3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Antara Harapan dan Kenyataan

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
July 2, 2021
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Awal Juli sangat dinantikan sebagian besar masyarakat Bali, karena pada bulan ini dijanjikan bahwa pintu pariwisata akan dibuka kembali. Kita sudah berharap dan mempunyai mimpi keadaan Bali akan jauh lebih aman dan nyaman dari pandemi; kita bisa bebas bekerja dan memikirkan berbagai peluang yang ada dari dibukanya kembali pariwisata Bali.

Banyak di antara kita berharap bisa kembali hidup persis sama seperti 1,5 tahun lalu, saat sebelum pandemi terjadi; anak-anak bersekolah dengan baik, tamu atau para wisatawan datang, dan semua yang kita sajikan akan terbeli, ekonomi akan pulih dan meningkat lagi. Dan, tentu saja pikiran was-was tentang hal-hal buruk akan pergi.

Tetapi yang terjadi sungguh di luar dugaan banyak orang, keadaan justru memburuk. Bisa dikatakan, saat ini adalah gelombang kedua Covid-19 di Indonesia. Bahkan per 1 Juli 2021 adalah rekor angka kejadian tertinggi di Indonesia dan juga rekor tertinggi kasus aktif tertinggi di hampir semua provinsi di Pulau Jawa; DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta.

Bali yang berdampingan dengan Pulau Jawa tentu saja potensial untuk ikut mengalami lonjakan, dan benar itu sudah terjadi walaupun bukanlah kejadian tertinggi, dalam artian kita pernah lebih buruk dari apa yang dialami sekarang ini.

Apakah kita kecewa? Tentu saja, karena harapan yang ditunggu oleh semua masyarakat Bali di awal Juli kita bisa membuka kembali pariwisata. Tetapi kenyataannya tidak. Inilah sangat penting me-manage antara harapan dan kenyataan. Bagaimana mengadaptasi harapan yang sesuai kenyataan, dan menerima kenyataan yang tidak sesuai harapan.

Ketika kenyataan tidak sesuai harapan, yang ditakutkan adalah timbulnya masalah-masalah kesehatan jiwa, misalnya depresi, angka keinginan bunuh diri yang meningkat, gangguan cemas dan psikosomatis yang juga mulai meninggi.

Penting sekali untuk mencegah hal-hal tersebut. Langkah awal untuk menyelaraskan harapan dan kenyataan adalah sikap menerima. Menerima bahwa kejadian ini musti terjadi. Jika tidak menerima kejadian ini, menyangkal kejadian ini dan tetap menerima wisatawan domestik dari Pulau Jawa, walaupun dengan pemeriksaan yang ternyata entah karena kurang akuratnya pemeriksaan, atau karena petugas yang ‘tergiur’ memberikan keleluasan tanpa pemeriksaan yang cukup, apa pun itu, tentu adalah “bunuh diri” bagi pariwisata Bali.

Menerima wisatawan yang dari daerah yang positivity rate-nya diatas 35 hingga 40% tentu adalah sebuah “bunuh diri” bagi Bali. Tentu saja, mau tidak mau, kita harus menerimanya. Bagi penulis pribadi, kejadian ini juga merupakan hal yang sulit. Banyak orang berpikir, tenaga kesehatan tidak terkait dengan pariwisata. Namun, teman-teman bisa mengecek, berapa banyak klinik-klinik swasta yang bergantung pada sektor pariwisata, yang mungkin beberapa bulan mendatang akan bangkrut permanen bila ternyata pariwisata tidak dibuka kembali.

Bisa dibilang, keputusan ini bagi masyarakat Bali bukan lagi pahit tetapi puaahittt. Namun, menyalahkan hal ini tidak juga akan membuat keadaan lebih baik. Untuk sementara, mungkin akan membuat kita lega; menyalahkan pembuat kebijakan, menyalahkan pemutus kewenangan, menyalahkan siapa pun yang bisa kita salahkan mungkin akan membuat kelegaan dalam waktu singkat, tetapi tidak untuk selamanya.

Alangkah baiknya kita segera menerima, dan lagi-lagi berfokus pada hal-hal yang ada dalam kendali kita. Keputusan pemerintah terkait pandemi berada di luar kendali kita; bagaimana orang lain menanggapi pandemi itu di luar kendali kita; kapan pintu pariwisata Bali benar-benar dibuka kembali di luar kendali kita; yang ada dalam kendali kita adalah bagaimana respon kita menghadapi pandemi ini.

Betul, kita kini berada dalam keadaan yang sulit. Tetapi, bisa teman-teman bayangkan, keadaan sulit ini juga dialami oleh kawan-kawan penyandang disabilitas, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), kaum terpinggirkan seperti LGBTQ, penyandang disabilitas fisik dan sebagainya yang bahkan ketika sebelum pandemi terjadi, sudah setiap hari mengalami kondisi yang kita alami sekarang.

Sejauh ini mereka bisa bertahan, dan tentu saja kita musti optimis, bahwa kita tidak saja bertahan tetapi juga berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Ibarat minum kopi, rasa pahit kita rasakan dan terima, sekaligus juga manfaatnya kita akan terima nantinya.

Bila teman-teman mempunyai keluarga, sahabat dan kerabat yang mengalami perubahan perilaku, perubahan pola tidur, perubahan perasaan dan aktivitas karena keinginan dan motivasi yang down atau menurun, atau bahkan ada keinginan bunuh diri, silakan menghubungi L.I.S.A Helpline pada nomor: 0811385 5472. L.I.S.A singkatan dari Love Inside Suicide Awarness, hotline kesehatan mental 24 Jam yang akan dihubungkan dengan nomor layanan darurat Pemerintah Kota Denpasar 112 untuk memberikan pertolongan pertama bagi orang yang memiliki pikiran untuk bunuh diri. Ada sukarelawan yang akan menerima dan mendengarkan cerita serta keluhan yang teman-teman rasakan dan alami. Layanan ini tak berbayar alias gratis. [T]

___

Baca artikel lain tentang kesehatan jiwa dari penulis dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Tags: covid 19kesehatankesehatan jiwapandemiPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kearifan Lokal Bali dalam Merawat Vitalitas Hidup Sastra Panji

Next Post

Carma Citrawati, Ide Menulis Itu Datang dari Drama Korea

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails
Next Post
Carma Citrawati, Ide Menulis Itu Datang dari Drama Korea

Carma Citrawati, Ide Menulis Itu Datang dari Drama Korea

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co