6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gurat Gurit 2022 | Empat Hari Kehangatan, Empat Hari Keceriaan

tatkala by tatkala
August 9, 2022
in Khas
Gurat Gurit 2022 | Empat Hari Kehangatan, Empat Hari Keceriaan

Salah satu sudut keceriaan dalam acara Gurat Gurit yang digelar Gurat Institute

Selama empat hari, 22 Juli, 25 Juli, 26 Juli, dan berakhir di tanggal berdirinya komunitas Gurat Institute, yakni 27 Juli 2022, terjadilah kehangatan penuh warna dan keceriaan penuh makna dalam acara Gurat Gurit 2022.

Para seniman, antara lain seniman rupa, seniman sastra, seniman musik, pengamat seni, seniman tari,  tidak hanya bertemu semata. Mereka berkolaborasi. Mereka saling gesek ide, saling lempar gagasan. Maka cerialah empat hari itu.

Pada rangkaian acara Gurat Gurit hari pertama yakni ‘Mebalih Jahhh’ berupa acara screening film yang berlangsung di Nonfrasa Gallery, Ubud.

Acara yang berlangsung pada hari Jumat, 22 Juli 2022 tersebut menghadirkan film karya sineas muda Agung Yudha atau Bli Gung Yudha dari komunitas Film Sarad. Ada enam film yang ditayangkan yang semuanya bergenre dokumenter, diantaranya Pekak Kukuruyuk, Astungkara, Royal Pelebon Ida Pedanda Ring Sanur, Tutur Kota, Professor Kolok, dan WITA.

Selain pemutaran film, acara ‘Mebalih Jahhh’ diakhiri dengan diskusi yang dipandu oleh perupa muda Ketut Nugi. Dalam sesi diskusi Bli Gung Yudha berbagi cerita tentang proses kreatifnya dalam mensutradarai film-film dokumenternya.

Bli Gung memaparkan tentang apa itu film dokumenter, apa perbedaan mendasar antara dokumentasi dan dokumenter. Menurut Bli Gung Yuda dokumentasi adalah bahan dari sebuah karya film dokumenter.

“Dokumentasi itu bahannya, dokumenter itu adalah rangkaian kisah atas dokumentasi-dokumentasi itu,” kata Bli Gung Yudha.

Bli Gung Yudha mengimbuhi bahwa dalam pemilihan tema karya-karya film dokumenternya ia lebih tertarik berangkat dari tema atau persoalan yang dekat dengan dirinya. Sesi diskusi kemudian berlanjut dengan tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan dari para audiens yang hadir.

Ada suasana dialogis yang sangat cair terjadi dalam diskusi tersebut. Para penonton yang hadir dari berbagai kalangan ikut urun rembug memberikan tanggapan, saran, masukan, hingga pertanyaan-pertanyaan seputar film yang ditampilkan oleh Bli Gung Yudha.

Memasuki hari kedua kegiatan Gurat Gurit, diadakan acara Marbar Buku yakni acara bedah buku. Buku yang dibedah adalah buku biografi I Wayan Karja hasil karya dan riset tim Gurat Institute.

Acara ini menghadirkan Wayan Karja sebagai narasumber dan I Wayan Sujana Suklu selaku penanggap, juga menghadirkan tim penulis dari Gurat Institute. Wayan Karja memaparkan tentang perjalanan keseniannya dari Bali dan memasuki medan seni rupa Barat.

Sedangkan Suklu menanggapi dan mengapresiasi buku yang ditulis Gurat tentang biografi Wayan Karja ini sebagai model dari metode penulisan diakronis dan sinkronis, melihat sisi biografi seorang seniman sekaligus mengaitkan dengan konteks historis seni rupa Bali yang lebih luas pada periode waktu tersebut. Suklu juga tertarik pada metode art healing yang dikembangkan Wayan Karja mulai tahun 2006.

Acara yang dipandu dengan hangat dan cair oleh Gek Sri Pande W ini memantik sejumlah tanggapan dan pertanyaan dari para peserta bedah buku yang hadir antara lain perupa Made Jirna, akademisi Made Ruta, perupa Nyoman Erawan dan I Wayan Arsana.

Para peserta mengapresiasi upaya-upaya penerbitan buku biografi perupa Bali seperti yang dilakukan oleh Gurat Institute dan Wayan Karja. I Wayan Arsana juga menekankan bahwa buku biografi seperti yang dikerjakan Gurat ini sangat berpeluang untuk terus dikembangkan dalam kerangka paradigmatik. Aspek teorotik dan pengetahuan bisa diketengahkan dibalik narasi dan deskripsi biografi Wayan Karja.

Acara Gurat Gurit hari ketiga menghadirkan acara Ngorta Geles” #1 yang membincangkan tentang penulisan sastra Bali Modern. Tampil sebagai narasumber adalah Gede Gita Purnama (Bayu) dan Putu Supartika. Dalam pemaparannya Gede Gita Purnama menyoal tentang keterkaitan antara sastra khususnya sastra Bali Modern dengan dunia seni rupa.

