26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kecanduan di Masa Pandemi

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
July 17, 2020
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Ada sesuatu yang sudah ada dari zaman lampau dan selalu ingin diberantas tetapi  menyisakan pekerjaan rumah yang luar biasa sampai sekarang. Mungkin Anda sudah sering mendengar soal Indonesia darurat narkoba. Hal ini memang sering menjadi ungkapan yang cukup akrab di masyarakat di mana Indonesia dikatakan sudah dalam level yang sangat parah dalam hal penyalahgunaan narkotika dan zat-zat terlarang.

Banyak yang merasa ini adalah dampak dari pariwisata, dampak dari penurunan moralitas dan sebagainya. Kali ini saya akan memberikan perspektif yang berbeda, karena kita bisa lihat di masa pandemi Covid-19 ini pariwisata mati dan moralitas apakah kemudian jadi menurun sekali? Hal yang pasti, peredaran narkoba dan penyalahgunaannya masih tetap berlangsung bahkan ada potensi meningkat.

Gangguan Otak

Kenapa demikian? Sebenarnya yang banyak orang belum tahu yakni kecanduan narkoba adalah suatu gangguan atau proses di otak kita yang dalam bahasa medis disebut brain diseases. Gangguannya berada di otak kita. Pertama, ketika seseorang mulai menyalahgunaan narkoba sebetulnya sudah memiliki kecenderungan mengalami gangguan kejiwaan. Dimana dia merasa  sangat tidak nyaman dengan dirinya; entah itu sulit berkonsentrasi, tidak nyaman dengan perasaan atau mood-nya yang naik-turun secara drastis, mengalami masalah dan kemudian merasa perlu lari dan lupa dari permasalahannya dengan menggunakan narkoba.

Dia berusaha memulihkan dirinya mencari zat-zat yang dia rasakan bisa membuat dirinya nyaman dan itu salah karena akhirnya menjadi kecanduan narkoba. Hal ini disebabkan dua faktor, yakni tentang ketidakpahaman cara mengatasi permasalahan atau kerentanan gangguan otak yang terjadi, misalnya pada orang-orang yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif misalnya pada anak-anak dan remaja yang mengalaminya kemudian dicap atau distigma sebagai “nakal”, karakternya “bandel” dan sebagainya.

Padahal itu adalah suatu gangguan jiwa yang bisa diobati. Atau pada anak-anak dan remaja yang sangat ekstrem perubahan mood atau perasaannya. Kadang sangat bergembira atau sangat energik tapi di lain pihak merasa sangat down, tidak ingin melakukan kegiatan apapun, larut dalam kesedihan dan sebagainya. Dan keluarga tidak memahaminya dan tidak memberikan pertolongan jadilah mereka ini kemudian mencari pertolongan untuk dirinya sendiri, sebatas pengetahuannya. Mencoba-coba dari pergaulannya zat-zat yang kira-kira bisa membantu dirinya, maka jatuhlah ke dalam penyalahgunaan narkoba. Apalagi ada stigma dan perundungan di masyarakat bagi orang-orang yang datang berkonsultasi atau berobat ke dokter jiwa atau psikiater dianggap sebagai  “orang gila” karena hanya “orang gila” yang datang ke psikiater.

Sehingga hal ini makin mendorong besarnya kemungkinan masyarakat yang sebenarnya membutuhkan bantuan psikologis kemudian justru terjebak pada penyalahgunaan narkoba. Negara kita juga sudah memberlakukan hukum yang sangat keras bahkan pada pengedar narkoba atau yang memiliki narkoba lebih dari batas jumlah yang ditentukan dianggap sebagai pengedar dan  diancam dengan hukuman mati.

