6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tabrak: Pameran Seni Rupa Made Kaek vs Arwin Hidayat di Museum Arma Ubud

tatkala by tatkala
December 16, 2024
in Pameran
Tabrak: Pameran Seni Rupa Made Kaek vs Arwin Hidayat di Museum Arma Ubud

Karya Made Kaek

SENIMAN Made Kaek dan Arwin Hidayat ‘duel’ kekaryaan dalam pameran seni rupa pengujung tahun bertajuk ‘Tabrak’ di Museum Arma Ubud, 20 Desember 2024-14 Januari 2025.

Pameran yang dikuratori Alexander Goetz ini akan dibuka pada Jumat, 20 Desember 2024 pukul 18.00 wita oleh Founder Museum Arma Anak Agung Gede Rai, budayawan Jean Couteau, dan sastrawan Warih Wisatsana.

Sejumlah karya senman asal Bali dan Yogyakarta yang disajikan dalam pameran ini menyelami batas-batas visual yang intuitif, serupa perjalanan imersif di antara realitas alternatif, makhluk-makhluk hibrid, dan lanskap psikologis.

Meski perjalanan kreatif mereka sangat personal dan introspektif, keduanya terhubung melalui beberapa elemen, yaitu abstraksi, transformasi, dan paduan dimensi.

Pendiri Sawidji & Co. Dian Dewi Reich dalam tulisan di katalog pameran menyebut karya-karya Made Kaek dan Arwin Hidayat mengajak masuk ke alam mereka masing-masing, di mana unsur organik dan surreal menjadi hidup melalui citra yang bermuatan.

“Sebuah perjalanan introspektif ke dalam alam bawah sadar, menawarkan kesempatan untuk mengeksplorasi aspek-aspek tersembunyi dalam kesadaran,” kata Dewi.

‘Tabrak’, yang berarti crash, segera menarik kita ke kedalaman kesadaran hidup. Entah dipandang sebagai alam bawah sadar, kesadaran yang lebih tinggi, atau kesadaran yang tergeser, inilah di mana tempat energi kreatif yang mentah muncul.

Karya Arwin Hidayat

Judul pameran ini mungkin menimbulkan asosiasi dengan kehancuran, kontras, atau sesuatu yang tidak diinginkan dan berbahaya. Namun, hal ini juga dapat dipandang sebagai sesuatu yang transformatif. Ketika kita memikirkan dua badan air yang saling bertabrakan, mereka menyatu, menjadi satu.

Demikian pula, tabrakan energi kreatif Made Kaek dan Arwin Hidayat tidak menandakan sesuatu yang kehancuran, melainkan penyatuan kreativitas intuitif yang dihadirkan kepada kita dalam ruang yang sama, memadukan energi liar yang sama.

“Kedua seniman menghilangkan kehausan dari sungai yang sama, tanpa permisi, tanpa batasan dan eksplisit dalam cara mereka masing masing,” tegas Dewi.

Dewi mejelaskan visi dan esensi mereka adalah kesadaran murni dalam metafora visual. Makhluk-makhluk kriptik yang enigmatik oleh Made Kaek sering disebut mistis dan bagian dari dunia lain. Lahir dari proses yang intuitif sekaligus disiplin, ciri khas makhluk-makhluk Made Kaek membawa pesona yang buas.

Karya-karya Arwin Hidayat berbagi bentuk mentah dan intuitif yang terlihat dalam karya Made Kaek, Tetapi, di mana makhluk-makhluk Made Kaek berdiri sebagai individu, figur-figur Arwin Hidayat bermorfosis dan membaur satu sama lain.

Kombinasi elemen primitif dan kontemporer, kosakata visual Arwin Hidayat membentang, mengambil dari kumpulan referensi sosial dan budaya yang lebih luas. Pola ilustratif dari estetika visualnya konsisten dalam estetika visualnya, seperti yang terlihat dalam kategori folk art.

