25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

I Segnol dan I Dangin dari Kalianget

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
June 3, 2020
in Esai
I Segnol dan I Dangin dari Kalianget

Seorang petani mencari rumput di Pura Desa Kalianget, Buleleng, Bali

Desa Kalianget di Buleleng, Bali, bukan hanya cerita tentang Jayaprana dan Layonsari, bahwa Kalianget juga memiliki cerita tentang I Segnol dan I Dangin, seniman mumpuni yang tercatat dalam diary seorang W.O.J Nieuwenkamp sekiranya pada tahun 1906-1937.

Informasi ini saya dapatkan dari seorang sahabat, fotografer yang suka ngulik-ngulik dokumen-dokumen lawas, Bli Nengah Januarta. Ia menanyakan saya apakah pernah mendengar nama I Segnol dan I Dangin dari Desa Kalianget, Buleleng?. Tentu saja saya jawab tidak, ya karena memang tidak pernah mendengar, padahal baru beberapa waktu lalu saya dan kawan-kawan sempat mengunjungi Pura Desa Kalianget yang diantarkan oleh Bli Ame Yasa, seorang penyuluh Bahasa Bali yang juga dari Desa Kalianget.

Dalam catatan Nieuwenkamp, dituliskan bahwa waktu itu  ia sedang berada di Desa Bubunan, mencari sebuah pemandian, mungkin saja pemandian dengan ukiran yang bagus, akan tetapi ia tidak menemukannya dan mulai berfikir bahwa ia telah salah tempat. Kemudian ia menanyakan kepada penduduk asli di sekitar Bubunan yang bekerja di sawah dan ia mendapatkan informasi bahwa pemandian itu telah hancur karena gempa bumi, dan para penduduk telah membersihkan puing-puingnya.

Kemudian dia mendeskripsikan bahwa banyak pura/tempat ibadah di daerah ini (Bubunan) telah hancur total dan sampai pada ceritanya tentang Desa Kalianget, tempat Nieuwenkamp pernah hidup bersama I Segnol, dalam terjemahan bahasa Indonesianya dikatakan bahwa I Segnol adalah salah satu pematung paling cantik dari seluruh dunia. Ya sangat berasalan, Nieuwenkamp sendiri saya rasa sangat selektif dengan pemilihan seniman-seniman yang pernah dijadikan teman maupun gurunya.

Dalam buku yang ditulis Bruce W. Carpenter dengan judul Nieuwenkamp The First European Artist in Bali, bahwa di tahun 1917 sebelum meninggalkan Bali ia menyatakan bahwa “…instead Balinese artists now often work for an increasing stream of tourists. Tourists, unfortunately, are not defenders of the arts.”  Kemudian dia menjual peralatan kamera kepada Lok Kon San yang memiliki toko fotografi di Denpasar dan juga memesan sebuah lukisan tradisi kepada I Wayan Dasta dari Singaraja.

Kekecewaan Nieuwenkamp karena kehadiran para turis justru akan merusak perkembangan alamiah dari seniman Bali, sebagaimana dalam tulisan Carpenter di buku yang sama pada hal.40 bahwa “unlike those who would came after him he sought to learn from the Balinese Artist and artisans, not teach them.” Nieuwenkamp ke Bali mengunjungi kotaraja-kotaraja maupun desa-desa justru untuk berjumpa dan belajar langsung dengan seniman maupun pembantu seniman, tidak seperti ekspatriat sesudahnya yang justru berbalik mengajari para seniman Bali. Dari pernyataan itu maka dapat disimpulkan bahwa Nieuwenkamp tidak sembarangan dalam memilih guru untuk belajar seni di Bali, sebagaimana di Banyuning ia pernah belajar dengan Jero Dalang Banyuning, kemudian dengan I Ketut Gede Singaraja yang sudah tua sekaligus belajar dengan anak dari I Ketut Gede Singaraja, dan di Desa Kalianget dengan I Segnol dan I Dangin.

