27 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Resolusi Berkarya Saat Pandemi I Ketut Sugantika Lekung

Santana Ja Dewa by Santana Ja Dewa
December 3, 2020
in Ulasan
Resolusi Berkarya Saat Pandemi  I Ketut Sugantika Lekung

Karya-karya I Ketut Sugantika Lekung

Perupa I Ketut Sugantika Lekung merefleksikan karya-karyanya di saat kondisi tidak menentu seperti sekarang. Meski wabah melanda bukan berarti Lekung larut dalam situasi itu tetapi menolak diam tetap produktif dalam berkesenian. Akhir bulan November notabene bulan special bagi Lekung, dimana ia menggelar pameran tunggal di studionya sendiri di Sukawati, Gianyar.

Dalam karya Lekung menghadirkan kehidupan sehari-hari kehidupan sehari-hari kita tak lepas dari adanya interaksi dengan orang lain baik secara verbal maupun nonverbal. 

Penulis pameran L Budiaprilliana menjelaskan Lekung dalam pameran tunggalnya mengambil tema The Zodiac Resolution.  Pesan yang ingin disampaikan oleh Lekung bahwa apapun zodiaknya, bagaimanapun karakter kita, semua orang berhak untuk menjadikan hidupnya lebih baik lewat renungan dan resolusi akhir tahun. Zodiak sebagai milik bersama yang Lekung hadirkan dalam karyanya mengandung harapan bahwa seni dapat dinikmati oleh semua kalangan baik kalangan seni maupun di luar seni. 

Uniknya,  Lekung menyajikan di atas kanvas dalam bentuk yang jenaka dan menghibur. Ketika orang lain sibuk menampilkan sesuatu yang terkesan gagah dan berat, Lekung justru hadir dengan karya sederhana yang jenaka ini. Jika kita mengikuti perjalanan Pig Series tampak pada karya-karya di The Zodiac Resolution ini Lekung melakukan eksplorasi yang cukup jauh. Nuansa baru ditampilkan lewat komposisi-komposisi yang berbeda dengan karya-karya Pig Series yang pernah ditelurkan sebelumnya. Tampak kian segar dan percaya diri dengan dominasi warna-warna pastel di karya-karyanya. Teknik arsir juga muncul di sebagian besar karya-karya zodiak ini. 

Kali ini Lekung menuangkan hasil kontemplasinya terhadap pengaruh rasi bintang (zodiak) pada karya-karya Pig Series miliknya. Dua belas zodiak dihadirkan melalui dua belas karya Pig Series. Bukan hanya sekedar menempel simbol atau lambang zodiak, tapi lebih dari itu. Lekung mempunyai interpretasi tersendiri terhadap zodiak dan karakter-karakter yang melekat pada masing-masingnya. Secara visual interpretasinya melampaui dari sekedar bentuk tokoh zodiak. Tampak bahwa ia melakukan semacam riset pada karakter atau sifat bawaan masing-masing zodiak dan menuangkan tafsirannya dengan gaya khasnya. 

Pada karya berjudul Aries misalnya tampak bahwa Lekung paham betul tentang karakter zodiak tersebut yang gemar petualangan dalam sifat temperamentalnya. Objek-objek yang ditampilkan pada karya-karyanya bukan sekedar objek tanpa makna. Melampaui itu ada interaksi yang coba ditampilkan Lekung antara Pig Series dengan setiap zodiak yang ia interpretasikan. Pada karya berjudul Taurus misalnya, sangat kentara interaksi yang harmonis pada karya tersebut. Zodiak bertanduk tersebut seakan sangat bersahabat dengan objek lain yang ada di dalamnya. 

Kata I Ketut Sugantika Lekung, bintang / zodiak adalah hal yang lumrah dalam masyarakat mulai dari ramalan bintang (zodiac forecast) atau hanya sekedar mempelajari karakter teman lewat zodiak yang dimilikinya. Gesekan-gesekan dalam pertemanan serta bagaimana karakter seseorang dalam bergaul banyak dipengaruhi oleh zodiak yang dimiliki oleh orang tersebut. Seorang Virgo misalnya dengan karakter perfeksionisnya akan sangat tampak dalam caranya bergaul dan melakukan kegiatannya. 

“ Entah itu hanya sekedar berurusan tanpa saling kenal atau selebihnya dalam konteks terjalinnya hubungan saling mengenal dan berkelanjutan. Hubungan yang terjadi dalam sebuah interaksi mengharuskan orang-orang yang terlibat di dalamnya untuk saling toleransi dan memahami satu sama lain. Karakter seseorang menjadi sangat penting dalam kaitannya dengan interaksi social, “ serunya. 

Sifat dan karakter seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai hal seperti faktor genetik (bawaan), lingkungan keluarga, sosial, dan kebudayaan sekitarnya. Hal lain yang dipercaya dapat mempengaruhi karakter seseorang adalah faktor hari kelahiran seseorang yang erat kaitannya dengan posisi bintang, bulan, planet, dan matahari dalam ilmu perbintangan (astrologi). Mulai dari weton, wuku, shio, hingga zodiak dianggap punya pengaruh yang kuat pada sifat dan karakter seseorang. 

Hal itulah yang kemudian membuat I Ketut Sugantika “Lekung” tergelitik dan terinspirasi untuk menuangkan dalam karya-karyanya. Selain temuan-temuan yang dihadapinya dalam keseharian berinteraksi dengan orang-orang, Lekung pun tampaknya menyadari bahwa Zodiak adalah sebuah kebanggaan bersama. Secara universal zodiak telah menjadi semacam kesepakatan untuk dipercayai bersama, yang meskipun tentunya tidak semua orang mempercayai tentang zodiak. 

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

It Won’t Over

Next Post

Kiat Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar

Santana Ja Dewa

Santana Ja Dewa

Pecinta kampung halaman. Tinggal di Sampalan, Nusa Penida

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Kiat Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar

Kiat Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan
Tualang

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Politik dan Krisis Komunikasi Publik Pemimpin

DINAMIKA komunikasi politik selalu berubah pada setiap rezim. Puluhan tahun silam, para pemimpin dikenal lewat pidato di lapangan terbuka dan...

by Chusmeru
July 27, 2026
Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa
Esai

Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

SEBUAH peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Bali kembali mengguncang nurani masyarakat. Bukan semata karena adanya korban jiwa, tetapi...

by Agung Sudarsa
July 27, 2026
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi
Ulas Buku

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan
Khas

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

by Angga Wijaya
July 27, 2026
Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego
Esai

Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

ADA sebuah kalimat yang telah bertahan melewati pergantian zaman, melintasi peradaban, dan terus dikutip hingga hari ini: “Dan kamu akan...

by T.H. Hari Sucahyo
July 26, 2026
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan
Khas

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris
Khas

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

“Kapan Nikah?”: Ketika Usia Jadi Alat untuk Menghakimi Perempuan

"Kapan Nikah?" Dua kata yang terdengar ringan di telinga yang menanyakannya, tapi menjadi beban yang dibawa pulang bagi perempuan yang...

by Fitria Hani Aprina
July 25, 2026
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi
Ulas Pentas

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Tidak semua orang membatik untuk menghasilkan kain. Ada yang membatik agar hatinya tetap utuh." Di ruang terbuka lantai atas rumahnya,...

by Tri Nugroho Adi
July 25, 2026
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan
Panggung

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co