Bersih dan ilustratif, garis hitam tebal membentuk mata, gigi, dan pola. Roda, simbol- simbol falik dan feminin yang berulang, tersebar di setiap komposisinya. Bentuk yang disederhanakan yang beresonansi dalam karya Arwin Hidayat berkesan ‘outsider art’ yang juga hadir dalam karya Made Kaek. Meskipun kedua seniman tidak masuk ke dalam kategori ini secara implisit.

Namun, dunia Arwin Hidayat tidak dibentuk oleh pembatasan. Tidak seperti makhluk- makhluk Made Kaek, bentuk-bentuk Awin Hidayat tidak didasarkan pada identitas sentral. Mereka adalah hibridisasi eratik dari berbagai elemen. Membaur dan menyatu, menciptakan dunia yang ngawur, di mana tidak ada yang terpisah. Bahkan inversi warna, di mana figur-figur terbalik ke dalam dan ke luar, anggota tubuh menyatu, menunjukkan bahwa tidak ada yang berdiri terpisah.

Komposisi Arwin Hidayat, semuanya bermorfosis dalam dunia yang berjukstaposisi. Kesan manusia terlihat seperti binatang dapat ditemukan dalam karyanya. Menggemakan kebinatangan dari makhluk-makhluk Made Kaek. Portofolio Arwin Hidayat yang luas, dari lukisan dan keramik hingga tekstil batik dan mural, menerjemahkan bahasa visual ini ke berbagai media.

Sementara itu, Made Kaek memelihara makhluk-makhluknya menjadi makhluk yang sepenuhnya terealisasi dengan kepribadian yang semakin dewasa. Sedangkan Hidayat menangkap energi nonidentitas itu sendiri. Menunjukkan ambiguitas mutlak dalam dunia fragmen yang disatukan kembali melalui formula hukum anti-alam.

Pameran ‘Tabrak’ mewujudkan hasil perpaduan antara lanskap psikologis intuitif Kaek dan Hidayat. Dalam tabrakan kreatif mereka, dualitas makna terungkap.

Dengan menyelam ke dalam alam mereka masing-masing, kita menyaksikan bagaimana dunia mereka memancarkan energi yang sama dari kreativitas tak tersaring sambil berbagi dua realitas yang berlawanan.

“Yang satu membentuk identitas individu yang jelas, karakter yang merefleksikan konstruksi kemanusiaan kita, sementara yang satunya menghancurkan semuanya,” jelas Dewi.

Dewi menegaskan ‘Tabrak’ dalam konteks ini bukanlah peristiwa kekerasan, melainkan penggabungan dua pemikiran kreatif yang membawa kita ke dalam psikologis manusia yang berbeda.

Pada akhirnya, peleburan kekuatan kreatif yang berbeda ini mengundang renungan yang lebih dalam tentang sifat identitas, kesadaran, dan wilayah yang tidak terpetakan dari psikis manusia. [T][Ado/*]

Garis-garis Puitika Karya-karya Made Kaek
“Kala Api, The Age of Pawns”: Pameran Made Kaek di Yogyakarta untuk Sang Kakek
40 Karya Made Kaek  dalam “Lines of Poetry” di Russ Gallery Canggu
Insan-insan Imajiner Made Kaek Dipamerkan di Chiang Mai, Thailand
Pameran Tunggal Made Kaek | Penemuan Stilistik dan Estetik dari Periode ke Periode
Tags: Made KaekMuseum Arma UbudPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

FBS Undiksha dan Gerakan Literasi Nasional — Catatan Dosen Penggerak Literasi Berbasis Komunitas

Next Post

”Ngeceng”, Tradisi Lisan Humor Betawi — [Bagian 1]: Bentuk dan Struktur

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

by tatkala
February 19, 2026
0
Pameran Foto “Magic in the Waves” Menjadi Pengingat Perlunya Menjaga Pantai di Bali

Foto-foto karya yang dipertunjukkan Bagus Made Irawan alias Piping dalam pameran Magic in the Waves di Warung Kubukopi, Denpasar, 18-28...

Read moreDetails

“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

by I Gede Made Surya Darma
January 25, 2026
0
“Wianta & Legacy”: Perayaan Warisan Kosmik Made Wianta di The Apurva Kempinski Bali

Pameran “Wianta & Legacy” resmi dibuka pada tanggal 23 Januari 2026 di Gallery of Art, The Apurva Kempinski Bali, menghadirkan...

