23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Feature: Komunikasi Ekspresif dan Naratif dalam Menulis

Chusmeru by Chusmeru
September 1, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

“Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah. Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. Begitu kata sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer.

MENULIS APA pun itu, memiliki makna yang luar biasa. Bukan hanya sekadar media ekspresi, namun juga upaya mendokumentasikan segala sesuatu. Sayangnya, tidak setiap orang memiliki kemauan untuk menulis. Kelemahan yang biasa dimiliki orang adalah keengganan untuk mendokumentasikan apa yang dialami, dilihat, dan dilakukan.

Pengalaman seseorang dalam perjalanan, misalnya, sering dinikmati diri sendiri. Tidak dicatat dan didokumentasi, sehingga suatu saat akan hilang dari peta kognitif seseorang. Catatan kegiatan sesungguhnya dapat dibagikan kepada orang lain, baik secara visual gambar maupun tulisan. Kelak tulisan itu dapat dibaca anak-cucu dan generasi berikut.

Menulis suatu peristiwa bukan semata pekerjaan wartawan. Setiap orang dapat menuliskannya. Salah satu bentuk tulisan yang dapat menarasikan peristiwa adalah feature atau karangan khas. Berbeda dengan berita, feature tidak tunduk pada kaidah piramida terbalik. Meski demikian, feature tetap memerlukan unsur 5W1H agar tidak invalid sebagai produk jurnalistik.

Feature biasanya ditulis dalam bentuk narasi, bercerita tentang banyak hal. Gaya bahasanya yang “nyastra”, membuat feature enak untuk dibaca. Aktualitas tidak menjadi pertimbangan penting dalam feature, meskipun faktualitas tetap diperlukan. Berita yang biasa dapat menjadi luar biasa ketika ditulis secara ekspresif dan naratif dalam bentuk karangan khas.

Jenis Feature

Banyak ragam penulisan feature (Haris Sumadiria, 2016). Setiap jenis feature mengandung kekuatan dan gaya penulisan tersendiri. Pertama, karangan khas yang bersifat human interest. Jenis feature ini menyentuh perasaan pembaca, karena mengandung keharuan, kegembiraan, dan simpati.

Banyak hal dapat ditulis dalam bentuk human interest, seperti orang, tempat, benda, tumbuhan, dan hewan. Sepanjang ditulis secara ekspresif dan dapat mengundang rasa haru pembaca, maka dapat diangkat sebagai feature yang mengandung human interest. Misal, ulang tahun atau kematian seseorang, kasih sayang hewan kepada anaknya, prestasi penyandang disabilitas, atau tempat yang dianggap keramat.

Kedua, feature sejarah. Karangan khas jenis ini merekonstruksi peristiwa bukan hanya dari sisi fakta, tetapi juga aspek manusiawi yang mengundang simpati dan empati. Banyak objek feature sejarah yang dapat ditulis, seperti tempat dan peninggalan bersejarah; baik dalam skala internasional, nasional, maupun lokal.

Kisah heroik seorang veteran saat perang kemerdekaan atau aktivis mahasiswa yang selamat dari tindakan represif aparat saat aksi reformasi 1998 dapat menjadi karangan khas yang menarik jika dinarasikan dengan baik. Fakta dan peristiwa sejarah juga dapat ditulis melalui cerita tentang patung, monumen, tugu, dan biorama.

Ketiga, feature biografi. Merupakan perjalanan hidup seseorang , tokoh, figur publik, maupun pemimpin. Banyak tokoh yang menginginkan perjalanan hidupnya ditulis dan dipublikasikan. Gaya cerita yang menarik dapat membuat kisah hidup maupun karir seseorang menjadi enak untuk dibaca.

Keempat, karangan khas tentang perjalanan. Feature ini mengajak pembaca untuk mengenal lebih dekat tentang kegiatan atau tempat yang memiliki daya tarik. Banyak objek dan daya tarik wisata yang dapat ditulis sebagai karangan khas perjalanan. Selain memberi motivasi, feature perjalanan juga dapat menginspirasi orang untuk mencintai alam, flora, dan fauna.

Kelima, feature tentang petunjuk praktis. Karangan khas jenis ini banyak disukai oleh orang yang memiliki ketertarikan atau hobi pada bidang tertentu. Misalnya, petunjuk praktis memasak, merawat tumbuhan, hewan piaraan, dan cara mendesain rumah.

Keenam, feature ilmiah yang mengungkap sesuatu berkaitan dengan dunia ilmu pengetahuan. Pembaca karangan khas ini biasanya dari kalangan kaum muda dan terpelajar. Perjalanan ke ruang angkasa, penelitian tentang hewan langka, dan perkembangan teknologi informasi bisa ditulis menjadi karangan khas. Untuk menghasilkan feature jenis ini, penulis biasanya menyukai dunia ilmu pengetahuan atau bagian dari tim peneliti.

Begitu banyak ragam feature, sehingga banyak pilihan bagi orang untuk menulis serta mendokumentasikan apa yang dilihat, didengar maupun dilakukan. Bentuk tulisan yang ekspresif dan naratif membuat orang bebas untuk menulis sesuai dengan gaya penulisannya.

Menutup Feature

Mengakhiri tulisan feature tak seketat seperti menutup tulisan berita. Penulis dapat menutup satu kisah dengan pernyataan yang mengagetkan pembaca. Harapannya agar pembaca tergugah secara emosional setelah membaca karangan khas itu.

Menutup feature dapat dilakukan dengan membuat alur cerita seperti cerita pendek yang berujung pada klimaks. Inilah yang membedakan karangan khas dengan berita. Jika pada berita pembaca mendapatkan informasi lengkap di akhir tulisan, maka dalam feature pembaca mendapatkan rasa bangga, bahagia, bahkan sedih dan kecewa.

Penulis feature juga dapat menutup tulisan dengan saran, imbauan, seruan, maupun ajakan kepada pembaca. Meski data tetap diperlukan, namun unsur subjektifitas dalam feature dimungkinkan untuk meninggalkan kesan kepada pembaca. Misal, imbauan untuk orang tua agar lebih aktif melakukan literasi digital kepada anak-anak, agar terhindar dari dampak negatif media sosial.

Menulis feature; termasuk menulis apa pun, sesungguhnya tidak sulit. Hanya saja, beberapa orang memiliki banyak gagasan, tetapi tidak segera memulai menulis. Atau orang sangat ingin menulis, tetapi tidak memiliki gagasan. Padahal gagasan menulis feature bisa dari mana saja dan tentang apa saja.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Berita Kisah: Berita yang Nyaris Ditinggalkan Media
Menulis Berita Kisah: Merdeka Menjadi Wartawan
Golput: Komunikasi Politik yang Gagal
Mendem: Totalitas Komunikasi Transendental dalam Berkesenian
Tags: Berita Kisahkomunikasikomunikasi informasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pelajaran Menjadi Setengah: Sebuah Catatan Perjalanan ke Bali, 20 Maret – 9 April 2023

Next Post

Pertarungan Bangsawan Oesoel Vs Bangsawan Pikiran 

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Pertarungan Bangsawan Oesoel Vs Bangsawan Pikiran 

Pertarungan Bangsawan Oesoel Vs Bangsawan Pikiran 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co