Gede Gita berdasarkan pengamatannya merunut keterkaitan ini dengan memaparkan dinamika penulisan buku-buku sastra Bali Modern dengan ilustrasi dan perwajahanya (cover) dari masa kolonial, kemerdekaan hingga kini.

Gede Gita juga menekankan agar kedepanya sangat penting dunia sastra Bali Modern melakukan lebih banyak kolaborasi dengan dunia seni rupa Bali agar tercipta kemungkinan kemungkinan baru yang bisa terjadi diantara keduanya.

Sedangkan Putu Supartika memperbincangkan tentang dinamika terbitan terbitan berkala seperti majalah, buletin, dan media masa lainya yang berfokus pada sastra Bali Modern. Supartika juga memaparkan berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi dalam dunia sastra Bali modern. Salah satunya pentingnya regenerasi dalam sastra Bali Modern.

Acara diskusi yang dipandu oleh Wayan Nuriarta ini juga memantik tanggapan dari para peserta yang hadir menyimak diskusi ini. Nyoman Erawan menanggapi tentang kolaborasi antara dunia sastra dan dunia seni rupa khususnya dalam hal ilustrasi. Erawan menekankan soal kolaborasi antara perupa dan sastrawan kini bisa diarahkan pada upaya saling menginterpretasi.

Perupa sekaligus pegiat sastra I Wayan Redika menyoroti soal dinamika dunia sastra Bali Modern kini. Redika dan juga Erawan memberikan motivasi bagi tumbuhnya semangat anak-anak muda seperti Supartika yang gigih mengelola majalah sastra Bali Modern di tengah berbagai tantangan dan dinamika yang terjadi.

Dewa Purwita memberi tanggapan tentang kemungkinan penggunaan bahasa Bali dalam penulisan seni rupa. Sedangkan Wayan Seriyoga Parta memberikan tanggapan soal pentingnya ruang-ruang inisiatif dalam pengembangan diskursus maupun perbincangan tentang sastra Bali Modern.

Memasuki hari terakhir Gurat Gurit diisi dengan berbagai acara di Kulidan Kitchen & Space. Peken Senggol Gurat yang berkolaborasi dengan 15 perupa dan brand kreatif masih tetap berlangsung, di areal itu Gurat juga berlangsung Ngorta Geles #2 yang memperbincangkan Seni Rupa Dalam Kebijakan Pemerintah Daerah.

Acara ini menghadirkan Dwi Wahyuning Kristiansanti seorang penari yang kini menjabat sebagai sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar dengan penanggap I Komang Adiarta seorang pegiat ruang inisiatif dan owner Kulidan Kitchen & Space, dipandu oleh akademisi, penulis, dan perupa Dewa Gede Purwita.

Diskusi yang mencoba mempertemukan antara pemerintah sebagai pembuat regulasi dan fasilitator dengan para praktisi seni dan budaya selalu berlangsung dengan seru. Berbagai kebijakan yang telah dijalankan pemerintah yang diniatkan untuk memajukan seni dan budaya mendapatkan respon dari para praktisi seni budaya khususnya seni rupa berupa dukungan maupun kritik sebagai upaya untuk pembenahan bersama dalam suasana diskusi yang bernas namun tetap hadir dalam suasana cair.

Setelah acara Ngorta Geles dilanjutkan dengan acara potong tumpeng sebagai perayaan simbolik hari jadi gurat yang ke-8. Acara ini dirangkai dengan peluncuran buku ‘HARD-IMAN’, sebuah buku bunga rampai yang ditulis oleh para penulis Gurat dan para penulis muda lainnya yang didedikasikan sebagai kenang-kenangan Purna Tugas Dr. Hardiman M.Si–akademisi sekaligus kurator dan penulis seni rupa.

Keceriaan acara Gurat Gurit di hari keempat berlanjut dengan tampilnya perupa muda @kuncirsv yang menghadirkan performen interactive art berupa permainan yang digali dari khasanah permainan tradisional yakni ‘mekocokan’ atau permainan dadu, Kuncir menamainya Kocokan Sad Ripu, permainan yang mampu mengajak para pengunjung untuk menikmati suasana dengan penuh keceriaan. Dalam acara tersebut juga tampil dua grup musik yakni Germo dan Kadapat, dua grup musik yang digawangi para musikus muda dengan mencoba menggabungkan antara instrumen musik etnik Bali dengan musik elektronik.

Keceriaan malam itu berakhir dalam suasana penuh keakraban. Suksma semeton, sampai jumpa pada acara Gurat Gurit di tahun-tahun berikutnya. [T][Ole/*]

Tags: Gurat InstituteSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Art Blueprint”: Kado dari Bintang

Next Post

Ini Alasan Kenapa Bupati Suradnyana Minta KONI Tambah Hadiah Lomba Gerak Jalan

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Ini Alasan Kenapa Bupati Suradnyana Minta KONI Tambah Hadiah Lomba Gerak Jalan

Ini Alasan Kenapa Bupati Suradnyana Minta KONI Tambah Hadiah Lomba Gerak Jalan

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co