26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gurat Gurit 2022 | Empat Hari Kehangatan, Empat Hari Keceriaan

tatkala by tatkala
August 9, 2022
in Khas
Gurat Gurit 2022 | Empat Hari Kehangatan, Empat Hari Keceriaan

Salah satu sudut keceriaan dalam acara Gurat Gurit yang digelar Gurat Institute

Selama empat hari, 22 Juli, 25 Juli, 26 Juli, dan berakhir di tanggal berdirinya komunitas Gurat Institute, yakni 27 Juli 2022, terjadilah kehangatan penuh warna dan keceriaan penuh makna dalam acara Gurat Gurit 2022.

Para seniman, antara lain seniman rupa, seniman sastra, seniman musik, pengamat seni, seniman tari,  tidak hanya bertemu semata. Mereka berkolaborasi. Mereka saling gesek ide, saling lempar gagasan. Maka cerialah empat hari itu.

Pada rangkaian acara Gurat Gurit hari pertama yakni ‘Mebalih Jahhh’ berupa acara screening film yang berlangsung di Nonfrasa Gallery, Ubud.

Acara yang berlangsung pada hari Jumat, 22 Juli 2022 tersebut menghadirkan film karya sineas muda Agung Yudha atau Bli Gung Yudha dari komunitas Film Sarad. Ada enam film yang ditayangkan yang semuanya bergenre dokumenter, diantaranya Pekak Kukuruyuk, Astungkara, Royal Pelebon Ida Pedanda Ring Sanur, Tutur Kota, Professor Kolok, dan WITA.

Selain pemutaran film, acara ‘Mebalih Jahhh’ diakhiri dengan diskusi yang dipandu oleh perupa muda Ketut Nugi. Dalam sesi diskusi Bli Gung Yudha berbagi cerita tentang proses kreatifnya dalam mensutradarai film-film dokumenternya.

Bli Gung memaparkan tentang apa itu film dokumenter, apa perbedaan mendasar antara dokumentasi dan dokumenter. Menurut Bli Gung Yuda dokumentasi adalah bahan dari sebuah karya film dokumenter.

“Dokumentasi itu bahannya, dokumenter itu adalah rangkaian kisah atas dokumentasi-dokumentasi itu,” kata Bli Gung Yudha.

Bli Gung Yudha mengimbuhi bahwa dalam pemilihan tema karya-karya film dokumenternya ia lebih tertarik berangkat dari tema atau persoalan yang dekat dengan dirinya. Sesi diskusi kemudian berlanjut dengan tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan dari para audiens yang hadir.

Ada suasana dialogis yang sangat cair terjadi dalam diskusi tersebut. Para penonton yang hadir dari berbagai kalangan ikut urun rembug memberikan tanggapan, saran, masukan, hingga pertanyaan-pertanyaan seputar film yang ditampilkan oleh Bli Gung Yudha.

Memasuki hari kedua kegiatan Gurat Gurit, diadakan acara Marbar Buku yakni acara bedah buku. Buku yang dibedah adalah buku biografi I Wayan Karja hasil karya dan riset tim Gurat Institute.

Acara ini menghadirkan Wayan Karja sebagai narasumber dan I Wayan Sujana Suklu selaku penanggap, juga menghadirkan tim penulis dari Gurat Institute. Wayan Karja memaparkan tentang perjalanan keseniannya dari Bali dan memasuki medan seni rupa Barat.

Sedangkan Suklu menanggapi dan mengapresiasi buku yang ditulis Gurat tentang biografi Wayan Karja ini sebagai model dari metode penulisan diakronis dan sinkronis, melihat sisi biografi seorang seniman sekaligus mengaitkan dengan konteks historis seni rupa Bali yang lebih luas pada periode waktu tersebut. Suklu juga tertarik pada metode art healing yang dikembangkan Wayan Karja mulai tahun 2006.

Acara yang dipandu dengan hangat dan cair oleh Gek Sri Pande W ini memantik sejumlah tanggapan dan pertanyaan dari para peserta bedah buku yang hadir antara lain perupa Made Jirna, akademisi Made Ruta, perupa Nyoman Erawan dan I Wayan Arsana.

Para peserta mengapresiasi upaya-upaya penerbitan buku biografi perupa Bali seperti yang dilakukan oleh Gurat Institute dan Wayan Karja. I Wayan Arsana juga menekankan bahwa buku biografi seperti yang dikerjakan Gurat ini sangat berpeluang untuk terus dikembangkan dalam kerangka paradigmatik. Aspek teorotik dan pengetahuan bisa diketengahkan dibalik narasi dan deskripsi biografi Wayan Karja.

Acara Gurat Gurit hari ketiga menghadirkan acara Ngorta Geles” #1 yang membincangkan tentang penulisan sastra Bali Modern. Tampil sebagai narasumber adalah Gede Gita Purnama (Bayu) dan Putu Supartika. Dalam pemaparannya Gede Gita Purnama menyoal tentang keterkaitan antara sastra khususnya sastra Bali Modern dengan dunia seni rupa.

