25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Usaha Penguatan Karakter Bahasa dan Budaya Lamaholot NTT dalam Tarian Sole Oha

tatkala by tatkala
September 4, 2023
in Budaya
Usaha Penguatan Karakter Bahasa dan Budaya Lamaholot NTT dalam Tarian Sole Oha

Tarian adat Sole Oha di Adonara, Flores Timur, NTT | Foto: Ist

TIM RISET dari Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra; Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra; Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan peneliti dari Universitas Citra Bangsa Kupang, meneliti bahasa dan budaya Lamaholot di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam bukunya Ensiklopedia Suku Bangsa di Indonesia (2015) Zulyani Hidayah menyampaikan bahwa Lamaholot (disebut juga Lamkolot, Lamholot, Solor, atau Larantuka) adalah salah satu suku bangsa yang berdiam di wilayah Kabupaten Flores Timur serta Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Sedangkan menurut M. Junus Melalatoa dalam Ensiklopedia Suku Bangsa di Indonesia (1995), Suku Lamaholot mendiami sebagian besar wilayah kabupaten tersebut, yang meliputi bagian timur Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor, dan Pulau Lomblen.

Dalam kabupaten ini, mereka hidup berdampingan dengan kelompok-kelompok lain, seperti orang Kedang, bersama dengan kelompok pendatang seperti Bugis, Makassar, Buton, serta keturunan Cina.

Pengambilan data bahasa dan budaya Lamaholot di NTT / Foto: Ist

Masih dalam sumber yang sama, Suku Lamaholot memiliki bahasa sendiri, yaitu Bahasa Lamaholot (meliputi bahasa Adonara) yang digolongkan oleh para ahli ke dalam rumpun bahasa Ambon Timur. Bahasa ini terdiri atas bahasa Lamaholot Barat, Lamaholot Tengah, dan Lamaholot Timur.

Bahasa Lamaholot Barat adalah bahasa yang paling besar jumlah penuturnya, yaitu terdiri atas beberapa dialek, seperti Pukaunu, Lewotobi, Lewolaga, Barna, Lewolema, Waibulan, Baipito, Tanjung Bunga, Buton, Horowura, Waiwadan, Watan, Kiwang Ona, Dulhi, Wua Kerong, Belang, Lamalera, Mulan, Lamahora, Merdeka, Ile Ape, Ritaebang, dan Lemakera.

Sementara itu, Bahasa Lamaholot Tengah terdiri atas dialek Mingar, Lewo Penutu, Lewotala, Lewokukun, Imaldo, Lewuka, Kalikara, dan Painara. Sedangkan Bahasa Lamaholot Timur yang paling sedikit jumlah penuturnya terdiri atas dialek Lewowlong dan Lamatuka.

Tim riset yang dikoordinatori oleh I Made Sudiana, dengan anggota tim Ni Luh Komang Candrawati, I Wayan Tama, I Wayan Sudiartha, Ida Ayu Putu Aridawati, Aditya Wardhani, dan Lanny Isabela Dwisyahri Koroh itu, meneliti bentuk lingual penyepasangan yang dituturkan dalam tarian Sole Oha di Kabupaten Fores Timur dan Kabupaten Lembata.

Pengambilan data lapangan riset kolaborasi yang bertajuk “Penyepasangan Bentuk Lingual Bahasa Lamaholot di NTT sebagai Penyumbang Penguatan Karakter Keindonesiaan” itu, berlangsung dari tanggal 25 Agustus sampai dengan 7 September 2023 mendatang.

Koordinator tim riset, I Made Sudiana mengatakan bahwa bahasa Lamaholot yang dituturkan di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata memiliki bentuk penyepasangan atau paralelisme berupa pengulangan semantik.

Bentuk lingual penyepasangan ini merupakan ragam tinggi yang sarat makna dan nilai. Dikatakan, fenomena ini sangat menarik untuk diteliti dalam usaha penguatan karakter pada guyup budaya Lamaholot.

“Penguatan karakter kelamaholotan dapat berkontribusi bagi penguatan karakter keindonesiaan dalam bingkai pilar kebangsaan,” ujar Sudiana.

Menurut Lanny Isabela Dwisyahri Koroh, Sole Oha adalah tarian adat masyarakat Lamaholot, NTT, yang mencirikan kekuatan kesatuan yang erat. Simbol kesatuan ini ditunjukkan dalam gerak tari penari yang saling menyatukan eratan tangan antarpenari.

Pengambilan data diaspora Lamaholot di Bali / Foto: Ist

Ditambahkan pula, tarian ini juga menjelaskan kuatnya tali persaudaraan antarmasyarakat Lamaholot yang tersebar di beberapa pulau. Tarian ini berisi tuturan dalam bahasa Lamaholot yang sarat dengan nasihat.

“Walau tarian ini mulai ditinggalkan anak cucu generasi muda Lamaholot, belakangan ada upaya dari generasi tua yang perlahan kembali merangsang generasi muda untuk kembali mencintai tarian Sole Oha ini,” tambah Isabela.

Pengambilan data lapangan dibagi menjadi dua. Kelompok pertama (lima orang peneliti) mengambil data di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata, sedangkan kelompok kedua (dua orang) mengambil data diaspora etnik Lamaholot di Bali.

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini, yakni (1) ciri bentuk lingual penyepasangan dalam bahasa Lamaholot, (2) fungsi dan makna bentuk lingual penyepasangan dalam bahasa Lamaholot.

(3) nilai-nilai yang tersirat di dalam bentuk lingual penyepasangan dalam bahasa Lamaholot sebagai penyumbang penguatan karakter keindonesiaan, dan (4) perilaku hidup masyarakat sebagai representasi dari pemahaman tentang makna dan nilai yang tersirat di dalam bentuk lingual penyepasangan dalam bahasa Lamaholot.

Sumber data penelitian ini adalah penutur pada upacara tradisi, pelatun nyanyian pengiring tarian massal Sole Oha, dan pembicara pada pertemuan-pertemuan yang bersifat profan. Data penelitian ini berupa tuturan dan nyanyian yang dipilah bentuk lingual penyepasangannya dan ditranskripsikan.

Analisis data menggunakan metode deskriptif-kualitatif, sesuai dengan hakikat penelitian bahasa dalam konteks kebudayaan. Interpretasi makna dan nilai menggunakan pendekatan yang memadukan antara etik (menurut peneliti) dan emik (menurut pemilik budaya Lamaholot).

Berdasarkan kerangka teori semantik, semantik budaya (semiotik), dan linguistik kebudayaan, permasalahan penelitian ini akan terjawab secara holistik sehingga berkontribusi bagi penguatan karakter kelamaholotan dalam bingkai keindonesiaan, dan sebaliknya penguatan karakter keindonesiaan berbasis budaya kelamaholotan; karakter keindonesiaan yang mengakar dan “membumi”.

Sementara itu, luaran penelitian ini berupa makalah seminar internasional dan artikel publikasi pada jurnal internasional bereputasi.[T][Jas/*]

Tags: BahasaBudayaIndonesiaNTT
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Keajaiban Dalang Wayang Bali : Keterampilan Yang Tersembunyi dan Multidimensional

Next Post

Ragam Cara Mahasiswa Undiksha Menutup Biaya Hidup: Jadi Tukang Las, Ojol, Hingga Petugas Survei

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
Ragam Cara Mahasiswa Undiksha Menutup Biaya Hidup: Jadi Tukang Las, Ojol, Hingga Petugas Survei

Ragam Cara Mahasiswa Undiksha Menutup Biaya Hidup: Jadi Tukang Las, Ojol, Hingga Petugas Survei

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co