6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ciri-ciri Toxic Relationship dan Bagaimana Cara Kita Terlepas darinya

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
April 29, 2023
in Esai
Ciri-ciri Toxic Relationship dan Bagaimana Cara Kita Terlepas darinya

Ilustrasi tatkala.co

ANAK-ANAK tidak akan mampu memilih orang tua seperti apa yang diinginkan. Namun, kita mampu menentukan akan menjadi orang tua seperti apa, kelak ketika memiliki anak.

Tentu, menjadi orang tua bukan hal yang mudah. Banyak pertimbangan yang harus dilakukan. Salah satunya adalah memilih pasangan yang baik.

Pasangan yang baik, akan jauh dari kata toxic. Dan pasangan yang toxic memang harus ditinggalkan. Jika masih ada yang mempertahankannya, berarti itu orang aneh, nggak waras, atau… jangan-jangan dia memang kena guna-guna. Hehe.

Ya, begitulah kata-kata yang tepat untuk mereka yang saat ini masih mempertahankan hubungan toxic relationship.

Kesempatan untuk melakukan toxic relationship biasanya lahir dari perasaan sayang yang teramat besar kepada seseorang, yang tanpa sadar akan membuat kita memaklumi hal-hal yang bahkan tidak seharusnya dilakukan. Seperti memaklumi perselingkuhan, memaklumi tindakan-tindakan kasar karena pelampiasan emosi, dan posesif yang berlebihan. Hingga aturan-aturan tidak masuk akal yang dibuat, dengan alasan saling menyayangi.

Tapi, bagi sebagian orang, toxic relationship seperti candu, bahkan banyak orang yang “belum dewasa” menganggap bahwa hubungan toxic relationship adalah hal yang menantang ketika dijalani. Padahal, tanpa disadari mereka telah mempertaruhkan masa depannya.

Seperti seorang teman saya, misalnya, yang terbiasa dikekang, dibatasi, tapi ketika tiba-tiba dia dibebaskan, justru dia merasa rindu akan hal itu.

Artinya, seolah-olah kita terbebas, justru semakin tersiksa. Hidup menjadi sepi dan tidak berwarna, hanya karena terbiasa ada yang posesif. Hubungan toxic rasanya memang seperti bermain roller coster, yang menegangkan tapi menyenangkan.

Toxic relationship dikenal sebagai hubungan yang beracun, hubungan ini dapat berdampak buruk bagi keadan fisik maupun mental seseorang yang ada didalamnya. Toxic relationship tidak hanya terjadi dalam hubungan kekasih, hal ini bisa saja terjadi dalam hubungan persahabatan, pertemanan, friendzone, bahkan dikeluarga.

Bagi sebagian orang tidak menyadari, bahwa dirinya sedang berada di sebuah hubungan toxic, mereka akan menganggap itu merupakan bentuk kasih sayang pasangannya, meskipun sedikit berlebihan. Tetapi bukankah hal yang berlebihan selalu tidak baik?

Buat Anda yang tidak sadar ada di hubungan toxic, Anda bisa baca ciri-ciri seperti di bawah ini, siapa tahu relate dan anda belum menyadarinya:

Tidak bisa menjadi diri sendiri

Bagaimana keadaan Anda ketika  menjalin sebuah hubungan? Masih tetap bisa menjadi diri sendiri? Atau justru sibuk menjadi orang lain, karena mengikuti ekspektasi pasangan anda?

Humm… hal ini sepertinya harus dipertanyakan, apakah tujuan pasanganmu baik, atau justru memang dia tidak menerima Anda apa adanya?

Jika tujuan pasanganmu baik, dan tidak memaksamu berubah secara instan, hal ini belum bisa dikatakan sebagai toxic relationship, justru menjadi motivasi agar Anda menjadi lebih baik.

Sering dibohongi

“Jika seseorang bisa berbohong tentang hal kecil, tentu dia juga bisa berbohong tentang hal besar.” Begitulah ungkapan yang diberikan, kepada mereka yang selalu berbohong. Untuk menutupi satu kebohongan, seseorang akan membuat kebohongan yang lainnya.

