23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di “Teba” Ada “Butternut Squash”, Merambatlah Harapan dari Belakang Rumah

Penulis Cerita Katagori Umum by Penulis Cerita Katagori Umum
March 27, 2020
in Esai
Di “Teba” Ada “Butternut Squash”, Merambatlah Harapan dari Belakang Rumah

Butternut Squash di teba atau belakang rumah [Foto penulis]

A.A. Ngurah A. Windara — Desa Serongga, Gianyar


Jam sepuluh pagi, tanah basah, ada sedikit genangan di sana-sini, beberapa bagian berlumpur. Baru saja kampung ini di guyur hujan. Angin bertiup dingin. Daun-daun sandat berguguran, melayang lalu menghujam bumi, seolah menyadarkan dari diam, diam termangu, di tengah-tengah situasi dan  kondisi social distancing, sebuah upaya memutus mata rantai Virus Covid 19, berharap diikuti oleh semua khalayak. Kondisi inilah yang menempatkan badan ini masih tepekur di sini, di bawah pohon sandat,  yang biasanya sudah di kantor, atau ketemu klien.

Hari ke-3 libur ‘bertapa di rumah’, bikin hati agak parno. Sebuah situasi yang memang harus diterima, tidak bisa lagi bebas kongkow-kongkow, reuni, nonton konser, nonton bola. Dalam kaitannya dengan rangkaian ritual Nyepi juga banyak batasananya. Tidak ada lagi acara rame-rame Melasti ke pantai, tidak ada lagi keriaan dalam pawai ogoh-ogoh. Saya pun mengalami sedikit rasa kecewa, rencana sewa emperan toko di dekat Pantai Lebih menyambut ribuan peserta melasti juga sudah dibatalkan, walau sudah bayar DP. Ibu pemilik toko mengembalikan uang sewa. “Tidak apa-apa Pak, kita harus saling dukung. Kondisi ini semoga cepat berlalu”, senyumnya manis, ikhlas !

Apa yang harus dilakukan, ketika harus memilih untuk di rumah saja? Harus ada! Sesuatu sesuatu yang tetap produktif, tidak membosankan  dan tentu harus mampu membahagiakan hati. Akan lebih banyak melakukan aktifitas di teba, itulah pilihan saya. Sebuah aktifitas yang sesungguhnya cukup mulia, paling tidak itu menurut saya saat ini,  lebih mendekatkan diri pada alam, ibu pertiwi. Di sisi lain, adalah berkah untuk membangun relasi yang lebih intim dengan keluarga.

Empat meter ke arah utara dari pohon sandat, berdekatan dengan Sedahan Gamang, berdiri para-para bambu ukuran 3 X 5 X 1.80 Meter. Para-para ini dibangun sekitar 3 bulan yang lalu, untuk merambatkan tanaman butternut squash, sejenis tanaman labu-labuan, rasanya lebih manis, lebih padat dan lebih gurih. Mata saya tertuju pada tanaman tersebut. “ Ahai… ada 10 buah yang bergelantungan”,  tiba-tiba meluncur kata setengah berbisik. Buah sudah mulai matang, warnanya merah tembaga dengan bentuk buah yang eksotis, ada lekukan di bagian pinggang buahnya. 

Awalnya hanya iseng  menanam. Bermula dari sang cucu yang masih balita sering dibuatkan bubur labu ini oleh bundanya. Kata bundanya, dia beli di salah satu supermarket di kawasan Ubud. Ketika daging buahnya  dibelah, beberapa biji saya ambil, dicuci, dikeringkan, lalu disemai. Dari sinilah kisah bergulir. Tiga bulan lalu saya memulainya dengan menanam 4 bibit saja, ditanam secara organik, tidak disangka semuanya tumbuh sempurna,  berbunga dan disusul buah-buah yang menggemaskan.

Sejak seminggu yang lalu, ketika malam tergantikan pagi, galang tanah, saya mulai mencangkul, di sebelah para-para tadi.  Tekad bulat menambah jumlah tanaman labu. Tunas-tunas mulai tumbuh, hijau dan subur. Tidak tanggung-tanggung ada 50 tunas menjelma cantik.

“Gila bener, semangat amat, ini baru jam 6 pagi!” Terdengar suara yang tidak asing di telinga saya cukup mengagetkan. Putra Ravamsa, Si Sulung dari dua bersaudara laki-laki buah hati saya  tiba-tiba sudah berdiri di samping. Walau baru bangun tidur, matanya masih tetap berbinar bening, ada  ada 2 gelas teh seduhan bunga rosella di atas nampan yang dia bawa. Anak ini cukup rajin, suka bantu saya ngurusin kebun di teba. Baru kelas dua SMK yang kebetulan juga dapat program ‘belajar di rumah’.

Berbekal sukses menanam 4 tanaman butternut, pagi ini kami berdua memang sudah janji untuk menanan semua bibit  tanaman butternut. Bedengan yang telah ditutup plastik mulsa juga sudah terbentang dengan lubang-lubang berjejer berjarak 1 meter. Hari-hari ke depan hati kami sudah pasti akan selalu menggebu, merawat butternut. Bermain bersama tanah, pupuk organik, cangkul, selang air. Teba kami cukup luas, sekitar 60 are. Burung Sawang Ujan, Tekukur, Cerukcuk adalah teman setia kami, di sini.

Sebulan lagi, kami akan disibukkan dengan ‘ritual’ mengawinkan bunga jantan dan betina, walau sebenarnya bisa terjadi secara alami, dilakukan lebah dan kupu-kupu.  Kegiatan menanam butternut ibarat menanam harapan. Bila alam merestui, sembilan puluh hari ke depan nanti harapan yang ditanam sudah bisa dituai. Seandainya setiap tanaman  bisa tumbuh 3 buah saja, kami akan memiliki 150 buah butternut.

Langit cerah, sekumpulan awan melayang pelan, kami istirahat sejenak. Segelas teh rosella tandas kami minum, segar…!!! [T]

A.A. Ngurah A. Windara

  • Pernah menulis di Majalah KANAKA (FakSas UNUD) th. 1987-1990
  • Penulis Lepas di ‘SAHABAT PENA’ (terbitan POS & GIRO) Th. 1985
  • Menulis ‘apa saja’ pada  blog pribadi ‘MATA ANGIN’ : gungwin.blogspot.com (sampai saat ini)
  • Script Writer di ELKOGA Radio Bali untuk berbagai program & iklan (sampai saat ini)
Tags: Lomba Menulis Cerita Dari Rumah Tentang RumahRumah
Share19TweetSendShareSend
Previous Post

Apakah ogoh-ogoh Kalah Melawan Covid-19?

Next Post

Mengingat Masa Lalu di Gubuk Reod Nenek

Penulis Cerita Katagori Umum

Penulis Cerita Katagori Umum

Cerita-cerita ini ditulis para peserta lomba menulis cerita Dari Rumah Tentang Rumah yang diselenggarakan tatkala.co untuk katagori umum

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Mengingat Masa Lalu di Gubuk Reod Nenek

Mengingat Masa Lalu di Gubuk Reod Nenek

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co