seorang petani mencari rumput di Pura Desa Kalianget, Buleleng, Bali

Di dalam perjumpaan pertamanya dengan I Segnol, Nieuwenkamp menceretakan bahwa I Segnol tidak dapat menunjukan banyak karya-karyanya, di rumahnya ia sedang mengerjakan sebuah lukisan yang menggambarkan sebuah rumah dengan merajan/sanggah, pada latar depannya ia menempatkan jejeran pot bungan dan pohon besar pada latar belakang, konon ini menjadi sebuah layar untuk sebuah perusahaan teater, di Singaraja. Di rumahnya juga I Segnol ada beberapa ukiran yang bagus, sebagian besar adalah ukiran burung seperti merpati, gagak.

Kemudian pada kunjungannya kedua ke Bali dan menyempatkan diri untuk bertemu I Segnol, Nieuwenkamp menyatakan bahwa keadaan I Segnol tidak kunjung membaik, istrinya baru saja melahirkan anak kembar tiga sekaligus buncing (seorang laki-laki dan dua perempuan) pada waktu itu sangat memalukan menerima kenyataan bahwa melahirkan anak kembar buncing dianggap tidak baik. Kondisi I Segnol sangat tidak bagus, kehilangan nafsu untuk bekerja.

Dalam kunjungan terakhirnya, Nieuwenkamp yang tinggal di Bubunan kembali ke Kalianget untuk melihat I Segnol, namun sayang ternyata ia telah meninggal. Menurut penuturan muridnya I Segnol yang bernama I Dangin bahwa kematian I Segnol tidak lain karena efek tidak langsung gempa bumi, karena sebelum gempa bumi I Segnol baru saja sembuh dari sakit yang lama dideritanya, kemudian sibuk dengan pekerjaannya, dengan kehancuran mendadak dari begitu banyaknya pura/tempat ibadah di Kalianget, ia harus menghabiskan sisa hidupanya dengan sebuah pengabdian yaitu memperbaiki banyak pura yang telah hancur.

I Dangin menurut Nieuwenkamp adalah seorang pematung, mungkin juga undagi penerus I Segnol karena waktu pertemuan itu, I Dangin membawa Nieuwenkamp ke sebuah Pura Subak yang sedang di bangun, didirikan untuk mengganti pura sebelumnya yang hancur akibat gempa, I Dangin dikatakan sebagi orang yang merancang pura itu, dan waktu itu sedang fokus pada penggarapan gerbang pura.

Patung yang sudah aus di jeroan Pura Desa Kalianget

Setelah saya menerima informasi dan membaca link yang dibagikan oleh Bli Nengah Januarta, sesegera mungkin saya menghubungi Bli Ame Yasa di Kalianget, mengkonfirmasi, seandainya pernah mendengan dua nama ini, atau kemungkinan kecilnya sempat diceritakan oleh tetua desa. Namun, konon tidak ada yang mengetahui tentang dua nama ini di Kalianget, saya berharap masih ada yang menyimpan memori dari dua tokoh Desa Kalianget, jika tidak dalam ingatan orang-orang mungkin di bangunan pura/tempat ibadah di Desa Kalianget.

Sekali lagi, Kalianget tidak hanya tentang roman Jayaprana dan Layonsari, atau garangnya tokoh Patih Ki Saung Galing dalam drama gong. Lebih dari pada itu, bahwa Kalianget pernah melahirkan seniman tangguh seperti I Segnol dan I Dangin.

Pohmanis, Denpasar

Tags: bali utaraceritalukisanSeni RupaW.O.J Nieuwenkamp
Share122TweetSendShareSend
Previous Post

DINI DITU KALANGAN || Work for Progress – Teater Kalangan

Next Post

Musim Layangan di Negeri Para Mullah, Afganisthan

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Si Perantau Tanggung: Asal Tabanan, Lahir di Buleleng, Domisili Negaroa

Musim Layangan di Negeri Para Mullah, Afganisthan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co