25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kalender Adat dan “Kolenjer” — [Bagian 2]: Waktu Sakral di Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
December 30, 2024
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

BAGIAN pertama tulisan ini perihal kalender adat Baduy sebagian sudah dipaparkan, namun pada bagian lainnya masih ada yang perlu dijelaskan agar pemahaman pembaca tentang konsep kalender adat Baduy lebih gamblang , bulat dan lebih komprehensif.

 Saya sadari dengan berbagai keterbatasan yang saya miliki, bahwa tulisan singkat ini tidak mungkin memenuhi azas sempurna seratus persen. Namun paling tidak bisa menghilangkan sedikit kehausan pembaca tentang informasi materi di atas, begitu juga tentang Kolenjer yang dimiliki suku Baduy ,baik Kolenjer Sejarah Bumi Alam maupun Kolenjer lainnya.

Ngawagekeun atau Waktu Luang

Sebagaimana telah dijelaskan  di awal bahwa pada intinya sistem penanggalan adat atau kalender umum dengan sistem penanggalan Baduy ada kesamaan, yaitu memiliki jumlah bulan sebanyak 12. Hanya saja pada perhitungan jumlah hari di setiap bulan dan tahun berbeda, hanya dihitung 360 hari bukan 364 atau 365 hari yang disebut adanya tahun kabisat.

Jumlah hari di setiap bulan dari bulan Safar – Katiga rata-rata  hanya 30 hari. Pada sistem penanggalan Baduy, sisa hari antara 4-5 hari itu digunakan sebagai waktu luang atau  ngawagekeun untuk menentukan perhitungan penanggalan berikutnya.

Waktu Luang tersebut tidak dimasukkan atau tidak dihitung ke dalam jumlah hari pada tahun  berikutnya atau pada tahun sebelumnya yang akan ditanggalkan atau ditinggalkan.  Dasar pemikiran adanya waktu luang tersebut ditetapkan menjelang akhir tahun pada bulan Katiga dengan menggunakan perhitungan atau berpatokan pada bintang, bulan yang disebut Guru Desa ( Kidang). Penetapan penanggalan atau kalender adat  itu disahkan oleh Keputusan Lembaga Adat Tangtu Tilu Karo Tujuh.

Pada kejadian tertentu atau luar biasa, di sistem Penanggalan Adat Baduy dikenal istilah yang disebut ngamajukeun  atawa  mundurkeun  bulan jeung tahun ( dimajukan atau dimundurkan perhitungan bulan dan tahun) akibat adanya pergeseran panen yang kurang baik ( gagal panen). Perhitungan ini lebih rumit lagi bila kita sandingkan dengan sistem Masehi atau Hijriah. Penulis pun sampai saat ini masih kesulitan untuk memahami perhitungan bahkan tidak paham-paham karena tidak tahu cara perhitungan Kolenjer-nya.

Bulan Sakral

Yang menarik dari bulan dan penanggalan Baduy adalah bahwa rentetan atau sistematika susunan bulan tersebut merupakan urutan berbagai kegiatan adat, mulai dari kegiatan ritual Seba di minggu pertama awal bulan Safar sebagai tanda dimulainya tahun baru kalender Baduy sampai kegiatan ritual khusus Ngalaksa ( silaturahmi  kepada kerabat) di Kawalu Tutug pada akhir bukan Katiga. . Kegiatan tersebut adalah kegiatan rutin yang berurutan dan berkesibambungan secara baku dengan acara adat lainnya yang berlaku pada setiap tahun.

Kegiatan yang dicantumkan pada kalender adat Baduy yang ditetapkan dan dibakukan tersebut  secara garis besar dibagi menjadi dua bagian.  Pertama,  kegiatan upacara adat ( ritual khusus) yaitu : Seba Baduy ( ritual adat sebagai rasa syukur) di bulan Safar, Muja ( pemujaan) pada tanggal 17-18 pada bulan Kalima, acara geseran perkawinan, sunatan dan selamatan-selamatan pembuatan rumah dari bulan Kalima akhir – bulan  Kasapuluh  dan acara Kawalu dari bulan Kasa, Karo dan Katiga.