Read moreDetails

Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

by tatkala
January 18, 2026
0
Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

RIUH ramai terdengar berbeda di salah satu venue Berbagi Ruang & Kopi, Denpasar, Sabtu 17 Januari 2026. Jika biasanya ia...

Read moreDetails

Menengok Lukisan Bercorak ‘Young Artist Style’ di The 1O1 Bali Oasis Sanur

by Nyoman Budarsana
January 17, 2026
0
Menengok Lukisan Bercorak ‘Young Artist Style’ di The 1O1 Bali Oasis Sanur

Wisatawan yang sedang melakukan check in ataupun check out di The 1O1 Bali Oasis Sanur tiba-tiba terhenti sejenak. Mereka bukan...

Read moreDetails

Ayo, Pameran “Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif” Sudah Dibuka di Kencu Ruang Seni, Kuta, Bali

by tatkala
January 5, 2026
0
Ayo, Pameran “Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif” Sudah Dibuka di Kencu Ruang Seni, Kuta, Bali

DI Kencu Ruang Seni di Kuta, Bali, pameran "Simbiosa Kreatif: dari Norma Objektif ke Ekspresi Kreatif", sebuah rekonstruksi perjalanan kreatif...

Read moreDetails

Pulang ke Palung: Estetika yang Meraba-raba

by Made Chandra
January 4, 2026
0
Pulang ke Palung: Estetika yang Meraba-raba

---Sebuah catatan reflektif tentang pameran yang meleburkan batas-batas kelokalan MENJELANG satu purnama, sejak kami—para peraba mimpi—dipertemukan oleh sebuah perhelatan kebudayaan...

Read moreDetails

Menelisik Ketimpangan dan Ketergantungan Melalui Pameran “Revolusi Setangkai Jerami”

by I Komang Sucita
December 7, 2025
0
Menelisik Ketimpangan dan Ketergantungan Melalui Pameran “Revolusi Setangkai Jerami”

“Dua serigala terjaga dalam kalut kekhawatiranakan tingkah gembala BELOGyang kian menggiring domba dombaMenuju keterasingan” -- Secarik puisi metafor pembuka KALA...

Read moreDetails

Enam Perupa Sad Rasa Pamerkan ‘Paradiso’ di ARMA Ubud: Ungkap ‘Surga’ yang Kian Compang-camping

by Nyoman Budarsana
December 6, 2025
0
Enam Perupa Sad Rasa Pamerkan ‘Paradiso’ di ARMA Ubud: Ungkap ‘Surga’ yang Kian Compang-camping

Sad Rasa yang terdiri dari enam perupa Bali menggelar pameran bersama di Museum Agung Rai (ARMA) Ubud. Pameran bertajuk “Paradiso”...

Read moreDetails

Pameran ‘BUMI’ di Surabaya: Ajak Publik Menyentuh Ulang Hubungan Manusia dan Tanah

by Arief Rahzen
December 4, 2025
0
Pameran ‘BUMI’ di Surabaya: Ajak Publik Menyentuh Ulang Hubungan Manusia dan Tanah

Gelaran seni bertajuk BUMI: Integralitas Tubuh–Rasa resmi dibuka di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) pada 1 Desember 2025 malam. Pameran...

Read moreDetails

Pesan 7 Perupa Wanita Lewat Karya Lukisnya di ARTOTEL Sanur

by Nyoman Budarsana
November 22, 2025
0
Pesan 7 Perupa Wanita Lewat Karya Lukisnya di ARTOTEL Sanur

PECINTA seni rupa seakan dikejutkan dengan karya-karya yang kreatif dari 7 perupa perempuan ketika melakukan pameran di Artspace, ARTOTEL Sanur...

Read moreDetails
Next Post
Kelecung ”Eco Village” Tabanan: Menjawab Keresahan Gempuran Investor

”Ngeceng”, Tradisi Lisan Humor Betawi --- [Bagian 1]: Bentuk dan Struktur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co