Gede Gita berdasarkan pengamatannya merunut keterkaitan ini dengan memaparkan dinamika penulisan buku-buku sastra Bali Modern dengan ilustrasi dan perwajahanya (cover) dari masa kolonial, kemerdekaan hingga kini.

Gede Gita juga menekankan agar kedepanya sangat penting dunia sastra Bali Modern melakukan lebih banyak kolaborasi dengan dunia seni rupa Bali agar tercipta kemungkinan kemungkinan baru yang bisa terjadi diantara keduanya.

Sedangkan Putu Supartika memperbincangkan tentang dinamika terbitan terbitan berkala seperti majalah, buletin, dan media masa lainya yang berfokus pada sastra Bali Modern. Supartika juga memaparkan berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi dalam dunia sastra Bali modern. Salah satunya pentingnya regenerasi dalam sastra Bali Modern.

Acara diskusi yang dipandu oleh Wayan Nuriarta ini juga memantik tanggapan dari para peserta yang hadir menyimak diskusi ini. Nyoman Erawan menanggapi tentang kolaborasi antara dunia sastra dan dunia seni rupa khususnya dalam hal ilustrasi. Erawan menekankan soal kolaborasi antara perupa dan sastrawan kini bisa diarahkan pada upaya saling menginterpretasi.

Perupa sekaligus pegiat sastra I Wayan Redika menyoroti soal dinamika dunia sastra Bali Modern kini. Redika dan juga Erawan memberikan motivasi bagi tumbuhnya semangat anak-anak muda seperti Supartika yang gigih mengelola majalah sastra Bali Modern di tengah berbagai tantangan dan dinamika yang terjadi.

Dewa Purwita memberi tanggapan tentang kemungkinan penggunaan bahasa Bali dalam penulisan seni rupa. Sedangkan Wayan Seriyoga Parta memberikan tanggapan soal pentingnya ruang-ruang inisiatif dalam pengembangan diskursus maupun perbincangan tentang sastra Bali Modern.

Memasuki hari terakhir Gurat Gurit diisi dengan berbagai acara di Kulidan Kitchen & Space. Peken Senggol Gurat yang berkolaborasi dengan 15 perupa dan brand kreatif masih tetap berlangsung, di areal itu Gurat juga berlangsung Ngorta Geles #2 yang memperbincangkan Seni Rupa Dalam Kebijakan Pemerintah Daerah.

Acara ini menghadirkan Dwi Wahyuning Kristiansanti seorang penari yang kini menjabat sebagai sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar dengan penanggap I Komang Adiarta seorang pegiat ruang inisiatif dan owner Kulidan Kitchen & Space, dipandu oleh akademisi, penulis, dan perupa Dewa Gede Purwita.

Diskusi yang mencoba mempertemukan antara pemerintah sebagai pembuat regulasi dan fasilitator dengan para praktisi seni dan budaya selalu berlangsung dengan seru. Berbagai kebijakan yang telah dijalankan pemerintah yang diniatkan untuk memajukan seni dan budaya mendapatkan respon dari para praktisi seni budaya khususnya seni rupa berupa dukungan maupun kritik sebagai upaya untuk pembenahan bersama dalam suasana diskusi yang bernas namun tetap hadir dalam suasana cair.

Setelah acara Ngorta Geles dilanjutkan dengan acara potong tumpeng sebagai perayaan simbolik hari jadi gurat yang ke-8. Acara ini dirangkai dengan peluncuran buku ‘HARD-IMAN’, sebuah buku bunga rampai yang ditulis oleh para penulis Gurat dan para penulis muda lainnya yang didedikasikan sebagai kenang-kenangan Purna Tugas Dr. Hardiman M.Si–akademisi sekaligus kurator dan penulis seni rupa.

Keceriaan acara Gurat Gurit di hari keempat berlanjut dengan tampilnya perupa muda @kuncirsv yang menghadirkan performen interactive art berupa permainan yang digali dari khasanah permainan tradisional yakni ‘mekocokan’ atau permainan dadu, Kuncir menamainya Kocokan Sad Ripu, permainan yang mampu mengajak para pengunjung untuk menikmati suasana dengan penuh keceriaan. Dalam acara tersebut juga tampil dua grup musik yakni Germo dan Kadapat, dua grup musik yang digawangi para musikus muda dengan mencoba menggabungkan antara instrumen musik etnik Bali dengan musik elektronik.

Keceriaan malam itu berakhir dalam suasana penuh keakraban. Suksma semeton, sampai jumpa pada acara Gurat Gurit di tahun-tahun berikutnya. [T][Ole/*]

Tags: Gurat InstituteSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Art Blueprint”: Kado dari Bintang

Next Post

Ini Alasan Kenapa Bupati Suradnyana Minta KONI Tambah Hadiah Lomba Gerak Jalan

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails
Next Post
Ini Alasan Kenapa Bupati Suradnyana Minta KONI Tambah Hadiah Lomba Gerak Jalan

Ini Alasan Kenapa Bupati Suradnyana Minta KONI Tambah Hadiah Lomba Gerak Jalan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co