24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

[Satir Mabuk] – Jangan Minum Berdua Saja! | Jika Kelahi & Mati, Susah Cari Saksi

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 21, 2021
in Esai
[Satir Mabuk] – Jangan Minum Berdua Saja! | Jika Kelahi & Mati, Susah Cari Saksi

Ilustrasi tatkala.co || Nuriarta

Kita selalu senang membaca berita tentang kematian yang konyol dan tragis. Seperti berita tentang dua orang bersahabat, minum-minum, mabuk, lalu berkelahi, kemudian ada yang mati. Setelah itu polisi agak susah cari saksi untuk menceritakan peristiwa naas itu. Sebab tak ada orang ketiga di antara dua sahabat itu.

Ini berita sekitar dua minggu lalu, tepatnya Senin, 8 Februari 2021. Sepertinya kalian sudah baca. Tentu saja sudah. Karena, ya, itu tadi. Berita tentang kematian yang konyol memang masih jadi pavorit di tengah minat baca masyarakat yang begitu-begitu saja.

Inti beritanya begini:

Kadek Sutarjana, warga Banjar Dinas Munduk, Desa/Kecamatan Banjar, Buleleng, minum berdua dengan temannya, Ida Lempog. Berdua mereka minum arak dan tuak sekitar pukul 14.00 Wita di teras rumah Kadek Sutarjana.

Entah apa penyebab awalnya, keduanya kemudian adu jotos. Dari perkelahian itu, Sutarjana meninggal. Bahasa koran; tewas. Dari hasil pemeriksaan medis, petugas menemukan luka robek pada bagian dagu dan bibir atas korban, luka robek pada bagian kepala belakang, luka lecet di bagian lengan kanan, serta  gigi bagian atas dan bawah rontok.

Lempog melarikan diri. Sempat bersembunyi, namun akhirnya ditangkap polisi.

Tidak ada saksi orang ketiga atau keempat atau orang kelima dalam perkelahian itu. Istri Sutarjana, yakni Widiani, memang sempat melihat keduanya bertengkar dan adu fisik. Namun ia tak tahu urutan peristiwa dengan lengkap. Saat melihat keduanya adu jotos, ia pergi untuk minta tolong. Pulang-pulang, suaminya sudah ambruk.

Berita selengkapnya baca saja Bali Express, atau media online yang lain. Semua media, terutama di Bali, memberitakannya. Tentu saja. Karena, ya, itu tadi. Berita tentang kematian yang konyol memang masih jadi pavorit di tengah minat baca masyarakat yang begitu-begitu saja.

Dua Sahabat Kolok

Peristiwa tragis yang terjadi di wilayah Banjar itu tidak setragis peristiwa yang terjadi di Desa Bengkala, masih di wilayah Buleleng. Peristiwanya terjadi sekitar November 2010.

Dua orang sahabat yang sama-sama kolok (bisu), Suk (27) dan Sub (25),  minum berdua saja. Saat minum-minum itulah terjadi perselisihan, sampai akhirnya  terjadi perkelahian yang menyebabkan Suk kehilangan nyawa.

Saat itu tidak ada yang benar-benar tahu kenapa mereka berkelahi. Seseorang sempat melihat keduanya bertengkar dengan menggunakan bahasa isyarat dan saling dorong. Sampai akhirnya mereka berhenti minum, namun disambung lagi dengan perkelahian sampai salah satu dari mereka ambruk tak bernapas, dan salah satunya menjadi tersangka.

Polisi sempat kesulitan memeriksa tersangka Sub. Selain karena peristiwa itu hanya terjadi di antara mereka berdua, tersangka juga menderita tuli bisu.

Minum Berdua Sepupu

Kejadian serupa ternyata tak hanya terjadi di Bali. Di daerah Sumedang, Jawa Barat, sekira Maret 2018, dua pemuda yang masih terhitung sepupu, minum berdua saja di tengah sawah tanpa ada orang lain di sekitar mereka. Ketika asyik minum terjadi pertengkaran, sampai akhirnya satu terbunuh dan satu lagi menjadi tersangka pembunuhan. Polisi pun menangkap tersangka RB (19).

“Awalnya minum-minum berdua di tengah sawah bersama korban, tapi waktu saya ajak pulang, dia tidak mau, ngeyel,” ujar RB. RB mengakui, dirinya dan korban  berkelahi di tempat itu. RB mengaku mencekik leher saudaranya.

***

Selain tiga peristiwa tragis itu, mungkin banyak lagi terdapat peristiwa serupa. Tapi tiga peristiwa yang diberitakan itu cukup memberi pelajaran berharga. Pelajarannya; jika ingin minum, jangan minum berdua saja. Minum sendiri lebih baik, atau ajaklah banyak teman, bikin lingkaran, ngobrol bersama, nyanyi-nyayi bersama.

Pelajaran yang lebih berharga lagi, kata orang bijak: Jangan minum miras!

Tentang minum dan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi, lebih baik baca sebuah novel bagus karya Jhon Steinbeck, judulnya Dataran Tortilla. Itu  novel terjemahan dari versi bahasa Inggris berjudul Tortilla Flat yang terbit pada tahun 1935.