Jadi, berhati-hatilah ketika Anda suka berbohong, atau bersama dengan seseorang yang suka berbohong, karena ini akan membentuk karakter seseoran—karena kebohongan tetaplah kebohongan, tidak bisa dibenarkan.

Cemburu dan mengekang berlebihan

Perasaan cemburu adalah hal normal dan wajar di sebuah hubungan, lalu bagaimana jika berlebihan?

Nah, hal ini yang bahaya, dan bisa dikatakan sebagai toxic relationship. Ketika perasaan cemburu dijadikan alasan menyakiti satu sama lain, tidak menggambarkan hubungan yang dijalani sehat.

Hal ini sejalan dengan pasangan yang selalu mengontrol kita.

Adanya kekerasan fisik

Jika Anda sudah menerima kekerasan fisik, dalam sebuah hubungan, hal ini sudah tidak dapat dibenarkan lagi. Apalagi jika hanya sebatas pacaran. Hufttt.

Untuk kaum wanita terutama, coba Anda bayangkan, ketika Anda membiarkan tubuh Anda menjadi samsak pelampiasan emosi oleh pasangan? Bagaiman jika hal tersebut terjadi berulang-ulang? Tidakkah Anda membayangkan perasaan orang tua Anda? Ketika anak-anaknya diberikan nutrisi yang baik, justru orang lain yang menyakiti Anda.

***

Setelah membaca ciri-ciri di atas, sudah tentu Anda bertanya-tanya bukan? Tentang bagaimana cara terlepas dari toxic relationship, coba baca ulasan di bawah ini, semoga bisa membantu Anda perlahan keluar dari ruang gelap toxic relationship.

Menyadari Yang terjadi bukan sepenuhnya kesalahanmu

Orang-orang yang berada dalam toxic relationship, akan dibunuh oleh perasaannya sendiri, perasaan-perasaan bersalah yang timbul akibat doktrin dari pasangan akan membuat kita semakin susah terlepas dari hubungan toxic.

Dengan memahami bahwa hal-hal yang terjadi, bukan kesalahanmu, akan membuat Anda bisa menerima hal-hal yang terjadi dan tidak menghakimi pasangan atau dirimu sendiri.

Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik

“You deserve better”, kata-kata ini sudah tentu sering Anda dengar, ketika curhat dengan teman Anda. Ya, kalimat tersebut, bukan hanya sekadar kalimat penenang.

Ketika Anda diperlakukan buruk oleh satu orang, bukan berarti kamu akan diperlakukan buruk oleh orang lain.

Sudah seharusnya Anda beranjak untuk mencari orang baik, yang lebih menghargai Anda.

Mencintai diri sendiri

Hal ini sudah mungkin terdengar sangat klise untuk Anda, atau hal ini justru hal yang paling sulit Anda lakukan?

Hmmm… mencintai diri sendiri merupakan hal yang cukup sulit dilakukan, apalagi seperti saya. Hahaha

Tetapi hal ini harus tetap dilakukan ya. Dengan kita mencintai diri sendiri, itu juga bentuk kita menghargai diri sendiri. Ketika kita menghargai diri sendiri, bukankah orang lain juga akan menghargai kita?

Cari bantuan profesional

Terbiasa berada dalam toxic relationship akan menyulitkan kita ketika ingin melangkah keluar. Kita akan merasa ketakutan, merasa sendiri, tidak berdaya, dan kasihan, sehingga membuat kita terus terjebak. Jika ada diposisi tersebut, Anda bisa meminta bantuan kepada mereka yang lebih profesional.

Nah, itu tadi, beberapa pembahasan tentang cara agar Anda bisa beranjak dari hubungan toxic, jangan mewajarkan hal yang tidak seharusnya ya, karena hidup adalah pilihan kita sendiri, jadi jangan mau terus-terusan terjebak di hubungan yang toxic.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Pertimbangan untuk Putus bagi Kalian yang Doinya Sering Kaya Gini
Postingan Galau di Media Sosial Bisa Merusak Personal Branding?
Love Language: Bukan Pilihan, Tapi Keharusan!
Tags: cintacinta kasihesai
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sanggar Seni Kebo Iwa: Anak Adalah Aset Kebudayaan Kita

Next Post

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Legenda Harimau Jawa

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Legenda Harimau Jawa

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Legenda Harimau Jawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co