetails

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

by Angga Wijaya
August 24, 2026
0
Telenovela

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

Read moreDetails

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails
Next Post
Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya
Ulas Rupa

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

by Hartanto
August 26, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Budaya

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co