23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Media Making: Menjadikan Apa pun dan Siapa pun

Chusmeru by Chusmeru
September 19, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

NAMA Norman Kamaru sempat viral di jagat maya pada tahun 2011. Polisi asal Gorontalo itu terkenal di Tanah Air berkat joged India dan lipsing lagu Chaiyya Chaiyya yang diunggah ke Youtube. Berbagai tawaran manggung dan tampil di televisi pun berdatangan. Jadilah Norman Kamaru sosok selebriti Indonesia.

Menjadi terkenal di media dan industri hiburan membuat Norman Kamaru mengundurkan diri  dari institusi kepolisian. Selanjutnya tentu saja ia berharap dapat mengubah nasib dan menjadi selebriti. Namun sayang, nasibnya tak seperti impiannya. Media tak lagi meliriknya untuk tetap bertahan di dunia hiburan. Dia pun kembali menjalani kehidupan seperti layaknya masyarakat biasa.

Masih sosok pria asal Gorontalo; adalah Fajar Sad Boy yang jadi perbincangan publik. Ketenarannya diperoleh dengan “menjajakan” raut wajah sedihnya di media sosial. Berperan sebagai sosok yang teraniaya karena cinta, Fajar Sad Boy juga viral di dunia maya. Imbasnya, ia menjadi langganan bintang tamu di berbagai stasiun televisi. Sama seperti Norman Kamaru, Fajar Sad Boy pun tak bertahan lama di media. Dia hilang bak ditelan bumi.

Fenomena Citayam Fashion Week juga menyedot perhatian khalayak. Ajang fashion show ala remaja yang sering nongkrong di dekat Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat itu menimbulkan kehebohan tersendiri di masyarakat. Fenomena itu telah melahirkan nama-nama selebriti dadakan, seperti Jeje ‘Slebew’, Bonge, dan Roy. Mereka melambung namanya setelah media meliputnya secara masif.

Kasus yang cukup anyar memunculkan nama Bima Yudho Saputro. Mahasiswa dan Tiktoker asal Lampung ini mengkritik infrastruktur di daerahnya melalui media sosial. Kritiknya dianggap tidak etis dan berlebihan, sehingga seorang pengacara melaporkannya ke polisi. Namun bukannya dijerat dengan hukum, kasus Bima Yudho Saputro justru mendapat dukungan netizen Tanah Air.

Bahkan Menkopolhukam, Mahfud Md memberikan tanggapan seolah mendukung kritik Bima itu. Tak hanya itu, Presiden Jokowi pun melakukan kunjungan kerja ke Lampung untuk mengecek infrastruktur di daerah itu. Bima Yudho Saputro menjadi dikenal di berbagai daerah. Gaya Tiktoker itu lantas ditiru oleh pegiat media sosial di daerah lain. Jadilah Bima representasi generasi Z yang kritis.

Ekonomi Media

Begitulah media. Mampu menjadikan orang sebagai apa pun dan siapa pun dalam waktu sekejap. Tak heran jika media, baik konvensional maupun modern; dijadikan ajang untuk menyalurkan pendapat, kritik, keresahan, dan panjat sosial.

Betul kiranya kata Marshall McLuhan (1964), The Medium is The Message. Sejak lama McLuhan memprediksi bahwa media bakal memiliki kekuatan luar biasa. Media mampu membentuk persepsi orang tentang pesan yang disampaikannya. Bahkan kekinian, pengaruh media dalam masyarakat lebih hebat ketimbang isi pesan yang disampaikannya. Orang  lantas berburu media untuk menjadi apa pun dan siapa pun.

Meski demikian, di balik keperkasaan media tetap saja ada faktor ekonomi yang membesarkannya. Dan itu yang acapkali menjadi pertimbangan bagi media untuk menyaring pesan dan memilih orang-orang yang layak ditampilkan di media. Artinya, tak ada kekuatan yang jatuh dari langit untuk media. Selalu ada faktor ekonomi di belakangnya.