Novel itu lebih banyak berisi kisah-kisah persahabatan di antara tokoh-tokoh yang memiliki karakter, latar belakang dan kebiasaan-kebiasaan yang berbeda-beda. Antara lain ada tokoh Danny, Pilon, Big Joe, Si Bajak Laut.

Tampaknya di mana pun persahabatan dan acara minum-minum punya hubungan dan jalin-alur yang selalu menarik. Dalam minuman dan persahabatan tumbuh berbagai idiom kadang idiom hanya sekadar untuk mengejek, kadang idiom-idiom yang penuh filosofi. Tentang minum berdua atau minum bersama ada kutipan menarik dalam novel itu:

Dua galon adalah jumlah anggur yang banyak, bahkan untuk dua orang paisano. Takaran guci anggur itu bisa digambarkan sebagai berikut: Bila anggur sampai ke bahu botol pertama, terjadi percakapan serius dan penuh arti. Dua inci turun, si peminum terkenang akan kenangan sedih dan manis. Tiga inci turun, kenangan akan percintaan masa lalu yang menyenangkan. Satu inci lagi turun, kenangan tentang percintaan lama yang pahit. Dasar guci pertama tercapai, kesedihan umum dan tak terarah. Bahu botol kedua tercapai, rasa putus asa yang suram, dua jari turun, sebuah nyanyian kematian atau kerinduan. Turun satu jempol lagi, nyanyian apa saja yang teringat. Grafik itu berhenti di sini, sebab setelah titik itu tercapai, tak ada kepastian, apa saja bisa terjadi.

Nah, setelah grafik dalam galon atau botol itu terhenti, maka “apa saja bisa terjadi”. Ungkapan “apa saja bisa terjadi” artinya bisa saja  yang terjadi adalah pertengkaran dan perkelahian dan pembunuhan.

Karena “apa pun bisa terjadi”, maka janganlah minum berdua saja. Jika terjadi pertengkaran dan perkelahian, tak ada siapa pun yang akan melerai. Atau jika terjadi sesuatu, misalnya salah satu tewas ketika minum berdua saja, yang tersisa adalah pelaku. Tak ada saksi orang ketiga.

Minum bersama lebih aman. Jika satu orang mabuk berat, meracau, atau agak-agaknya mau nonjok teman di sebelah, maka akan banyak orang yang menariknya, lalu memisahkannya dari lingkaran, atau menceburkannya ke got penuh limbah. Lalu, semuanya tertawa-tawa. Tak ada yang tewas.

Persahabatan dan Pertengkaran

Persahabatan tak bisa dipisahkan dengan pertengkaran. Kata orang, bertengkar bisa membuat persahabatan menjadi lebih sehat, tergantung bagaimana cara kita mengelola pertengkaran.  

Nah jika sedang mabuk berat, apalagi berdua saja, maka pertengkaran tak akan bisa dikelola dengan baik. Bagaimana bisa mengelola pertengkaran, jika tubuh oleng dan otak terpapar alkohol.

Mari tengok beda antara bertengkar dengan sehat dan bertengkar sambil mabuk.

  • Bertengkarlah sehat selalu dilakukan dengan pikiran terbuka, jangan picik, dan sadarilah bahwa yang diajak bertengkar adalah sahabat, bukan musuh.  Nah, bertengkar saat mabuk, pikiran langsung tertutup. Sahabat tiba-tiba dilihat seperti musuh bebuyutan.
  • Bertengkar sehat, biasanya menghindar untuk mengungkit masalah lama. Sebaliknya saat mabuk justru masalah-masalah lama diiumbar kembali.
  • Bertengkar sehat tidak dengan suara keras. Tapi bertengkar saat mabuk biasanya suara langsung menggelegar.
  • Bertengkar sehat akan menghindari kata-kata atau kalimat yang diulang-ulang. Berbeda dengan bertengkar saat mabuk biasanya kalimat yang keluar itu-itu saja.
  • Dalam pertengkaran yang sehat, jika seseorang tampak sangat emosi, maka yang diajak bertengkar akan mengendalikan emosi. Beda saat mabuk, satu emosional, yang lain makin emosional.

(NB: Perbedaan ini ditulis berdasar pengalaman para pemabuk dan dari beberapa sumber)

Minum Bersama

Pertanyaannya sekarang, apakah kalau minum ramai-ramai, orang tak bisa meninggal? Eh, bisa saja. Tapi para peminum itu meninggal bukan karena berkelahi, melainkan karena keracunan miras oplosan atau minum bersama secara terus-menerus selama seminggu.

Banyak contoh peristiwa orang minum bersama dan meninggal secara massal. Nantilah dibicarakan. [T]

Tags: mabukminuman beralkohol
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MGMP Bahasa Bali SMA Kabupaten Buleleng Selenggarakan Workshop Optimalisasi E-Learning

Next Post

Ayo Melanglang ke Pedalaman

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Ayo Melanglang ke Pedalaman

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co