Ternyata efeknya tidak terlalu banyak penurunan dari hal tersebut karena sebenarnya penyalahgunanya terlampau banyak dan yang dibutuhkan bukan hanya penegakan hukum tetapi yang lebih penting adalah rehabilitasi. Saat ini di Indonesia setiap Badan Narkotika Nasional (BNN) kota/ kabupaten sudah menyiapkan rehabilitasi psikososial dan medis yang gratis, asal masyarakat mau datang menjangkaunya secara sukarela, atau keluarga yang mengantar anggota keluarganya yang mengalami kecanduan narkoba.

Peran Masyarakat

Usaha yang sangat baik ini perlu diimbangi dengan inisiatif atau pemahaman masyarakat untuk mau menggunakan layanan ini dan juga yang penting sekali adalah penerimaan masyarakat bagi orang-orang yang mengalami kecanduan dan sudah mau melakukan rehabilitasi agar bisa diterima di masyarakat, diterima di lingkungan kerja sehingga mempunyai penghidupan dan bisa berkeluarga dengan baik.

Juga, jangan menghalangi orang yang mau melakukan rehabilitasi dan mencari pengobatan termasuk ke psikiater yang sementara ini membutuhkan pengobatan lanjutan sebagai transisi atau penyesuaian atau pengalihan kecanduan yang sangat berat tersebut. Karena kalau demikian kita justru terbalik kita tidak menginginkan orang-orang yang kecanduan untuk bisa pulih kembali.

Dan sebagaimana sebuah gangguan otak yang kronis tetapi bisa pulih dan kembali masyarakat asal mendapatkan pengobatan yang tepat dan mendapat dukungan keluarga serta masyarakat. Di masa pandemi ini, banyak tekanan-tekanan psikologis yang dirasakan masyarakat dan itu berpotensi juga menambah peningkatan penyalahgunaan narkoba. Selain narkoba, dalam ilmu kesehatan jiwa ada kecanduan yang lain. Jadi selain kecanduan zat juga ada kecanduan perilaku. Hal-hal ini juga perlu diwaspadai selama musim pandemi, misalnya pada anak-anak dan remaja kita jangan sampai kita merasa aman: “Oh anak-anak saya hanya di rumah saja sehingga tidak akan terkena narkoba atau kecanduan yang lain”

Kecanduan Internet dan Game Online

Padahal, ada hal lain selain kecanduan zat seperti yang saya katakan tadi yaitu  kecanduan perilaku misalnya adalah kecanduan internet. Ada juga Online Gaming Disorder atau kecanduan game online. Dan ternyata dari penelitian-penelitian mengatakan kerusakan otak yang dialami orang-orang yang mengalami kecanduan game online ataupun secara umum kecanduan internet mempunyai gambaran yang serupa kerusakan otaknya dengan penyalahguna narkoba sehingga ini patut diwaspadai, apalagi selama ini kemudian anak-anak dan remaja lebih banyak di rumah dan mendapatkan akses internet yang lebih besar.

Jadi patutlah kita waspadai tetapi juga tidak buru-buru memberikan penghakiman bahwa setiap anak yang main game online dan sering beraktivitas internet kemudian kecanduan. Perlu berkonsultasi dengan profesional kesehatan jiwa untuk hal ini dan ketika pun mendapat terapi perlu di-support atau didukung dengan baik.

Saran saya ketika pandemi ini, jika kita merasakan tekanan psikologis janganlah kemudian mengarahkannya pada hal-hal yang justru menjerumuskan diri kita, misalnya pada narkoba ataupun mengarahkannya pada penggunaan internet atau game online yang berlebihan. Semoga kita semua dalam keadaan mantap jiwa raga dan bisa menghadapi pandemi dengan baik. [T]

Tags: covid 19kecanduankesehatankesehatan jiwapandemi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Luhurnya Cita Rasa Tembakau Bondowoso

Next Post

“I Panti dan I Nganti” – Catatan Tumpek Landep

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails
Next Post
“I Panti dan I Nganti” – Catatan Tumpek Landep

"I Panti dan I Nganti" - Catatan Tumpek Landep

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co