22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
November 28, 2023
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MASYARAKAT adat suku Baduy Dalam di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada bulan Juni 2023 mengajukan permohonan kepada pemerintah agar wilayah pemukiman mereka bebas dari jaringan internet. Permohonan tersebut diajukan berdasarkan musyawarah para tetua adat Baduy.

Menanggapi permohonan masyarakat adat Baduy tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika memberi respons positif. Sejak September 2023 wilayah Baduy dalam menjadi blank spot atau wilayah yang tidak dapat menjangkau akses internet.

Mengapa masyarakat Baduy menolak kehadiran internet di wilayahnya? Sementara masyarakat pada umumnya sangat tergantung pada layanan internet? Bahkan, beberapa tempat fasilitas publik memberikan layanan internet gratis kepada masyarakat; baik itu di hotel, restoran, maupun perkantoran.

Jauh sebelum muncul penolakan internet, masyarakat Baduy juga pernah mengajukan permintaan agar istilah Destinasi Wisata Baduy dihapus dan diganti dengan Saba Budaya Baduy atau  Silaturahmi Budaya Baduy.

Mereka juga meminta agar dilakukan pembatasan kunjungan wisatawan ke Baduy. Permintaan yang tentu saja di luar kelaziman, karena daerah lain justru berharap menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.  

Perlawanan

Penolakan masyarakat adat Baduy terhadap internet bukan berarti mereka menolak kemajuan. Mereka ingin menjaga dan merawat nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini mampu menghadirkan harmonisasi kehidupan di masyarakat. Oleh sebab itulah mereka melakukan perlawanan dengan cara mereka sendiri.

Perlawanan masyarakat Baduy bukan tanpa alasan. Internet dianggap sebagai ancaman bagi masa depan generasi Baduy. Tentu saja mereka belajar dari perilaku netizen saat ini. Media yang berbasis internet sering membawa petaka bagi nilai-nilai adat dan tradisi.

Ketika internet dibiarkan masuk di wilayah Baduy, dikhawatirkan masyarakatnya akan banyak mengalami perubahan perilaku. Tak salah kekhawatiran itu. Media sosial berbasis internet kerap dijadikan ajang eksistensi diri, pamer kekayaan dan kedudukan, saling mencaci-maki, dan meniru budaya negara seberang yang tidak jelas juntrungannya. Ini semua sangat bertentangan dengan nilai-nilai dan adat masyarakat Baduy yang bersahaja.

Penolakan internet sebagai simbol perlawanan bukan berarti pula masyarakat Baduy menolak perubahan. Sebagaimana masyarakat adat lainnya, perubahan sosial budaya adalah keniscayaan. Akan tetapi perubahan itu biasanya berjalan lambat dan datang dari dalam masyarakat sendiri (intra systemic change).

Kehadiran internet berpotensi menyebabkan perubahan secara cepat dan meluas. Dan pastinya, perubahan yang datang dari luar masyarakat (extra systemic change) akan menimbulkan masalah serius bagi masyarakat adat. Maka wajar jika masyarakat Baduy melakukan perlawanan dengan menolak internet di wilayahnya.

Tontonan

Sejatinya masyarakat adat Baduy tidak menolak pariwisata. Mereka cukup diuntungkan dengan kunjungan wisatawan ke wilayahnya. Berbagai hasil kerajinan masyarakat menjadi buah tangan bagi wisatawan. Mereka hanya ingin kedatangan orang lain ke wilayah Baduy bukan sebagai wisatawan, melainkan sebagai tamu.

Kata wisata maupun wisatawan berkonotasi masyarakat Baduy sebagai tontonan bagi orang lain. Sedangkan makna kata Saba Budaya adalah silaturahmi, saling mengormati adat istiadat masing-masing, saling melindungi dan saling menjaga. Pembatasan kunjungan wisatawan juga bertujuan untuk menjaga keseimbangan lingkungan fisik dan budaya di Baduy.

Watak pariwisata yang kapitalistik memang dapat membuat masyarakat Baduy was-was. Baduy akan menjadi produk yang dijual ke pasar wisata. Lantas Baduy dianggap sebagai destinasi yang unik bagi wisatawan sekaligus menjadi destinasi wisata massal.

Harapan masyarakat Baduy agar mereka bukan sekadar tontonan dalam industri pariwisata. Perilaku wisatawan selayaknya menghormati nilai dan tradisi masyarakat. Jangan sampai wisatawan berperilaku tidak sopan atau membuang sampah sembarangan di wilayah mereka.

Masyarakat adat Baduy, termasuk juga masyarakat adat lain di Indonesia; memang selayaknya tidak dijadikan destinasi wisata massal. Hal itu berpotensi menimbulkan permasalahan, baik secara sosial, budaya, maupun lingkungan. Interaksi masyarakat dengan wisatawan secara terus-menerus dalam waktu lama dan dalam jumlah banyak dapat mengancam keberadaan masyarakat adat.

Diperlukan konsep yang tepat dalam pengembangan pariwisata di Baduy. Pariwisata yang berkualitas (quality tourism) dan wisata edukasi (edutourism) lebih tepat diterapkan di Baduy. Dengan konsep itu, wisatawan yang berkunjung dapat belajar adat dan tradisi serta melestarikan lingkungan. Orientasi pariwisata yang berkualitas bukan pada jumlah wisatawan yang banyak berkunjung, namun pada kualitas perilaku wisatawan.

Masyarakat adat Baduy adalah contoh sukses perlawanan terhadap rezim teknologi dan pariwisata. Sementara banyak masyarakat adat daerah lain yang pasrah dan dengan senang hati menerimanya.

Begitulah rezim pariwisata, kadang rakus terhadap segala sumber daya. Termasuk menjual serta melahap adat dan tradisi.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Tags: BudayaPariwisataPariwisata Berkelanjutan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur

Next Post

Tak Hanya Gunung Batur, di Kintamani juga Ada Greatrock Bali Adventure

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Tak Hanya Gunung Batur, di Kintamani juga Ada Greatrock Bali Adventure

Tak Hanya Gunung Batur, di Kintamani juga Ada Greatrock Bali Adventure

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co