23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Antara Harapan dan Kenyataan

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
July 2, 2021
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Awal Juli sangat dinantikan sebagian besar masyarakat Bali, karena pada bulan ini dijanjikan bahwa pintu pariwisata akan dibuka kembali. Kita sudah berharap dan mempunyai mimpi keadaan Bali akan jauh lebih aman dan nyaman dari pandemi; kita bisa bebas bekerja dan memikirkan berbagai peluang yang ada dari dibukanya kembali pariwisata Bali.

Banyak di antara kita berharap bisa kembali hidup persis sama seperti 1,5 tahun lalu, saat sebelum pandemi terjadi; anak-anak bersekolah dengan baik, tamu atau para wisatawan datang, dan semua yang kita sajikan akan terbeli, ekonomi akan pulih dan meningkat lagi. Dan, tentu saja pikiran was-was tentang hal-hal buruk akan pergi.

Tetapi yang terjadi sungguh di luar dugaan banyak orang, keadaan justru memburuk. Bisa dikatakan, saat ini adalah gelombang kedua Covid-19 di Indonesia. Bahkan per 1 Juli 2021 adalah rekor angka kejadian tertinggi di Indonesia dan juga rekor tertinggi kasus aktif tertinggi di hampir semua provinsi di Pulau Jawa; DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta.

Bali yang berdampingan dengan Pulau Jawa tentu saja potensial untuk ikut mengalami lonjakan, dan benar itu sudah terjadi walaupun bukanlah kejadian tertinggi, dalam artian kita pernah lebih buruk dari apa yang dialami sekarang ini.

Apakah kita kecewa? Tentu saja, karena harapan yang ditunggu oleh semua masyarakat Bali di awal Juli kita bisa membuka kembali pariwisata. Tetapi kenyataannya tidak. Inilah sangat penting me-manage antara harapan dan kenyataan. Bagaimana mengadaptasi harapan yang sesuai kenyataan, dan menerima kenyataan yang tidak sesuai harapan.

Ketika kenyataan tidak sesuai harapan, yang ditakutkan adalah timbulnya masalah-masalah kesehatan jiwa, misalnya depresi, angka keinginan bunuh diri yang meningkat, gangguan cemas dan psikosomatis yang juga mulai meninggi.

Penting sekali untuk mencegah hal-hal tersebut. Langkah awal untuk menyelaraskan harapan dan kenyataan adalah sikap menerima. Menerima bahwa kejadian ini musti terjadi. Jika tidak menerima kejadian ini, menyangkal kejadian ini dan tetap menerima wisatawan domestik dari Pulau Jawa, walaupun dengan pemeriksaan yang ternyata entah karena kurang akuratnya pemeriksaan, atau karena petugas yang ‘tergiur’ memberikan keleluasan tanpa pemeriksaan yang cukup, apa pun itu, tentu adalah “bunuh diri” bagi pariwisata Bali.

Menerima wisatawan yang dari daerah yang positivity rate-nya diatas 35 hingga 40% tentu adalah sebuah “bunuh diri” bagi Bali. Tentu saja, mau tidak mau, kita harus menerimanya. Bagi penulis pribadi, kejadian ini juga merupakan hal yang sulit. Banyak orang berpikir, tenaga kesehatan tidak terkait dengan pariwisata. Namun, teman-teman bisa mengecek, berapa banyak klinik-klinik swasta yang bergantung pada sektor pariwisata, yang mungkin beberapa bulan mendatang akan bangkrut permanen bila ternyata pariwisata tidak dibuka kembali.

Bisa dibilang, keputusan ini bagi masyarakat Bali bukan lagi pahit tetapi puaahittt. Namun, menyalahkan hal ini tidak juga akan membuat keadaan lebih baik. Untuk sementara, mungkin akan membuat kita lega; menyalahkan pembuat kebijakan, menyalahkan pemutus kewenangan, menyalahkan siapa pun yang bisa kita salahkan mungkin akan membuat kelegaan dalam waktu singkat, tetapi tidak untuk selamanya.

Alangkah baiknya kita segera menerima, dan lagi-lagi berfokus pada hal-hal yang ada dalam kendali kita. Keputusan pemerintah terkait pandemi berada di luar kendali kita; bagaimana orang lain menanggapi pandemi itu di luar kendali kita; kapan pintu pariwisata Bali benar-benar dibuka kembali di luar kendali kita; yang ada dalam kendali kita adalah bagaimana respon kita menghadapi pandemi ini.

Betul, kita kini berada dalam keadaan yang sulit. Tetapi, bisa teman-teman bayangkan, keadaan sulit ini juga dialami oleh kawan-kawan penyandang disabilitas, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), kaum terpinggirkan seperti LGBTQ, penyandang disabilitas fisik dan sebagainya yang bahkan ketika sebelum pandemi terjadi, sudah setiap hari mengalami kondisi yang kita alami sekarang.

Sejauh ini mereka bisa bertahan, dan tentu saja kita musti optimis, bahwa kita tidak saja bertahan tetapi juga berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Ibarat minum kopi, rasa pahit kita rasakan dan terima, sekaligus juga manfaatnya kita akan terima nantinya.

Bila teman-teman mempunyai keluarga, sahabat dan kerabat yang mengalami perubahan perilaku, perubahan pola tidur, perubahan perasaan dan aktivitas karena keinginan dan motivasi yang down atau menurun, atau bahkan ada keinginan bunuh diri, silakan menghubungi L.I.S.A Helpline pada nomor: 0811385 5472. L.I.S.A singkatan dari Love Inside Suicide Awarness, hotline kesehatan mental 24 Jam yang akan dihubungkan dengan nomor layanan darurat Pemerintah Kota Denpasar 112 untuk memberikan pertolongan pertama bagi orang yang memiliki pikiran untuk bunuh diri. Ada sukarelawan yang akan menerima dan mendengarkan cerita serta keluhan yang teman-teman rasakan dan alami. Layanan ini tak berbayar alias gratis. [T]

___

Baca artikel lain tentang kesehatan jiwa dari penulis dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Tags: covid 19kesehatankesehatan jiwapandemiPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kearifan Lokal Bali dalam Merawat Vitalitas Hidup Sastra Panji

Next Post

Carma Citrawati, Ide Menulis Itu Datang dari Drama Korea

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
Carma Citrawati, Ide Menulis Itu Datang dari Drama Korea

Carma Citrawati, Ide Menulis Itu Datang dari Drama Korea

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co