24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
June 13, 2022
in Khas
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022

Suasana di luar arena parade Pembukaan PKB 2022 | Foto: Jong

Di parade selalu ada seorang ibu bersama tiga orang anaknya, duduk di bawah pohon, berteduh. Ada seorang pedagang es menjajakan minumannya, ia membawa es berwarna kuning, putih, ungu dan berbagai warna lainnya. Ada sekelompok polisi dan tentara sedang mengatur  penonton,  sekelompok fotografer tengah asik memburu momen. Tentu saja para peserta parade dengan riasan yang super duper wow, bersiap-siap untuk berjalan. Mereka duduk, mengobrol, merokok, kalau ada yang meminta foto, mereka akan berpose memberi kesempatan pengunjung untuk mengambil foto dirinya.

“Yen, sekali foto 5 ribu, meh be liu san maan bati uli tuni to (kalau sekali foto 5 ribu, sudah banyak dapat untung dari tadi),” ujar seorang kawan yang saya temui di sana, bersama rombongannya mewakili kontingen Kabupaten Jembrana dalam Parade Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB)– XLIV, di Jalan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Minggu 12 Juni 2022.

Dari pukul 13.00 Wita sampai pukul 17.00 Wita, saya mengikuti parade. Saya berkeliling dari satu titik ke titik lainnya. Hanya berjalan-jalan sambil membawa alat perekam dan sesekali  mengabadikan gambar. Ramai banget warga menonton, apalagi di dekat podium kehormatan. Mereka duduk, di bawah pohon bersama keluarga, bersama teman, atau bersama kekasihnya. Di tengah keramaian dan kehiruk pikukan itu saya memperoleh beberapa catatan yang menarik, saya ingatkan lagi catatan ini sangat bersifat subjektif, dari sudut pandang saya sebagai warga kota yang suka jalan-jalan.

Turis saat parade pembukaan PKB | Foto: Jong

Pertama, PKB 2022 yang hampir keseluruhan acaranya dilaksanakan secara langsung, merupakan satu bentuk euforia yang ditunggu-tunggu warga. Mengingat selama 2 tahun terakhir pandemi, warga kangen ramai-ramai, kangen menyantap lumpia, es kelapa muda di lapangan sambil melihat sajian kesenian secara gratis. Keramaian di parade  merupakan satu kebangkitan bersama untuk kehidupan di Bali, apalagi di beberapa titik pariwisata di Bali sudah terlihat aktifitas para guide, agen wisata dan turis yang memenuhi pedestrian. Ah senang, hidup akan kembali lagi.

Saya membayangkan semua agen pariwisata memberi porsi lebih ke PKB, menjadwalkan perjalanan tamunya  untuk mengunjungi Art Centre secara massive. Tentu ini menjadi baik, orang-orang setidaknya akan memposting video, foto,  terkait PKB. Dapatlah marketing secara gratis lagi. Lintas dunia maya dan lintas benua. Seperti kita, yang biasanya dapat es kopi gratis dari kedai kopi baru yang sedang promo, jika kita posting kopi plus dengan kalimat menarik. Semacam “Ayo ke kedai kopi tempo, kopinya enak, cocok untuk mengawali hari” kemudian isi hastag #kopidenpasar #kopihot #kopisusu dan lain sebagainya.

Para turis dan tamu juga diharapkan demikian lah ya, usai menonton lalu posting isi kalimat dan hastag. “Come on enjoy in PKB” #Baligood #artinBali #Performingartlove #lovebali dan lain lain.

Sungguh Diakui, Pesta Kesenian Bali Penting Bagi Bali

Kedua,  ada satu spesies manusia di parade yang saya jumpai. Spesies ini pongah – etnosentris terhadap kesenian wilayahnya. Biasanya spesies ini berupa bapak-bapak, dengan hape lengkap berstabilizer ala-ala, semacam tongsis. Saya menemukan spesies ini di setiap kontingen, karena saya sempat diam di satu titik lalu melihat setiap kontingen lewat dengan barisan paradenya. Bapak-bapak spesies ini selalu hadir di tengah barisan, menerobos para penari, memasuki celah sempit pemain gambelan, serta dengan sengaja mendekatkan kameranya ke arah pemain atau penari.

Ia tidak menghirauan barisan akan amburadul, atau penari akan singkuh, yang paling penting hapenya itu merekam dengan jelas.

