25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hamil Sebelum Menikah

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
July 14, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

Konden beling konden nganten. Ungkapan itu kerap terdengar di kalangan masyarakat. Ungkapan itu terlontar jika mengetahui ada seorang perempuan hamil sebelum resmi menikah.

Kenyataannya, kasus hamil sebelum menikah memang seringkali terdengar. Bahkan seringkali pula kondisi itu dibuat dengan sengaja dan kesadaran penuh. Apakah ini cermin kemajuan apa justru kemunduran?

Universitas Udayana melalui fakultas psikologis pernah melakukan penelitian, apa sih yang memotivasi seorang wanita untuk mau hamil sebelum menikah?

Salah satu penyebab perempuan mau (dengan sadar) hamil sebelum menikah, adalah sosial pressure. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita menyaksikan kenyataan yang menyudutkan perempuan. Ketika pasangan sudah menikah, dan yang perempuan belum hamil, maka sering yang disalahkan adalah perempuannya atau istri.

Istri sering mendapatkan bully-an dari mertuanya termasuk juga keluarga dan kerabatnya. Salah satu solusi bagi remaja untuk mencegah sosial presure adalah dengan mengupayakan diri bisa hamil sebelum menikah.

Fenomena hamil sebelum menikah sepertinya menjadi sebuah kebiasaan yang kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai dokter kandungan, saya melihat fenomena ini sangat sering saya dapatkan.  Ada pasangan belum menikah ingin program hamil, dan yang meminta program untuk hamil tidak satu atau dua, tapi beberapa kali dalam praktek yang saya temukan.

Hamil sebelum menikah, kalau dilihat dari sisi ajaran Agama Hindu jelas melanggar ajaran agama atau tidak sesuai dengan ajaran yang diyakini dalam Hindu. Karena sejatinya suputra atau anak baik yang dilahirkan itu berdasarkan dan melalui proses yang sakral, tidak sembarangan dan kalau hamil sebelum menikah berarti kehamilan tersebut belum melewati proses sakralisasi, proses yadnya.

Ada salah satu sastra yang menyebutkan, kenapa proses upacara pernikahan itu penting?

Marilah saya ceritakan sebuah cerita. Ketika Ida Bhatara Siwa dan Dewi Uma ingin memiliki putra, dan untuk mewujudkan itu Ida Batara Siwa meminta tolong kepada Hyang Semara Jaya dan Hyang Semara Ratih. Oleh Batara Siwa, Hyang Semara Jaya dan Semara Ratih diubah menjadi abu, dan abu itu dinamai abu kala gni rudra, dan abu inilah merasuk ke setiap individu.

Agar sel benih yang akan tercipta dari perkawinan itu bersih dari pengaruh negatif, maka hal ini harus disucikan melalui prosesi mekala-kalaan, memberikan persembahan kepada Kala yang ada, dengan tujuan menghilangkan pengaruh buruk dari abu kala gni rudra yang menyusup ke dalam diri.

Secara medis, ketika perempuan hamil sebelum menikah, tentunya tidak akan mendapatkan perhatian semestinya, tidak mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis dari bidan atau dari dokter spesialis, dan juga tidak mendapatkan vitamin serta nutrisi semestinya. Hal itu sudah pasti akan mempengaruhi kesehatan bayi baik didalam kandungan maupun setelah lahir.

Ada pendapat, apa yang dipikirkan, apa yang diucapkan dan apa yang dilakukan ibu saat hamil direkam oleh si anak dalam kandungan. Tentunya saat perempuan hamil tapi belum menikah, sudah pasti cemas, takut, khawatir dan sebagainya. Dan kondisi psikologis ibunya itu sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan serta akan mempengaruhi kehidupannya di kehidupan ke depannya pasca lahir.

Sehingga tidak salah kalau dikatakan bahwa sekolah pertama anak ada dalam kandungan ibunya, dan guru pertama anak itu adalah ibunya.

Salah satu tujuan dari perkawinan adalah melahirkan anak-anak yang suputra, karena dalam keyakinan kita, satu anak suputra bisa mengalahkan 100 kali yadnya, dan hanya anak suputra yang mampu melepaskan orang tua atau leluhur dari keterikatan kelahiran atau penderitaan.

Anak suputra sebagaimana yang kita harapkan bersama akan terwujud tentunya dari kehamilan yang sebelumnya menjalani proses upacara perkawinan, dengan mekala-kalaan. Sejatinya kehamilan itu suci adanya.

Bagaimana anak yang lahir tanpa melalui proses ritual perkawinan sebelumnya? Dikatakan, jika anak yang lahir tidak melalui ritual itu, maka akan lahir anak bukan suputra (lawan suputra) yang disebut dengan kuputra Anak kuputra diibaratkan seperti satu pohon terbakar di hutan akan bisa menyebabkan terbakarnya pohon-pohon lain yang ada di hutan itu.

Dalam lontar pemeda semara dijelaskan bahwa ketika anak yang lahir dari hasil pembuahan yang tidak sesuai dengan ajaran agama, maka yang lahir itu bukan roh leluhur, tetapi roh yang namanya panca kama ligi.

Panca kama ligi ini adalah roh-roh gentayangan. Akan menjadi rare dia diu, menjadi anak yang tidak bisa dinasehati, selalu melawan orang tua, sakit sakitan, dan tidak bisa berkembang seperti layaknya anak normal.

Juga saat perempuan hamil dan  melakukan prosesi natab dalam upacara perkawinan maka itu dikatakan “ngemaduang anak”, karena sejatinya anak di dalam kandungan akan melakukan dan merasakan apa yang ibunya lakukan, maka saat natab pada upacara perkawinan ada bayi dalam kandungan itu pun ikut natab, sehingga ada tiga orang yang natab yaitu bapak, ibu dan anaknya, dan tentunya hal ini berdampak kurang bagus ke depannya.

Fenomena hamil sebelum menikah  ternyata menjadi masalah yang punya dampak sosial dan keberlangsungan generasi ke depannya yang harus kita pikirkan. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama, baik generasi muda saat ini, orang tua, para pendidik, tokoh masyarakat dan pengambil kebijakan  untuk bersama sama  mewujudkan generasi-generasi suputra ke depannya. [T]


  • BACA artikel lain dari penulis DOKTER CAPUT atau DR. DR. KETUT PUTRA SEDANA, SP.OG
Politik itu Kehidupan
Sejarah yang Membuat Saya Bangga jadi Orang Buleleng
ORHIBA : Olah Raga, Spiritualitas dan Kesehatan
Kita Sukses Karena Proses, Bukan Protes
Tags: Dokter CaputhindukesehatanPerempuanperkawinanpernikahan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Drama Tari Calonarang dari Generasi Keempat Sanggar Kumara Mas Singapadu

Next Post

Menjadi Penulis Cekatan di Tengah Badai Kecerdasan Buatan

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Menjadi Penulis Cekatan di Tengah Badai Kecerdasan Buatan

Menjadi Penulis Cekatan di Tengah Badai Kecerdasan Buatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co