Paling tidak ada tiga hal yang secara ekonomis mendukung posisi media agar menjadi kuat. Pertama, sumber-sumber yang menopang media. Sumber yang selama ini diandalkan media adalah iklan. Sepanjang iklan masih banyak bertengger di media, maka nafas panjang media masih bisa diharapkan. Tidak hanya iklan, media (sosial) sangat membutuhkan dukungan yang bersumber dari viewer, subscriber, follower, dan like dari khalayaknya.

Sementara itu, di tengah keinginan media untuk merebut khalayaknya, kompetisi di antara media juga begitu ketat. Media penyiaran, media massa online, dan media sosial tumbuh bak jamur di musim hujan. Media dituntut memiliki kecepatan dan keakuratan dalam menyampaikan informasi agar ditonton dan dibaca khalayak sebanyak mungkin.

Satu sisi yang tak bisa dihindari media adalah orientasinya pada profit. Media tetap saja kapitalistik. Sepanjang orang-orang yang viral dadakan itu tak mampu lagi mendulang cuan, maka media akan meninggalkan. Sedangkan dengan setumpuk uang, orang dapat menyewa atau membeli ruang di media untuk menjadi apa pun dan siapa pun.

Kekuatan Media

Media memiliki kekuatan memproduksi identitas dan mengkonstruksi audience. Media turut serta membentuk identitas seseorang. Apakah seseorang akan berada di posisi terhormat ataukah teraniaya, peran media begitu besar. Media juga punya kekuatan membentuk identitas seseorang sebagai alim ataukah zalim.

Selain itu, media mampu mengkonstruksi khalayaknya. Pendukung satu kelompok musik atau klub olah raga dibesarkan oleh media. Maka dari itu, media juga turut andil dalam membentuk representasi identitas khalayak. Atribut maupun kostum para pendukung tokoh politik perlu sorotan kamera media, agar tokoh yang didukungnya dapat menjadi apa pun dan siapa pun.

Media sebagai bagian dari institusi pers membuat orang hidup dalam world of media dan media world. Media membawa dunia kepada kita dan mampu membentuk dunia. Namun lebih dari itu, pers dan dunia bisa saling menciptakan sesuatu. Itulah yang disebut Media Making ( Lawrence Grossberg, 1998).

Media making terjadi ketika pers mampu menciptakan realitas media, informasi kekinian, dan memori kolektif. Jika dikaitkan dengan situasi kekinian, bagaimana media making mewarnai Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nanti, tentu menarik untuk dicermati. Kadangkala realitas politik di lapangan akan berbeda dengan realitas di media. Sehingga popularitas tokoh di media kerap menjadi tolok ukur keterpilihan.

Dalam media making, orang sesungguhnya hidup dalam dunia media; bukan media dunia. Mengapa? Karena media itu diciptakan; dan dalam waktu yang bersamaan media menciptakan sesuatu yang lain. Hakikat media menurut Groosberg adalah membuat sesuatu itu (making). Membuat uang. Membuat kehidupan sehari-hari. Membuat makna, identitas, realitas, perilaku, dan sejarah.

Terkait pemilu nanti, menarik untuk dikaji apakah media juga bisa menjadikan calon presiden (Capres) sebagai apa pun dan siapa pun. Akankah seorang Capres menjadi pejuang ataukah pecundang di mata khalayak. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Berita Kisah: Berita yang Nyaris Ditinggalkan Media
Berkomunikasi dalam Kebisuan: Haru Biru Media Baru
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi informasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Prof Raghu Vira Sahabat Bung Karno, Pakar Lontar Nusantara

Next Post

Menyangsikan Dutar & Papaya Sebagai Sinematik Eksperimental Nonkonvensional: Bukti Kita Butuh Pembacaan Ulang

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Menyangsikan Dutar & Papaya Sebagai Sinematik Eksperimental Nonkonvensional: Bukti Kita Butuh Pembacaan Ulang

Menyangsikan Dutar & Papaya Sebagai Sinematik Eksperimental Nonkonvensional: Bukti Kita Butuh Pembacaan Ulang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co