Saya mulai berspekulasi aneh-aneh, mungkin ada satu alasan yang sangat mendorong keiinginan bapak itu. Mungkin saja dia bertugas menyiarkan aktifitas parade untuk warga kabupaten yang tidak bisa datang ke Kota Denpasar. Jadi bak reporter profesional bapak spesies ini merekam dengan cekatan, ia takut kehilangan momen sedikitpun. Bila perlu (jika diizinkan) pastilah dia naik ke panggung dengan pongah, untuk merekam statemen Mendagri.

Tanggung jawab moralnya tinggi, dedikasinya jangan dipertanyakan, ia mampu menembus barikade tentara atau polisi yang sedang mengarahkan warga untuk membuka jalan. Saya saja beberapa kali ditegur, tapi karena melihat saya memakai nametag Media dengan desain PKB, saya tidak jadi ditertibkan, dan dipersilahkan untuk berjalan. Lain dengan bapak – bapak yang tadi saya ceritakan, dia memiliki wewenang penuh atas langkahnya sendiri. Sing ngeruang nyen pokokne, yang penting grup WA banjar, atau group WA keluarga, atau Group WA sanggar mendapat kirimin update-an terbaru dari kota.

Peserta parade PKB menunggu giliran | Foto: Jong

Ketiga, paradenya tidak isi fragmen seperti PKB sebelum-sebelumnya. Saya melihat hanya kontingen ISI Denpasar sebagai pembuka, yang mempertunjukan fragmen cerita di depan podium kehormatan. Sementara kontingen lain hanya berjalan begitu saja. Tapi ada satu kontingen yang memodifikasi terma fragmen dengan aturan yang hanya boleh berjalan itu, yaitu kontingen dari Kabupaten Jembrana. Mereka menunjukan pementasan singkat, tapi tidak diam, melainkan sambil tetap berjalan.

“Iya strateginya agar tetap ada satu adegan, tapi tidak diam. Makanya ada tangga yang berjalan, itu untuk mensiasati agar tokoh yang berbicara tidak diam, tapi jalan bersama tangga bergerak,” ujar Putu Arista, koreografer muda yang mendapat kesempatan untuk menggarap tari dari kontingan Jembrana.

Wah saya takjub atas idenya itu, pintar juga mencari celah aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah. Sebab saya mendengar desas-desus, kalau ada fragmen pasti setiap kontingen melebihi waktu yang sudah ditentukan, sehingga parade berlangsung lama, sementara acara pembukaan di Art Centre harus segera dilaksanakan. Daripada daripada, akhirnya tidak diadakan fragmen saat parade.

Selain itu kontingen Jembrana melakukan fragmennya  dua kali. Pertama di depan podium, keduanya di perjalanan menuju akhir, sebelum kantor DPR kalau saya tidak salah ingat. Ini penting untuk saya sampaikan, karena orang-orang yang tidak punya kedudukan tinggi, jabatan, tidak punya koneksi, tidak memiliki undangan khusus untuk duduk di podium utama, memiliki juga kesempatan melihat garapan. Nah contohnya manusia seperti saya ini, yang  bukan termasuk orang penting, kan bisa lihat juga, nanti – di akhir.

Peserta parade PKB menunggu giliran | Foto: Jong

Saat tahu  Jembrana akan menampilkan fragmennya menjelang akhir, orang-orang langsung berkumpul, untuk melihat. Ada yang siaga dengan gawainya, ada yang terkesima menonton sambil menggendong anaknya, ada yang berbisik-bisik  berkomentar dengan temannya.

“Kami kurang puas saat di depan podium, jadi diulang sebelum akhir, udah jauh-jauh ke Denpasar, kan sekalian sajalah,” ujar Putu Arista, saat saya jumpai usai parade.

Parade selesai, orang-orang bergegas pulang, atau langsung menuju Art Centre untuk menonton pembukaan. Saya sendiri melengos pulang ke rumah, tiba-tiba ada pesan WA di gawai :

Mama : Kamu lagi di PKB kan, foto dong penarinya.

Lalu saya teringat bapak-bapak spesies unik yang saya ceritakan di atas, memang keberadaannya cukup penting, bagi orang-orang seperti mama saya. Ada demand – ada barang! [T]

Tags: Pesta Kesenian Bali 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sungguh Diakui, Pesta Kesenian Bali Penting Bagi Bali

Next Post

Taman Penasar Widya Sabha, Denpasar Selatan | 30 Remaja Eksplorasi Geguritan

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Taman Penasar Widya Sabha, Denpasar Selatan | 30 Remaja Eksplorasi Geguritan

Taman Penasar Widya Sabha, Denpasar Selatan | 30 Remaja Eksplorasi Geguritan

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co