Kedua, kegiatan khusus Ngahuma atau berladang dari bulan Safar sampai bulan Katiga. Tahapan-tahapannya sangat jelas, mulai dari tahapan Narawas ( memilih dan memulai membuka batas lahan untuk dijadikan tempat berladang ), Nyacar (memotong pohon kayu dan membabad rumput yang disekitar lahan yang mau dijadikan  ladang atau huma ), Nukuh ( mengumpulkan kayu ,  dedaunan dan rumput hasil Nyacar di beberapa tempat sampai kering ) di huma Serang ( ladang adat milik bersama) pada bulan Safar, Kalima dan Kanem.

Dilanjutkan dengan kegiatan Ngaduruk ( membakar pepohonan, dedaunan,  dan rumput  yang sudah kering hasil  dari Nukuh, abu hasil pembakaran dijadikan untuk pupuk padi yang akan  ditanam). Ngaseuk ( kegiatan utama menanam padi ) huma Serang dan Nyacar di huma Puun  (ladang milik tokoh adat yang sedang menjabat) di bulan Katujuh.

Pada bulan Kadalapan diisi oleh kegiatan Ngored ( membersihkan atau menyiangi  lahan yang ditanami padi ) di huma Serang. Nukuh, Ngaduruk dan Ngaseuk huma Puun, bersamaan dengan Nukuh dan Ngaduruk huma Tangtu (ladang khusus untuk kepentingan masyarakat). Di bulan Kasalapan kegiatannya Ngored di huma Serang dan huma Puun lalu Ngaseuk di huma  Tangtu.

Pada bulan Kasapuluh serempak Ngored dan Meuting (menginap untuk beberapa saat)di huma. Di bulan Hapit Lemah diisi dengan kegiatan Ngirab Sawan (membasmi hama padi), Ngored dan Meuting. Di bulan Hapit Kayu kegiatan nya adalah Ngored, Ngubaran Pare ( mengobati padi atau memberantas hama) dan Meuting.

Pada bulan Kasa kegiatannya khusus hanya untuk Panen di huma Serang, di bulan Karo khusus panen di huma Puun, dan pada bulan Katiga Panen di huma Tangtu ( Baduy Dalam) dan masyarakat Baduy secara keseluruhan ( Baduy Luar).

Nach , begitulah hebat dan apiknya hukum adat  Baduy  yang disusun secara rapih, rinci serta baku di kalender adat , sehingga daya ikat untuk dilaksanakan secara rutin oleh warga adatnya menjadi kuat dan sangat mengikat.  Hukum adat tidak sekadar diucapkan, tetapi langsung menjadi kurikulum kehidupan mereka; atau bahasa lainnya sebagai pemandu dan penuntun kehidupan kesukuan Baduy.

Dari sekian kegiatan adat yang telah dijelaskan di atas, ada kegiatan yang secara spesifik menjadi icon baduy yaitu Ritual Muja, Kawalu, Ngalaksa dan Seba, kegiatan ritual Adat tersebut jatuh pada bulan bulan _Safar, Kalima, Kasa Karo dan Katiga.. Maka bagi masyarakat Adat Baduy bulan-bulan tersebut diakui sebagai bulan kramat , disebut bulan larangan dan bulan penuh catatan khusus sehingga bulan tersebut diistilahkan atau dikatagorikan sebagai “Bulan Sakral bagi kesukuan mereka. [T]

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA
Kalender Adat dan ”Kolenjer” — [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy
Kembalinya Sistem Pemerintahan Adat Baduy
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Tags: bantenJawa Baratkalendermasyarakat adatSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anjing Digantung dan Perjamuan di Sudut Hunian | Dari Pameran “Peta Tanpa Arah” Undiksha

Next Post

Apa Tantangan Arsitektur di Bali Saat ini dan Masa yang akan Datang?

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Apa Tantangan Arsitektur di Bali Saat ini dan Masa yang akan Datang?

Apa Tantangan Arsitektur di Bali Saat ini dan Masa yang akan Datang?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co